Cacar air yang menular

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Cacar air yang menular

Cacar air yang menularAl-Adwa’ (penyakit menular) adalah penyakit yang berpindah dari orang sakit kepada orang sehat. Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Dia ditandai dengan gejala panas.  Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air. Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air.

Cacar air yang menular

Secara medis penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular. Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air.
Memang benar Rosulullah pun mengajarkan adanya penyakit menular sebagaimana medis menelitinya. Penyakit menular memang ada dan keberadaannya dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabda beliau, “Janganlah mendekatkan onta yang sakit kepada onta yang sehat.” Atau pemilik onta hendaknya tidak mencampur onta yang sakit dengan onta yang sehat, supaya penyakitnya tidak menular.
Dalam sebuah hadist dikatakan : “Larilah kamu dari orang yang berpenyakit kusta seperti larimu dari macam?”

Cacar air yang menular

Gejala-gejala cacar air adalah:

  • Gejala biasanya timbul dua minggu setelah eksposur ke virus ini.
  • Cacar air mulai dengan demam ringan, kepala terasa berat, hidung beringus dan perasaan kurang sehat, nafsu makan menghilang dan ruam kulit, secara mendadak.
  • Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4hari. Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.

Cacar air yang menular, Dari gejala yang muncul pada penyakit cacar air bila dilihat dari kaca mata kedokteran timur yang mengenal 6 patogen luar yang dapat menyerang tubuh manusia yaitu angin, panas, kering, api, dingin, lembab,  mungkin bisa dikorelasikan bahwa penyakit dengan gejala seperti diatas adalah merupakan peyakit menular (I Li) dengan sebab pathogen api yang masuk kedalam tubuh manusia.
Cacar air yang menular, Penyakit menular/wabah (I Li)  menurut kedokteran timur terjadi karena perubahn cuaca yang luar biasa misalnya karena kemarau panjang atau panas yang terik.
Patogen api bisa timbul karena aktivitas cang fu (organ berongga) yang terlalu aktif (emosi yang meluap dari cang fu) atau pada kondisi tertentu patogen angin, panas, lembab, dingin, dan kering dapat berubah menjadi patogen api  karena perubahan cuaca yang luar biasa. Nah pada cacar air mungkin terjadi pathogen api yang muncul karena perubahan cuaca yang luar biasa.
Api adalah faktor Yang patogen, ditandai oleh factor panas dan arah ke atas. Manifestasi klinis meliputi demam tinggi, gelisah, haus berkeringat, bisul pada mulut dan lidah, gusi bengkak dan nyeri kepala serta kongesti mata. Gelisah tidak bisa tidur, mania, emosional, eksitasi dan koma atau delirium dapat timbul bila api patogen mengganggu mental.
Panas api patogen dapat mengurangi jumlah darah(cairan) seperti api mengeringkan air, kecepatan sirkulasi darahdalam pembuluh darah  akan meningkat dan menyebabkan denyut nadi yang sangat cepat. Dalam kasus yang berat darah dipaksa keluar dari pembuluh, menyebabkan epistaksis (perdarahan hidung), ludah berwarna merah, tinja berdarah, hematuria, perdarahan rahim dan menorhagia.
Panas api patogen dapat menetap di dalam tubuh dan membusukkan darah dan daging, menimbulkan karbunkel, ferunkel, lepuh, dan ulkus. Sebagai tambahan, terdapat pula beberapa faktor epidemic, infeksi, dan ekstrim. Meskipun cirinya bersamaan dengan panas ringan faktor-faktor itu sangat toksis dan dapat timbul mendadak akibat dari penyakit berat seperti pes. Dalam literature disebutkan epidemic dari banyak penyakit yang kini dikenal sebagai cacar air, kolera, difteri dan disentri.
Pada cacar air ini bisa disebabkan karena perubahan cuaca yang ekstrim (panas yang terlalu panjang) mengakibatkan faktor pathogen luar (angin, dingin, lembab, kering, panas) berubah menjadi patogen api.  Dimana patogen api yang menetap didalam tubuh (tidak bisa keluar) dan membusukan daging sehingga keluarlah lepuh lepuh cairan dipermukaan tubuh akibat api yang terkungkung.

Cacar air yang menular

Perawatan terhadap penderita cacar air:

  • Menjaga kebersihannya dengan cara tetap mandi dan berhati hati saat memakai handuk agar ruamnya tidak pecah, mengganti baju penderita setiap hari
  • Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru
  • Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan
  • Menaburkan bedak antigatal atau mengoleskan minyak herbal yang lembut dan dingin pada bagian tubuh yang terkena cacar air sesering mungkin untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.
  • Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain. Sebagaimana Rosululloh menggambarkan cara mencegah penularan penyakit epidemic, diantaranya: Rasulullah melarang seseorang untuk keluar atau memasuki tempat yang telah mewabah penyakit tha’un. Hal ini bertujuan agar penyakit tersebut tidak menyebar ke daerah lain. Melarang anak yang sakit untuk berangkat sekolah dan keluar rumah, ini salah satu bentuk isolasi dan karantina penyakit.

Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:

Cacar air yang menular

Pemakaian dalam :
Cacar air yang menular, Resep 1 :
30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Cacar air yang menular, Resep 2 :
2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Cacar air yang menular, Resep 3:
Sambiloto 3 kali 2 kapsul dan memberikan minum air kelapa muda .

Pemakaian luar :
Resep 1 :
Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Resep 2 :
Jagung muda di parut dan dibalurkan ke seluruh tubuh yang terkena cacar air.

Cacar air yang menular

Wallahu a’lam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *