Demam: gejala atau penyakit?

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Demam: gejala atau penyakit?

Demam: gejala atau penyakit?Anak merupakan titipan dari Alloh SWT yang perlu dijaga dan dipelihara. Pemeliharaan dalam hal kesehatan tidak kalah pentingnya dimana pada usia balita, mereka masih rentan terseerang penyakit. Daya tahan tubuh yang belum terbentuk secara sempurna sering kali membuat mereka mengalami flu, batuk dan juga demam.

Demam: gejala atau penyakit?

Karena kepanikan yang kita sebagai orang tua, kita sering kali memberikan obat kepada anak secara tidak wajar. Demam sedikit langsung saja kita beri obat turun panas, tanpa perhatikan takarannya. Padahal pemberian obat yang bersifat menghilangkan gejala saja tidak akan menyelesaikan masalah maka perlu dicari apa penyebab dari gejala yang ditimbulkan itu. Sebagaimana halnya dengan demam… Demam merupakan reaksi yang dialami oleh tubuh, dimana sebenarnya tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap penyakit, bakteri atau virus yang sedang  masuk. Pada dasarnya demam sendiri justru baik, karena menandakan tubuh sedang melakukan perlawanan. Hanya saja, demam yang tinggi seringkali harus diwaspadai, karena bisa menyebabkan kejang demam pada sebagian bayi atau anak.

Demam: gejala atau penyakit?

Radang, Infeksi dan Deman
Radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi. Bila radang disebabkan oleh infeksi, maka hal itu bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur, parasit.Pada bayi dan anak infeksi sering disebabkan oleh virus. Sedangkan radang yang bikan disebabkan oleh infeksi, bisa terjadi karena alergi (sering dialami), bisa juga trauma, tumbuh gigi, atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem imun.
Infeksi adalah masuknya virus, bakteri atau jamur ke tubuh kita. Masuknya mikro-organisme tersebut belum tentu menyebabkan sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita. Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi).

Demam: gejala atau penyakit?

Lalu bagaimana dengan demam? Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu apa penyebabnya.
Apakah demam itu pasti infeksi ? Belum tentu, tetapi umumnya demam disebabkan oleh infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan penyebab demam adalah infeksi virus.
Mengapa kalau infeksi harus demam? Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.

Demam: gejala atau penyakit? 

Infeksi, Demam, Obat Turun Panas
Pada saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tersebut. Caranya dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen membawa 2 misi:

  • Mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi
  • Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.

Obat penurun panas ini bekerja menghambat ensim Cox (cyclo-oxygenase) sehingga pembentukan prostaglandin terganggu dan selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan suhu tubuh. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri. Beberapa contoh obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh seperti obat anti-kanker, antibiotik tertentu (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan. Obat demam yang diberikan pada anak sebenarnya berfungsi untuk membuat anak lebih nyaman, bukan untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Demam: gejala atau penyakit? 

Dampak Demam

  • Dampak Menguntungkan
    Beberapa bukti penelitian ‘in-vitro’ (tidak dilakukan langsung terhadap tubuh manusia) menunjukkan fungsi pertahanan tubuh manusia bekerja baik pada temperatur demam, dibandingkan suhu normal. IL-1 dan pirogen endogen lainnya akan “mengundang” lebih banyak sel darah putih dan meningkatkan aktivitas mereka dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Demam juga memicu pertambahan jumlah leukosit serta meningkatkan produksi/fungsi interferon (zat yang membantu leukosit memerangi mikroorganisme).
  • Dampak Negatif
  1. Kemungkinan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Ketika mengalami demam, terjadi peningkatan penguapan cairan tubuh sehingga anak bisa kekurangan cairan.
  2. Kekurangan oksigen. Saat demam, anak dengan penyakit paru-paru atau penyakit jantung-pembuluh darah bisa mengalami kekurangan oksigen sehingga penyakit paru-paru atau kelainan jantung semakin berat.
  3. Demam di atas 42 oC bisa menyebabkan kerusakan saraf, meskipun sangat jarang terjadi. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan terjadinya kerusakan syaraf bila demam di bawah 42 oC.
  4. Anak di bawah usia 5 tahun (balita), terutama pada umur di antara 6 bulan dan 3 tahun, berada dalam risiko kejang demam, khususnya pada temperatur rektal di atas 40 oC. Kejang demam biasanya hilang dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan gangguan neurologis (kerusakan saraf). Demam seringkali disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, nafsu makan menurun, lemas, dan nyeri otot. Sebagian besar di antaranya berhubungan dengan zat penyebab demam tadi.

Demam: gejala atau penyakit?

Penanganan Demam
Penanganan demam pada anak yang sebisa mungkin dilakukan secara alami, yaitu sebagai berikut :

  1. Do’akan anak agar demam (penyakit) hilang.
  2. Minum air madu hangat sesering mungkin. Tujuan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat demam, dan juga membantu menurunkan demam.
  3. Kompres tubuh dengan air hangat, jangan menggunakan air es atau alkohol.
  4. Dilakukan pemijatan badan (biasanya demam pada anak terjadi karena anak terlalu capai, dan pemijatan berfungsi untuk melancarkan aliran darah dan merelaksasikan otot).
  5. Parut bawang merah 5 siung, tambahkan minyak kelapa (VCO) kemudian balurkan ke seluruh tubuh anak, ditambahkan dengan kerokan pada badan anak menggunakan bawang merah. Bawang merah mengandung minyak astiri, sehingga bisa mengusir demam.
  6. Diberikan herba yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan dan bersifat menurunkan demam, antara lain sambiloto, akar alang – alang, meniran dan temulawak. Di klinik sehat dapat diberi abioticap, imunocap dan habbatussauda di tambah dengan madu secukupnya.
  7. Beri obat penurun demam jika perlu atau demam terlalu tinggi dan ada riwayat kejang karena demam.
  8. Jika demam masih berlanjut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

 Demam: gejala atau penyakit?

Sekelumit Tentang Kompres
Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

Demam: gejala atau penyakit?

Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.

Demam: gejala atau penyakit?

Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.

Demam: gejala atau penyakit? 

Menaikkan Asupan Cairan Anak
Demam: gejala atau penyakit? Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Wallahu’alam…(zhr)

Demam: gejala atau penyakit?

Sumber:
www.kliniksehat.com
http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/demam-pada-anak.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *