Yang sehat, yang tak berlebihan

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Yang sehat, yang tak berlebihan

Yang sehat, yang tak berlebihan“Makan dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” Al-A’raf 23

Beberapa abad yang lalu Alloh telah memperingatkan manusia melalui lisan Rosululloh yang mulia untuk tidak berlebihan. Larangan Alloh dalam surat tersebut mengandung hikmah dan pelajaran yang berharga. Dalam keseharian kita dilarang untuk berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk makan dan minum. Kenapa kita dilarang berlebih-lebihan? Ternyata setelah diteliti secara medis makan dan minum yang berlebih-lebihan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit karena pola makan yang salah ini disebut dengan penyakit metabolik yang dapat diikuti dengan berbagai komplikasi, seperti kencing manis, asam urat, hipertensi dan berbagai penyakit lainnya.

Yang sehat, yang tak berlebihan

Rosululloh bersabda “seorang anak cucu adam tidak pernah memenuhi satu bejana pun yang lebih jelek dari pada perutnya. Cukuplah bagi anak cucu adam beberapa suap makan yang dapat menegakkan punggungnya. Jika dia harus makan, hendaklah sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi udara

Subhanalloh islam telah mengajarkan konsep yang begitu sempurna. Secara medis makan disaat lapar memberi manfaat yang besar. Sebab, makan disaat tidak lapar sama artinya memberi pekerjaan yang lebih pada sel-sel hati. Sel-sel hati akan meminta beban untuk mencerna makanan yang belum saatnya diperlukan. Stimulus rasa lapar sendiri timbul apabila tubuh benar-benar membutuhkan energi. Artinya, kalau tidak merasa lapar tubuh tidak sedang kekurangan energi. Jadi, kalau memang tubuh tidak kekurangan energi untuk apa kita makan??

Dalam hal ini jika sel-sel hati terbebani oleh pekerjaan yang berat dan tidak seharusnya dilakukan, lama-kelamaan fungi sel-sel hati akan menurun. Maka makan berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Telah terbukti berehenti makan sebelum kenyang akan menyehatkan badan karena mengurangi asupan kalori yang dapat mengurangi radikal bebas. Mengapa demikian? Radikal bebas terjadi pada saat metabolisme molekul besar dalam makanan. Karena itu, semakin banyak asupan makan yang masuk kedalam tubuh akan memberi peluang terjadinya radikal bebas. Sebaliknya, makan secukupnya dan tidak berlebihan dapat meningkatkan detoksifikasi enzimatik, menurunkan agen karsinogenik (penyebab kanker), dan menurunkan pemakaian enzim secara berlebihan. Semakin banyak makan, maka akan semakin banyak pula enzim yang dibutuhkan. Padahal enzim sediri amat dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat dan panjang umur.

Yang sehat, yang tak berlebihan

Pada hakekatnya ada 3 kunci yang prinsip dari ajaran Rosululloh dalam hal makan ;

  1. Makan dan minum jangan berlebih-lebihan sesuai perintah Alloh dalam qur’an surat Al-A’raf ayat 23.
  2. Makan apabila lapar dan berhenti sebelum kenyang.
  3. Ketiga makan dengan mengisi lambung sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga udara.

Yang sehat, yang tak berlebihan, Maka secara medis apabila prinsip ini dilaksanakan dengan baik maka dapat menjaga kesehatan tubuh. Ketiga hal ini pada intinya untuk mengurangi asupan kalori secara berlebihan. Thomas J slaga, Ph.D dalam bukunya The detox Revolution telah membuktikan bahwa penurunan asupan kalori akan meningkatkan sistem detoksifikasi (penawaran atau penetralan toksin dalam tubuh). Pengurangan sepertiga asupan kalori dari hewan percobaan dapat memberi perlindungan hewan tersebut terhadap kanker, gangguan daya tahan tubuh, penyakit jantung, penyakit turunan, serta dapat memperpanjang usia hidup hewan tersebut. Sebaliknya terlalu banyak makan akan memudahkan timbulnya radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab dasar dari penyakit-penyakit kanker, kardiovaskuler, dan generatif.

Salah satunya adalah kegemukan atau obesitas. Obesitas disebabkan oleh pola makan yang berlebih-lebihan. Apabila seorang mengalami obesitas, maka segala macam penyakit akan mudah menjangkitinya. Tentunya, badan gemuk bukan lagi sebagai lambang kesehatan dan kemakmuran, melainkan sebagai gudang penyakit. Hal ini telah terbukti di korea selatan, seperti dilaporkan KBS World, bahwa para wanita muda Korea Selatan mulai sadar untuk menurunkan berat badan mereka. Sebab banyak diantara meraka mengalami obesitas menderita endometriosis (tumbuhnya jaringan selaput lendir rahim diluar rongga uterus) dan kisa uterus.

Oleh karena itu, melihat berbagai dampak buruk dari makan dan minum berlebih-lebihan sudah sepatutnya kita mengamalkan ajaran Rosululloh dalam makan sehari-hari agar tercipta kesehatan jasmani dan rohani.

Yang sehat, yang tak berlebihan

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al- Ahzab: 21)

Maroji’ dari Yang sehat, yang tak berlebihan:

dr.Muh. Suwardi, 2011, Solusi Sehat Islam, Jakarta: Zaytuna