Di balik tagline, “SINERGI TIGA ILMU, INSYAALLAH LEBIH BAIK”.

BSEC (bekam sinergi education center) mengambil tagline penuh doa dan harapan “Sinergi tiga ilmu, insyaallah lebih baik” dalam kampanye dakwah bekam sinergi kepada umat. Ada sebagian yang bertanya-tanya, apa sih maksudnya? Mengapa harus memakai tagline yang semacam itu?

Dalam dunia pengobatan yang sekarang berkembang mulai nampak sebuah sinergi yang sering kali digunakan oleh para praktisi kesehatan. Tidak memandang dia seorang dokter atau dia seorang pengobat tradisional, ternyata kalau kita amati sudah banyak yang mulai mensinergikan antara timur dan barat.

Contoh yang paling mudah kita jumpai adalah ada seorang pengobat tradisional yang menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah pasien. Padahal kalau mau merujuk ke dunia pengobatan tradisional, tensimeter tidak pernah digunakan dalam praktek para pendahulu mereka. Para pendahulu mereka yang menekuni dunia pengoatan tradisional cukup dengan melihat lidah dan meraba nadi untuk menentukan diagnose pastinya setelah mereka anamnesa ke pasiennya.

Seiring berjalannya waktu arus modernisasi membuat dunia pengobatan tradisional juga tidak mau ketinggalan dengan menggunakan peralatan medis untuk menunjang diagnose dan menyakinkan pasiennya, misalnya penggunaan tensimeter, alat pengukur gula darah, kolesterol dan asam urat dan lain sebagainya.

Disisi lain ternyata ada fenomena yang luar biasa. Para dokter dan para medis ternyata banyak juga yang berbondong bonding mulai menyakini dengan praktek pengobatan tradisional, misalnya menggunakan tusuk jarum, acupressure, herbal atau bekam. Bahkan pengobatan tradisional ini sudah masuk ke rumah sakit sebagai bagian dari kedokteran alternative dan komplementer yang melengkapi sarana terapi di rumah sakit. Hal ini sudah terlihat di negara maju seperti Amerika dan Inggris.

Di dunia pengobatan yang lain adalah adanya fenomena kembali ke dalil yang ada didalam al Qur an dan sunnah Nabi SAW dalam menjalankan pengobatan kepasien. Cara ini lebih dikenal dengan Thibbun nabawi. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang bersifat illahiyah. Pengobatan ini berdasarkan kepada perintah dari Alloh SWT dengan melalui Muhammad SAW sebagai RosulNya. Pengobatan yang umat yakin akan kesempurnaan kesembuhannya. Hal ini terwujud dalam beberapa terapi yang Alhamdulillah kian hari kian berkembang dengan maraknya terapi bekam dan penggunaan herbal seperti Habbatussauda, madu, kurma dan propolis.

Dari ketiga fenomena yang saya sampaikan, ada sebuah harapan kedepan bahwa SINERGI TIGA ILMU INSYAALLAH LEBIH BAIK. Adalah sebuah analisa bahwa ternyata tidak bisa kita menggunakan satu disiplin ilmu saja dalam menggunakan terapi ke pasien.

Medis dengan perkembangan sangat pesat, sarana diagnosis yang super cangging dan jitu adalah suatu nikmat yang harus kita syukuri bukan kita pungkiri. Tetapi di dunia medis ada sebuah kekurangan dalam memberikaan terapi ke pasien khususnya penyakit degenerative dan keganasan/kanker. Demikian juga di dunia pengobatan tradisional dan thibbun nabawi dengan keunggulannya adalah kembali ke alam dan bersifat illahiyah (bersumber kepada wahyu yang sebagian orang mengatakan mesti lebih unggul) ada kekurangan yaitu dalam hal diagnosa ada beberapa keterbelakangan tidak bisa mengukur diagnosa dengan wujud angka.

Alangkah indahnya jika ke 3 ilmu ini kita sinergikan sehingga akan terwujud sebuah penatalaksanaan penyakit yang Ilmiah, alami dan illahiyah dengan harapan SINERGI 3 ILMU INSYAALLAH LEBIH BAIK dengaan ijin Alloh Ta’ala.

Bahwa apa yang ada dimedis, di dunia pengobatan tradisional dan di Thibbun nabawi adalah semua ilmu dari Alloh SWT. Kita manusia hanya bisa menggunakan dan berharap kesembuhan adalah datangnya dari Alloh semata. Tidak perlu mengatakan medis lebih unggul, tradisonal terbelakang. Atau sebaliknya mengatakan tradisional lebih holistic menangani penyakit sampai akar akarnya, medis hanya mengatasi gejalanya. Itu semua ungkapan yang provokatif yang semakin membuat jurang pemisah antara medis dan tradisional thibbun nabawi.

Harapan kami adalah ayo kita sinergikan, ambil yang baik baik, tinggalkan yang jelek tentunya dengan sinergi kearah yang lebih baik. Sinergi tiga ilmu, INSYAALLAH lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *