PENYAKIT YANG BISA SEMBUH DENGAN MADU

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, madu didefinisikan sebagai cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga.

Produk Lebah
Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. Madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach).

Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau monosakarida. Selanjutnya nectar mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sarii Bermacam-macam tanaman, berarti beragam zat warna dan beragam kualitas nektar dan serbuk sari pula.Maka jangan heran jika terdapat bermacam-macam warna madu. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.

Manfaat Madu
Dan Rabb-mu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69).

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.

Contoh manfaat madu dalam dunia medis meliputi menguatkan otot jantung, sehingga digunakan juga pada kasus nyeri dada akibat serangan jantung (angina pectoris) dan setelah operasi jantung; menangkal reaksi garam makanan, sehingga digunakan pada kasus tekanan darah tinggi; untuk masalah THT dan pernafasan, madu dapat meredakan hidung tersumbat, nyeri tenggorok termasuk tonsilitis, batuk, menghilangkan dahak; untuk pencernaan, madu digunakan dalam mengatasi gangguan pencernaan akibat kurangnya enzim pencernaan, madu juga dapat menyembuhkan luka (tukak) lambung dan usus 12 jari, menguatkan hati, menghancurkan batu empedu, terutama jika ditambah royal jelly dan bee pollen; madu juga baik untuk pasien neurosis seperti depresi ditandai berkurangnya tremor (buyuten) dan jantung berdebar, pasien psikotik seperti schizofrenia, kecanduan alkohol dan morfin, insomnia; memelihara kesehatan saluran kemih, mulut dan kulit, dan masih banyak lagi.

Sindrom dalam TCM yang bisa ditangani Madu
Madu mempunyai rasa yang manis dan sifatnya hangat. Dari rasa dan sifat inilah madu akan memperbaiki pencernaan. Karena organ limpa/pencernaan membutuhkan rasa manis dan menyukai yang hangat. Sindrom dalam TCM ( Saya sampaikan yang umum saja ) yang bisa ditangani dengan madu adalah

Sindrom Dingin
Sindrom ini bersifat Yin, disebabkan oleh serangan faktor patogen dingin atau kelemahan Yang organ tubuh akibat penyekit kronis. Manifestasi klinis yang muncul adalah takut dingin, suka hangat, nafsu makan berkurang, tidak haus, wajah pucat, ekstremitas dingin, urine banyak dan jernih, feses lembek, diare, dahak encer, lidah pucat dengan lapisan putih serta nadi lamban dan tegang.

Sindrom Kelemahan Qi
Sindrom ini ditandai oleh kelemahan Qi organ tubuh, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang melemahkan organ tubuh atau usia lanjut. Manifestasi klinis yang muncul tergantung pada organ yang tersangkut. Beberapa diantaranya kelelahan, badan lemas, batuk, sesak napas, pusing, berkeringat spontan, daya pertahanan lemah, nafsu makan berkurang, diare, urine berlebihan, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sindrom kelemahan Yang
Sindrom ini bersifat dingin-lembab, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Yang organ tubuh. Yang bersifat panas dan kering. Yang yang lemah tidak sanggup mengendalikan Yin yang bersifat dingin dan lembab. Manifestasi klinis tergantung dari organ yang terserang. Beberapa diantaranya yaitu wajah pucat, bibir dan lidah pucat, tidak haus, keringat dingin muncul secara spontan, pusing, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, badan dingin, takut dingin, urine jernih, feses lembek, impotensi, menstruasi tidak teratur, edema, lidah pucat dengan lapisan putih, nadi lemah.

Sindrom Kekurangan Darah
Sindrom ini ditandai oleh kekurangan darah, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis, kelemahan Qi-limpa dan perdarahan.
Manifestasi klinis tergantung dari organ yang tersangkut. Beberapa yang sering madalah muka pucat ( tidak cemerlang ), pusing, pening,palpitasi, insomnia, badan lemas, kelelahan, menstruasi lemah, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur’an, “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS. An Nahl: 69)

Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan lebah (sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan), dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit “dengan sendirinya”. Dan semoga kita dapat berguru pada lebah.

Ingat pula bahwa Rasulullah telah bersabda, “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” (Shohihul Bukhori, Ath-Thibb, Juz I)

Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda rasulMu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Pemanfaatan Kurma dalam Sunnah Nabi

Berbuka Puasa dengan Kurma
Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ia menuturkan, “Rosululloh s.a.w. biasa berbuka puasa dengan beberapa butir kurma basah sebelum sholat. Kalau tidak ada kurma basah, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Kalau kurma kering pun tidak ada, beliau berbuka hanya dengan beberapa teguk air putih.”

Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa zat gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Kurma mengandung 70,6% zat gula (yang sederhana, mudah dicerna, hanya membutuhkan waktu ± 5-10 menit untuk diserap tubuh) dan 33% air.

Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan berat ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula dalam makanan tersebut. Oleh karena itu, orang yang langsung menyantap makanan berat ketika berbuka puasa dapat tetap merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.

Mentahnik Bayi yang Baru Lahir dengan Kurma
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa ia menuturkan, “Suatu hari anakku lahir, maka aku pun membawanya menemui Rosululloh s.a.w. Lalu beliau memberinya nama Ibrohim, dan mentahniknya dengan sebutir kurma kering.“

Tahnik (suapan pertama) dilakukan dengan mengunyah kurma dan sejenisnya, lalu kurma yang sudah dikunyah digosok-gosokkan ke dalam langit-langit mulut bayi. Tahnik sebaiknya dengan kurma kering, jika tidak ada, bisa dengan kurma basah, jika tidak ada, bisa dengan madu.

Setelah bayi lahir, ia kehilangan pasokan makanan yang biasanya diperolehnya dari ibunya lewat ari-ari (placenta) dan tali pusat. Sekarang ia bergantung pada air susu ibunya. Namun, sering kali ASI tidak bisa langsung keluar, bisa membutuhkan waktu 1-3 hari. Untuk bisa bertahan, ia harus mengandalkan sisa energi yang tersimpan dalam tubuhnya. Melalui tahnik inilah seorang bayi memperoleh energi sampai ia memperolehnya dari air susu ibunya.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Kurma dan Persalinan

Allah Subh?nahu wa Ta’?la telah memerintahkan Maryam untuk memakan kurma masak yang masih basah/segar, saat hendak melahirkan ‘Isa ‘alaihissalam.

Allah Subhanahuwata’ala, ”Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia (Maryam) berkata, ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, ‘ Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Robbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.’” (Maryam [19]: 23-25)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahulloh membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”.

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthob. Kandungan gula dalam ruthob sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”.

Buah kurma kaya akan besi dan kalsium. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil sampai nifasnya. Besi dan kalsium penting dalam proses pembentukan air susu ibu. Mereka juga berperan dalam menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang.

Ruthob mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim. Ia mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga seorang ibu dengan mudah melahirkan anaknya. Ia juga mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui. Sehingga kurma memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Artikel yang relevan: Kurma dalam tinjauan TCM

Manfaat Kurma (Tinjauan TCM)

Kurma adalah buah dengan rasa manis, sifatnya hangat. Menurut ilmu TCM, sesuatu yang rasanya manis dan sifatnya hangat adalah herbal yang akan memberikan energi/ tonik Qi. Karena rasanya manis dan sifatnya hangat, maka kurma bagus untuk menguatkan pencernaan yang lemah. Dengan dasar inilah, maka kurma bagus untuk orang dengan sindrom Qi lemah/ Qi Xu, sindrom dingin, dan sindrom kekurangan darah.

Dengan pencernaan dikuatkan, maka energi seseorang akan baik. Karena pencernaan atau limpa berfungsi sebagai tranformasi dan transportasi, yang akan mengubah makanan menjadi energi dan darah.

Tanda dan gejala dari sindrom-sindrom tersebut adalah sbb:

Sindrom kelemahan Xu
Sindrom Xu bersifat kronis, disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Qi, Xue, Yin, dan Yang organ tubuh serta melemahkan daya pertahanan dan kondisi tubuh. Manifestasi klinis yang muncul berbeda-beda tergantung pada jenis kelemahan dan organ tubuh yang terserang. Continue Reading

Makanan Mentah VS Makanan Dimasak

Di dunia barat, mereka yang sedang menjalani penyembuhan holistic, dianjurkan makan makanan yang asli. Tidak dimasak atau setengah matang, manfaat makanan itu akan semakin baik. Dr. Bernard Jensen dalam buku “Makanan yang Menyembuhkan” menganjurkan agar makanan yang dikonsumsi adalah kombinasi dari 60 % makanan mentah dan 40 % makanan yang sudah dimasak.

Rekomendasi itu sangat bertolak belakang dengan pandangan Cina kuno. Bagi orang Cina, makanan mentah bersifat terlalu dingin dan tidak baik bagi lambung, yang merupakan sebuah organ yang menyukai sesuatu yang hangat. Untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut, kami menganjurkan supaya Anda belajar mengetahui tubuh Anda dan makanan yang sesuai untuk Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan mengonsumsi banyak makanan mentah, kami anjurkan Anda mengurangi jumlahnya atau tidak memakannya sama sekali. Mulailah memasak makanan Anda dengan cara yang ringan.

Makanan mentah mengandung nutrisi yang lebih banyak daripada makanan yang dimasak karena beberapa nutrisi telah hancur atau hilang ketika makanan dimasak. Akan tetapi menurut orang Cina, kekurangan itu tetap lebih baik karena makanan yang dimasak bersifat hangat sehingga cocok bagi lambung dan lebih mudah dicerna.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Maroji: Food and Cancer dr Chrish K.H. Teo