Apasih Sebenarnya penyakit paru-paru basah?

Sering kita mendapat larangan untuk tidur di lantai karena kelembaban lantai akan terserap oleh tubuh dan bisa terkena paru-paru basah. Padahal bukan demikian kondisi yang sebenarnya, konsentrasi kuman akan lebih padat pada udara dengan ketinggian 10 cm dari lantai, sehingga lebih berpotensi untuk terkena infeksi. Akan tetapi, bukan serta merta langsung menyebabkan paru-paru basah, ada faktor pola hidup dan juga ketercukupan gizi.

Apa sebenarnya paru-paru basah ?
Paru-paru basah atau efusi pleura ini adalah suatu kondisi rongga pleura (rongga yang menyelimuti paru-paru) seseorang terisi cairan yang berlebih. Selain berisi cairan berlebih juga bisa berisi darah, nanah, cairan seperti susu dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi. Pada kondisi normalnya rongga ini juga terisi oleh sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas saat paru-paru mengembang atau mengempis pada waktu bernafas. Cairan ini akan dihasilkan dan diserap dalam jumlah yang sama, sehingga jumlahnya akan selalu sama. Pada efusi pleura, cairan yang dihasilkan berlebihan sedangkan penyerapannya berkurang.
Sehingga terjadilah penumpukan cairan.

    Untuk penyebabnya, terbagi menjadi 2 jenis efusi pleura:

  • Efusi pleura transudativa, biasanya disebabkan oleh suatu kelainan pada tekanan normal di dalam paru-paru. Jenis efusi transudativa yang paling sering ditemukan pada penderita gagal jantung kongestif.
  • Efusi pleura eksudativa terjadi akibat peradangan pada pleura, yang seringkali disebabkan oleh penyakit paru-paru. Jenis efusi ini sering ditemukan pada penderita kanker, tuberkulosis dan infeksi paru lainnya, reaksi obat, asbetosis dan sarkoidosis.

Penyebab lain dari efusi pleura adalah: Gagal jantung, kadar protein darah yang rendah, tuberculosis (TBC), pembengkakan di area perut, tumor, lupus eritematosus sistemik, operasi jantung, cidera di dada, obat-obatan (hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin,klorpromazin, nitrofurantoin, bromokriptin, dantrolen, prokarbazin), pemasanan selang untuk makanan atau selang intravena yang kurang baik.

Jenis Efusi Pleura
1. Hemotoraks (darah di dalam rongga pleura)
Penumpukan cairan ini biasanya terjadi karena cedera di dada. Penyebab lainnya adalah adanya pembuluh darah yang pecah dan akhirnya darah mengalir dalam rongga pleura, kebocoran aneurisma aorta (daerah yang menonjol di dalam aorta) yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura, gangguan pembekuan darah. Darah yang ada dalam rongga pleura ini tidak mengalami pembekuan secara sempurna, sehingga untuk mengeluarkan darah ini biasanya dengan menggunakan jarum atau selang.

2. Empiema (nanah di dalam rongga pleura)
Penumpukan cairan ini dapat terjadi pada pneumonia atau pembengkakan paru yang menyebar ke dalam rongga pleura. Selain itu epinemia dapat terjadi karena komplikasi dari Infeksi pada cedera di dada, Pneumonia, Pembedahan dada, Pecahnya kerongkongan, Pembengkakan di perut disertai nanah.

3. Kilotoraks (cairan seperti susu di dalam rongga dada)
Penumpukan cairan ini disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di dada atau oleh penyumbatan saluran karena adanya tumor.

4. Rongga pleura yang terisi cairan dengan kadar kolesterol yang tinggi
Penumpukan cairan ini terjadi karena efusi pleura menahun yang disebabkan oleh tuberculosis (TBC) atau artritis rematoid.

Gejala
Gejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul ataupun penyebabnya) adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat menusuk dan semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam). Kadang beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
– batuk 3 minggu atau lebih, sering disertai darah
– cegukan
– pernafasan yang cepat
– nyeri perut.
– badan lemah
– nafsu makan turun
– berat badan turun
– berkeringat malam
– demam hilang timbul tidak terlalu tinggi.

Pencegahan
Lakukan pengobatan yang adekuat pada penyakit-penyakit dasarnya yang dapat menimbulkan efusi pleura.

Sudah jelas sekarang apa yang dimaksud paru-paru basah? [Asshihahteam].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *