Obat Herbal vs Medis

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Obat Herbal vs Medis

Obat Herbal vs Medis

Obat Herbal vs Medis, Masyarakat kini mulai sadar akan hidup sehat…selogan ‘back to nature’ sudah tidak asing di telinga kita. Berbagai cara diupayakan agar tubuh menjadi sehat. Begitu juga dengan pengkonsumsian obat, masyarakat mulai mencari ramuaan penyembuhan yang lebih aman bagi tubuh. Selain itu obat-obat herbal ini lebih terjangkau baik dari harga maupun ketersediaannya.

Obat Herbal vs Medis

Saat ini mulai banyak penelitian modern juga membuktikan bahwa obat herbal efektif untuk menyembuhkan penyakit dan tidak banyak menimbulkan efek negatif pada tubuh seperti obat kimia. Akan tetapi kita juga mesti bijak dalam memilih dan menggunakan obat herbal, dimana kita tidak serta merta menolak obat kimia, pada kondisi-kondisi darurat misalnya, obat kimia ini sangat dibutuhkan karena efek kerjanya yang cepat.
Berbeda halnya pada pasien dengan kondisi yang boleh dikatakan masih aman. Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tunggal atau jika diinginkan, dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi selang waktu pemakaian antara kedua jenis obat tersebut.
Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda? Jawabannya berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit. Menurut Dr Amarullah H Siregar obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Berbeda halnya dengan obat tradisional yang bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit. Contohnya, meniran (Phyllanthus urinaria) yang memiliki efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar di dalam tubuh yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman.

Obat Herbal vs Medis

Tabel Perbandingan Obat Tradisional dan Obat Kimia (Obat Herbal vs Medis)

OBAT TRADISIONAL OBAT KIMIA
Harganya terjangkau Harga relatif mahal karena faktor impor.
Efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat. Efek samping pengobatan lebih sering terjadi.
Reaksinya lambat. Reaksinya cepat.
Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh. Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia. Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis
Terapi sampingan: Diet terhadap makanan tertentu. Terapi sampingan: diet terhadap makanan tertentu dan perlakuan tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stres.

Pro dan kontra masalah herbal di kalangan medis pasti akan selalu ada dan hal ini sering membuat bingung masyarakat awam. Sering kali muncul pertanyaan apakah obat herbal ini aman? Sesuaikah dengan kondisi saya?
Perlu dipastikan bahwa obat herbal yang dibeli sudah mendapatkan izin edar resmi. Maka perlu beli dari produsen dan sumber yang terpercaya, jangan membeli dari pedagang obat asongan mengingat banyaknya pemalsuan obat bahkan pada obat yang sudah memiliki izin edar resmi.
Pastikan kita mengetahui bahan pembuatnya dan jangan segan bertanya pada dokter herbal, herbalis atau konsultan penjualan mengenai khasiat dan reaksi obat herbal tersebut. Mengapa? Prapti Utami, dokter yang menekuni pengobatan herbal dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, menjelaskan alasannya, “Herbal tidak bisa diminum sembarangan karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain.”
Sebagai contoh, Jati Belanda yang dikenal sebagai pelangsing alami tubuh, tidak cocok digunakan pada penderita gangguan lambung karena memiliki efek mengiritasi lambung. Contoh lain, Daun sirsak juga dapat meningkatkan asam lambung bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Karena alasan itu, penggunaan obat herbal umumnya dikombinasikan dengan herbal lain yang berkhasiat mengatasi efek tersebut.

Obat Herbal vs Medis

Wallahua’lam

Semoga bermanfaat