Mengenal Sifat Panas dan Dingin

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Mengenal Sifat Panas dan Dingin

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutup malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” Qs Ar-Ra’d: 3

Bebera edisi bulletin ash-shihah sering kali dibahas tentang makanan atau herbal yang mempunyai sifat panas, dingin, lembab dan kering. Mungkin bagi sebagian besar pembaca ada yang masih bertanya-tanya, namun ada pula beberapa yang sudah memahaminya. Apa sebenarnya unsur panas dan dingin? Apakah karena suhu panas atau suhu dingin? Apa manfaat yang bisa diambil?

Apa itu sifat panas dan dingin
Di teori kedokteran cina (TCM) dikenal dengan istilah panas (Yang) dan dingin (Yin) teori ini dikenal dengan teori YinYang, atau ada juga yang menyebutkan teori keseimbangan. Teori ini adalah teori dasar, dimana teori ini menggambarkan dua hal yang saling berlawanan, tetapi saling melengkapi membentuk suatu keseimbangan.
Seperti halnya di alam, panas pasangannya dingin, siang pasangannya malam, pria pasangannya wanita. Karena kesamaan sifat, maka dingin, wanita dan malam dikelompokkan dalam Yin. Sedangkan panas, siang dan pria dikelompokkan dalam Yang.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan semuanya bepasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbukan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. QS Yasin (36) ayat 36.

Alam akan berjalan dengan baik jika unsur-unsur penyusunnya yang berpasangan ini berada dalam kondisi seimbang. Demikian halnya dengan tubuh kita, sehat akan tercapai apabila unsur panas dan dingin seimbang.
Sifat panas dan dingin itu sendiri adalah energi yang terkandung di dalam suatu benda, sebagai contoh makanan atau herbal. Menurut dr.Rahmat seorang praktisi TCM, energi  makanan digambarkan dengan panas, hangat, sejuk dan dingin. Panas dan hangat digolongkan yang, sedangkan dingin dan sejuk masuk dalam kategori yin.

Mengenal unsur  panas dingin dalam makanan
Makanan yang berenergi dingin (yin) umumnya rendah kalori, berwarna hijau atau putih, memberikan rasa segar, dimakan mentah atau direbus atau dikukus. Makanan yang masuk dalam kategori dingin (yin) adalah buah-buahan segar dan sayur-sayuran.
Sedangkan makanan berenergi panas (yang) umumnya tinggi kalori, berwarna jingga, kuning, dimakan setelah dimasak dalam lemak dan member rasa hangat. Makanan yang masuk kategori hangat diantaranya daging ayam, udang dan kurma. Makanan yang masuk dalam kategori panas adalah daging kambing, jahe, merica, cabai dll.
Selain itu dari segi rasa, dalam kedokteran timur rasa terbagi menjadi lima rasa yaitu pedas, manis, asam/sepat, pahit, asin. Rasa manis dan pedas masuk dalam golongan panas (yang), sementara asam/sepat, pahit dan asin masuk dalam kategori dingin (yin).

Mengenal karakter panas dan dingin
Di dalam tubuh kita terdapat pula kedua unsur ini jika keduanya seimbang, maka orang tersebut sehat. Apabila seseorang memiliki kecenderungan sifat panas (yang) biasanya aktif bergerak, mudah marah, dan suka tempat yang dingin. Sedangkan yang mempunyai sifat dingin (yin) biasanya lebih kalem, suka minum yang hangat-hangat, dan lebih menyukai atau merasa lebih nyaman diruangan panas, dan tidak suka berlama-lama di ruang ber AC atau kipas angin.
Nah, mungkin sering kali kita temui orang yang lebih suka minum-minuman yang dingin walalaupun dalam cuaca yang dingin. Dan juga kita temui orang yang lebih cenderung tidak kuat minum dingin dan lebih menyukai minuman yang hangat. Maka ini menandakan kondisi lambung seseorang yang berbeda, yang satu mempunyai karakter lambung panas dan yang satu berkarakter lambung dingin.

Konsep panas dingin dalam thibunnabawi
Rosululloh adalah seseorang yang jarang sakit, beliau sakit hanya 3 kali dalam hidupnya. Rosululloh sangat memperhatikan baik dalam cara saat makan dan juga makanan yang di konsumsi, termasuk dalam konsep keseimbangan. Resep yang biasa dipraktekkan oleh Rosululloh adalah saat makan kurma dan mentimun. Seperti halnya dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Ja’far, ia menceritakan “ Aku pernah melihat Rosulullah menyantap kurma dengan mentimun”.
Menurut pendapat Ibnu Qoyyim Al-jauziyah menjelaskan mengenai hadits diatas, kurma memiliki sifat panas pada tingkatan ke-2, dapat memperkuat lambung yang bersuhu dingin, sehingga terasa nyaman, selain juga menambah karbohidrat.  Akan tetapi kurma cepat berubah baunya, membuat haus, mengotori darah dan menimbulkan sumbatan serta rasa sakit pada kantung kemih, disamping membahayakan gigi. Sementara mentimun mesir itu bersifat dingin pada tingkatan ke-2, bisa meredam rasa haus, meredam panas pada lambung, menambah stamina selain bisa menambah aroma karena ada unsur wangi di dalamnya.
Maka kesimpulannya buah yang satu bersifat panas sementara yang lain bersifat dingin. Masing-masing bisa memperbaiki kekurangan pada temperatur atau yang sifatnya berlawanan, disamping mencegah pengaruh buruk pada buah yang lain. Inilah formula medis yang komprehensif. Penggunaan metode ini pada segala jenis makanan dan obat-obatan bisa memberikan improvisasi, serta mencegah berbagai dampak negative dari semua bahan tersebut dengan memberikan sesuatu yang berlawanan. Cara ini akan membantu kesehatan tubuh, meningkatkan stamina dan pertumbuhan badan.
Secara umum, menetralisir efek buruk zat panas dengan dingin, dingin dengan panas, kering dengan basah, dan basah dengan kering merupakan salah satu penyembuhan terpenting dan juga langkah-langkah menjaga kesehatan.

Pentingnya Variasi
Pada saat mengkonsumsi makanan hendaknya senantiasa bervariasi baik unsur panas dingin maupun dalam hal rasa. Hindari banyak mengkonsumsi satu jenis makanan misal daging terus-menerus –baca Ash shihah edisi 32 – tanpa sayur, atau hanya makan buah-buahan saja sehingga tubuh tidak ada asupan gizi.
Selain itu cara mengolah makananpun harus diperhatikan. Terlalu banyak makan-makanan yang digoreng maka tubuh akan kelebihan lemak jenuh yang akan mengakibatkan penyakit berbahaya seperti jantung. Banyak makan-makanan mentah akan mendinginkan limpa.
Tetapi perlu diingat bagi yang kondisi tubuh sudah tidak seimbang misal terlalu panas, maka makanan dengan sifat panas perlu diminimalisir atau dihentikan terlebih dahulu. Atau sebaliknya bagi yang kondisi tubuh terlau dingin, maka makanan yang sifatnya dingin perlu diminimalisir atau dihentikan terlebih dahulu sampai kondisi kembali seimbang. Karena semua yang dimakan akan mempengaruhi tubuh kita.
Di kedokteran timur makanan memiliki empat fungsi, pertama sebagai pemberi nutrisi untuk hidup, berkembang, dan sehat. Kedua, sebagai tonik bagi orang yang sebetulnya tidak sakit, tetapi memerlukan tenaga tambahan, seperti orang yang baru sembuh dari sakit dan manula. Ketiga sebagai obat, makanan tertentu dapat dimanfaatkan untuk mengkoreksi ketidak seimbangan yang menimbulkan penyakit. Terakhir, makanan kadang-kadang harus dihindari untuk mencegah memburuknya suatu penyakit atau kondisi. Semua fungsi tersebut dapat diatur dengan menyesuaikan karakter setiap bahan makanan dengan kondisi tubuh dan cuaca.
Demikianlah Allah telah menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan seimbang saling melengkapi antara satu dengan yang lain “……kamu sekali-kali tidak melihat pada penciptaan Tuhan yang maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah sesuatu yang tidak seimbang” Qs. Al-Mulk 3

 Maroji’:
Praktek Kedoteran Nabi, Ibnu Qoyyim A-Jauziyah
Herbal sinshe jilid 2

http://unik-thread.blogspot.com/2011/01/diet-yin-yang.html

http://intisari-online.com/read/makanan-yin-yang-sesuai-kemauan-tubuh-

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

Yarobbi.com | Bulletun Ash-Shihah | Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

Tidak hanya pernikahan yang bisa dibuat nyentrik dengan memilih tanggal cantik dalam melangsungkan acaranya. Kalau tahun kemarin mungkin ada 11-11-11 atau 20-11-2011, tahun ini pun mungkin sudah ada beberapa orang yang menyiapkan sejuta moment di tanggal cantik tahun 2012. Begitu juga persalinan, terkadang bisa ‘dipesan’ agar bisa pas dengan tanggal cantik tersebut. Itulah yang dinamakan tren operasi sesar.

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

DILEMA
Sesar atau dalam bahasa medis sering disebut SC (Sectio Caesarea) merupakan suatu tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat diatas 500 gram, melalui sayatan pada dinding uterus (rahim) yang masih utuh. Meningkatnya tren operasi caesar di berbagai negara oleh WHO dinilai membahayakan kesehatan perempuan, apalagi bila dilakukan tanpa adanya indikasi medis yang kuat.
Banyak wanita yang salah mengerti, mereka menganggap melahirkan secara caesar lebih aman dibanding melahirkan secara normal, ‘kata Dr. A.Metin Gulmezoglu, peneliti dari WHO yang melakukan survei tentang operasi caesar di Asia’. Ia menjelaskan, bedah caesar adalah operasi besar yang hanya menjadi pilihan ketika keselamatan ibu dan janin terancam.

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

INDIKASI
Sebagaimana diketahui bahwa memutuskan untuk melakukan bedah sesar tidaklah mudah. Terdapat beberapa keadaan yang harus bisa mengindikasi hal tsb, secara umum adalah tidak memungkinkannya persalinan per vaginam (normal), induksi persalinan yang gagal dan beberapa faktor baik dari ibu maupun janin.

  1. Ibu
    • CPD (Cephalo Pelvic Disproportion)
      Adalah ketika kepala bayi atau badan bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu. Hal ini bisa disebabkan panggul ibu yang sempit (biasanya dimiliki orang dengan tinggi kurang dari 145 cm), janin besar, posisi bayi yang abnormal atau bentuk panggul yang abnormal.
    • Incoordinate Uterine Action
      Yaitu sifat his (kontraksi) yang berubah. Tidak adanya koordinasi antara kontraksi bagian atas, tengah dan bawah rahim yang menyebabkan his tidak efisien dalam mengadakan pembukaan
    • Plasenta Previa
      Ialah plasenta yang letaknya abnormal (berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh lubang luar leher rahim yang menuju vagina/ ostium uteri internum) pada usia kehamilan minimal 28 minggu.
      Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir
      Gejalanya adalah terdapat perdarahan bercak atau ringan tanpa nyeri, banyak dan berulang-ulang, bagian janin ke atas dengan denyut jantung janin yang masih positif.
  2. Janin
    • Janin Besar
      Janin dikatakan besar apabila beratnya lebih dari 4000 gram. Biasanya dikarenakan ibu dengan riwayat diabetes melitus (penyakit gula) atau pola makan ibu yang tidak baik (banyak mengandung glukosa) selama kehamilan.
    • Gawat Janin
      Suatu keadaan dimana denyut jantung janin (djj) kurang dari 100x/menit atau lebih dari 180x/menit serta dapat ditandai dengan air ketuban yang berwarna hijau kental. Penanganan umumnya adalah ibu dimiringkan kiri, diberikan oksigen dan menghentikan infus oksitosin (merangsang kontraksi) jika sedang diberikan.
    • Letak Lintang
      Dimana bagian terendah janin bukan kepala, kepala terletak di sisi kanan atau kiri perut ibu. Biasanya bagian terendah janin adalah bahu. Dan hal ini dapat dikethui melalui pemeriksaan pada perut ibu.

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

MACAM BEDAH SESAR

  1. Teknik SC corporal/klasik
    Dilakukan insisi (irisan/sayatan) pada korpus uteri (tubuh rahim) sepanjang 10-12 cm, sehingga sayatan yang terbentuk adalah garis vertikal.
  2. Teknik SC transperitonealis profunda
    Pembedahan ini paling banyak dilakukan. Dilakukan insisi pada segmen bawah rahim yakni melintang selebar 10 cm dengan ujung kanan dan kiri agak melengkung ke atas untuk menghindari terbukanya cabang-cabang pembuluh darah. Sehingga garis yang terbentuk adalah horisontal.
    Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi AkhirBeberapa perbandingan antara SC klasik dan SC transperitonalis profunda yaitu :

Pembeda

SC Klasik

SC trans.profunda

Teknik Lebih mudah Lebih sulit
Proses lahir bayi Lebih cepat Lebih lambat
Perdarahan Banyak Sedikit
Infeksi Lebih besar Sedikit
Penyembuhan Kurang baik, banyak perlekatan antara rahim dan dinding perut. Lebih baik, perlekatan sedikit
Gangguan kontraksi pada persalinan berikutnya

(+)

(-)

Ruptur uteri (robeknya rahim) pada persalinan berikutnya

Resiko besar

Jarang

Jahitan

3 lapis

2 lapis

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

ANASTESI (pembiusan)
Sang ibu umumnya akan diberikan anastesi lokal (spinal atau epidural), yang memungkinkan sang ibu untuk tetap sadar selama proses pembedahan dan untuk menghindari si bayi dari pembiusan.
Pada masa sekarang ini, anastesi umum untuk bedah sesar menjadi semakin jarang dilakukan karena pembiusan lokal lebih menguntungkan bagi sang ibu dan si bayi. Pembiusan umum dilakukan apabila terjadi kasus-kasus berisiko tinggi atau kasus darurat.

KOMPLIKASI

  1. Infeksi puerpereal(nifas)
    • Ringan, dengan kenaikan suhu dalam beberapa hari saja.
    • Sedang, kenaikan suhu lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung.
    • Berat, seperti peritonotis, sepsis dan ileus paralitik. Hal ini sering dijumpai pada partus (persalinan) terlantar dimana sebelumnya telah terjadi infeksi seperti ketuban yang sudah lama pecah.
  2. Perdarahan
    Bisa disebabkan karena banyaknya pembuluh darah yang terputus dan terbuka, atonia uteri (rahim tidak/kurang berkontraksi setelah bayi baru lahir), dan perdarahan pada plasenta.
  3. Komplikasi lain seperti luka kandung kencing, embolisme paru-paru (penyumbatan mendadak pada pembuluh arteri) dan sebagainya yang jarang terjadi.
  4. Ruptur uteri karena kurang kuatnya bekas luka pada dinding rahim dan biasanya terjadi pada riwayat SC klasik.
  5. Bayi yang lahir dengan persalinan bedah sesar seringkali mengalami masalah bernafas untuk pertama kalinya. Sering pula sang bayi terpengaruh obat bius yang diberikan kepada sang ibu.

Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir

PERSALINAN NORMAL SETELAH BEDAH SESAR
American College of Obstetricians and Gynecologist
pada Juli 2010 mengeluarkan rekomendasi terbarunya agar setiap ibu yang telah melahirkan secara bedah caesar, bahkan dua kali di operasi, masih boleh melakukan persalinan secara normal pada kelahiran berikutnya atau disebut juga VBAC (Vaginal Birth After Caesarean). Sekitar 60-80 persen wanita yang pernah melakukan caesar diperkirakan bisa melahirkan secara normal. Akan tetapi, operasi caesar tetap perlu diperlukan apabila ibu hamil tergolong obesitas atau bayi yang dilahirkan berukuran besar.
Di waktu lalu, bedah sesar dilakukan dengan sayatan vertikal sehingga memotong otot-otot rahim. Bedah sesar sekarang ini umumnya melalui sayatan mendatar pada otot rahim sehingga rahim lebih terjaga kekuatannya dan dapat menghadapi kontraksi kuat pada persalinan normal berikutnya. Luka bekas sayatan pada bedah sesar sekarang ini adalah terletak di bawah (segmen bawah rahim).
Baiklah bunda, sedikit gambaran mengenai bedah sesar telah dipaparkan. Setidaknya kita memiliki gambaran bagaimana menyikapi persalinan sesar.  Jadi tak hanya ikut-ikutan dalam tren bedah sesar melainkan harus berpikir panjang terhadap dampaknya. Karena melahirkan adalah sebuah kemuliaan dari Allah yang pahalanya setara syahid jika kita meninggal dunia dalam persalinan. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Orang yang terbunuh fi sabilillah adalah syahid, orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid dan orang yang mati karena wabah kolera adalah syahid.”

*Bedah Sesar: Dilema antara Tren dan Solusi Akhir dari berbagai sumber

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Diabetes mellitus, Dibekam saja

Diabetes mellitus, Dibekam saja, Telah Terbukti Secara Ilmiah Menormalkan Gula Darah Berlebih

Diabetes mellitus atau yang lebih umum dikenal dengan kencing manis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman menakutkan bagi manusia. Sebagian kalangan menyatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan tapi hanya bisa dikontrol kadar gula darahnya agar selalu dalam keadaan seimbang, yaitu dengan terapi obat-obatan penurun gula darah secara kontinyu disertai diet yang benar. Benarkah penyakit ini tidak bisa disembuhkan? Adakah cara lain untuk mengontrol gula darah?
Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadist dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usamah bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu saat aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badui. Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab,”Betul hai para hamba Allah, berobatlah! Karena setiap kali Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga meniptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Mereka bertanya,”Penyakit  apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Lanjut usia.” Dalam lafazh lain disebutkan,”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya.” (dikeluarkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan derajat hasan shahih. Juga oleh An-Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan derajat shahih). Maka tidak ada yang tidak mungkin bahwa penyakit separah apapun, akan bisa disembuhkan atas ijin Allah SWT.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

PENYAKIT DIABETES PADA ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW
Apakah diabetes sudah ada pada zaman nabi Muhammad SAW? Hal ini berdasarkan literatur sejarah, bahwa pada tahun 1552 sebelum masehi, di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering kencing dengan jumlah yang banyak (yang disebut poliuria) dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi, penulis India, Susrhata menamakan penyakit tersebut dengan penyakit “kencing madu”. Dari fakta sejarah tersebut maka bisa disimpulkan bahwa diabetes sudah ada pada jaman nabi Muhammad SAW, berdasarkan dimulainya kalender hijriah sekitar 500 tahunan setelah tahun masehi dimulai. Wallahu a’lam bishawab. Namun islam dengan syari’at yang sempurna ini telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit diabetes melaui sabda nabi Muhammad SAW, ”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Karena faktor pola makan menjadi salah satu pemicu utama diabetes.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

SOLUSI SELAIN OBAT
Ada beberapa solusi mengatasi diabetes tanpa obat kimia sintetis, atau juga bisa digunakan sebagai terapi pendamping bersamaan dengan terapi obat-obatan (medika mentosa). Salah satunya adalah bekam. Berdasarkan riset ilmiah, pengobatan sunnah ini sangat ampuh dalam mengontrol gula darah. Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang dikutip dari buku karya ilmuwan Arab yang terkemuka, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘Al-’Ajib (Obat Ajaib). Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.
Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :

  1. dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
  2. dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
  3. dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
  4. dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
  5. dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
  6. dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :

  1. dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
  2. dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
  3. dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
  4. dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
  5. dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
  6. dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
  7. dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
  8. dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
  9. dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
  10. dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
  11. dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
  12. dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
  13. dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria :

  1. Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun.
  2. Di musim semi dan selama bulan april dan Mei
  3. Pada paruh kedua bulan Qomariah
  4. Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita

Banyak sekali hasil riset yang mengejutkan, dan salah satu hasil riset tersebut yang berhubungan dengan penyakit diabetes menunjukkan bahwa kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus. SUBHANALLAH!

Diabetes mellitus, Dibekam saja

RESEP TITIK BEKAM
Resep titik bekam untuk terapi diabetes sangatlah beragam berdasarkan hasil ijtihad masing-masing ahli bekam. Tidak ada yang salah dari resep titik yang beliau-beliau hasilkan karena resep tersebut muncul pasti dengan berlandaskan ilmu, pengalaman, dan dasar  hukum masing-masing, yang tentunya disertai dengan mohon petunjuk kepada Allah SWT. Karena seorang hamba, siapapun itu akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya  yakni tanggung jawab di dunia dan akhirat. Kami tidak membuat resep baru dalam tulisan ini, namun berdasarkan kajian dan pengalaman yang pernah dilakukan pada praktek di lapangan, maka kami sangat menganjurkan aplikasi titik weiwanxiashu Ex-B 3 (extra back point number 3) untuk penanganan diabetes. Ini adalah titik akupunktur yang telah terbukti secara empiris memiliki pengaruh signifikan dalam menormalkan kadar gula darah. Walaupun titik akupunktur, titik ini sangat memungkinkan untuk dilakukan pembekaman. Karena sudah lazim kalau titik akupuktur dimanfaatkan sebagai titik pelengkap selain titik sunnah oleh para ahli bekam. Hasil terapi yang memuaskan insya Allah akan didapat jika dilakukan dengan penerapan standar tata laksana terapi yang baik dan benar.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Berikut ini adalah profil titik tersebut

  • Nama titik : weiwanxiashu Ex-B 3 (Extra-Back 3)
  • Lokasi : pada punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior.
  • Aksi : menguatkan limpa dan mengharmoniskan lambung
  • Indikasi : diabetes, masalah lambung, nyeri abdomen, mual, intercostal neuralgia

 Diabetes mellitus, Dibekam saja
Gambar  Letak Titik Wewanxiashu

 Diabetes mellitus, Dibekam saja

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Ada beberapa kaidah dan metode terapi yang harus diperhatikan dengan benar agar proses terapi berjalan dengan aman dan terasa manfaatnya, seperti yang tertera di bawah ini:

  1. Titik ini bisa diaplikasikan sebagai resep titik tunggal atau sebagai titik pelengkap dari beberapa resep titik yang telah ada atau berdasarkan kondisi tertentu.
  2. Hati-hati aplikasi titik ini pada penderita diabetes dengan komplikasi, seperti: hipoglikemi, stroke, hipertensi, gangren, neuropatik diabetes, dan sebagainya. Kecuali dengan tatalaksana yang baik dan benar.
  3. Harus diperhatikan dengan benar tentang sterilisasi dan teknik penyayatan, mengingat penderita diabetes sangat rawan dengan luka.
  4. Perlu ada metode tertentu untuk pembekaman pada penyakit yang bersifat dingin. Misalkan dengan herbs cupping (penggunaan herbal pada pembekaman) dan metode penunjang lainnya.
  5. Perlu adanya sinergi perawatan/rujukan kepada/dengan metode kedokteran modern pada kondisi tertentu.
  6. Perlu adanya aplikasi palpasi titik bekam sebagai data pelengkap untuk menentukan prinsip terapi, cara terapi, manipulasi, dan prognosa.
  7. Ketepatan manipulasi pembekaman menentukan efek terapi.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Semoga pemaparan yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, setidaknya membuka wacana dalam pengembangan bekam (khususnya dalam kasus diabetes) sebagai syi’ar sunnah nabi Muhammad SAW, sehingga dapat dinikmati manfaatnya oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang apapun, sebagai tanda bahwa islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karena bekam bukan hanya untuk muslim, tapi merupakan solusi untuk semua umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. Seperti halnya pengalaman kami, tidak sedikit non-muslim yang rutin berbekam di tempat praktek kami. Bahkan, ada yang rutin mengkonsumsi air zam-zam dan minyak zaitun secara kontinyu. Subhanallah! Jika kemujaraban bekam telah terbukti secara ilmiah berdasarkan petunjuk yang nyata, masihkah kita menutup diri??!! [Based on Abu Kandra’s Mind]

Referensi Diabetes mellitus, Dibekam saja:

  1. Metode Pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Diabetes mellitus, Dibekam saja
  2. Advance Modern Chinesse Theraphy karya Ganglin Yin dan Zhenghua Liu
  3. Riset Perubahan Patologis Titik Weiwanxiashu Ex-B 3 pada Penderita DM karya Hendra Sukma Wijaya
  4.  Bbsdlp.litbang.deptan.go.id/index.php
  5. Indodiabetes.com/sejarah-diabetes.html
Diabetes mellitus, Dibekam saja

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Yarobbi.com | Bekam Sinergi |  Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

(Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dengan Kedokteran Tradisional China pada Aplikasi Istilah/Terminologi Kedokteran)

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China Bahasa merupakan elemen terpenting dalam komunikasi. semua yang ada di alam semesta memerlukan komunikasi untuk berlangsungnya sirkulasi kehidupan, baik hewan, tumbuhan, manusia, dan alam itu sendiri. Karena beragamnya subjek, maka bahasa yang dimunculkan sangat beragam. Contohnya manusia itu sendiri, karena beragamnya bangsa maka bahasanya pun berbeda pula. Setiap elemen masyarakat juga memiliki bahasa atau istilah tersendiri di kalangan mereka yang secara sadar atau tidak, bahasa atau istilah itu mereka sepakati demi terciptanya keselarasan pandang. Contohnya, bidang pertanian, perbankan, elektronik memilki istilah-istilah tersendiri yang telah disepakati sebagai alat komunikasi.
Dalam bidang kedokteran juga memilki sejarah yang unik tentang pengistilahan (terminologi) yang mereka gunakan dari masa ke masa. Dimulai dari ilmu kedokteran tertua di dunia yaitu kedokteran China yang terkenal dengan prinsip Ba Gang/8 dasar (yin-yang, panas-dingin, luar-dalam, kuat-lemah) dan Wu Xing/5 unsur (kayu, api, tanah, logam, dan air), kemudian ada kedokteran Yunani kuno dengan teori pembagian 4 unsur humoral tubuh oleh Galenius yaitu darah, empedu kuning, empedu hitam, dan lendir. Di Timur-Tengah ada Ibnu Sina dengan teori 4 unsurnya (tanah, udara, air, dan api) dan klasifikasi sifat penyakit berdasarkan sifat dasar alam yaitu panas, dingin, lembab, kering juga gabungan diantara sifat dasar itu yaitu panas-lembab, panas-kering, dingin-lembab, dingin-kering. juga berbagai kedokteran lainnya yang memiliki pengistilahan sendiri seperti Ayurveda dari India, Hang Bang dari Korea atau yang lebih dikenal dengan KOM (Korean Oriental Medicine), dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW Dalam Pengklasifikasian Unsur Makanan
Kekasih kita Muhammad S.A.W juga menerapkan bahasa/istilah tersendiri dalam mengklasifikasikan sesuatu, misalkan pengklasifikasian makanan dan pengobatan. Dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, diriwayatkan bahwa ia menceritakan: aku pernah melihat Rasulullah SAW menyantap timun dengan kurma masak. Juga hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Nabi SAW bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda,”Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini. Apakah pelajaran yang bisa dipetik dari hadist di atas? Ada 2 kata sebagai kata kuncinya. “panas” dan “dingin”. Kedua kata tersebut adalah anonim/lawan kata yang sifatnya beranti-pati. Panas dan dingin merupakan hukum alam, dimana jika unsur panas lebih dominan daripada unsur dingin atau unsur dingin lebih dominan dari pada unsur panas maka akan terjadi ketidakseimbangan, jika ketidakseimbangan itu terjadi pada tubuh, maka tubuh akan sakit. Jika unsur panas dan dingin seimbang, maka tubuh akan sehat. Itulah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dalam mengatur pola makan. Walau jenis makanan yang dikonsumsi beragam, beliau juga memperhatikan keseimbangan unsur atau kadar gizi makanannya. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW jarang sekali sakit. Dalam hadist lain, diriwayatkan olej At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam sunan-nya dari hadist Asma’ binti Umais bahwa ia menceritakan: Rasulullah SAW pernah bertanya kepanya, “Obata apa yang engkau gunakan sehungga engkau bisa berjalan lagi?” Asma menjawab, “Kacang kedelai.” Beliau berkata, “Itu kacang yang panas sifatnya.” Mari kita tela’ah bersama mengapa sakit yang diderita Asma binti Umais bisa sembuh dengan kacang kedelai yang memilki sifat panas. Tidak diragukan lagi bahwa penyakit yang mengakibatkan Asma binti Umais tidak bisa berjalan adalah bersifat “dingin”, sehingga Allah SWT mempertemukan obatnya berupa kacang kedelai yang memilki sifat anti-pati dari penyakit itu. Wallahu a’lam bishawab.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW dan Para Ulama Ahli Kedokteran Nabi (thibbun nabawi) Dalam Pengklasifikasian Prinsip Pengobatan
Diriwayatkan dalam kitab Shahih AL-Bikhari da Muslim, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa nabi SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api jahannam. Maka dinginkanlah dengan air”. Api dan air merupakan fenomena alam yang saling terbalik/anti-pati. Api itu panas sedangkan air itu dingin, api membumbung ke atas sedangkan air berjalan ke bawah. Contoh lainnya adalah hadist dari Anas radhiallahu anhu, ia berkata,“Rasulullah SAW bersabda: jika terjadi panas memuncak, maka netralisirkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi darah yang berlebih pada seorang diantara kalian yang akan membunuhnya” (HR. Al Hakim). Isyarat yang terkandung dari hadist di atas, bahwa panas yang terjadi karena darah berlebih harus di dinginkan dengan pembekaman. Mengingat salah satu fungsi darah adalah memanaskan tubuh, jika berlebih akan memuncak/menimbulkan penyakit, jadi harus mengurangi yang berlebih. maka terciptalah suatu kaidah prinsip terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakitnya yaitu jika panas harus didinginkan dan jika dingin harus dipanaskan, jika berlebih(ekses) harus dikurangi(sedasi) dan jika kekurangan(defisien) harus ditambah(tonifikasi). Hal tersebut merupakan aplikasi bahasa/istilah/terminologi yang juga di terapkan oleh para pakar thibbun nabawi terkemuka seperti Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, Ibnu Sina, Musa Alu Nashr, dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah Dalam Kedokteran Tradisional China yang Selaras dengan Thibbun Nabawi
Pembahasan berikut ini adalah istilah dalam kedokteran China yang berbeda secara bahasa, namun sama maksud, tujuan,dan cara pandangnya.

  1. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Ba Gang
    Ba Gang merupakan 8 dasar diagnosa, yang terdiri dari Yin-Yang; panas-dingin; ekses-defisien; luar-dalam. Dasar-dasar tersebut selaras dengan penerapan klasifikasi unsur pada thibbun nabawi, dimana kaidah prinsip terapi yang digunakan adalah antip-pati dari sifat penyakit.
  2. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China seperti Prinsip pencegahan penyakit
    Dalam Huang Di Neijing dijelaskan bahwa seseorang yang berobat ketika sakit datang, sama halnya dengan membuat pedang ketika musuh menyerang atau menggali sumur ketika haus. Dari pernyataan tersebut dapat kita pahami pentingnya pencegahan penyakit. Sama dengan Thibbun nabawi, ketika kita memperhatikan pola hidup Rasulullah SAW dalam menjaga pola makannya. Terlebih ketika Rasulullah SAW menerapkan system karantina terhadap suatu daerah yang terserang wabah pes, Nabi SAW bersabda,”Apabila terjadi wabah pes disuatu negeri sementara kalian berada di dalam negeri tersebut, janganlah kalian keluar. Bila wabah itu terjadi disuatu negeri sementara kalian berada di luar negeri tersebut, jangan kalian memasukinya.” Itu merupakan upaya preventif agar penyakit tidak menyebar lebih luas lagi.
  3. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola makan
    Kedokteran China juga menyebutkan tentang pola makan yang baik. Hendaknya ketika makan, kadar kekenyangan maksimal harus 70%. Berarti ada 30% rongga lambung yang tidak terisi makanan dan air, atau bisa dikatakan tidak boleh makan sampai kenyang. Sama halnya dengan petunjuk Rasulullah SAW tentang adab makan. Nabi SAW bersabda,”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Berarti ada 1/3 rongga lambung yang kosong. Jika diprosentase. 1/3 dari 3/3 adalah 33,3% bagian rongga lambung yang kosong menurut pandangan thibbun nabawi, sedangkan menurut pandangan kedokteran China 30% bagian rongga lambung yang kosong. Cara pandang yang nyaris sama. Subhanallah!
  4. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola tidur
    Anjuran di dalam kedokteran China, hendaknya kita tidur lebih awal, terutama pada 23.00 – 01.00. karena pada saat itu Yang-Qi (energi Yang) sedang memasuki tubuh. Dalam arti lain, malam hari adalah waktu untuk organ tubuh istirahat yang seharusnya terhindar dari aktivitas berat, sehingga dengan tidur regenersi sel akan berlangsung dengan baik. Sedangkan dalam islam, dianjurkan untuk tidur malam lebih awal agar lebih mudah bangun tengah malam untuk sholat. Intinya, kedokteran China dan thibbun nabawi sama-sama tidak menganjurkan begadang, apalagi yang tidak ada manfaat sama sekali. Wallahu a’lam.
  5. teknik terapi
    Prinsip dan teknik terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakit sudah dibahas sebelumnya. Namun juga ada teknik terapi yang sama diantara keduanya, misalkan teknik memuntahkan, teknik mengeringatkan untuk mengeluarkan patogen, herbal, dan bekam.
  6. Dan kesamaan-kesamaan lainnya

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

HIKMAH ATAS MISTERI TERSEBUT
Mengapa banyak sekali persamaan baik kaidah maupun metode yang diterpkan thibbun nabawi dan kedokteran China?? Itulah misteri yang harus kita gali bersama jawabannya. Mungin, salah satu caranya adalah dengan melihat sejarah. Berdasarkan sejarah, negeri China adalah yang paling awal mengembangkan pengobatan, yaitu 5000 tahun sebelum masehi. Sangat pantas kalau mereka lebih maju dan lebih sistematis dalam tatanan standarisasi kedokteran, karena mereka telah melakukan percobaan selama ribuan tahun. Jika dibanding dengan metode pengobatan nabi yang kemunculannya lebih baru dan tidak ada standarisasi diagnosa yang sistematis layaknya kedokteran China. Namun, sebelum masa kedokteran China muncul, adakah fator-faktor yang mempengaruhinya? Tapi, menurut hemat penulis, metode pengobatan nabi sangat amat jauh lebih mulia dari metode pengobatan apapun, karena metode tersebut turun berdasarkan wahyu dari dzat yang Maha Mulia. Tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga selama ribuan tahun untuk mencari metode pengbatan tertentu yang sesuai. Coba kita bayangkan, perlu waktu berapa lama rangkaian proses yang diperlukan para peneliti pengobatan jaman dulu untuk menemukan resep titik akupunktur pada tubuh sebagai media pengobatan, yang tentunya dengan beberapa kali trial and error. Namun, tidak diperlukan waktu yang lama bagi Allah SWT Sang Pemilik kerajaan langit dan bumi untuk mewahyukan resep titik bekam kepada Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Insya Allah, penulis meyakini pasti masih banyak lagi hikmah dan kesamaan-kesamaan lainnya yang terkandung dalam kesamaan kedokteran Nabi SAW dan kedokteran China yang belum tertulis pada pembahasan ini, yang disebabkan terbatasnya ilmu penulis dan ketidak sempurnaan dalam mencari hikmah.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

SEBAGAI MUSLIM, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DALAM HAL INI?
Tugas kita sebagai seorang muslim, adalah menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, termasuk metode pengobatan yang dianjurkan beliau dengan berlandaskan ilmu, bukan berdasarkan ketaqlid’an buta. Jika kita tidak menjaganya dengan berlandaskan ilmu, maka akan menghancurkan thibbun nabawi itu sendiri. Bukankah Rasulullah telah mengingatkan seperti yang tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-nasa’i, dan Ibnu Majah dari hadist Amru bin Syuaib, dari ayhnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan tugas medis, sementara sebelumnya ia belum mempelajari ilmu pengobatan, maka ia bertanggung jawab (terhadap hasinya).” Salah satu cara menjaganya adalah dengan melindunginya dari praktik-praktik yang bisa menimbulkan kemudharatan, sehingga menjadi faktor penghambat dakwah metode pengobatan Nabi SAW. Dengan segala keterbatasan ilmu yang dimilki manusia, tidak ada salahnya kita mensinergikan dengan ilmu pengobatan lain, yang bertujuan agar thibbun nabawi menjadi lebih baik. Tentunya kita harus selalu berdoa mohon petunjuk kepada Allah agar dihindarkan dari hal-hal buruk ketika berijtihad. Berasal dari manapun ilmu pengobatan yang disinergikan dengan thibbun nabawi tidak akan menjadi masalah selama kita bisa mengambil manfaatnya saja dan meninggalkan mudharatnya, tentunya dengan rambu-rambu syari’at yang menghindarkan kita dari unsur yang dapat merusak aqidah seperti unsur-unsur kurofat, tahayul, dan kesyirikan, naudzubillah mindzalik.

Kedokteran China sangat memungkinkan untuk disinergikan mengingat banyak sekali prinsip-prinsip yang selaras dan metode diagnosa yang sistematis, juga titik akupuktur yang bisa dimanfaatkan sebagai titik tambahan dalam terapi bekam. Kedokteran modern juga layak disinergikan, salah satunya adalah standarisasi sterilisasinya yang lebih bagus dan tata laksana yang lebih aman dan dapat dipertanggung jawabkan. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, tidak menutup kemungkinan, ada poin-poin tertentu dari metode kedokteran lainnya yang bisa disinergikan dengan thibbun nabawi. Wallahu a’lam bishawab. [based on Abu Kandra’s mind]

Referensi Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China:

  1. Metode pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
  2. Bekam cara pengobatan menurut sunnah karya Muhammad Musa Alu nashr
  3. Huang Di Neijing
  4. Basic of Traditional Chinesse Medicine karya Long Zhixian
  5. Greek biology and Medicine karya Henry Osborn Taylor