Akhlaq dalam Dunia Pengobatan

Saat ini, pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, rumah sehat, poliklinik, klinik dan praktek pribadi sudah menjadi salah satu kebutuhan mendasar. Masyarakat membutuhkan jasa profesional untuk menjaga kesehatannya. Tak pelak, bidang pelayanan kesehatan menjadi salah satu peluang bisnis.

Satu hal penting yang harus dihadirkan, yaitu niat yang ikhlas dalam melakukan pekerjaan. Mencurahkan kemampuan untuk mengobati orang sakit sampai membuahkan hasil sehingga dapat menghilangkan atau setidaknya meringankan keluhannya. Mewaspadai mental “yang penting menghasilkan uang”, tak peduli meskipun pasien tidak sembuh. Adalah wajar penyelenggara pelayanan kesehatan memiliki maksud duniawi, namun harus mengedepankan tujuan mulia dan manfaat bagi umat. Kita menyaksikan orang-orang kafir mampu memberi pelayanan kesehatan sampai ke kalangan papa, menyelesaikan tugas dalam waktu singkat, sehingga tidak heran jika popularitas dan citra baik pun disematkan. Kita kaum muslimin seharusnya lebih dituntut untuk tulus, ikhlas, tepat janji dan profesional dalam melayani.

Kepada setiap Pengobat…
Selalu ingatkan, bimbing dan nasihatilah orang yang sakit, jelaskan bahwa kesembuhan hanyalah dari Allah. Dialah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang akan menyembuhkannya kapan pun Dia berkehendak. Ingatkanlah kepada pasien agar memperbanyak dzikir dan taubat kepada Allah, memohon kesembuhan kepada-Nya, merendahkan diri serta ikhlas. Ingatkan pasien agar berwasiat, menyadari ajal, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Kepada Para Perawat…
Ikhlaslah dalam beramal. Lakukan tugas dengan sebaik-baiknya, disiplin dan hadir saat diperlukan. Nasihatilah para dokter agar bekerja hanya mengharap ridha Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, mementingkan maslahat pasien, berlaku adil di antara mereka juga bersikap ramah terhadap kaum lemah dan fakir dan bersungguh-sungguh dalam melayani dan melaksanakan kewajiban terhadap mereka.

Kepada Para pasien…
Usahakan sejauh mungkin seorang muslim mencari pengobatan kepada pengobat muslim dan seorang muslimah kepada pengobat muslimah pula. Meskipun seorang wanita disertai mahramnya, tidak berarti laki-laki boleh melihat aurat wanita. Hal tersebut seolah menjadi perkara biasa yang tidak berdosa. Wanita pun terbiasa sehingga rasa malu dan sifat tertutupnya berkurang. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Al Ashr (103) : 1-3.

Semoga kita bisa menjadi manusia yang tidak merugi, mencintai nasihat yang datang kepada diri, menikmati kritik layaknya kripik. Jika seorang muslim benar-benar mencintai saudaranya, ia akan memberi nasihat bukannya pujian semata. Maka bila ada saudara menasihati, sadarilah itu adalah salah satu bentuk kecintaannya kepada kita. Wallahu a’lam..

Maroji’: Biar sakit, ibadah tetap fit. Solo: Aqwam, 2008. Judul asli: Al Fataawaa asy syar’iyyah fil masaa’il ath thibbiyyah karya Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al Jibrin.

Kam’ah, obat mata herbal ala nabi

Telah menceritakan kepada kami Muslim Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Abdul Malik dari ‘Amru bin Huraits dari Sa’id bin Zaid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Kam’ah (cendawan) itu sejenis Manna, airnya adalah obat untuk penyakit mata.” (BUKHARI – 4273) .

Apakah Kam ah itu?
Al kam’ah adalah salah satu jenis cendawan (jamur truffle). Tanaman ini disebut al kam’ah karena letaknya yang tersembunyi, tidak tampak, di bawah permukaan tanah. Biasanya ia muncul di musim semi. Karena jumlahnya menjadi banyak bersamaan dengan banyaknya kilat, ia disebut tanaman kilat. Kam’ah dalam bahasa orang-orang Maroko disebut at tirfas. Ia dapat dijumpai di kawasan yang terbentang dari Afrika Utara hingga perbatasan Asia Tengah, seperti Mesir, Iran, Syiria, Palestina, dan Jazirah Arab, juga di sebagian Eropa terutama Italia dan Perancis. Al kam’ah memililki sifat dingin-lembab.

Ada yang berpendapat jamur ini benar-benar bagian dari manna, karunia yang diberikan Allah kepada bani Israil. Namun ada yang berpendapat jamur ini diibaratkan seperti manna, karena sama-sama diperoleh tanpa bersusah payah, tanpa ditanam dan tanpa disirami.

Khasiat Kam’ah
Ibnu Sina menyebutkan bahwa airnya dapat direbus, didinginkan lalu dijadikan celak. Ibnu Hajar Al Asqalany menyatakan di dalam Fathul Bary, al kam’ah dapat dibelah lalu diletakkan di dalam panci kecil berisi air kemudian direbus, hingga airnya mendidih, lalu belahan itu diambil dan diperas. Air hasil perasan ini dapat digunakan sebagai celak. Para ahli pengobatan mengenal air tanaman ini untuk membeningkan mata dan membersihkan debu-debu yang panas.

Al-Hâfizh Ibnu Hajar al Asqalany telah membawakan kepada kita sebuah kisah yang sangat populer. Ia berkata : Imam Nawawî berkata, “Yang benar, airnya bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata secara mutlak. Air kam’ah diperas dan diteteskan ke mata.”Ia juga berkata, “Saya dan beberapa orang lain pernah melihat di zaman sekarang, orang yang buta dan sudah tidak memiliki kemampuan penglihatan sama sekali. Lantas, ia mencelaki matanya dengan air kam’ah saja, maka ia pun sembuh dan penglihatannya kembali normal. Ia adalah Syaikh yang terpercaya, Kamâl bin ‘Abd Ad-Dimasyqî, seorang yang sholih dan ahli periwayatan hadits. Beliau memakai air kam’ah, karena meyakini dan ingin meraih berkah hadits ini, lantas Alloh memberikan manfaatnya kepadanya.”

Hasil penelitian masa kini yang sudah terbukti, kam’ah membantu penyembuhan trakoma. Air kam’ah mencegah “terbentuknya jaringan ikat” (fibrosis) pada penyakit trakoma, karena intervensinya secara dominan dalam pembentukan sel-sel yang membentuk jaringan ikat. Bisa jadi, hal itu terjadi akibat netralisasi efek kimiawi racun-racun kuman penyebab trakoma dan minimalisasi bertambahnya penumpukan sel. Pada saat yang sama, ia juga mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel konjungtiva dan meningkatkan nutrisi bagi sel-sel ini melalui perluasan pembuluh darah pada konjungtiva.

Melihat fenomena ini, semoga muslimin semakin mantap keimanannya, semakin cinta kepada Rasulnya dan semakin semangat untuk terus menggali mutiara-mutiara dien ini. [tim Ash Shihah]

UNTUKMU PARA KADER BEKAM: Perhatikanlah Sterilitas

Kita tentunya sudah sering mendengar kata-kata, “ banyak kasus penyebaran virus hepatitis yang menyebar dari perantaraan jarum suntik, penyebaran HIV lewat jarum suntik dan penyebaran penyakit infeksi lainnya lewat jarum suntik”.

Penyebaran penyakit diatas pada intinya adalah melalui darah yang terinfeksi virus tersebut. Ada berita yang pantas kita jadikan acuan untuk berhati-hati dalam membekam. Kabir et al ( 2006) yang melakukan penelitian di Iran melaporkan bahwa hijamah merupakan salah satu sumber transmisi ( penularaan ) virus hepatitis C selain transfuse darah, penggunaan obat-obatan terlarang melalui jarum suntik , kontak seksual, cuci daraah, dan factor lainnya. Pada penelitian ini , pada 135 pasien yang diketahui mengidap virus hepatitis C , 30 Orang (22,2%) diantaranya tertular virus hepatitis C melalui hijamah. Penelitian di Iran lainnya yang dilakukan oleh Sali et al ( 2005 ) menerangkan bahwa hijamah merupakan salah satu transmisi virus Hepatitis B. Pada penelitian ini diantara 500 orang yang terinfeksi virus hepatitis B ( HBsAG positif ) 34 orang diantaranya tertular virus tersebut melalui hijamah.

Riset di atas merupakan fakta yang ada, kita sebagai terapis bekam berhati-hatilah dalam melakukan tindakan bekam. Jangan sampai niatan baik kita membantu orang lain membuat mulus penjalaran penyakit dari satu orang ke orang yang lain. Jangan sampai juga kita berniat baik, menghidupkan sunnah, ternyata diri kita tertular oleh penyakit infeksi tersebut.

Bagaimana langkah preventifnya?
Yang susah adalah orang yang positif terjangkit virus ini terkadang unsymptom ( tidak menampakkan gejala ). Sering kita mendengar kasus, banyak dari kita yang berniat baik mau donor darah untuk membantu saudara kita, eh ternyata ada diantara kita yang terkejut ( baru tahu tentunya ) kalau di dalam tubuhnya terjangkit virus hepatitis.

Di dalam praktek juga sama, Saya terkadang juga tidak tahu apakah si A ada virusnya atau tidak? Maka setidaknya saya mempunyai usulan yang bisa kita lakukan bersama dalam langkah menuju proteksi dan memotong penyebaran virus-virus tersebut:

1. Tanyakanlah ke pasien apakah pernah terkena sakit kuning atau liver.

2. Pakailah masker saat membekam

3. Cucilah tangan anda dengan sabun di bawah air yang mengalir

4. Keringkan tangan anda dengan handuk

5. Pakailah sarung tangan saat mulai melakukan proses pembekaman

6. Perhatikan darah yang ada, usahakan tangan anda tidak bersentuhan langsung dengan darah

7. Buanglah sampah medis (darah, kasa dan lain-lain ) dan bakarlah untuk keamanan bersama. Jangan membuang sampah medis pada tempat sampah umum, yang akan merugikan banyak orang.

8. Bersihkan alat-alat yang dipakai dalam proses membekam dengan Alkohol 70%, clorin atau hydrogen peroksida. Masukkan alat-alat yang digunakan dalam sterilisator anda. Atau tanyakaanlah ke toko alat kesehatan desinfektaan tingkat tinggi yang bisa di gunakan.

9. Jika dimungkinkan setiap pasien harus mempunyai kop/ alat bekam sendiri, sehingga tidak campur dengan pasien yang lain.

10. Jagalah diri para pembekam dengan selalu bergaya hidup sehat, dengan mengkonsumsi suplemen yang menyehatkan, misalnya madu, habbatussauda, dan propolis.

Itulah 10 langkah antisipasif bagi kita semua, setidaknya kita sudah berusaha, masalah tertular virus itu adalah resiko pembekam. Hanya kepada Allohlah kita serahkan semua urusan ini. Wallohu A’lam

Best regards,

Maroji :
• Ebook “A to Z about BEKAM” YAROBBI .COM
• “Kemana seharusnya anda berobat?” dr M. Syaifudin Hakim

KEAJAIBAN EMAS CAIR (MINYAK ZAITUN) dan BUKTI NYATA KESEMBUHAN PASIEN

Zaitun termasuk jenis Olea europaea dari keluarga Oleaceae. Sejak ribuan tahun silam masyarakat di sekitar Laut Tengah dan Timur Tengah telah merasakan manfaatnya. Pohonnya banyak tumbuh diwilayah laut tengah, terutama Syria, Italia, dan Spanyol. Dalam bentuk buah, zaitun muda yang berwarna hijau kekuningan kerap disantap begitu saja atau sebagai penambah rasa. Sementara zaitun yang matang dengan warna hitam kerap diacar maupun diperas untuk diambil minyaknya.

Setiap buah zaitun yang matang mengandung 80% air, 15% minyak, 1% protein, 1% karbohidrat, dan serat 1%. Untuk menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh, pohon zaitun harus berumur 15-20 tahun.
Hingga saat ini Italia dan Spanyol berada di barisan terdepan negara penghasil minyak zaitun, disusul oleh Yunani, Tunisia, Maroko, dan Amerika Serikat. Kawasan mediterania selama ini memang dikenal sebagai gudang minyak zaitun.

Selama ini penduduk Timur Tengah mengandalkan zaitun sebagai sumber minyak nabati. Minyak inilah yang menciptakan rasa khas pada hidangan mereka. Jika diolah menjadi minyak maka kandungan asam lemak yang dimiliknya antara lain asam oleat atau omega 9 (79%), asam palmitrat atau asam lemak jenuh (11%), asam linoleat atau omega 6 (7%), asam stearat (2%), dan lain-lain sebesar 1%.

Nabi Muhammad SAW telah berpesan agar kita mengkonsumsi dan memakai zaitun sebagai minyak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma pada tanggal 21 April 1997 M, untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas, di samping minyak zaitun juga berkhasiat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

Keunggulan Minyak Zaitun
1. Kaya vitamin E, 10x lebih banyak dari minyak lain,

2. Tergolong minyak tak jenuh rantai panjang sehingga tahan terhadap pemanasan dengan tanpa merusak kandungan gizinya,

3. Aman dikonsumsi bagi penderita kolesterol dan diabetes bahkan bisa membantu penyembuhannya,

4. Minyak zaitun bersifat sebagai antioksidan dan antibiotik,

5. Kaya Vitamin A, B1, B2, C, D, E, K, dan Fe,

6. Unggul dalam kwalitas, khasiat, dan rasa dengan harga relative terjangkau,

7. Menghilangkan kolesterol pada makanan berlemak.

Khasiat dan Manfaat
1. Sangat baik untuk ibu menyusui agar anak tumbuh optimal dan terhindar dari berbagai penyakit,

2. Mencegah penyakit jantung koroner, meningkatkan kinerja liver, memperlancar pembuangan, menguatkan tulang dan tubuh,

3. Mengoptimalkan pertumbuhan otak dan jaringan syaraf pada bayi, dimana kandungan asam linoleiknya setara dengan ASI,

4. Mengobati penyakit kulit, radang gusi, menetralkan dan mengeluarkan racun, mengeluarkan cacing, dan melembutkan kulit,

5. Mengatasi wasir, sembelit,

6. Menyuburkan rambut, mengatasi berbagai masalah sexual, mengobati luka bakar, mencegah penuaan dini,

7. Mencegah berbagai gangguan lambung, menurunkan resiko terbentuknya batu ginjal.

Minyak zaitun yang murni (Extra Virgin Olive Oil) juga dapat digunakan langsung pada kulit kepala sebelum melakukan perawatan creambath. Bahkan campuran minyak zaitun dengan minyak jarak, perasan lemon serta larutan air dari seduhan daun peppermint diyakini sebagai resep alami untuk mencegah ketombe dan gatal pada kulit kepala.

Minyak zaitun juga berkhasiat untuk mempertahankan bentuk serta kekencangan payudara. Sedangkan untuk tangan dan kaki, minyak zaitun dapat juga digunakan untuk mengurangi kulit yang menebal pada telapak kaki, mempertahankan kehalusan kulit, serta menguatkan kuku. Karena itu, tak ada salahnya untuk Anda menggunakan minyak zaitun pada kulit sehabis mandi agar kulit senantiasa lembap dan lembut.

Minyak zaitun mempunyai sifat susah teroksidasi maka jika dioleskan ke kulit, kulit akan terlindungi dari sinar matahari dan tidak akan terpicu menjadi kanker atau tumor. Manfaat zaitun erat dengan kandungan omega 9. Omega 9 mampu menekan kolesterol jahat dalam tubuh dan menaikkan kadar kolesterol baik.

Saat ini di pasaran terdapat beberapa jenis minyak zaitun tergantung pada proses ekstrasinya, yakni minyak zaitun perawan, murni, dan sulingan. Yang pertama merupakan minyak zaitun bermutu tinggi karena merupakan hasil ekstrasi pertama. Mudah dikenali melalui warnanya yang kehijauan. Sedangkan yang sulingan biasanya berwarna keputihan sebagai karena pemanasan. Bagaimana agar kita bisa menuai manfaat maksimal minyak zaitun? Suhendro mengatakan tergantung kebutuhan kita inginkan. Jika minyak zaitun difungsikan sebagai bahan baku dengan tujuan penambah gizi, disarankan untuk memilih yang murni. Namun, jika hanya sekadar untuk mempercantik makanan maka minyak hasil sulingan sudah memadai. Dia menambahkan zaitun merupakan jenis minyak yang tidak begitu suka dengan panas tinggi. Pasalnya pemanasan yang tinggi akan merusak ikatan rangkap asam lemak zaitun yang lebih mengkhawatirkan dampak lanjutannya akan mengubah minyak zaitun justru menjadi radikal yang berbahaya bagi tubuh.

Bukti nyata kesembuhan pasien
Secara pribadi saya sangat yakin dengan minyak ini, karena ayat nya jelas. Dan hal tersebut terbukti di pasien yang Saya tangani, diataranya
1. Sembelit dan wasir, untuk kasus sembelit dengan faeses yang keras, minyak zaitun sangat cocok, karena ia akan melicinkan dan mempermudah keluarnya faeses. Tetapi untuk sembelit yang faesesnya tidak keras, misalnya ada pasien dengan keluhan tidak bisa BAB tiap hari, BAB nya 3 atau 4 hari sekali. Tetapi saat keluar faesenya tidak keras. Maka untuk kasus yang seperti ini Habbatussauda sangat bagus.

2. Gastritis, Biasa disebut dengan maag. Minyak zaitun juga sangat bagus dikonsumsi oleh pasien ini. Terutama yang terdiagnosa gejal maag secara medis ddan masuk diagnose laambung dingin secara TCM. Lambung dingin mempunyai gejala sama dengan maag. Untuk kasus ini bisa dikombinasi dengan madu, habbatussuda dan minyak zaitun.

3. Jantung koroner, Penyumbatan yang ada di arteri coronaria. Minyak zaitun bisa dikombinasikan dengan pegagan atau daun dewa. Dan untuk kasus jantung minyak zaitun akan memperkuat otot jantung jadi cocok untuk sindrom jantung lemah menurut diagnose TCM.

4. Kolesterol, untuk kasus kolesterol, minyak ini juga sangat bagus. Bisa dikombinasikan dengan bawang putih dan habbatussauda.

Wallahua’lam…

Best regards,

Maroji:
Dari berbagai sumber

PENYAKIT YANG BISA SEMBUH DENGAN MADU

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, madu didefinisikan sebagai cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga.

Produk Lebah
Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. Madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach).

Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau monosakarida. Selanjutnya nectar mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sarii Bermacam-macam tanaman, berarti beragam zat warna dan beragam kualitas nektar dan serbuk sari pula.Maka jangan heran jika terdapat bermacam-macam warna madu. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.

Manfaat Madu
Dan Rabb-mu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69).

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.

Contoh manfaat madu dalam dunia medis meliputi menguatkan otot jantung, sehingga digunakan juga pada kasus nyeri dada akibat serangan jantung (angina pectoris) dan setelah operasi jantung; menangkal reaksi garam makanan, sehingga digunakan pada kasus tekanan darah tinggi; untuk masalah THT dan pernafasan, madu dapat meredakan hidung tersumbat, nyeri tenggorok termasuk tonsilitis, batuk, menghilangkan dahak; untuk pencernaan, madu digunakan dalam mengatasi gangguan pencernaan akibat kurangnya enzim pencernaan, madu juga dapat menyembuhkan luka (tukak) lambung dan usus 12 jari, menguatkan hati, menghancurkan batu empedu, terutama jika ditambah royal jelly dan bee pollen; madu juga baik untuk pasien neurosis seperti depresi ditandai berkurangnya tremor (buyuten) dan jantung berdebar, pasien psikotik seperti schizofrenia, kecanduan alkohol dan morfin, insomnia; memelihara kesehatan saluran kemih, mulut dan kulit, dan masih banyak lagi.

Sindrom dalam TCM yang bisa ditangani Madu
Madu mempunyai rasa yang manis dan sifatnya hangat. Dari rasa dan sifat inilah madu akan memperbaiki pencernaan. Karena organ limpa/pencernaan membutuhkan rasa manis dan menyukai yang hangat. Sindrom dalam TCM ( Saya sampaikan yang umum saja ) yang bisa ditangani dengan madu adalah

Sindrom Dingin
Sindrom ini bersifat Yin, disebabkan oleh serangan faktor patogen dingin atau kelemahan Yang organ tubuh akibat penyekit kronis. Manifestasi klinis yang muncul adalah takut dingin, suka hangat, nafsu makan berkurang, tidak haus, wajah pucat, ekstremitas dingin, urine banyak dan jernih, feses lembek, diare, dahak encer, lidah pucat dengan lapisan putih serta nadi lamban dan tegang.

Sindrom Kelemahan Qi
Sindrom ini ditandai oleh kelemahan Qi organ tubuh, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang melemahkan organ tubuh atau usia lanjut. Manifestasi klinis yang muncul tergantung pada organ yang tersangkut. Beberapa diantaranya kelelahan, badan lemas, batuk, sesak napas, pusing, berkeringat spontan, daya pertahanan lemah, nafsu makan berkurang, diare, urine berlebihan, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sindrom kelemahan Yang
Sindrom ini bersifat dingin-lembab, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Yang organ tubuh. Yang bersifat panas dan kering. Yang yang lemah tidak sanggup mengendalikan Yin yang bersifat dingin dan lembab. Manifestasi klinis tergantung dari organ yang terserang. Beberapa diantaranya yaitu wajah pucat, bibir dan lidah pucat, tidak haus, keringat dingin muncul secara spontan, pusing, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, badan dingin, takut dingin, urine jernih, feses lembek, impotensi, menstruasi tidak teratur, edema, lidah pucat dengan lapisan putih, nadi lemah.

Sindrom Kekurangan Darah
Sindrom ini ditandai oleh kekurangan darah, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis, kelemahan Qi-limpa dan perdarahan.
Manifestasi klinis tergantung dari organ yang tersangkut. Beberapa yang sering madalah muka pucat ( tidak cemerlang ), pusing, pening,palpitasi, insomnia, badan lemas, kelelahan, menstruasi lemah, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur’an, “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS. An Nahl: 69)

Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan lebah (sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan), dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit “dengan sendirinya”. Dan semoga kita dapat berguru pada lebah.

Ingat pula bahwa Rasulullah telah bersabda, “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” (Shohihul Bukhori, Ath-Thibb, Juz I)

Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda rasulMu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Skema Hubungan antara QI, DARAH, dan CAIRAN TUBUH

ARTIKEL INI SEDANG DI REVISI
Silahkan melihat-lihat artikel lainnya terlebih dahulu

TIDAK SEMUA PENYAKIT SEMBUH DENGAN HABBATUSSAUDA

Banyak orang yang belum mengetahui tentang khasiat dan manfaat habbatussauda (nigella sativa) bagi kesehatan tubuh. Padahal khasiat dan manfaat habbatussauda telah lama di sebutkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam, Beliau bersabda, ‘ Gunakanlah (konsumsilah) Habbatussauda’, karena didalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali kematian. (HR. Bukhori dan Muslim).

Tanpa disadari perkembangan terapi modern dewasa ini ternyata tidak sepenuhnya mampu menyembuhkan beberapa penyakit, bahkan obat-obatan yang sekarang beredar sebagian ada yang menyimpan efek samping yang membahayakan tubuh manusia.

Untuk itulah, mengkonsumsi Habbaatussauda sebagai obat dan terapi kesehatan sangat dianjurkan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam. Ironisnya kaum muslimin di Indonesia tidak begitu mengenal obat ini, Padahal di berbagai negara (Eropa, Amerika dan sejumlah negara Asia) habbatussauda mengalami kepoluleran yang sangat nyata dengan dilakukan beberap riset ilmiyah untuk mengungkap kebenaran hadits tersebut. (diantaranya oleh Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London dll).

Pandangan Ulama Thibbun Nabawi:
Meskipun demikian, menurut hemat penulis, kita juga harus hati-hati dalam menggunakan habbatussauda. Tidak semua penyakit bisa di obati dengan habbatussuda, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani, “Yang dimaksud dengan perkataan Rosulullah SAW, “..segala penyakit…”adalah setiap penyakit yang dapat diobati dengannya. Karena sesungguhnya habbatussauda ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh unsur dingin (al barid) . Adapun untuk penyakit yang disebabkan oleh unsur panas maka tidak bisa “.

Sebagaimana beliau ( Ibnu hajar ) mengutip perkataan Al Khaththabi Rohimahulloh dimana beliau mengatakan, “Perkataan Rosulullah SAW, “…Obat bagi semua penyakit…” termasuk dalam kalimat yang umum. Namun yang dimaksud adalah makna yang khusus. Karena tidak ada satupun tumbuhan yang mengandung semua bahan yang dapat melawan semua penyakit. Akan tetapi yang dimaksud adalah penyembuhan semua penyakit yang disebabkan oleh unsur basah ( ruthubah ).

Pandangan medis modern
Berikut adalah beberapa Khasiat Habbatussauda ( Jinten hitam/Black seed/Niggela Sativa) menurut medis modern :

1. Menguatkan sistem kekebalan
Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.

2. Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan
Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredarandarah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

3. Meningkatkan Bioaktifitas Hormon
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

4. Menetralkan Racun dalam Tubuh
Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.

5. Mengatasi gangguan Tidur dan Stress
Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.

6. Anti Histamin
Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial.

Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin.

Penelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600 orang yang mederita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang mederita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda’). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda’ kepada pasiencyang menderita influenza.

7. Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri
Habbatussauda’ mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampun membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.

8. Melancarkan Air Susu Ibu
Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989.

9. Tambahan Nutrisi Pada Ibu Hamil dan Balita
Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak akan mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, 6, 9 yang terdapat dalam habbatussauda merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin.

10. Anti Tumor
Pada Kongress kanker International di New Delhi , minyak habbatussauda diperkenalkan ilmuwan kangker Immonobiologi Laboratory dai California Selatan, habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan, inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.

11. Nutrisi bagi manusia
Habbatussauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk didalmnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup oleh karena itu dibutuhkan suplemen tambahan, Habbatussauda dapat mencukupinya.

Pandangan TCM
Uraian tentang manfaat habbatussauda diatas adalah hassil penelitian secara medis. Menurut analisa TCM Tumbuhan ini memiliki sifat hangat, rasanya pahit, dia akan masuk ke organ limpa dan ginjal. Karena sifat hangat tersebut tumbuhan ini bagus untuk mengatsi masalah pencernaan yang dingin. Karena mengarah ke organ pencernaan, maka secara umum habbatussauda akan memberikan kesehatan ke seluruh organ. TCM Memandang limpa/pencernaan adalah organ yang memberikan nutrisi ke organ yang lain, jika pencernaan baik, maka secara umum energy semua organ akan terpenuhi, sehingga orang tersebut akan sehat.

Penyakit dengan diagnos TCM yang bisa diatasi dengan habbatussaudaa adalah
Sindrom Dingin
Sindrom ini bersifat Yin, disebabkan oleh serangan faktor patogen dingin atau kelemahan Yang organ tubuh akibat penyekit kronis. Manifestasi klinis yang muncul adalah takut dingin, suka hangat, nafsu makan berkurang, tidak haus, wajah pucat, ekstremitas dingin, urine banyak dan jernih, feses lembek, diare, dahak encer, lidah pucat dengan lapisan putih serta nadi lamban dan tegang.

Sindrom kelemahan Xu
Sindrom Xu bersifat kronis, disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Qi, Xue, Yin, dan Yang organ tubuh serta meelemahkan daya pertahanan dan kondisi tubuh. Manifestasi klinis yangmuncul berbeda-beda tergantung pada jenis kelemahan dan organ tubuh yang terserang.

Sindrom kelemahan Yang
Sindrom ini bersifat dingin-lembab, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Yang organ tubuh. Yang bersifat panas dan kering. Yang yang lemah tidak sanggup mengendalikan Yin yang bersifat dingin dan lembab. Manifestasi klinis tergantung dari organ yang terserang. Beberapa diantaranya yaitu wajah pucat, bibir dan lidah pucat, tidak haus, keringat dingin muncul secara spontan, pusing, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, badan dingin, takut dingin, urine jernih, feses lembek, impotensi, menstruasi tidak teratur, edema, lidah pucat dengan lapisan putih, nadi lemah.

Demikianlah tentang habbatussauda, secara pengalaman penulis praktek, apa yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dan Al Khaththabi Rohimahulloh adalah benar karena sesuai dengan pandangan TCM. Saya berharap berhati-hatilah dalam menggunakan habbatussauda. Wollahu’alam

Best regards,

Maroji:

dr M Syaifudin Hakim “ Kemana Seharusnya Anda Berobat “ WIP
Buku V: Kasus Akupuntur dan Moksibusi , Sub Konsorsium Akupuntur. Jakarta

RESEP THIBBUN NABAWI BERDASARKAN DIAGNOSA TCM 5 — Sindrom panas-jantung

Sindrom panas-jantung

ETIOLOGI:
Sindrom ini ditandai oleh penimbunan panas di jantung, pada umumnya disebabkan oleh stagnasi Qi-hati dan panas-hati.

Manifestasi klinis:
wajah berwarna merah keungu-unguan,
haus,
ujung lidah merah dan nyeri, ulserasi lidah,
gelisah,
insomnia,
gangguan kesadaran,
perdarahan,
urine berwarna kuning,
feses kering,
lidah berwarna kuning,
serta nadi cepat dan kuat.

TERAPI: BEKAM BASAH, karena panas dan darah perlu dikeluarkan.

Titik yang diambil adalah: Al Kaahil, Al katifain dan Xin Shu
Alasan pemilihan titik:
Al Kaahil : Titik pertemuan 6 meredian Yang
Al katifain : Titik pengeluaran angin
Xin Shu : Titik belakang jantung

HERBA INDONESIA :
Untuk kasus ini di berikan herbal yang sifatnya dingin dan menghentikan perdarahan yaitu akar alang-alang, pegagan dan daun dewa.

ANJURAN :
Sama pada kasus sindrom Panas Tipe Shi

Best regards,

RESEP THIBBUN NABAWI BERDASARKAN DIAGNOSA TCM 4 — Sindrom Panas kekurangan Yin

Sindrom Panas kekurangan Yin

ETIOLOGI
Sindrom ini bersifat panas-kering dan pada umumnya disebabkan oleh penyakit panas kronis yang telah mengonsumsi Yin organ tubuh. Yin bersifat dingin dan lembab; Yin yang berkurang tidak sanggup mengendalikan Yang, yang bersifat panas dan kering.

Manifestasi klinis:
Tergantung dari organ yang terserang. Beberapa yang mungkin muncul adalah :
• badan kurus,
• mulut kering, haus,
• tinnitus,
• pening, pusing,
• feses kering,
• urine berwarna kuning,
• demam pada sore hari,
• berkeringat pada malam hari,
• pipi merah,
• rasa panas pada telapak tangan dan kaki,
• insomnia,
• lidah merah muda tanpa selaput,
• serta nadi lemah dan cepat.

Kemungkinan penyakit medis yang masuk dalam sindrom ini adalah:
• Hipertensi
• Insomnia
• TBC pada anak
• Semua penyakit menahun
• Atau penyakit medis lainnya yang mempunyai gejala seperti diatas

TERAPI: BEKAM KERING

Karena panas yang muncul disebabkan karena kekurangan cairan/pendingin, maka prinsip terapinya keluarkan panas dengan bekam kering dan tonifikasi cairan dengan memberikan ramuan penambah yin dan gaya hidup perlu dirubah dengan tidak mengkonsumsi makanan yang sifatnya panas.

Bisa dikombinasi dengan akupuntur dengan tonifikasi pada titik Sp 6, KI 3, KI 7, KI 6 dan sedasi pada titik liv 2 dan liv 3.

Titik yang diambil adalah: Al Kaahil, Al katifain, Fei-shu, Xin Shu ,Gan Shu, dan Shen shu
Alasan pemilihan titik:
Al Kaahil : Titik pertemuan 6 meredian Yang
Al katifain : Titik pengeluaran angin
Fei-shu : Titik belakang paru, dan angin berhubungan dengan organ paru-paru
Xin Shu : Titik belakang jantung
Gan Shu : Titik belakang liver
Shen shu : Titik belakang ginjal

Anjuran sama pada sindrom Panas Tipe Shi

Best regards,

MOKSA, TERAPI UNTUK SINDROM DINGIN DAN LEMAH

Moksibusi adalah cara merangsang titik akupunktur dengan menggunakan moksa yaitu cerutu yang terbuat dari daun Ngai (Arthemisia vulgaris) dengan cara dibakar. Daya panas dari moksa tersebut melalui titik akupunktur akan dialirkan menembus permukaan kulit, otot dan kemudian sampai pada titik dan meridian sehingga akan menimbulkan reaksi pengobatan, pencegahan dan perbaikan serta perawatan.

Moxa tersedia dalam kerucut kecil, stik-tube besar berbentuk seperti rokok yang terbuat dari tumbuhan herbal tersebut – atau sebagai ‘wol’ yang dapat dipuntir pada salah satu ujung jarum akupunktur, yang lalu disisipkan ke dalam kulit secara normal dan moxa-nya disulut. Moxa lepas terkadang juga dibakar dalam kotak yang diletakkan di atas tubuh untuk membantu menyebarkan panas yang dihasilkan ke daerah yang lebih luas.

Moxabustion bisa bersifat ‘langsung’, yakni dibakar pada tubuh dalam kerucut atau jarum akupunktur, ataupun ‘tidak langsung’, yakni dibakar di atas kulit dengan cara memegang stik moxa 2,5 cm (1 inchi) di atas bagian sasaran – atau dengan zat-zat lain, misalnya jahe atau garam, ditempatkan di antara kulit dan moxa yang sedang terbakar.

Moxabustion digunakan bagi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan Dingin dan Lembab – misalnya bentuk-bentuk tertentu arthritis dan nyeri punggung. Moxabustion tidak pernah digunakan jika pasien menderita demam panas atau kondisi ‘panas’. Moxabustion langsung, dengan tumbuhan herbal tersebut dibiarkan terbakar pada kulit, dapat menyebabkan bekas luka dan tidak pernah digunakan untuk wajah atau kepala, atau diberikan dekat dengan organ-organ, arteri atau tulang-tulang penting. Pada kehamilan, perlakuan moxabustion tidak pernah diberikan pada abdomen sebelah bawah.

Fungsi Moksa :
1. Mengangatkan peredaran Chi Xie sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab penyakit Yin Han (Yin Dingin)

2. Menghangati Yang, menimbulkan, memperbaiki denyut nadi dan menolong dari bahaya akibat penyakit yang berat.

3. Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan karena daya panas moksa akan menghangati Yang, melancarkan peredaran energi maka dengan kuatnya Yang Chi kuat pula Wei Chi sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit atau penyebab penyakit luar menjadi kuat pula.

Jenis – jenis Moksa :

1. Moksa Kerucut (cone) baik yang dipakai langsung maupun tidak langsung.

2. Moksa Sylinder atau Cerutu, merupakan moksa yang dibuat dari daun ngai atau campuran obat-obatan yang digulung berbentuk cerutu kemudian dibakar serta didekatkan pada jarak tertentu serta digerakan seperti patukan burung.

3. Moksa selubung penghangat, merupakan moksa yang menggunakan alat dari metal atau logam yang khusus di dalamnya moksa dibakar (ada yang menggunakan aliran listrik dan sering disebut bantal penghangat)

4. Moksa alam, merupakan moksa yang bahannya berasal dari tumbuhan atau binatang tertentu, jenis ini sekarang tidak ada lagi dan tinggal sejarah.

5. Moksa diatas jarum, merupakan moksa yang diletakan di ujung ekor jarum kemudian dibakar sehingga panasnya dialirkan lewat jarum akupunktur ke titik meridian, ini biasanya diberikan pada kasus rheumatic.

Indikasi :

– Untuk semua jenis penyakit Yang Chi lemah, penyakit lama, diare kronis, sindrom dingin, gondok, shock, muntaber.

– Kadang ada suatu penyakit yang diperlukan tusuk jarum dahulu baru dimoksa.

Kontra Indikasi

– Mutlak pada kasus panas karena angin atau panas karena Yin Xu, denyut nadi cepat (lebih dari 90 denyutan permenit), semua itu tidak cocok untuk di moksa.

– Sementara pada orang yang sedang terlalu lapar, terlalu kenyang, mabuk, serta pada kondisi emosional atau emosi yang parah.

– Pada titik tertentu, seperti pada bagian wajah, perut bagian bawah dan pinggang bagian bawah pada wanita hamil. Menurut catatan kuno ada beberapa titik yang tidak boleh dimoksa, sebagai besar karena letaknya dekat dengan organ penting atau dekat nadi; misalnya Jing Ming (KK. 1), Si Zhu Kong (TP. 23), Tong Zi Liao (KE. 1), semua titik dekat mata, Ren Ying (Lb. 9), Jing Gu (Pr. 8 ) karena dekat nadi dan sebagainya.

Persiapan Terapi moksa :
– Siapkan moksa yang akan dipakai dan korek api serta lilin, siapkan juga tempat pembuangan abu putung dari moksa.

– Nyalakan moksa dan dekatkan ke titik akupunktur selama beberapa saat tergantung tingkat ketahanan pasien. Jauhkan jika panas atau alihkan pada titik yang lain, demikian pindah-pindahkan terus supaya tidak terlalu panas. Pada penggunaan moksa yang dialas jahe atau bawang putih cenderung terjadi pelepuhan di kulit, jika ini terjadi sobek sedikit dan keluarkan airnya, kemudian olesi madu baru antiseptiknya. Pada penggunaan moksa yang di taruh diujung jarum maka buatlah lingkaran dan gunting sampai ke tengah pusat lingkaran dan masukan ke jarum hingga ke tengah pusat lingkaran kertas, hal ini berguna untuk mencegah lepuhan akibat potongan putung yang jatuh.

– Bisa juga penggunaan pada jarum, jarum dibakar dengan didekatkan pada moksa batang atau ujung ekor jarum diberi kapas yang dililitkan kemudian diberi alcohol 100 % kemudian dibakar.

Hal yang Perlu Diperhatikan dan Tindakan Pencegahan
1. Pada waktu melakukan moksibusi penghangatan atau moksibusi dengan jarum, dianjurkan kepada penderita agar tidak bergerak selama moksibasi berlangsung, karena kalau tidak, abu yang dihasilkan dari moksibasi akan membakar kulit dan pakaian, untuk menghindari hal tersebut, dapat diletakkan sepotong kardus, yang berukuran 6 sampai 8 cm, bentuk empat persegi atau bulat. Potonglah sebuah garis dan salah satu sisi ke pusat, sehingga jarum dapat terletak pada bagian pusat dan dapat memegang kardus, hal ini dapat melindungi kemungkinan jatuhnya abu dari moksa.

2. Terapi dengan moksibasi biasanya cenderung pada keadaan Yin, dalam defisiensi dan gejala dingin, terapi kadang juga dilakukan pada keadaan Yang luar atau gejala panas.

3. Urutan dari terapi moksibasi adalah sama seperti pada akupunktur, yaitu bagian bawah tubuh, bagian punggung lebih dahulu dari pada bagian abdomen, bagian kepala dan tubuh lebih dahulu dari pada extremitas, meridian Yang lebih dahulu dari pada meridian Yin.

4. Sebelum melakukan terapi moksibasi terlebih dahulu perlu dipertimbangkan beberapa ukuran moksa kerucut, berapa banyak oksa yang akan digunakan, serta dimana akan dilakukan terapi moksibasi, keadaan penderita serta umur penderita perlu dipertimbangkan. Pada umumnya 3 – 5 moksa kerucut digunakan untuk setiap titik dan lama moksibasi adalah 10 – 15 menit untuk moksa batang. Untuk penderita usia lanjut, anak-anak atau penderita lemah, gunakanlah moksa lebih sedikit dari pada keadaan normal.

5. Moksibasi dikontraindikasikan pada demam tinggi baik karena faktor dari luar atau defisiensi Yin, seperti hemoptisis, stroke, hipertensi berat dan konstipasi

6. Moksibasi dengan meninggalkan jaringan parut tidak dianjurkan pada daerah wajah dan kepala, karena alasan kosmetik, juga moksibasi tidak boleh dilakukan pada daerah pembuluh darah, membrane mukosa, daerah yang berambut, obdomen bagian bawah, organ genitalia, dan daerah sacrum pada wanita hamil.

Menurut Kepustakaan Kedokteran Traditional Cina, beberapa titik dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi sebagian karena berdekatan dengan organ penting, arteri atau system saraf.

Menurut salah satu kepustakaan kuno dalam buku “Kompendium Akupunktur dan Moksibasi : (Yang Ci Cou, 1601), ada 45 titik yang dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi, sebagai berikut di bawah ini :

Dien Fu (L3)
Cing Ku (L8)
I Ci (L10)
Sao Sang (L11)
He Liao (L119)
Ying Siang (L120)
Cou Yung (Sp20)
Sia Kuan (S7)
Dou Wei (S8)
Ren Ying (S9)
Ru Cung (S17)
Cien Liao (S118)
Pi Kuan (S31)
Fu Du paha (S32)
Yin Se (S33)
Tu Pi (S35)
Diao Go (S38)
Yin Pai (Sp1)
Luo Ku (Sp7)
Yin Ling Jien (Sp9)
Fu Ai (Sp16)
Cien Cin (S19)
Su Liao (Tu25)
Cing Ming (B1)
Can Cu (B2)
Jen Su (B15)
Dien Cu (B10)
Sin Su (B15)
Pai Huan Su (R30)
Cen Fu (B36)
Yin Men (B37)
Wei Cung (B40)
Sen Mai (B62)
Cung Jung (P9)
Yang Je (SC4)
Dien I (SC16)
Se Ce Gung (SC23)
Dou Lin Ji (G15)
Yen I (G22)
Ti U Wei (G42)
Ciu Wei (Ren 15)
Yao Yang Kuang (Tu3)
Ci Cung (Tu6)
Ya Men (Tu15)
Fung Fu (Tu16)

Walaupun begitu, beberapa titik yang dikontraindikasikan untuk moksibasi, memperlihatkan hasil yang baik dalam terapi, contoh: moksibasi langsung pada titik Ciu Wei (Ren15) dapat memperbaiki penyakit epilepsy, Sao Sang (L11) dapat mengobati epistaxis, Yin Pai (Sp11) dapat mengobati pendarahan uterus fungsional, metrorhagia, metrostaxis yang berkepanjangan.

Tu Pi (S35) dapat mengobati nyeri karena arthritis pada sendi lutut, Sin Su B15 dapat mengobati kelemahan umum, emissi nocturnal dan lain-lain, oleh karena itu semua titik yang dikontraindikasikan perlu dipertimbangkan mengenai keadaan patologis, letak anatomis dan tempat moksibasinya.

7. Terapi moksibasi dapat menimbulkan Kombustio pada berbagai tingkat, akibatnya dapat bervariasi dari perasaan panas dan kemerahan setempat, yang dapat menghilang dengan sendirinya atau pembentukan lepuh. Apabila terjadi lepuh kecil yang kemudian pecah, maka cairan akan diabsorbsi tanpa menimbulkan infeksi. Lepuh yang besar perlu dipungsi dan didrainage, apabila terjadi lepuh dengan nanah, maka perlu diberi antibiotika local. Sebelum terapi moksibasi dilakukan, sebaiknya penderita diberi tahu lebih dahulu tentang kemungkianan terjadi lepuh.

8. Titik akupunktur yang dikontraindikasikan pada moksibasi mempunyai efek penguatan dan pengurangan. Pada cara penguatan, asap jangan ditiup, tetapi dibiarkan, sedang pada cara pengurangan, asap harus ditiup secara cepat. Seperti halnya dengan akupunktur, setelah jarum dicabut, lubang bekas tusukan ditutup dengan cara menekan secara ringan dan message, oleh karena mencegah Cing Ji keluar. Sebaliknya, sebelum pencabutan jarum dilakukan pemutaran beberapa kali untuk memperbesar lubang sebelum pencabutan, untuk memungkinkan faktor penyakit keluar, cara ini disebut cara pengurangan.

Terapi Moksibasi pada Beberapa Kasus

1. Stroke
Bila penderita merasa hipertesi pada jari, pusing dan vertigo, kekakuan pada lidah dan disfasia sebelum serangan apoplexy, digunakan moksa bentuk konus, pada titik Pai Hui (G20), Cien Cing (G21), Ji Je (LI11), Fung Se (G31), Cu San Li (S36) dan Sien Cung (G39) untuk tindakan pencegahan.

2. Batuk
Moksibasi dengan moksa kerucut pada Dao Tao (Tu13) dapat digunakan pada kasus defisiensi atau kelebihan.
Pada kasus yang masih baru, memerlukan kira-kira 3 sampai 7 buah moksa kerucut.
Pada kasus kronis, terapi dapat diberikan satu kali per hari, hasil terapi dapat dicapai setelah beberapa hari.

3. Mual dan Muntah
Moksibasi pada titik Dan Cung (Ren17), Ji Hai (Ren6), Nei Kuan (P6), Wei Su (B21) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa kerucut, kira-kira 5 – 7 buah moksa kerucut yang dibutuhkan. Titik-titik sekunder Dueb Ting (K117), Cung Kui (EX-UE3), Tan Su (B19) dan He Ku (L14)

4. Sakit kepala
Pada kasus defisiensi Ji, pergunakanlah moksibasi pada titik Pai Hui (Tu20), Ta Cui (Tu14), Cung Wan (Ren12), Ji hai (Ren6) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Pada kasus defisiensi darah, pergunakanlah moksibasi pada Duo Wei (S8), Dai Yang (EX-HN5), Ji Je (LI11), He Ku (L14), dan Kan Su (B18).
Titik sekunder : Fung Je (G20), Ke Su (B17), Bi Su (B20), Sen Men ((H7) dan Cu San Li (S36). Moksibasi pada tiap titik untuk kira-kira 3 – 5 menit.

5. Pusing dan vertigo
Pada kasus defisiensi darah, dipergunakan moksibasi secara tidak langsung dengan jahe pada titik-titik Pai Hui (Tu20), Sang Sing (Tu23), Sen Cu (Tu12), Ce Yang (Tu9), Kan Su (B18) dan Bi Su (B20) tiap titik di moksibasi dengan moksa kerucut yang kecil, setiap hari dan hasil yang baik dapat dicapai dalam waktu kira-kira 1 bulan

6. Nyeri abdomen sekitar umbilicus
Pada kasus karena defisiensi dan dingin, moksibasi pada titik Sen Jiek (Ren8) dan Ji Hai (Ren6) untuk kira-kira selama 1 jam sampai nyeri hilang.

7. Kegegangan otot-otot di daerah lumbal
Moksibasi secara langsung pada titik Sen Su (B23), Yao Yang Kuan (Tu3), Ming Men (Tu4), Cu San Li (S36) tap titik dengan 5 – 7 buah moksa kerucut. Terapi yang sering dilakukan dapat mencegah serangan.

8. Diare karena defisiensi dan dingin
Moksibasi pada titik Dien Su (S25), Ji Hai (Ren 6), Cung Wan (Ren12) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Tiap titik diterapi kira-kira 5 menit

9. Sakit gigi
Sakit gigi bawang sering mempunyai titik nyeri tekan di Bien Li (L16) dan sakit gigi atas mempunyai titik nyeri tekan di Cie Si (S41). Moksibasi secara tidak langsung dengan jahe dapat dilakukan pada titik nyeri tekan dengan 10-20 buah moksa kerucut.

10. Perdarahan uterus
Moksibasi pada titik Se Men (Ren5) dengan 5 buah moksa kerucut. Kuan Yen (Ren4) dengan 7 buah moksa kerucut. Yin pai (Sp1) dengan 5 buah moksa kerucut. San Yin Ciao (Sp6) dengan 5 buah moksa kerucut.
Titik sekunder : Bi Su (B20), Sen Su (B23), Ji Hai (Ren6), Ta Tuen (liv 1), tiap titik di moksibasi dengan 5 – 7 buah moksa.

11. Gangguan pada tenggorokan
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14) dengan 3 – 7 buah moksa bentuk biji. Moksibasi dengan moksa batang dapat dilakukan pda titik Cao Hai (K6) bilateral, selama 4 – 5 menit setiap sisi, hasil terapi yang baik dapat dicapai setelah tiga kali pengobatan. (satu kali per hari)

12. Lekore
Moksibasi pada titik San Ciao Su (B22), Sen Su (B23), Cung Liao (B33), Ji Hai (Ren6), Cung Ci (Ren3), Sie Hai (Sp10) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan 7 buah moksa bentuk biji untuk masing-masing titik, moksa bentuk batang dapat digunakan. Moksibasi pada titik Tai Mai (G26), Kuan Yen (Ren4), Yao Yang Kuan (Tu3) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa batang, untuk selama 5 menit tiap kali, terapi satu kali per hari.

13. Kejang pada anak yang kronis
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14), Bi Su (B20), Wei Su (B21), Kuan Yen (Ren4), Ji Hai (Ren6), Cu San Li (S36), moksibasi dengan moksa batang, tiap titik diterapi kira-kira selama 5 menit.

14. Flu
Moksibasi pada titik Fei Su (B13), Sin Su (B15) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Pencegahan : moksibasi secara tidak langsung dengan jahe, pada titik Sen Cu (Tu12), Kan Su (B18), Bi Su (B20), Sen Su (B23), Cung Wan (Ren12), Ji Hai (Ren6) dan Dien Su (S25) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Titik Cu San Li (S36) dengan moksa batang selama 15 menit, tiap pagi, tiap sisi bergantian.

15. Ulcus yang dalam
Ulcus yang dalam disudut mulut : moksibasi pada puncak dari ulcus dengan 5 buah moksa kerucut, kemudian pada titik Sou San Li (L110) dengan 20 buah moksa kerucut.
Pengobatan selama 3 hari dan pada umumnya 3 kali terapi dapat mencapai hasil yang baik.

Best regards,