Osteoporosis Mengintai Wanita?

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Osteoporosis Mengintai Wanita?

Osteoporosis Mengintai Wanita?

Menopause merupakan jenjang yang lebih tinggi dari keluhuran dan kebijaksanaan. Saatnya menyaksikan tuaian dan panen kehidupan, termasuk didalamnya masalah kesehatan. Sebenarnya menopause bukan merupakan “kondisi yang membutuhkan terapi”. Bukan pula kondisi yang menyebabkan wanita mudah terkena keropos tulang atau kolesterol tinggi dan juga serangan jantung. Hormon perempuan (estrogen) bukan satu-satunya yang menjaga kita agar tidak keropos.
Menopause merupakan periode “the glory of women at their wise age” dimana keropos tulang bisa dicegah dengan sayuran hijau yang cukup, menurunkan berat badan yang berlebih karena berat yang berlebih memberikan beban bagi seluruh tubuh termasuk kerja jantung dan juga susunan tulang.

Osteoporosis Mengintai Wanita?

Mengapa terjadi kerapuhan tulang (osteoporosis)?
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa masa tulang yang rendah dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Pengeroposan tulang merupakan hal yang wajar dan alamiah pada usia tertentu dimana manusia mulai mengalami proses penuaan. Khususnya bila kecepatan pembentukan tulang baru tertinggal dari absorpsi (penyerapan mineral tulang) sehingga tulang lebih rapuh dan tipis.
Kondisi seperti ini dipercepat pada orang dewasa yang terbiasa dengan pola makan kurang sehat dan seimbang, kurang matahari, kurang bergerak, kurang latihan beban dan kelenturan, penuaan dini, menopause dini, yang menyebabkan anjlognya hormone estrogen yang menjaga tulang pada usia reproduktif.
Menjadilah kritis terhadap obat-obatan yang diberikan oleh dokter Anda. Kebiasaan menggunakan obat anti radang yang mengandung steroid terbukti sebagai penyebab terutama pengeroposan tulang. Steroid memang memberikan efek “mujarab” khususnya untuk meredakan pembengkakan dan radang karena bekerja sebagai penekan reaksi kekebalan tubuh.
Pengeroposan tulang juga sering terjadi akibat perbuatan sendiri. Misalnya? Tanpa sadar sering ngemil berbagai kripik, kentang goreng, makanan yang dipanaskan dengan microwave, minuman bersoda, permen, makanan dan minuman dengan High Fructose Corn Syrup, aspartame, dan berbagai produk masa kini yang seharusnya tidak ada dalam produk makanan alami.

Osteoporosis Mengintai Wanita?

Mencegah kelanjutan osteoporosis

  1. Osteoporosis Mengintai Wanita? Cukupkan vitamin D dari matahari dengan paparan 15-20 menit, agak lebih lama bagi yang berkulit gelap karena pigmen kulit merupakan SPF/ Sun Protection Formula yang alami.
  2. Osteoporosis Mengintai Wanita? Cukupkan vitamin K2. Vitamin K banyak terdapat pada sayuran hijau dan langsung masuk ke hati untuk mempertahankan pembekuan darah yang normal dan mencegah pengerasan dinding pembuluh darah.
  3. Melakukan olahraga dengan beban. Perlu adanya latihan beban dan perenggangan sehingga akan memperkuat persendian dan tulang. Member beban pada otot secara tidak langsung berimbas pada tulang, hal ini akan direspon oleh tubuh dengan cara terus membuat tulang baru yang lebih segar.
  4. Osteoporosis Mengintai Wanita? Jangan melakukan sabotase atau hal-hal yang dapat merusak usaha diatas. Sabotase sering terjadi pada urusan makan. Percuma saja latihan beban, berjemur matahari dan mencukupi vitamin K, bila kondisi karbohidrat yang kita asup jauh dari harapan si tulang. Kadar gula berlebih dalam makanan akan semakin mempercepat proses keropos.
  5. Memang betul produk hewan yang bisa dimakan bersama tulangnya seperti teri, ikan/ayam yang dipresto tentu mengandung kalsium. Akan tetapi bukan kalsium semata yang bertanggung jawab atas kokohnya tulang.

Osteoporosis Mengintai Wanita? (Zahra)

Delima, Kenikmatan Buah Syurga

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Delima, Kenikmatan Buah Syurga

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al An’am: 99).

Delima, Kenikmatan Buah Syurga

 Buah delima, tentu kita sudah akrab dengan buah yang satu ini. Buah yang biasa kita temui dipekarangan rumah sebagai tanaman hias atau dimanfaatkan buahnya. Delima adalah nama yang popular di Indonesia, namun buah ini juga dikenal dengan beberapa nama lain diantaranya Dalimo (sumatra utara), Dlima (jawa), Dhalima (madura), Pomegranate (inggris), Shi liu (cina) dll. Delima adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. Buah ini berasal dari Asia Selatan bagian utara seperti Afghanistan, Himalaya dan Persia. Dari kawasan ini delima lalu diperkenalkan ke daerah Mediterania, Afrika dan Eropa.
Delima, Kenikmatan Buah Syurga, Pada tahun 1600 SM, delima dibawa ke Mesir dari Syria. Selanjutnya, sejarah mencatat delima dibawa ke Cina sekitar tahun 100 SM. Pada tahun 700 M, delima diperkenalkan ke Roma dan oleh orang-orang Moor, delima dibawa ke Spanyol. Setelah dibudidayakan secara luas di Spanyol, selanjutnya dibawa ke benua Amerika pada abad 16.
Dari Timur Tengah, delima menyebar ke daerah subtropis sampai tropis. Pohon delima dijumpai di negara Balkan, seperti Albania, Montenegro dan Bulgaria. Delima juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara seperti Myanmar, Indonesia dan Malaysia. Menurut catatan sejarah, tanaman delima masuk ke Indonesia pada abad 15 yang dibawa oleh saudagar Timur Tengah.

Delima, Kenikmatan Buah Syurga

Buah delima di kalangan umat Islam menempati posisi yang istimewa, karena merupakan salah satu buah-buahan yang berada di dalam Surga sebagaimana disebutkan di dalam Kitab Suci Al Qur’an, “Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima” (QS. ar Rahman : 68). Ibnu Katsir (w. 774 H/1372 M) mengatakan, “Penyebutan kurma dan delima itu secara khusus karena kemuliannya atas buah-buahan lainnya” (Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7, hal. 640). Ibnu ‘abas meriwayatkan dalam sebuah hadits “Masing-masing dari buah delima kalian diserbuki oleh benih delima syurga” .
Delima, Kenikmatan Buah Syurga, Menurut Ibnu qoyyim al-jauziyah delima manis bersifat panas dan basah, berguna untuk perut dan memperkuat perut karena memiliki zat konstipasi ringan delima berguna bagi tenggorokan, dada, paru-paru serta melegakan batuk. Jus delima mereleksasi perut, bergizi, cepat dicerna karena manisnya, dan menghasilkan udara dan panas dalam perut.
Delima asam bersifat dingin dan kering. Jenis delima ini menyebuhkan perut yang berlebihan panasnya dan membantu memproduksi lebih banyak urine dibanding jenis delima yang lainnya. Delima asam juga dapat meredakan penyakit kuning, menghentikan buang air besar akibat obat pencahar, mencegah muntah, menghentikan panas liver, menguatkan organ-organ dan sakit bibir lambung. Sedangkan delima yang rasanya sepat berada ditengah-tengah antara kedua jenis diatas, meskipun jenis ini lebih condong kearah asam.
Harb dan yang lainnya menyebutkan dari Ali r.a, bahwa Ali telah berkata “makanlah delima dan airnya (minyaknya), karena dapat membersihkan lambung.”

Delima, Kenikmatan Buah Syurga

Kandungan buah delima

Delima, Kenikmatan Buah Syurga, Beberapa kandungan penting buah delima menurut USDA Nutrient Database antara lain vitamin B (34%) yang terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan B9, serta vitamin C (17%). Sedangkan kandungan kimia yang cukup penting adalah senyawa flavonoid dan tanin. Sehingga dapat dikatakan buah delima adalah salah satu buah yang merupakan antioksidan yang cukup kuat.
Tanin merupakan polifenol yang berperan memberi warna pada tumbuhan. Salah satu jenis tanin yang terkandung dalam buah delima adalah ellagi-tanin. Selain berfungsi sebagai antioksidan, menurut Prof. G.D. Stoner dari School of Public Health Ohio University, asam elagik mampu mendetoksifikasi karsinogen dan memperlambat laju pembelahan sel kanker. Pada hewan uji, asam elagik mampu mencegah terjadinya kanker sebesar 40%.
Kulit delima mengandung asam tanik atau tannic acid. Asam ini merupakan unsur pengontrol. Unsur ini juga terdapat dalam buahnya. Air buah delima mengandung mentol dan jenis gula lainnya. Dalam 100 g biji delima terkandung 259 mg kalium, 63 kal energi metabolis dan 30 g vitamin c.
Jus buah delima kaya akan unsur-unsur gula dan besi. Kedua unsur ini sangat penting bagi pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, sangat bermanfaat bagi mereka yang kurang darag (anemia). Di Amerika serikat delima diolah menjadi jus kesehatan yang sering disebut Pom Wonderfull. Rasanya segar, kesat, dan manis. Delima yang diolah menjadi minuman kesehatan adalah biji delima yang berwarna merah. Ada dua jenis delima yaitu putih dan merah. Keduanya memilki khasiat obat.
Delima, Kenikmatan Buah Syurga, Menurut American Journal of Clinical Nutrision (2003) seseorang yang minum 200ml/hari jus delima selama satu tahun berturut-turut bakal meningkatkan aktivitas antioksidan sekitar sembilan persen. Zat ini berperan penting mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit degeneraif seperti kanker. (dzakiyah)

Maroji’ Delima, Kenikmatan Buah Syurga

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah. 2010. Praktek Kedokteran Nabi. Jakarta: Al-Hikam Pustaka
Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad As-sayyid, 2009. Pola Makan Rosululloh.Jakarta: Almahira
Herba Indonesia Berkhasiat Bukti Ilmiah dan Cara Racik. Volume 8. www.trubus-online.co.id
Delima, Kenikmatan Buah Syurga
Budi Aribowo, Pome, The Special Ones. file:///E:/Klinik Alang-alang Pome, The spesial Ones.htm

Berobat dengan Talbina

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Berobat dengan Talbina

Berobat dengan Talbina

Talbina resep thibunnabawi
Dalam sebuah hadist dari urwah meriwayatkan, Aisyah berkata bahwa apabila seorang kerabat meninggal, para wanita berkumpul, kemudian bubar kecuali anggota keluarga dan teman-teman dekatnya. Aisyah memerintahkan agar gulai daging disiapkan. Kemudian bubur gandum dibuat dan di campur dengan gulai daging itu. Aisyah kemudian memerintahkan untuk memakannya, lalu ia mengatakatan bahwa ia mendengar Rosululloh bersabda ”Bubur daging memberikan perasaan lega bagi hati orang yang merasakan sakit dan menghilangkan kesedihan”
Talbina sudah di kenal lama, dan ini adalah termasuk resep thibunnabawi yang di berikan kepada orang yang sedang bersedih. Talbina dalam hadist diatas diartikan sebagai bubur daging. Bubur daging ini adalah sejenis gulai yang kekentalan mirip susu lemak. Makanan ini bermanfaat bagi orang yang sakit jika dimasak dengan baik hingga teksturnya lembut. Bubur daging meliki khasiat yang sama dengan sari gandum, bahkan lebih baik.
Sari gandum  diproses dari gandum mentah dan akan mengalami proses pencernaan yang cepat, bergizi dan dan dapat membersihkan perut. Jika dimakan dalam keadaan panas, sari gandum merupakan pembersih, mudah dicerna, lebih cepat membangun panas alami serta melembutkan lapisan luar lambung.
Dalam hadist dikatakan bahwa “bubur daging dapat menghilangkan kesedihan” menurut Ibnu qoyyim kesedihan mendinginkan kondisi kejiwaam dan melemahkan panas alami tubuh, karena darah yang membawanya condong ke sisi hati yang merupakan tempat kesedihan. Bubur daging menguatkan panas alami tubuh seorang dengan demikian akan menghilangkan kesedihan dan kedukaan.

Berobat dengan Talbina

Talbina saat ini
Berobat dengan Talbina, Talbina atau tepung gandum kini mulai di kenal oleh masyarakat, di indonesia talbina dikenal tepung gandum murni (tanpa campuran gilingan daging) yang banyak dijual dipasaran. Biji gandum sendiri memiliki beberapa bagian, yaitu bagian kulit bran. Di dalam kulit terdapat endosperma bagian inilah yang banyak digunakan. Tepung gandum saat ini mulai di kenal manfaatnya sebagai masalah lambung. Menurut Sahar Musthafa Kamil dalam tesisnya pada Fakultas Pertanian, Universitas Kairo (1997) “Jewawut atau talbinah mengandung berbagai manfaat kesehatan, seperti menurunkan kolesterol, mengurangi infeksi kanker kolon, dan mengurangi infeksi penyakit jantung”.

  • Melancarkan pencernaan
    Biji gandum memiliki banyak serat yang tinggi sehingga khasiat menghaluskan feses manusia. Itulah mengapa biji gandum bermanfaat untuk pencernaan.
  • Diet
    Berobat dengan Talbina, Kandungan serat tinggi yang dimiliki biji gandum akan memberikan sensasi kenyang lebih lama. Maka dalam hal ini biji gandum dapat di manfaatkan untuk membantu melakukan diet.
  • Baik untuk jantung
    Berobat dengan Talbina, Kandungan serat gandum sangat baik untuk kesehatan jantung. Untuk kasus jantung koroner, dapat mengkonsumsi oat meal untuk membantu pengobatan. Dalam oat meal yang terbuat dari biji gandum mengandung folic acid yang berguna untuk mengurangi atau bahkan dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner.
  • Mengurangi kolesterol
    Serat yang terkandung dalam biji gandum juga memiliki khasiat untuk mengikat kolesterol, lemak, dan juga asam empedu. Dengan begitu kolesterol dalam darah dapat dikurangi. Apabila kolesterol terkontrol maka akan mencegah timbulnya jantung koroner.
  • Diabetes
    Berobat dengan Talbina, Talbina yang berisi resin (baktin) yang melts dengan air dan mengatur aliran gula dalam darah, mencegah peningkatan gula dalam darah, sagat baik untuk penderita diabetes, dan Talbina yang memberikan perlindungan terhadap meningkatnya gula darah.

Berobat dengan Talbina

Selain itu tepung gandum memiliki kandungan gizi yang baik. Nilai gizi per 100 gram: energi 249 kkal, protein 7,9 gram, lemak 1,9 gram, karbohidrat 49,7 gram, kalsium 20 mg, serat pangan 12,2 gram, besi 3,6 mg, magnesium 124 mg, fosfor 332 mg, kalium 340 mg, seng 2,8 mg, tembaga 0,4 mg, mangan 4,1 mg, selenium 70,7 mg, vitamin B1 0,5 mg, vitamin B2 0,1 mg, vitamin B6 0,3 mg, vitamin E 1 mg, niasin 5,7 mg, asam pantotenat 0,9 mg, asam folat 43 mg.
Berobat dengan Talbina, Subhanalloh ternyata begitu banyak manfaat dari talbina. Dalam penyajian tepung gandum atau talbina ini dapat di konsumsi untuk sarapan pagi, yaitu sebagai makanan pembuka. Talbina dapat di sajikan dengan tambahan madu, gula merah ataupun sayur. (dzakia)

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat, Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel yang dibagi menjadi LDL (Low Desinty Lipoprotein), HDL (High Desinty Lipoprotein), total kolesterol dan trigliserida. Pada dasarnya kolesterol secara normal sudah di produksi oleh tubuh kita dalam jumlah yang sesuai. Namun, seiring dengan pola makan yang tidak terkontrol, jumlahnya menjadi berlebih jauh dari yang sekedar dibutuhkan oleh tubuh. Peningkatan kolesterol sangat di pengaruhi oleh konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol (seperti makanan berminyak, bersantan, makanan fast food), alkohol dan gula yang berlebihan.
Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Dalam proses metabolisme di tubuh, kolesterol mempunyai peran penting diantaranya;

  • Proses pembentukan sel-sel dalam tubuh, lemak berperan sebagai pembentuk dinding- dinding sel.
  • Dibutuhkan untuk bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid.
  • Membuat asam empedu untuk proses emulsi lemak.
  • Dibutuhkan untuk membuat vitamin D dan juga berperan sebagai bahan untuk membuat hormon – hormon sex dan kortikosteroid.

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Penyebab kolesterol tinggi
Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat, Seringkali kolesterol di dalam tubuh tinggi karena pola makan yang sebarangan. Maka makanan apa saja yang perlu di waspadai agar kolesterol terkontrol:

  • Lemak jenuh.
    Pada umumnya, lemak jenuh terdapat dalam makanan seperti daging, susu, keju, krim, minyak kelapa, kelapa sawit, minyak sayur, dan cokelat. Konsumsi lemak jenuh terbukti meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Bila mengonsumsi daging sapi atau kambing, hindari potongan lemaknya (gajih).
  • Lemak trans.
    Lemak trans adalah lemak yang dibuat dengan memanaskan minyak nabati cair di dalam gas hidrogen dan katalis tertentu, pada proses yang disebut hidrogenasi. Proses ini membuat minyak lebih stabil dan awet (tidak mudah tengik), dan mengubah bentuknya menjadi padat sehingga memudahkan transportasi. Minyak trans juga tahan terhadap pemanasan berulang sehingga lebih ideal untuk menggoreng makanan cepat saji. Maka tidak mengherankan apabila minyak trans menjadi andalan di restoran dan industri makanan kemasan. Lemak trans lebih buruk daripada lemak jenuh dalam menaikkan kolesterol jahat (LDL). Bahkan sejumlah kecil lemak trans di dalam makanan dapat merugikan kesehatan. Untuk setiap tambahan 2% kalori harian lemak trans, risiko penyakit jantung koroner meningkat sebesar 23%. Satu porsi sedang kentang goreng mengandung sekitar 5 gram lemak trans, cukup untuk melipat gandakan risiko terkena penyakit jantung. Tidak ada jumlah konsumsi yang aman untuk lemak trans, maka  hindarilah semaksimal mungkin. Salah satu makanan dengan kandungan asam lemak trans yang paling tinggi adalah margarin.
  • Makanan berkolesterol.
    Makanan berkolesterol tinggi miyak dan lemak antara lain; telur puyung, otak sapi, cumi-cumi, kuning telur ayam, jeroan kambing, mentega, margarin dll.

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Mengenal kadar kolesterol dalam darah
Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat, Saat pemeriksaan kolesterol dalam darah, kita akan mendapatkan nilai dalam bentuk angka jumlah kolesterol dalam tubuh.

  • Kadar Kolesterol Total
    Kurang dari 200 : Normal
    200-239 : Batas normal- tinggi
    Lebih dari 240 : Tinggi

    Bila kadar kolesterol normal < 200 tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung lain. Namun demikian, harus tetap menjaga diet dan berolah raga secara teratur agar kadar itu dapat tetap dipertahankan.
    Bila total kolesterol berada di kisaran 200 dan 239 mg/dL, maka dokter akan melihat kadar LDL (“kolesterol jahat”), HDL (“kolesterol baik”) dan trigliserida.? Mungkin saja memiliki kolesterol total relatif tinggi tetapi kadar LDL-nya normal dan diimbangi HDL yang tinggi. Artinya, secara keseluruhan risiko Anda terkena penyakit jantung tetap rendah.
    Orang yang memiliki kadar kolesterol total 240 mg/dL atau lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner dua kali lipat mereka yang memiliki kadar kolesterol normal.

  • Kadar LDL (“Kolesterol Jahat”)

    Kurang dari 100 : Optimal
    100-129 : Mendekati optimal
    130-159 : Batas normal tertinggi
    160-189 : Tinggi
    Lebih dari 190 : Sangat tinggi

    LDL adalah pengangkut kolesterol dari liver ke sel-sel. Bila terlalu banyak LDL, kolesterol akan menumpuk di dinding-dinding arteri dan menyebabkan sumbatan arteri (aterosklerosis). Semakin rendah kadar LDL, maka semakin kecil risiko terkena serangan jantung dan stroke.
    Faktor risiko penyakit jantung dan stroke lainnya menentukan seberapa tinggi LDL seharusnya dan penanganan apa yang tepat.

  • Kadar HDL (“Kolesterol Baik”)

    Kurang dari 50 (wanita)/ 40 (pria) : Normal
    Lebih dari 60 : Tinggi

    HDL mengangkut kolesterol dari sel-sel untuk kembali ke liver. Semakin tinggi kadar HDL, semakin baik bagi kita. Progesteron, anabolic steroid, dan testosteron cenderung menurunkan HDL, sementara estrogen menaikkan kadar HDL.

  • Kadar Trigliserida

    Kurang dari 150 : Normal
    150-199 : Batas normal- tinggi
    200-499 : Tinggi
    Sama atau lebih dari 500 : Sangat tinggi

    Trigliserida adalah sejenis lemak dalam darah yang bermanfaat sebagai sumber energi. Apabila makan dengan berlebih dari yang diperlukan oleh tubuh, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai trigliserida dalam sel-sel lemak untuk penggunaan selanjutnya. Trigliserida dalam kadar normal sangat diperlukan tubuh. Kadar trigliserida tinggi biasanya disebabkan oleh kegemukan dan gaya hidup kurang berolah raga. Diabetes, gangguan ginjal dan obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan kadar trigliserida.
    Kadar trigliserida 150 mg/dL atau lebih adalah salah satu faktor risiko sindroma metabolik yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Bagaimana menyikapinya?
Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat, Agar kolesterol tetap terjaga tentu saja harus kita mulai dengan hidup sehat dan bugar. Dr.Samuen Oetoro menyatakan dengan 4S yaitu makan sehat, berfikir sehat, istirahat cukup dan aktivitas yang sehat.

  • Makanan sehat
    Makanan yang sehat yaitu makan dengan tidak berlebihan menghindari konsumsi tinggi lemak, kolesterol, alkohol, bahan-bahan kimia sintetis yang berbahaya (pewarna, pengawet, MSG), dan konsumsi gula yang berlebihan. Makan dengan makanan yang tinggi serat, berdasarkan laporan Food Facts Asia tahun 1999 diet serat larut air dapat menurunkan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko jantung koroner. Karena serat larut air mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga 5%. Gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.
  • Berfikir sehat
    Dalam hal ini berkaitan dengan manajemen stress setiap individu. Hidup di kota-kota besar biasanya lebih banyak tekanan yang akan membuat stress. Sterss adalah kondisi yang paling banyak mempengaruhi kondisi kesehatan.
  • Istirahat yang cukup
    Istirahat memainkan peranan penting dalam menjaga irama tubuh.
  • Aktivitas yang sehat
    Berolah-raga secara teratur sudah dibuktikan pula dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Olahraga membantu membakar kolesterol/lemak dalam tubuh menjadi energi.

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat, Kolesterol dalam jumlah cukup akan memberikan manfaat, tetapi dalam jumlah yang berlebih  akan membahayakan kesehatan. Menjaga konsumsi makanan sangat diperlukan, maka pemilihan jumlah dan jenis lemak memerlukan pertimbangan yang masak. Demikian semoga bisa memberikan pengetahuan untuk kita, untuk lebih bijak memilih makanan.  Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat(dzakiyah)

Makanan Sehat, Kolesterolpun Bersahabat

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Maka hendaklah mannusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit, kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternak kalian.”
[QS. Abasa: 23-32]

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Siapa yang tak suka buah? Siapa pula yang tak suka sayur? Ada buah yang rasanya manis, masam, sepat, dsb. Masing-masing memiliki warna tersendiri. Ada merah, jingga, hijau, kuning, ungu dan sebagainya. Berbicara mengenai warna pada buah-buahan dan sayuran, ternyata bukan hanya sekedar pelengkap penampilan, bukan pula pembeda antara buah dan sayuran yang satu dengan lainnya. Warna yang dihasilkan dari tumbuhan menunjukkan keberadaan fitokimia tertentu yang berkhasiat dalam pencegahan penyakit tertentu. Karena itu, yuk kita kenali manfaat di balik sayuran dan buah karena beda warna beda khasiatnya!

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Mengenal Gizi dari Warnanya
Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Rahasia di balik keindahan warna dari berbagai sayuran dan buah-buahan ciptaan Allah, ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Kandungan zat-zat tertentu karena warna pada buah-buahan dan sayuran, telah membantu kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Terdapat beberapa warna yang telah diselidiki oleh para pakar.

  • MERAH TUA/UNGU
    Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Buah dan sayur yang berwarna merah tua/ungu, umumnya mengandung anthocyanin. Yakni anti oksidan yang mampu menghambat terbentuknya gumpalan dalam pembuluh darah. Dengan begitu, resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke berkurang. Contoh sayuran dan buah-buahan warna ini, seperti terung ungu, ceri, strawberry, black berries, blue berries, anggur merah/ungu, apel merah, kol ungu, peer merah, cabai merah dan lain-lain.
  • MERAH.
    Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Buah dan sayur berwarna merah, banyak mengandung lycopene. Lycopene ini juga termasuk anti oksidan yang bisa melawan kanker. Selain tomat, kita bisa mendapatkan anti oksidan pada jambu bol, semangka, pepaya, bayam merah.
  • JINGGA.
    Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Pada buah atau sayur warna jingga, terkandung zat yang disebut beta carotene. Yaitu zat yang sangat penting. Selain berkhasiat menjaga kesehatan mata dan kulit, beta carotene juga mengurangi resiko terserang beberapa jenis kanker. Buah dan sayur yang merupakan sumber beta carotene, misalnya wortel, mangga, labu, ubi jalar.
  • KUNING.
    Buah-buahan yang berwarna kuning, biasanya masih sekeluarga dengan buah-buahan berwarna jingga. Warna ini sangat penting untuk kesehatan mata, karena kandungan vitamin A. Buah berwarna kuning, selain mengandung vitamin C juga merupakan sumber beta cryptoxanthine. Yaitu anti oksidan yang melindungi sel dalam tubuh kita dari kerusakan. Kita bisa mendapatkan asupan zat ini pada buah jeruk, pepaya kuning, persik dan nanas.
    Keluarga jeruk merupakan sumber vitamin C, antioksidan yang akan meningkatkan sistem imun, melindungi dari penyakit kardiovaskular dan membangun kembali kolagen dalam kulit. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Buah berwarna kuning juga kaya akan potasium yang bermanfaat mencegah stroke dan penyakit jantung koroner.
  • KUNING KEHIJAUAN.
    Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Kalau ingin kesehatan mata kita terjaga, jangan segan mengkonsumsi buah dan sayur berwarna kuning, jingga, kuning dan jingga maupun hijau. Warna kuning dan hijau merupakan pertanda adanya kandungan lutein dan zea xanthin. Zat ini memperlambat terjadinya katarak. Zat inipun mampu memperlambat penurunan daya penglihatan. Lutein dan zea xanthin banyak terdapat pada alpukat, jagung, mentimun (dengan kulitnya), buncis, kacang polong, cabai hijau, melon dan kiwi.
  • HIJAU.
    Warna hijau dalam sayuran dan buah disebabkan karena adanya pigmen klorofil. Sayur-sayuran berwarna hijau sangat banyak mengandung zat penting yang disebut isothiocyanate, sulforaphone dan indole. Zat-zat ini mampu merangsang enzim-enzim di lever (hati) yang mampu melawan kanker. Beberapa contoh sayuran berwarna hijau, yaitu bayam, kangkung, daun singkong dan jenis sayuran hijau lainnya.
  • PUTIH.
    Bawang putih, pisang, jamur, kentang dan kembang kol, termasuk dalam kelompok sayuran dan buah berwarna putih yang sudah kita kenal. Warna putih dalam bahan pangan ini berasal dari antozantin, jenis flavonoid yang memiliki sifat antioksidan. Pada bawang putih mengandung zat anti tumor, yaitu yang disebut allicin. Selain bawang putih, masih ada beberapa jenis sayuran berwarna putih kehijauan yang berkhasiat karena mengandung flavonoid. Yaitu zat yang melindungi sel dari kerusakan. Beberapa contoh golongan ini, yaitu: taoge, asparagus, daun bawang, seledri, jamur lokio dan jenis sayuran putih kehijauan lainnya. Keunggulan utama dari kelompok si putih ini adalah menurunkan risiko kanker prostat, meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh dan juga kaya akan potasium.

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Menggugah Selera, Kesehatan Terjaga
Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Buah dan sayuran berwarna mengandung ratusan senyawa fitokimia yang berbeda satu sama lain. Dengan mengonsumsi bahan pangan dari semua kelompok warna, kita akan mendapatkan perlindungan optimal dari penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Senyawa fitokimia bekerja secara alami dengan metode yang tidak bisa ditiru oleh suplemen pangan.
Menurut Dr Lorelei DiSogra dari National Cancer Institute, “Dengan mengonsumsi buah dan sayuran dari tiap kelompok warna, kita akan mendapat manfaat dari rangkaian unik fitokimia, serta vitamin, mineral, dan serat penting yang terdapat dalam setiap kelompok warna tersebut.” National Cancer Institute menganjurkan konsumsi paling sedikit lima kelompok bahan pangan berwarna setiap hari, yaitu merah, putih, biru atau ungu, kuning, dan hijau. Setiap warna menunjukkan keberadaan senyawa fitokimia tertentu yang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit.

Pola Makan Masyarakat Kini
Sebuah survei yang dilakukan tahun 2004 menunjukkan, hanya sekitar 15 persen penduduk Indonesia yang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan lebih dari lima porsi per harinya. Jadi, sebanyak 85 persen penduduk Indonesia kurang sayuran dan buah-buahan.
Salah satu faktor penyebab rendahnya konsumsi sayur dan buah adalah masyarakat modern lebih memilih makanan siap saji dan serba instan. Padahal makanan segar, terutama sayur dan buah, sangat membantu dalam proses metabolisme tubuh, karena kandungan vitamin, mineral dan serat di dalamnya.
Rendahnya konsumsi sayuran dan buah-buahan patut disayangkan karena kedua komoditas itu merupakan sumber aneka vitamin, aneka mineral, serat pangan (dietary fiber), serta aneka senyawa fitokimia.  Vitamin yang banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan yakni vitamin C dan vitamin B kompleks. Beberapa sayuran dan buah-buahan juga merupakan sumber vitamin A, D, dan E yang sangat potensial. Karotenoid (prekursor vitamin A), vitamin C, dan vitamin E merupakan antioksidan alami yang berguna untuk melawan radikal bebas, penyebab penuaan dini dan berbagai jenis kanker. Mineral yang banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan adalah zat besi (Fe), zinc (Zn), copper (Cu), mangan (Mn), kalsium (Ca), dan fosfor (P). Beberapa dari mineral tersebut, seperti Cu, Zn, dan Mn, juga merupakan mineral antioksidan.
Maka tak heran, bila saat ini muncul berbagai penyakit degeneratif yang dulu jarang terjadi, misalnya penyakit jantung, stroke, kanker usus besar (Ca kolon), divertikulosis, aterosklerosis, diabetes, hipertensi, dan penyakit lain yang cenderung mengalami peningkatan, diakibatkan oleh pergeseran pola makan, disamping adanya faktor lain yang berperan seperti bahan-bahan kimia tambahan, polusi dan lain-lain.

Piring ‘Pelangi’ ala Budaya Jepang
Kandungan Gizi Buah dan Sayur, Konsep makanan warna-warni telah lama dikenalkan di Jepang. Berkembangnya agama Budha di Jepang mendorong masyarakat hidup dengan pola makan ala vegetarian. Pola makan tersebut mendorong semakin berkembangnya makanan asal nabati, serta timbulnya kebiasaan makan sayuran dan buah-buahan. Dalam pola hidup vegetarian secara Buddha, masyarakat Jepang saat itu mengembangkan konsep lima warna dan enam rasa utama dalam makanannya sehari-hari. Kelima macam warna tersebut adalah: hijau, merah, kuning, putih, dan ungu, sedangkan keenam rasa utama adalah: pahit, asam, manis, pedas, asin, dan gurih. Budaya tersebut hingga kini masih tersisa dalam masyarakat Jepang modern.
Secuil budaya Jepang dengan ‘Piring Pelangi’ tersebut bisa kita adopsi dalam pola makan sehari-hari. Untuk kesehatan optimal, para ahli gizi menganjurkan konsumsi makanan beragam warna. Piring harus terlihat seperti pelangi. Mengonsumsi buah dan sayuran berwarna lima porsi atau lebih adalah bagian penting dari pola hidup sehat.
Karena Allah pasti memiliki maksud tertentu dalam menciptakan bahan pangan yang berwarna-warni tersebut. Sepiring makanan berwarna-warni bukan saja menggugah selera, melainkan juga memberikan manfaat kesehatan sangat berlimpah. Perbedaan warna pada setiap bahan pangan menunjukkan kandungan zat gizi dan senyawa fitokimia berbeda. Semakin banyak variasi warna makanan yang kita konsumsi, makin lengkap zat gizi yang didapatkan. Itu sebabnya, makanan berwarna-warni mutlak diperlukan. Jadi, tunggu apa lagi? Let’s paint your plate with color!

Wallahu a’lam.[hafshah]

Maroji’ Kandungan Gizi Buah dan Sayur:

  • Muhammad As-Sayyid,Prof.Dr.Abdul Basith. 2006. Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta:Almahira
  • http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/01/08311149/Pentingnya.Makanan.Warnawarni
  • http://health.kompas.com/read/2011/08/10/13585473/Lengkapi.Gizi.dengan.Makanan.Pelangi
  • http://almanhaj.or.id/content/2284/slash/0

 

RESEP NABI atau RESEP DOKTER?

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | RESEP NABI atau RESEP DOKTER?

RESEP NABI atau RESEP DOKTER?

(dr. Neni S)
Seorang teman terdapat benjolan ditubuhnya, dia berusaha mendapatkan kesembuhan dari Alloh dengan mendatangi sebuah klinik herbal, berbagai obat herbal telah dikonsumsinya. Namun benjolan ditubuhnya pun masih tetap tidak menunjukan perubahan kearah yang diharapkan. Akhirnya benjolan yang semula tidak menimbulkan rasa sakit itu, lama kelamaan menjadi sakit dan membuat si pemilik badan sudah tidak kuat menahan sakitnya. Si sakit meminta temannya diantar ke dokter ahli di Rumah Sakit, untuk mengetahui diagnosa pasti akan benjolan yang ada ditubuhnya secara medis. Diagnosa dokter mengatakan benjolan tersebut adalah kanker ganas. Dokter ahli menyampaikan pesan, agar kanker teman saya ini segera diambil, “dengan menunda 1 hari pengambilan saja berarti mengurangi 1 bulan umur anda” demikian ujar si dokter ahli.
Dengan melihat manfaat dan madhorot yang akan didapat jika benjolannya dioperasi, si sakit teman saya ini berusaha mencari pengobatan yang lebih ringan side effect nya dari pada sebagian tubuhnya diambil, dengan mendatangi kembali klinik herbal dimana dulu dia berobat dengan membawa hasil pemeriksaan lengkap rumah sakit. Dokter yang berpraktek di klinik herbal pun tidak berlepas tangan begitu saja, dokter herbal tersebut membawa si sakit ke herbalis yan lebih ahli. Namun herbalis tersebutpun menyarankan untuk dioperasi dulu baru di recovery dengan herbal. Tidak berhenti sampai disini perjalanan si sakit dalam mencari pengobatan yang tepat untuk dirinya. Berbagai terapi non medis terstandar battra (obat tradisinal) pun telah dilakoninya. Namun hasilnya belum signifikan, adapun denan pengobatan herbal timur yang hasilnya lumayan signifikan berharga ratusan juta rupiah.
Akhirnya si sakit mengembalikan pengobatan atas dirinya kepada pengobatan medis di rumah sakit dengan menjalani operasi. Dengan mempersiapkan diri akan  side effect yang akan dia terima setelah di operasi. Subhanalloh, dengan menggantungkan penyembuhan kepada Alloh saja, berikhtiar semaksimal mungkin mencari jalan yang terbaik untuk mendapatkan pengobatan yang tepat atas ujian yang Alloh berikan kepada si sakit. Keputusan yang tepat antara menyetujui advise dokter ahli dan berusaha mencari pengobatan alternative kepada dokter herbal menjadi runtutan usaha yang semua bernilai ikhtiar berharap penyembuhan yang datangnya dari Alloh saja. Ikhtiar seorang manusia ketika dia sakit adalah sebuah keharusan , kewajiban mutlak bagi seorang muslim yang mewajibkan ummatnya berikhtiar atas segala permasalahan hidup yang menimpa hidupnya. Baik, masalah ekonomi, masalah persengketaan, maupun masalah kesehatan.
RESEP NABI atau RESEP DOKTER? Perlu kita renungkan dalam kehidupan kita apakah kita menggunakan “Pengobatan untuk Agama” atau “Agama untuk Pengobatan “. Dalam kerangka beribadah kepada Alloh, menjelajah, meneliti, mengurai banyak permasalahan, menemukan jawaban atas model masalah semuanya dipersembahkan dalam rangka beribadah kepada Alloh saja. Inilah wujud aktualisasi pernyataan “Pengobatan untuk Agama”
Namun ketika kata kunci “Agama untuk Pengobatan“ maka yang terjadi adalah berhentinya proses menggunakan akal untuk sesuatu yang tidak mutlak. Ketika pengobatan sudah diberikan maka kita tidak mau lagi mengeksplorasi keanekaragaman hayati disekitar kita yang masih banyak manfaat untuk kita. Ilmu pengobatan bukanlah ilmu yang tsawabit (perkara yang tetap dan baku menurut agama). Namun ilmu pengobatan bersifat mutaghoyyirot (perkara dinamis dan bisa berubah), dimana umat islam bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk mengembangkan ilmu pengobatan yang dibutuhkan untuk kesehatan dan kemajuan umat islam itu sendiri.

RESEP NABI atau RESEP DOKTER?

Thibbun Nabawi (Ilmu Pengobatan Nabi)
RESEP NABI atau RESEP DOKTER? Dalam thibbun nabawi kita mengenal tokah tokoh bernama Ibnu Sina, Ibnu Qoyyim Al jauziyah,  Adz Dzahabi, As Suyuthi.  Berangkat dari berbagai hadits Nabi, yang memerintahkan eksplorasi tata cara pengobatan. Diantaranya : “Alloh tidak menciptakan suatu penyakit tanpa menciptakan pula obatnya” (HR. Bukhori) “ Setiap penyakit ada obatnya. Ketika obat yang diberikan tepat, penyakit itu tersembuhkan dengan izin Alloh Yang Maha Kuasa” (HR. Muslim). “ Nabi Muhammad, mengunjungi seorang laki-laki yang sedang sakit dan berkata, panilkan seoran tabib (dokter) untuknya! “oran sakit itu berkata,“ Ya Rosululloh, Engkau benar benar mengatakan itu?” Beliau menjawab, “Ya, benar” (HR. Abu Nu’aim). “Kesembuhan itu terdapat pada 3 hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kayydengan api. Tetapi aku melarang umatku dari kayy”.
RESEP NABI atau RESEP DOKTER? Thibbun Nabawi yang dipraktekkan hari ini adalah berdasarkan pemahaman hadits hadits Nabi yang di eksplorasi lebih jauh menjadi manifestasi pengobatan berupa bekam, minum madu, rukyah, dzikir, dan herbal tanaman hayati lain yang sering di klaim juga dari Nabi. Padahal itu merupakan eksplorasi jamu tradisional yang juga merupakan eksplorasi pemikiran manusia untuk mewujudkan kesembuhan pada manusia.Yang itu semua juga diperbolehkan dan dianjurkan dalam agama.

RESEP NABI atau RESEP DOKTER?

 Medis Modern
RESEP NABI atau RESEP DOKTER? Pengobatan kedokteran medis adalah kedokteran berbasis bukti empiris dan penelitian yang cukup lama. Secara umum, terdapat  area kedokteran berbasis bukti yang terpisah, tapi saling tergantung. Pertama, merawat pasien sesuai literature yg tepat. Kedua, peninjauan kembali literature medis oleh para pemikir medis, dan pemngumpulan jurnal untuk pembelajran bagi terapis medis yang sangat bergantung pada pribadinya masing masing. Semua tindakan dalam dunia medis harus terbukti secara nyata secara numeric maupun data yang pasti. Medis modern didapat dari para ilmuwan yang mengeksplorasi kimia modern untuk kepentingan pengobatan.
Kimia berasal dari bahasa arab “Al- kimia”, yang berarti seni perubahan bentuk, ilmu inipun ditemukan oleh ilmuan muslim. Asal usul kimia dapat dirunut kepada praktik yang dikenal sebagai Al-Kimia, yang telah diterapkan beberapa abad yang lalu, khususnya di dunia islam/arab. Ilmu ini mempelajari reaksi antar zat kimia, baik di dalam tubuh seperti kimia organic maupun non organic.

RESEP NABI atau RESEP DOKTER?
Mana yang lebih baik, obat kimia atau obat tradisional……?
Selama ini obat herbal atau jamu tradisional dianggap sebagai obat tanpa efek samping, benarkah? Bukankah sari tanaman atau obat tradisional juga barang asing yang masuk ke dalam tubuh diluar kebiasaan makanan seseorang. Obat herbal ditemukan berdasar kebiasaan orang orang zaman dahulu yang belum diketahui efek farmakologinya di dalam tubuh. Namun, kebiasaan itu bisa digunakan sebagai rujukan yang sebenarnya bisa dituliskan secara empiris dan detil sehingga menjadi sebuah ilmu pengobatan herbal/jamu yang terstandar. Sebagai gambaran, kunir dikenal dapat digunakan untuk mengobati diare. Diare yang seperti apakah yang bisa sembuh dengan minum sari kunir? Seberapa sering diarenya? Bagaimana konsistensi fecesnya? Bagaimana kondisi umum pasiennya? Adakah tanda dehidrasinya? Dan berbagai penelitian lainnya. Layaknya herbal cina yang telah diketahui afinitas (cara dan arah kerja) herbalnya, yang didapat dari pencatatan oleh para tabib cina selama beratus-ratus tahun, dimana buku catatan itu akan diteruskan oleh murid muridnya hingga tidak terputus data penelitian tanaman atau obat herbalnya.
Maka, untuk ukuran medis, kemanjuran suatu obat tidak bisa dijadikan ukuran layak tidaknya obat itu dikonsumsi. Karena bisa jadi pengalaman seseorang berbeda dengan yang lain. Pengujian tersebut memilah obat tradisional menjadi 3macam :

  • ·Fitofarmaka (sudah lulus uji klinis)
  • ·Herbal terstandar (lulus uji preklinis)
  • ·Obat tradisional yang secara pengalaman sudah terbukti berkhasiat, namun belum ada uji klinis.

Sedang obat kimia yang beredar dan boleh dikonsumsi masyarakat maupun yang diresepkan oleh para dokter adalah obat yang telah lulus uji klinis.
RESEP NABI atau RESEP DOKTER?, Maraknya praktek thibbun nabawi dewasa ini, banyak praktikan yang menganggap obat kimia semua tidak baik untuk tubuh manusia. Benarkah? Sedangkan dia sudah melewati uji klinis yang dibuktikan secara empiris. Walaupun label halal kebanyakan belum tercantum di obat kimia. Inilah tugas kaum muslimin yang mempunyai profesionalisme medis modern, untuk membuat standarisasi halal bagi obat kimia.
Mungkinkah resep nabi atau resep dokter didudukkan secara proporsional. Mungkin sekali…..!
Memang dibutuhkan tenaga medis maupun terapis herbal/thibbun nabawi yang mengerti karakteristik masing masing resep. Akhir akhir ini sudah mulai marak dilakukan penelitian terhadap berbagai tanaman herbal berkhasiat, sehingga masing-masing tanaman herbal dapat diketahui afinitasnya kearah organ mana didalam tubuh manusia. Seiring berjalan waktu mudah mudahan dapat dilakukan standarisasi pengobatan herbal dan thibbun nabawi. Begitu pula yang memakai medismodern, menganggap herbal sebagai suplemen gizi yang kebanyakan fungsinya dalah preventif bukan kuratif.
Namun ketika seorang terapis herbal maupun dokter medis mampu menjadi seorang komandan yang mampu mengamati perjalanan penyakit, apakah penyakit perlu dibasmi secara cepat seperti wabah. Ataukah penyakit lebih aman di hilangkan dengan cara perbaikan system tubuh. Ataukah luka itu harus dijahit, dan perlukah operasi dilakukan pada orang yang tepat. Maka kedua pengobatan ini akan berjalan secara proporsional sesuai dengan fungsinya.
RESEP NABI atau RESEP DOKTER? Muara dari semua ikhtiar itu adalah kesembuhan yang datangnya dari Alloh semata. Dan kesabaran menjalankan ikhtiar itulah yang akan menjadi amal sholih kemuliaan bagi yang menjalankannya.

wallahu’alam

Obat Herbal vs Medis

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Obat Herbal vs Medis

Obat Herbal vs Medis

Obat Herbal vs Medis, Masyarakat kini mulai sadar akan hidup sehat…selogan ‘back to nature’ sudah tidak asing di telinga kita. Berbagai cara diupayakan agar tubuh menjadi sehat. Begitu juga dengan pengkonsumsian obat, masyarakat mulai mencari ramuaan penyembuhan yang lebih aman bagi tubuh. Selain itu obat-obat herbal ini lebih terjangkau baik dari harga maupun ketersediaannya.

Obat Herbal vs Medis

Saat ini mulai banyak penelitian modern juga membuktikan bahwa obat herbal efektif untuk menyembuhkan penyakit dan tidak banyak menimbulkan efek negatif pada tubuh seperti obat kimia. Akan tetapi kita juga mesti bijak dalam memilih dan menggunakan obat herbal, dimana kita tidak serta merta menolak obat kimia, pada kondisi-kondisi darurat misalnya, obat kimia ini sangat dibutuhkan karena efek kerjanya yang cepat.
Berbeda halnya pada pasien dengan kondisi yang boleh dikatakan masih aman. Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tunggal atau jika diinginkan, dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi selang waktu pemakaian antara kedua jenis obat tersebut.
Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda? Jawabannya berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit. Menurut Dr Amarullah H Siregar obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Berbeda halnya dengan obat tradisional yang bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit. Contohnya, meniran (Phyllanthus urinaria) yang memiliki efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar di dalam tubuh yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman.

Obat Herbal vs Medis

Tabel Perbandingan Obat Tradisional dan Obat Kimia (Obat Herbal vs Medis)

OBAT TRADISIONAL OBAT KIMIA
Harganya terjangkau Harga relatif mahal karena faktor impor.
Efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat. Efek samping pengobatan lebih sering terjadi.
Reaksinya lambat. Reaksinya cepat.
Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh. Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh.
Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia. Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis
Terapi sampingan: Diet terhadap makanan tertentu. Terapi sampingan: diet terhadap makanan tertentu dan perlakuan tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stres.

Pro dan kontra masalah herbal di kalangan medis pasti akan selalu ada dan hal ini sering membuat bingung masyarakat awam. Sering kali muncul pertanyaan apakah obat herbal ini aman? Sesuaikah dengan kondisi saya?
Perlu dipastikan bahwa obat herbal yang dibeli sudah mendapatkan izin edar resmi. Maka perlu beli dari produsen dan sumber yang terpercaya, jangan membeli dari pedagang obat asongan mengingat banyaknya pemalsuan obat bahkan pada obat yang sudah memiliki izin edar resmi.
Pastikan kita mengetahui bahan pembuatnya dan jangan segan bertanya pada dokter herbal, herbalis atau konsultan penjualan mengenai khasiat dan reaksi obat herbal tersebut. Mengapa? Prapti Utami, dokter yang menekuni pengobatan herbal dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, menjelaskan alasannya, “Herbal tidak bisa diminum sembarangan karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain.”
Sebagai contoh, Jati Belanda yang dikenal sebagai pelangsing alami tubuh, tidak cocok digunakan pada penderita gangguan lambung karena memiliki efek mengiritasi lambung. Contoh lain, Daun sirsak juga dapat meningkatkan asam lambung bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Karena alasan itu, penggunaan obat herbal umumnya dikombinasikan dengan herbal lain yang berkhasiat mengatasi efek tersebut.

Obat Herbal vs Medis

Wallahua’lam

Semoga bermanfaat

Jerawat

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Jerawat

Jerawat

Etiologi Jerawat: Jerawat di sebabkan oleh bakteri corynebacterium acnes namun belum dapat dibuktikan bakteri tersebut penyebab agne.

Jerawat

Patofisologi jerawat: Asam lemak yang terbentuk dari tligesrida dalam sebum menyebabkan kekentalan sebum bertambah dan menimbulkan sumbatan saluran pilosebase serta reaksi radang sekitarnya. Perubahan pola keratinisasi folikel produksi sebum yang berlebihan, peningkatan flora folikel juga berkaitan dengan patigenesasi penyakit.

 Jerawat

Beberapa letak jerawat dapat menunjukkan organ yang bermasalah

  • Jerawat pada daerah Dahi
    Penyebab: Masalah pencernaan (kesulitan untuk mencerna makanan tertentu), masalah usus kecil, masalah hati, jadwal tidur yang tidak teratur, stres, emosi yang tidak stabil, terlalu banyak khawatir, asupan makanan dengan kadar gula tinggi, penumpukan toksin, produk rambut, poni, akibat memakai topi yang kotor.
  • Jerawat pada daerah sekita Alis
    Penyebab: Daerah antara alis dan rambut: Sirkulasi kelenjar getah bening yang kurang baik, asupan makanan tinggi kandungan lemak, asupan makanan olahan yang terlalu tinggi, masalah kantung empedu.
  • Jerawat Daerah antara kedua alis: Lemah jantung, terlalu banyak konsumsi alkohol, terlalu banyak asupan tembakau.
  • Jerawat pada Pipi kiri
    Penyebab: Kondisi hati, asupan makanan berlebih, tubuh kesulitan menyerap gizi, stres, masalah perut, penggunaan telepon yang kurang higienis, sarung bantal yang kotor, penggunaan kuas make up, ketidak cocokan dengan make up atau perawatan kulit yang digunakan.
  • Jerawat pada Pipi kanan
    Penyebab: kondisi paru-paru, alergi, stres, masalah perut, terlalu banyak mengkonsumsi gula, ponsel kotor, penggunaan telepon yang kurang higienis, sarung bantal yang kotor, penggunaan kuas make up, ketidak cocokan dengan make up atau perawatan kulit yang digunakan.
  • Jerawat pada Hidung
    Penyebab: Diet yang buruk, sembelit, perut kembung, ketidakseimbangan pada usus besar, gangguan pencernaan, dan sirkulasi darah yang buruk apabila ditandai dengan kondisi kulit hidung yang mengelupas
  • Jerawat pada daerah Sekitar Bibir
    Penyebab: Sembelit, pola pembuangan yang tidak teratur, terlalu banyak memakanan makanan pedas atau yang digoreng, ketidakcocokan dengan pasta gigi
  • Jerawat pada daerah Dagu dan Rahang
    Penyebab: Masalah hormonal, masalah ginekologi/organ intim, ketidakseimbangan pada ginjal (untuk jerawat di bawah muka / dagu), kebiasaan untuk mengistirahatkan wajah pada tangan, ketidakcocokan dengan pasta gigi

Walaupun penyebab yang terdaftar untuk masing-masing daerah wajah adalah panduan umum, ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Bisa saja ini penggambaran kondisi tubuh apakah terjamin kebenarannya wallahu’alam, kalau memang disertai dengan keluhan pada organ yang bersangkutan bisa dilakukan pemeriksaan dokter.

Jerawat Menurut kedokteran timur
TCM umumnya melihat hal ini sebagai akibat dari panas seperti Fen Ci Fei Feng (jerawat akibat PPL angin menyerang paru) atau Fen Ci (jerawat/ penyakit peradangan umum dari kelenjar pilosebaceous ditandai dengan papula, pustula, nodul meradang dan dangkal berisi nanah kista.). Ketika seseorang memiliki sistem pencernaan melemah, ditambah dengan asupan tinggi kolesterol dari diet, tubuh akan memproduksi zat beracun yang berlebih lalu mengalir ke dalam aliran darah dan cairan tubuh. Dalam istilah pengobatan Cina, kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan energi dan darah dan akibat meluapnya YANG (panas), hingga menyebabkan panas yang berlebihan.
Secara khusus, TCM menganggap jerawat sebagai hasil dari empat penyebab utama:

  1. Angin dan panas dari paru-paru;
  2. Kelembaban dan panas dari limpa dan perut (sistem pencernaan);
  3. Stagnasi qi (energi), darah stasis, akumulasi dahak, dan
  4. gangguan menstruasi pada wanita.

Maka untuk terapi Jerawat disesuaikan dengan diagnosa, terapi bekam, akupunktur dan herbal bisa dilakukan. Wallahu’alam

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Mioma: Gizi Seputar Mioma

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Dalam salah satu artikel Today’s Dietitian, Vol. 14 Nomor 5 hal. 40, Mei 2012, diberitakan, empat tahun setelah melahirkan anaknya, Janet mulai mengalami sakit perut yang hebat dan perdarahan yang lebih berat dengan periode setiap bulanan. Dokter melakukan pemeriksaan panggul rutin dan menemukan dia memiliki tumor mioma ukuran kacang kenari serta enam lainnya dengan berbagai ukuran. Seiring waktu berlalu, keadaannya menjadi sangat berat dan ia tidak berani meninggalkan rumah. Dalam waktu sembilan bulan, dia mengalami anemia dan sangat membutuhkan perawatan medis yang nantinya akan membutuhkan pembedahan perut.
Begitulah kronologis singkat dari penderita tumor mioma (mioma uteri). Lalu, bagaimana dengan gizi seputar mioma?

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Mengenal Lebih Dekat Mioma Uteri

Mioma Uteri adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor ini letaknya pada alat reproduksi wanita. Sebutan lain Mioma Uteri : Mium, Miom, Mioma, Mioma Uteri, Myoma Uteri, Uterine Fbroid, Uterine Leiomyoma, Myoma, Fibromyoma, Leiofibromyoma, Fibroleiomyoma, dan Fibroma. Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Penyebab dan Faktor Risiko
Dalam salah satu artikel Today’s Dietitian disebutkan, meski hasil penelitian dan fakta menunjukkan mioma uterus adalah salah satu yang umum di Amerika Serikat, peneliti tidak tahu persis apa yang penyebabbnya. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan genetik dalam sel-sel otot rahim dapat menyebabkan mioma berkembang. Mioma telah terbukti mengandung reseptor lebih untuk estrogen dan progesteron (hormon yang terlibat dalam mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan pada setiap siklus menstruasi) dari otot rahim yang normal, membuat mereka lebih mungkin untuk tumbuh. Teori lain adalah bahwa zat kimia dalam tubuh, seperti faktor pertumbuhan dan insulin, yang membantu tubuh mempertahankan jaringan normal dapat merangsang perkembangan mioma.
Meskipun penyebabnya tidak diketahui, penelitian menunjukkan ada beberapa faktor risiko kunci untuk mengembangkan mioma rahim.

  • Umur. Karena mioma adalah tumor yang tergantung estrogen, mereka yang paling umum pada wanita premenopause di 30-an dan 40-an. Setelah menopause, ketika tingkat estrogen alami berkurang, mioma umumnya mengecilkan atau tidak terlihat.
  • Keturunan / Genetik. Jika ibu atau saudara perempuan memiliki mioma, seorang wanita memiliki risiko yang lebih tinggi. Bahkan, seorang wanita yang ibunya memiliki mioma memiliki tiga kali resiko mengembangkan mioma uterus.
  • Ras. Perempuan hitam lebih mungkin untuk memiliki mioma dibandingkan wanita kulit putih. Selain itu, perempuan kulit hitam cenderung mengembangkan mioma pada usia lebih muda, memiliki tumor lebih atau lebih besar, dan mengembangkan gejala lebih cepat dan dengan tingkat keparahan lebih dari wanita dalam kelompok etnis lain. Penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 perempuan kulit hitam akan mengembangkan mioma di beberapa titik dalam hidupnya.
  • Obesitas. Wanita obesitas dianggap memiliki dua sampai tiga kali risiko mengembangkan mioma dibandingkan wanita dengan berat badan normal.

 Mioma: Gizi Seputar Mioma

Diet, Gizi, dan Mioma
Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet dan pertumbuhan mioma uteri. Lebih dari satu dekade lalu, sebuah studi oleh Chiaffarino dan rekan dipublikasikan dalam Obstetrics & Gynecology melaporkan bahwa mioma rahim dikaitkan dengan konsumsi daging babi dan daging sapi. Studi ini menunjukkan bahwa asupan tinggi sayuran hijau memiliki efek perlindungan terhadap mioma.
“Dalam 15 tahun terakhir, ketertarikan mengenai pengaruh pola makan terhadap pertumbuhan tumor ini meningkat,” kata Bala Bhagavath, MD, seorang endokrinolog di Pusat Reproduksi & Infertilitas di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Rhode Island. “Telah diamati, perempuan Italia dengan mioma mengkonsumsi lebih banyak daging merah dan ham, dan konsumsi alkohol telah dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan mioma pada wanita Jepang.”
Beberapa penelitian yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bukti tambahan bahwa faktor makanan memang dapat mempengaruhi pertumbuhan mioma, memberikan alasan lebih lanjut untuk penelitian lanjutan di daerah ini menarik.

  • Susu
    Diketahui bahwa prevalensi  mioma adalah dua sampai tiga kali lebih tinggi pada perempuan kulit hitam dibandingkan wanita kulit putih, ditambah dengan bukti bahwa orang kulit hitam mengkonsumsi porsi  susu lebih sedikit (dan dengan demikian memiliki asupan rata-rata lebih rendah kalsium, magnesium, dan fosfor) dibandingkan kulit putih. Wise dan rekan menyelidiki perbedaan dalam asupan susu di antara dua populasi sebagai faktor potensial dalam pertumbuhan mioma.
    Pada penelitian yang diterbitkan dalam edisi Januari 2010, American Journal of Epidemiology, peneliti melibatkan lebih dari 22.000 perempuan kulit hitam premenopause dari Studi Kesehatan Wanita Hitam Amerika Serikat selama periode 10 tahun.  Kuesioner-yang diisi sendiri- pada asupan makanan yang digunakan untuk menilai apakah asupan makanan susu seperti susu rendah lemak dan utuh, keju susu, yogurt, dan es krim dan komponen susu beberapa seperti kalsium, vitamin D, dan asam butirat, dapat mengurangi risiko mioma uterus.
    Temuan menunjukkan rendahnya risiko mioma uterus yang terkait dengan konsumsi susu yang lebih tinggi. Efek perlindungan yang dirasakan dari susu, menurut para peneliti, mungkin terletak pada kemampuan kalsium untuk mengurangi lemak yang disebabkan proliferasi sel dan dalam asam butirat (hadir dalam lemak susu), yang dianggap sebagai agen antitumorigenic kuat yang dapat menghambat perkembangan sel dan angiogenesis.
  • Indeks Glikemik
    Indeks glikemik (IG) adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah. Sedangkan, Glycemic Load (GL) memperhitungkan tidak hanya seberapa cepat suatu makanan tertentu diubah menjadi gula dalam tubuh tetapi juga berapa banyak glukosa berisi karbohidrat tertentu.
    Makan makanan dengan tinggi indeks glikemik (GI) atau beban glikemik (GL) diperkirakan berpotensi mempromosikan pertumbuhan tumor dengan meningkatkan konsentrasi endogen faktor pertumbuhan insulin 1 (IGF-1).
    Contoh makanan tinggi GI dan GL, antara lain : beras putih instant, roti putih, kue beras, kentang goreng, dan  donat. Penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel mioma rahim berkembang biak dihadapan  IGF-1. Penelitian lain menemukan hubungan positif antara GL tinggi dan hormon-responsif tumor, seperti kanker ovarium dan endometrium.
    Dari sudut pandang ini, Radin dan rekan berteori dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi Mei 2010 dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa diet  tinggi GI  dan GL dapat mendorong pertumbuhan mioma rahim. Berdasarkan analisis prospektif kuesioner diet (dikumpulkan dari kohort yang sama dalam studi tersebut pada asupan susu dan risiko mioma rahim), mereka menyimpulkan bahwa diet GI tinggi (tetapi tidak GL) mungkin terkait dengan risiko mioma rahim meningkat secara keseluruhan, dan tinggi GL dikaitkan dengan peningkatan risiko pada wanita lebih muda dari 35 tahun.
  • Kedelai
    Bukti ilmiah di balik peran kedelai dalam mempromosikan atau menghambat pertumbuhan tumor terkait estrogen, kontroversial. Kedelai adalah sumber yang kaya phytoestrogen, khususnya isoflavon, yang mungkin memiliki efek “antiestrogen” dalam tubuh dengan bersaing dengan estrogen untuk mengikat reseptor, sehingga mungkin mengurangi ketersediaan estrogen atau mengubah biosintesis estrogen. Dalam edisi Januari pada Experimental Medicine dan Molekuler, Di dan rekan melaporkan bahwa konsentrasi serum genistein (sebuah isoflavon dalam kedelai yang melimpah) yang tinggi, menurunkan  sinyal jalur gen yang  terlibat dalam pertumbuhan mioma rahim. Hal ini  menunjukkan bahwa dosis tinggi isoflavon ini memiliki efek penghambatan pada mioma rahim dan karena itu potensi untuk digunakan sebagai agen terapeutik.
    Sebaliknya, dalam edisi Mei 2009 dari British Journal of Nutrition, Nagata dan rekan mengatakan mereka mengamati tidak ada hubungan statistik yang signifikan antara isoflavon kedelai dan mioma uterus dalam 285  wanita Jepang premenopause. Demikian pula, studi tersebut pada asupan susu dan risiko mioma oleh Radin dan rekan menemukan hubungan antara konsumsi kedelai dan risiko mioma rahim di antara kohort mereka dari Womens Health Black Study.
  • Vitamin D
    Dalam edisi Januari  2011  Fertility and Sterility, Sharan dan rekan melaporkan bahwa vitamin D menghambat pertumbuhan sel yang terlibat dalam pertumbuhan mioma rahim, menunjukkan bahwa serum rendah kadar vitamin D dapat menjadi faktor risiko untuk perkembangan mioma uteri.
  • Buah-buahan
    Dalam edisi Desember  2011 American Journal of Clinical Nutrition, Wise  dan rekan meneliti hubungan antara asupan makanan buah-buahan, sayuran, dan karotenoid, dan risiko mioma. Sekali lagi, berdasarkan kuesioner diet dikumpulkan dari  studi kesehatan wanita hitam. Mereka mengamati penurunan risiko mioma rahim pada wanita dengan asupan buah dan retinol -‘calon’ vitamin A- (dari sumber hewani seperti susu dan telur) yang lebih banyak.
    Berbagai jenis makanan yang ada di sekitar kita, ternyata mampu menjaga diri kita dari penyakit yang membahayakan. Dari susu hingga buah-buahan ternyata mampu mengurangi risiko terjadinya mioma uteri (tumor jinak rahim).

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara dengan sia-sia.” [QS.Shad:27].

Wallahu Ta’ala A’lam.

 Maroji’ Mioma: Gizi Seputar Mioma:

http://www.terapikista.com/2011/02/
Tempest, Megan. Uterine Fibroids and Nutrition — Studies Suggest Healthful Dietary Modifications May Cut Risk and Ease Symptoms dalam Today’s Dietitian edisi Mei 2012, Vol. 14 No. 5 hal. 40. Mioma: Gizi Seputar Mioma
http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp08005.pdf Mioma: Gizi Seputar Mioma

http://id.articlestreet.com/health/nutrition/what-is-the-difference-of-glycemic-index-and-glycemic-load.html

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Yarobbi.com| Bulletin Ash Shihah | Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Saat terik matahari menyapa, tentunya ini adalah waktu yg begitu nyaman untuk sejenak memejamkan mata. Taukah anda ternyata ada sebuah kegiatan unik yang dilakukan oleh Rasululloh dan para sahabatnya. Apakah itu? Tidur siang… subhanalloh tidur siangpun tak luput dari ajaran islam, sayangnya sebagian besar kita mengaggapnya sepele karena berbagai aktivitas kita terutama di tempat kerja, tapi ternyata kebiasaan ini mempunyai arti yang besar untuk tubuh kita, konsentrasi dan kinerja setengah hari berikutnya.

Tidur siang yang seperti apa?

Tidur sesaat diwaktu antara sebelum shalat dzuhur sampai waktu dzuhur atau setelah shalat dzuhur (12.00 – 13.00 atau 13.30 – 14.30 WIB) dikenal dengan istilah qailulah. Di dalam kitab Misykatul Masabih disebutkan, “Tidur sekejap di waktu tengah hari atau qailulah bukanlah satu perbuatan yang keji karena Rasulullah pernah melakukannya.”
Tidur di waktu tersebut disunnahkan oleh Rasulullah karena dapat membuat seseorang terbangun untuk beribadah di malam hari (shalat malam). Tidur diwaktu tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup. Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin berkata, “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur yang sekejap pada siang hari karena ia membantu ibadah pada malam hari. Sebaiknya harus seseorang itu bangun dari tidurnya sebelum sesudah matahari tergelincir untuk menunaikan shalat zuhur.”
Tengah hari adalah masa paling sesuai untuk tidur sekejap karena sistem dalam tubuh manusia secara biologis efektif dalam memanfaatkan fase rehat atau tidur dalam waktu ini. Fase ini disebut seabagai midafternoon quiescent phase atau secondary sleep gate.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, David F.Dinger dan Roger J.Broughton dalam bukunya, sleep and alertness: chronological, behavioral and medical aspect of napping sepakat. Penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka yang secara rutin tidur 30 menit pada waktu siang hari mempunyai risiko mengidap penyakit jantung 30% lebih rendah jika dibandingkan yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut. Subhanalloh

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Kenapa bisa demikian?
Mungkin kita bertanya bagaimana tidur sejenak pada waktu siang hari bisa menghilangkan kelelahan dan menyehatkan. Karena istirahat singkat ini ternyata mengijinkan tubuh menyeimbangkan diri inilah –homeostasis (kemampuan tubuh secara aktif untuk mempertahankan keadaan statis / konstan dalam tubuh). Istirahat dan tidur mengembalikan fungsi seluruh  sel dalam tubuh yang lemah, seperti aliran darah, aliran getah bening, sistem syaraf dan sekresi internal agar kembali normal.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Bagaimana istirahat siang dapat memperbaiki homeostasis tubuh? Menurut teori Dr.Hiromi sinya, MD. saat dalam keadaan terbangun dan aktif, artinya kita menggunakan semakin banyak enzim. Oleh karena itu, jika kita istirahat dalam posisi relaks, berbagai fungsi tubuh juga beristirahat selama saat itu dan enzim yang tidak digunakan unuk beraktivitas maupun bergerak. Enzim-enzimpun bebas untuk bekerja di area-area yang kelelahan untuk membantu mengisi tenaga dan mengembalikan homeostasis.
Sehingga hal inipun membuat otak menjadi lebih kreatif, saat kita berada pada kondisi rileks dan nyaman. Maka apabila pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, maka akan sangat membantu.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Beberapa pakar dalam hal ini juga berpandangan, badan kita memiliki putaran biologi yang tertentu yang disebut circadian rhythm. Putaran ini bisa dikiaskan seperti sebuah jam alami bersama-sama dengan baterainya. Tenaga putaran ini akan menurun pada waktu malam dan untuk memulihkannya kita perlu tidur. Ia juga menurun pada waktu tengah hari. Oleh itu, tidur sekejap pada waktu itu dapat menjamin pemulihannya.

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Berapa lama waktunya?
Sederhana: tergantung kualitas tidurnya. Kenyataannya, jika beristirahat lima sampai sepuluh menit saja saat kita merasa mengantuk atau lelah, akan lebih cepat pulih. Berbeda jika saat kondisi terbut terus digunakan untuk bekerja, maka hal ini tidak akan memperbaiki efisiensi secara keseluruhan.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell University menyimpulkan, tidur siang selama 15-20 menit sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesehatan. Seorang peneliti yang lain, Donald Greely, berpendapat tidur siang adalah bermanfaat selama ia tidak melebihi 1 jam.

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Kisah para salafussholih
Dalam sebuah riwayat, Imam Abu Hanifah selama 40 tahun tidak pernah tidur malam, karena malam harinya untuk sholat. Beliau hanya tidur pada siang hari, yaitu qailulah. Umar bin khotob r.a pernah suatu hari melakukan inspeksi ke Inskandariah, kota tempat Muawiyah bin khujaid r.a menjabat sebagai gubernur. Umar datang ke kota itu waktu siang, saat kebanyakan orang disana melakukan qailulah. Umar menemukan Muawiyah tidak melakukan qailullah, lalu Umar berkata, “saya pikir kalian sedang tidur siang ini. Kalau kalian tidur siang makka kalian akan menelantarkan hak rakyat, kalau kalian tidur malam maka akan menelantarkan hak Alloh. Bagaimana kalian mengatur tidur antara dua hak ini, wahai Muawiyah?”
Umar mengingatkan Muawiyah bahwa manfaat waktu secara umum lebih penting daripada sekedar tidur siang. Intinya harus prosional dalam menggunakan waktu.
Qailulah seperti yang telah di jelasakan diatas memiliki banyak manfaat selain untuk kesehatan juga memudahkan kita bangun di malam hari untuk melakukan sholat malam, tentu dengan niatan ini kita akan mendapatkan pahala. Dan tentu saja setelah kita mengetahui manfaat tersebut, kita tidak lagi meremehkan kebiasaan ini dan mencelanya sebagai suatu tindakan kemalasan. Asal niatan kita melakukannya benar-benar meniatkan karena-Nya, untuk berkarya lebih maksimal, memenuhi hak badan dan mempersiapkan diri untuk ibadah malam hari. Tetap proposional dalam menggunakan waktu. Wallahu’alam

Maroji’ Qailulah Sunnah yang Terlupakan
Egha Zainur Ramadhani, 2007. Super Health : Gaya Hidup Sehat Rosululloh. Yoyakarta: Pro-U Media
Dr. Hiromi Sinya, MD,  2011. The Miracle of Enzim. Bandung : Qonita

http://insannajah.blogspot.com/2009/06/qailulah-vs-sains.html