Racun Nyamuk atau Racun Manusia

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Racun Nyamuk atau Racun Manusia

Racun Nyamuk atau Racun ManusiaRacun Nyamuk atau Racun Manusia, Siapa yang tak kenal dengan obat nyamuk, dari obat nyamuk bakar, elektrik, maupun semprot maupun reppelent/oles. Musim pancaroba seperti saat ini memang cenderung populasi nyamuk meningkat. Tetap waspada terhadap penyakit yang di bawa nyamuk itu harus, tetapi tetap pilih cara yang aman dan juga sehat.
Banyak beredar obat nyamuk di pasaran banyak pilihan merek dan bentuk, tetapi amankah semuanya? Yuk.. kita kenali lebih dekat lagi seluk beluk obat nyamuk. Pertama, prinsip dasar yang harus dipahami adalah bahwa zat yang diapakai dalam obat nyamuk adalah racun dan tidak ada racun yang benar-benar aman.

Racun Nyamuk atau Racun Manusia

Zat Aktif  Produk Antinyamuk
Ada beberapa zat aktif yang terdapat pada obat nyamuk. Diantaranya adalah Diklorvos atau DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat). Zat ini adalah zat turunan chlorine yang memang telah dilarang dipakai selama puluhan tahun di seluruh dunia. Menurut klasifikasi oleh WHO (World Health Organization), zat ini termasuk racun kelas 1, yakni berdaya racun paling tinggi. Efeknya pada kesehatan dapat merusak syaraf, mengganggu pernafasan, jantung, sistem reproduksi dan memicu kanker. Zat aktif ini sudah dilarang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, untuk keamanan, kita tetap perlu mengecek di kemasan apakah masih ada yang menggunakan diklorvos ini, baik untuk obat nyamuk semprot, bakar, maupun elektrik.
Kemudian, zat aktif lain di dalam produk antinyamuk adalah propoxur. Berdasarkan kategori WHO, zat ini termasuk kelas II, yaitu tergolong moderately hazardous atau racun kelas menengah. Walaupun keberadaannya masih ditolerir, tetapi zat ini juga sangat berbahaya karena dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi dan berpengaruh buruk pada hati dan sistem reproduksi. Di luar negeri, zat ini telah dilarang. Di Indonesia belum, untuk itu konsumen harus lebih cermat memperhatikan apakah zat aktif ini masih berada di produk antinyamuk. Jikapun ada, perhatikan kadar zat aktif dan bandingkan dengan produk lain.
Tingkatan zat aktif produk antinyamuk yang lebih dapat ditolerir adalah dari jenis transfluthrin, bioallethrin, d-allethrin, pralethrin dan cyphenothrin. Zat aktif ini relativ aman, tetapi tidak dapat membunuh nyamuk Culex sp, yaitu nyamuk yang biasa menggigit manusia pada malam hari. Walaupun tidak dapat membunuh nyamuk, zat aktif ini tetap tidak disukai oleh nyamuk dan akan menyebabkan nyamuk pergi menghindar.
Selain zat aktif diatas, terdapat juga produk nyamuk oles yang pada umumnya menggunakan zat aktif DEET (Diethyl-toluamide). Zat aktif pada produk antinyamuk oles ini bersifat korosif sehingga dapat menyebabkan iritasi kulit, membahayakan kulit yang luka dan selaput lendir tubuh. Jadi, dalam memilih produk antinyamuk oles ini juga harus memperhatikan kadar DEET didalam produk tersebut. Semakin tinggi kadarnya, maka akan semakin tinggi tingkat korosivitasnya terhadap kulit. Dan tingkat korosif ini tidak dipengaruhi oleh klaimnya yang mengandung zat pelembut/pelembab kulit. Bahkan setelah ditambahi embel2 menggunkan Aloe Vera atau zat pelembab lain tetap saja berbahaya, jangan gunakan pada kulit yang sensitif atau anak dibawah usia 2 tahun.
Racun Nyamuk atau Racun Manusia, Jadi dari jenis informasi zat aktif tersebut, konsumen dapat memilih jenis zat aktif yang paling aman. Kalaupun sama (jenisnya), maka konsumen dapat memilih yang kadarnya paling rendah. Informasi jenis zat aktif dan kadarnya ini dapat dilihat pada kemasan produk. Jadi, perhatikan dengan cermat tulisan pada kemasan produk, bukan hanya sekedar membaca klaim produk.

Racun Nyamuk atau Racun Manusia

Pilih yang alami
Kembali ke alam adalah pilihan yang tepat. Kelambu adalah bisa jadi pilihan untuk anti nyamuk yang aman, tapi sering kali kita tak mau ribet untuk bongkar pasang ada juga yang tak begitu suka karena terkesan tak rapi. Selain itu ada pilihan lain dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk. Beberapa alternative tanaman ternyata ampuh mengusir nyamuk. Diantaranya adalah tanaman Zodia (evodia suaveolens scheff), tanaman Lavender (lavandula angustifolia), Geranium, Tembeleka (Lantana camara), Rosemary, Citrosa Mosquito Fighter, Mintrosa of Lady Diana, Citrosa Queen of Lemon dan Marigold. Beberapa tanaman ini dapat difungsikan di dalam rumah, asalkan tetap ada perawatan untuk secara berkala mendapat sinar matahari. Dengan tanaman ini, tentu keamanan dan keselamatan lebih terjamin.

Racun Nyamuk atau Racun Manusia

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Siapa tak kenal kurma? Hampir semua orang sudah akrab dengan buah Arab ini. Buah manis berbentuk lonjong ini sering kali dikonsumsi ketika berbuka puasa. Dari berbagai manfaat yang ada, salah satu manfaat yang sangat berguna bagi kehamilan adalah memperkuat rahim, sehingga dianggap mampu memudahkan proses persalinan. Sebagaimana kisah Maryam Al Adzra dalam firman Allah swt. dalam QS. Maryam ayat 23 – 26, “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata,”Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Maka, dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah,”Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…,” Lalu, apa yang menjadikan kurma sebagai makanan pilihan ketika Maryam Al Adzra akan melahirkan?

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Mengenal Buah Kesukaan Nabi
Kurma (Arab: Tamr, latin: Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix dan buahnya dapat dimakan. Buahnya yang manis berbentuk lonjong dengan ukuran 2-7,5 cm ini memiliki bermacam-macam warna antara cokelat gelap, kemerahan, kuning muda dan putih. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia.
Allah swt. pun telah memperkenalkannya pada manusia dalam QS. Ar Rahman: 11, “Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.”

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma merupakan kombinasi alamiah antara makanan sumber energi dan sumber zat-zat gizi penting karena kurma mengandung berbagai macam karbohidrat, vitamin, dan mineral.

  1. Karbohidrat
    Dalam buah kurma, karbohidrat adalah komponen utama yang berfungsi sebagai penyuplai energi tubuh. Kadar karbohidrat dalam kurma berkisar sekitar 60% pada ruthab (kurma basah) dan 70% pada tamr (kurma kering). Karbohidrat ini terdiri dari glukosa, fruktosa, sukrosa dan sejumlah kecil polisakarida (sellulosa dan pati), sejumlah kecil senyawa-senyawa turunan karbohidrat seperti pectin, dan serat kasar. Adanya serat kasar dalam makanan kita bisa menghindarkan masalah sulit buang air besar, sedangkan adanya pectin membawa efek menurukan kolesterol.
    Energi yang terkandung dalam buah kurma segar (kandungan airnya 86%) adalah sebesar 406,14 kJ (96,7 kkal) per 100 g buah segar. Kurma kering (kadar airnya kurang dari 20%, konsistensinya seperti kismis) mengandung energi sebanyak 1680 kJ (340 – 400 kkal). Ini berarti 100 g kurma dapat menyumbang kebutuhan energi sebesar 14 – 17% dari total energi standar yang diperlukan per hari (standar laki-laki 70 kg, sedangkan wanita 55 kg).
  2. Mineral
    Zat mineral yang terdapat dalam kurma adalah kalsium, fosfor, kalium, belerang, batrium, khlor, magnesium, besi, mangan, tembaga, kobalt,seng, khrom, yodium dan fluor. Yang menarik, kandungan besi kurma per 100 g buah kering dari varietas tertentu bisa memenuhi kebutuhan zat besi manusia per hari dalam semua situasi. Kurma merupakan solusi prkatis terapi suplementasi zat besi dalam kasus-kasus anemia selama masa anak-anak, hamil, dan dalam kasus haemorrhages (perdarahan) yang timbul akibat menstruasi, parturition atau terluka. Cara ini memiliki kelebihan dibanding metode suplementasi zat besi dalam bentuk tablet yang bisa menimbulkan berbagai efek samping mual, sakit kepala, dan hilang nafsu makan. Di samping itu zat besi dalam kurma akan lebih mudah diserap tubuh dengan adanya glukosa, fruktosa dan vitamin C dalam kurma yang masing-masing telah diketahui membantu absorpsi zat besi oleh tubuh. Selain itu memakan kurma tidak memerlukan resep dokter sebagaimana zat besi dalam tablet. Untuk menjamin asupan zat besi per hari diperlukan 100 g kurma kering. Hal ini jika hanya mengandalkan kurma satu-satunya sumber zat besi.
  3. Vitamin
    Golongan vitamin yang terdapat dalam buah kurma adalah thiamin atau vitamin B1, riboflavin atau vitamin B2, biotin, asam folat , asam askorbat atau vitamin C, pro-vitamin A (beta carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotent dan vitamin B6. Dalam setiap 100 gr kurma kering terkandung vitamin A 90 IU, tiamin 93 mg, riboflavin 114 mg, niasin 2 mg dan kalium 667 mg. Sedangkan zat gizi lain yang terkandung dalam kurma adalah 20% protein dan 3% lemak. Tak heran jika buah ini di sebut dengan buah manjam (tambang) karena banyaknya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Buah Pilihan untuk Kehamilan dan Masa Persalinan
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Kenapa dipilihkan kurma masak yang masih basah untuk wanita yang hendak melahirkan?
Karena buah kurma memiliki khasiat hebat bagi wanita yang akan melahirkan. Pada buah tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistol-nya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke seluruh tubuh-red). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya: “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula. Hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistol-nya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke seluruh tubuh-red). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”
Selain itu, buah kurma matang sangat kaya dengan unsur kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan kalsium merupakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya, dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.
Buah kurma berfungsi mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oksitosin yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oksitosin adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.
Menurut pelbagai penelitian ilmiah pula memang terbukti bahwa kurma masak yang masih basah memiliki pengaruh yang setara dengan obat-obat melalui proses farmasi (medis) untuk memperlancar proses persalinan, juga membantu keselamatan ibu dan janinnya secara bersamaan, disamping untuk mengikat rahim usai proses bersalin secara langsung. Selain itu, kurma juga membantu mencegah timbulnya pendarahan akibat melahirkan, dan mengembalikan rahim ke posisinya yang normal sebelum masa hamil.
Sementara Dr. Hayat Khafaji menjelaskan pentingnya kurma masak yang masih basah saat persalinan dengan mengatakan, “Sesungguhnya kurma mengandung sejumlah besar zat gula ringan yang mudah dicerna dan dihisap oleh tubuh, seperti glukosa. Sebagaimana yang telah dimaklumi, kandungan zat-zat gula tersebut merupakan sumber energi utama. Sehingga kurma adalah makanan terbaik untuk membentuk otot. Sementara otot rahim adalah otot terbesar dalam tubuh manusia.
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Demikianlah beberapa khasiat yang berhasil disingkap oleh para pakar medis modern setelah berlalu ratusan tahun dari turunnya wahyu Allah yang telah menganjurkan wanita-wanita bersalin untuk mengonsumsi kurma. Mahasuci Allah yang telah menciptakan manusia dan memberinya petunjuk untuk melakukan apa saja yang berguna bagi dirinya, dan berguna pula untuk mengatur kondisinya.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (QS. Fushshilat [41]:53)

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

(Artikel Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan Dari berbagai sumber)

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Cerdas Memilih Kontrasepsi

dr. Dyah Andari
(Penulis buku memilih kontrasepsi alami dan halal)

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Pengaturan jarak kelahiran dalam rumah tangga dewasa ini sudah menjadi kebutuhan. Maka ilmu mengenai kontrasepsi menjadi ilmu yang harus dikuasai oleh setiap pasangan yang hendak menikah maupun yang sudah memasuki bahtera rumah tangga. Bagaimanapun dengan kemampuan kita yang terbatas ini dibanding dengan kompleksnya masalah yang harus kita hadapi, sangat wajar sekali jika kita memerlukan waktu jeda. Jeda waktu kita butuhkan untuk memberi kesempatan kepada kita untuk terus belajar baik tentang pengelolaan rumah tangga, pengasuhan anak, pengembangan diri, peran dakwah dan sosial. Tentunya hal tersebut sulit diwujudkan jika setiap tahun kita selalu disibukkan dengan urusan kehamilan maupun kelahiran.
Dr. Utami Roesli dalam sebuah seminar laktasi menjelaskan bahwa pernah dilaporkan untuk waktu tercepat seorang perempuan berpeluang terjadi ovulasi kembali adalah minimal 52 hari atau minimal 2 bulan setelah masa nifas. Adanya ovulasi menandakan bahwa wanita akan berpeluang hamil kembali jika dibuahi. Maka kehamilan yang terjadi demikian sering disebut dengan istilah supervendulasi. Artinya jika kita tidak mampu mengatur, seorang wanita setiap tahun berpeluang melahirkan seorang bayi. Bisa dibayangkan betapa luar biasa kerja keras yang harus ditanggung oleh rumah tangga demikian. Saat seorang wanita harus menjalankan tugas ganda yaitu  hamil sekaligus menyusui dalam waktu bersamaan.
Kehamilan dan kelahiran yang terlalu dekat akan sangat menguras nutrisi dan materi dasar lainnya bagi sang ibu. Selain itu keharmonisan hubungan pasutri, beban fisik dan pskis suami serta tumbuh kembang bagi sang kakak bayi menjadi pertimbangan lain yang menjadi alasan kenapa kita harus menguasai ilmu pengaturan jarak kelahiran ini.
Saat ini banyak pilihan didepan kita berbagai metode dan sarana yang bisa digunakan dalam pengaturan jarak kelahiran (kontrasepsi). Kita membagi menjadi kontrasepsi konvensional (yang sering kita kenal dengan berbagai metode kontrasepsi saat ini seperti hormonal (pil, suntik, susuk), mekanik (kondom, iud/spiral), Steril (vasektomi dan tubektomi). Kedua adalah kontrasepsi alami yaitu upaya mengaturan jarak kelahiran berdasar pada pendeteksian masa subur (ovulasi) dan penghindaran hubungan seksual pada waktu-waktu itu. Secara teknis, tidak memerlukan penggunaan obat maupun alat yang dikenakan ke dalam organ reproduksi, baik pria maupun wanita.

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Manakah yang harus kita pilih
Metode kontrasepsi yang ideal bagi setiap pasutri adalah efektif, nyaman, dan bagi setiap muslim adalah halal (dibolehkan oleh syariat agama). Ada sebuah metode yang cukup efektif mengatur kehamilan, nyaman dan efek samping ternyata juga tidak dialami oleh pasangan tersebut. Tapi dari sisi syariat ulama telah bersepakat mengharamkan metode tersebut, tentunya harus kita coret dalam daftar pilihan kita. Sebagai rambu–rambu dalam memilih, berikut sarat–sarat sebuah kontrasepsi bisa digunakan yang disarikan dari pendapat para ulama :

  1. Motivasi, tujuan, dan niat
    Diawali dengan niat yang benar, bahwa penggunaan sebuah metode kontrasepsi , semata sebuah ihktiar untuk mengatur jarak kelahiran dan bukan pembatasan keturunan
  2. Unsur pembunuhan
    Alat kontrasepsi yang ada hendaknya tidak mengandung unsur pembunuhan ditinjau dari mekanisme kerjanya. Ulama berbeda pendapat dalam mendeifinisikan pembunuhan,ada yang sampai periode zigot (sudah terjadi pertemuan sperma dan sel telur). Ada pula yang mendefinisikan sudah termasuk pembunuhan pada tahap sperma. Wallahu’alam bishawab.
  3. Unsur pembatasan (tahdid) secara permanen maupun semi permanen
    Metode atau alat kontrasepsi harus bisa mengembalikan kesuburan secara normal. Jika ada unsur pembatasan atau pencegahan kehamilan yang berarti pemutusan keturunan secara permanen, para ulama sepakat mengharamkan hukumnya.
  4. Tingkat keamanan (efek samping)
    Syaikh Utsaimin memfatwakan dibolehkan menggunakan alat pencegah kehamilan selama tidak menyebabkan kemudharatan bagi wanita.
    Pemakaian berbagai kontrasepsi buatan (non-alami) terutama yang bersifat intervensi (masuknya obat atau alat ke dalam tubuh) cukup banyak menimbulkan efek samping. Respons terhadap masing-masing individu pun berbeda-beda. Ada yang tidak memunculkan efek samping namun demikian, banyak pula yang menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari termasuk ibadah. Misalnya, gangguan menstruasi, sakit kepala, hipertensi, infeksi, hingga risiko kematian (misalnya adanya kehamilan di luar kandungan yang terganggu).
    Jika pemakaian kontrasepsi ternyata menimbulkan gangguan yang cukup berbahaya bagi tubuh maka hukumnya menjadi tidak boleh karena telah menzalimi diri sendiri.
  5. Unsur penzaliman terhadap salah satu pihak atau pasangan
    Pemakaian kontrasepsi selalu berhubungan dengan organ atau siklus reproduksi, baik pada pihak wanita maupun laki-laki. Hubungan seksual melibatkan dua pihak, yaitu suami dan istri yang diharapkan dalam proses tersebut masing-masing pihak bisa terpuaskan tanpa adanya penzaliman atau pengurangan hak salah satunya.
    Misalnya pada pemakaian kontrasepsi azl yang mengurangi kenikmatan bagi istri dalam mencapai tingkat kepuasan, ada ulama yang tidak membolehkannya.
  6. Cara pemakaian
    Para ulama tidak membolehkan pemakaian alat kontrasepsi yang melibatkan orang lain yang bisa melihat aurat seseorang. Ini bukan termasuk situasi darurat. Misalnya, pada pemasangan AKDR/IUD yang harus melibatkan orang lain.

Setelah rambu–rambu tersebut kita ketahui, saatnya kita harus menjatuhkan pilihan dari beberapa penawaran yang ada. Harus kita sadari bahwa tidak ada metode apapun yang tak akan gagal. Masing–masing punya kekurangan dan kelebihan.

Adakah yang aman dari sisi medis dan dibolehkan syari’at
Pengaturan jarak kelahiran sebenarnya adalah masalah sederhana. Ketika kita memahami bagaimana siklus kesuburan dalam sistem reproduksi wanita sebenarnya kita mampu melakukan penundaan kehamilan/kelahiran dengan cara yang nyaman, menyenangkan serta tidak harus melanggar pagar syariat.
Dengan melakukan pengamatan dan mencatat terhadap tanda yang dikaruniakan Allah kepada siklus reprodksi wanita maka masa subur bisa ditentukan. Menurut Ogino–Knaus, seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap siklus haidnya. Masa subur yang disebut juga fase ovulasi dimulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi. Sebelum dan sesudah masa itu wanita tersebut berada dalam masa tidak subur. Jika siklus haid wanita adalah 28 hari, praktis hanya 3 hari wanita tersebut berpeluang hamil dalam 1 bulan.
Bagaimana menilai bahwa seorang wanita mengalami masa subur atau terjadi ovulasi? Dengan pengamatan yang teratur, ketika ovulasi terjadi seorang wanita akan menunjukkan gejala yang khas. Beberapa gejala yang bisa kita kita amati dan menjadi tanda adalah rasa nyeri perut bagian bawah unilateral (salah satu sisi, kanan atau kiri). Nyeri tidak berat, berlangsung kurang dari 12 jam, terjadinya kurang lebih pada pertengahan siklus haid. Kurang lebih pada pertengan siklus tersebut, wanita akan merasakan periode basah pada farjinya. Lebih khusus lagi wanita akan menemukan keluarnya lendir yang berair, jernih, licin seperti putih telur mentah serta elastis meregang beberapa cm tidak terputus. Lendir inilah yang akan menjadi dasar sebuah metode kontarsepsi/pengaturan jarak kelahiran sebagi metode lendir serviks. Gejala siklus haid berovulasi lainnya adalah terdapat gejala PMS (Premenstrual Syndrom) menjelang menstruasi seperti nyeri payudara, nyeri punggung, dan iritabilitas.
Untuk pengturan jarak kelahiran dengan lendir serviks membutuhkan kerjasama dari pihak suami. Disinilah letak partisipasi seorang laki-laki dalam melakukan kontrasepsi yang lebih aman. Waktu berpantang seksual yang dibutuhkan adalah 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi dengan tanda alamiah seperti diatas. Waktu yang cukup singkat sebenarnya untuk melakukan pantang seksual.
Dalam kasus sehari–hari, tak banyak yang bisa menentukan waktu ovulasi secara tepat, akan tetapi munculnya lendir tersebut sudah bisa menjadi tanda bahwa pantang seksual sudah atau masih perlu dilakukan.  Kapankah waktu–waktu aman tersebut untuk berhubungan?
Secara sederhana lakukan jimak pada hari 1/2 setelah menstruasi atau masa kering I. Waktu aman selanjutnya lakukan jimak setelah ovulasi terlampaui, ciri khas yang bisa dilihat adalah saat lendir sudah kembali mengering/mengental atau masa kering ke II. Namun bagi pasangan yang masih dalam program pengaturan jarak kelahiran yang ketat dan menginginkan efektifitas metode lendir serviks yang tinggi, saya sarankan untuk mengambil waktu aman yang kedua saja (masa kering ke II).

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Tentang pantang seksual
Pantang seksual beberapa hari sering dinggap sebagai penghalang gagalnya kontrasepsi alami. Pantang seksual dianggap sebagai sesuatu yang sulit dilakukan bagi laki–laki karena anggapan bahwa gejolak syahwat bisa melonjak setiap saat dan harus dilampiaskan saat itu juga. Boleh–boleh saja pendapat demikian. Namun ketika kita mau memandang masalah lebih luas lagi, sebenarnya nafsu itu bisa kita kendalikan, sebagaimana syahwat–syahwat yang lain.
Bahkan ketika hubungan seksual terencana dengan baik, masing–masing pihak sudah sama–sama menginginkan hubungan tersebut dalam keadaan sama–sama siap, justru akan didapatkan kualitas hubungan seksual pasutri yang sangat berkualitas. Dan inilah sebenarnya, hubungan seksual yang akan menyehatkan, menyenangkan, melanggengkan keharmonisan dan tentunya maslahat yang lebih banyak bagi keluarga.
Dalam hal ini terdapat pihak suami selaku pihak peminta yang mempunyai hak mutlak untuk dilayani, sedangkan istri sebagai pihak pelayan yang wajib melayani permintaan itu dalam situasi apa pun selama ia dalam keadaan suci.
Manakala sebagai pelayan dengan sengaja tidak mau melayani maka Allah akan murka kepadanya sebagaimana Rasulullah bersabda:

Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidurnya, namun ia menolak. Melainkan Allah marah kepadanya hingga ia ridha kepada istrinya.”

Oleh karena itu, agar pihak istri tidak menjadi pihak yang harus dimurkai Allah karena tidak melayani, tentunya pihak suami juga harus melihat kapan waktunya meminta. Meskipun secara syar’i tidak ada pembatasan waktu selain wanita tersebut dalam keadaan suci. Pembatasan waktu berupa pantang seksual selama masa suci ini merupakan hasil kerja sama dan kesepakatan sepenuhnya antara suami dan istri untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.
Cerdas Memilih Kontrasepsi, Pengaturan jarak kelahiran adalah sesuatu yang sederhana, sesungguhnya tidak membutuhkan ilmu yang rumit, biaya yang mahal, mengorbankan kesehatan ataupun melanggar syariat. Allah telah menyediakan sarana dan ilmu, dan tinggal menantikan kita untuk bisa memanfaatkan potensi tersebut. Yang kita butuhkan adalah kemauan dan keridhoan antara pasangan, mencukupkan diri dengan menjadikan apa yang telah Allah anugerahkan tersebut, sebagai sesuatu yang lebih baik. Wallahu’alam.