BEKAM SINERGI MENDUKUNG ADANYA SERTIFIKASI BEKAM

Adanya fenomena yang berkembang ibarat jamur dimusim penghujan dan konsisi lembab adalah fenomena perkembangan terapi bekam ditanah air. Baik dikalangan pejabat negara kita, artis sampai dengan petani dan pedagang asongan sudah banyak yang mengenal bekam. Buktinya dapat dilihat dari publikasi ditelevisi, media cetak, dan baksos bekam disekeliling kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah adakah sebuah prosedur seorang itu bisa berpraktek bekam dengan legal dan aman bagi masyarakat? Karena bekam adalah sebuah tindakan terapi terhadap penyakit yang sangat mudah dilakukan. Bahkan untuk bisa membekam seorang cukup mengikuti 2-4 jam saja sudah bisa membekam.

Itu adalah fenomena yang terjadi dimasyarakat.

Maka menjadi sebuah keprihatinan kami ke depan untuk mendukung adanya sertifikasi bekam. Sehingga para pembekam yang praktek adalah para kader kesehatan yang sudah tahu ilmu tentang penyakit. Terutama penyakit yang harus diterapi dengan berbekam.Para terapis mengetahui bagaimana pemilihan titik bekam, tindakan sterilisasi alat bekam, mekanisme pengelolaan limbah bekam dan lain lain.

Impian kami adalah adanya tindakan tegas dari dinas kesehatan setempat terhadap para terapis bekam yang praktek belum mempunyai ijin / STPT ( Surat Terdaftar Pengobat Tradisional ). Adanya bimbingan dan pembinaan dari asosiasi bekam untuk melakukan pembinaan kepada para terapis bekam.

Untuk para terapis bekam, ayo semua ikut sertifikasi dan ijin resmi ke dinas kesehatan setempat. Dengan ijin resmi anda akan dapat fasilitas memasang papan nama resmi sebagai pengobat. Sehingga Anda lebih mudah dalam mengenalkan diri anda ke masyarakat sebagai ahli bekam.

Jadi dengan praktek bekam yang ijin resmi ke dinas kesehatan semua akan lebih baik. Kami – komunitas bekam sinergi – melalui artikel ini siap mendukung penuh program sertifikasi bekam di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *