Efek Kafein dalam Kehamilan

Kafein adalah suatu stimulans yang banyak ditemukan dalam makanan, hidangan dan beberapa obat. Kafein secara alami dihasilkan oleh bermacam tumbuhan. Bahan ini juga ditambahkan kepada beberapa makanan dan hidangan untuk menambah selera. Menurut kebanyakan orang sumber utama dari kefein berasal dari kopi.

Para ahli setuju bahwa sejumlah kecil dari kafein (sepadan dengan satu sampai dua cangkir, 8 ons kopi satu hari) aman selama kehamilan (1). Keamanan untuk penggunaan kafein yang lebih banyak masih diperdebatkan. Beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah banyak (3 atau lebih cangkir kopi dalam satu hari) dapat meningkatkan resiko dari keguguran dan terjadinya BBLR (2). Bagaimanapun, tidak ada bukti yang benar bahwa kafein menyebabkan masalah ini. Sampai dikenal, wanita-wanita perlu membatasi konsumsi kafein selama kehamilan.

Apa saja makanan dan hidangan yang berisi kafein?
Kafein ditemukan di dalam kopi, teh, beberapa minuman ringan dan coklat. produk-produk bercitarasa kopi, seperti yogurt dan es krim, makanan berisi kafein, seperti halnya produk-produk seperti sirup coklat dan cocoa panas.

Jumlah dari kafein di dalam makanan dan hidangan bervariasi ukurannya. Bagaimana kopi atau teh disajikam dan jenis dari kacang atau daun yang digunakan juga mempengaruhi kandungan kafein. Secara umum, bir kopi memiliki kandungan kafein yang paling tinggi, rata-rata 137 miligram (mg) per cangkir (3). Kopi instan berisi sekitar 76 mg per cangkir (3). Suatu kaleng air soda 12 ons yang berkafein berisi sekitar 37 mg (3). Coklat secara umum mengandung kafein yang rendah. Para ahli percaya bahwa mengkonsumsi kurang dari sekitar 300 mg kafein per hari untuk kehamilan (2).

Apa saja pengobatan yang berisi kafein?
Beberapa pengobatan menggunakan kafein untuk memulihkan sakit, migren, dingin dan menunda tidur. The Food and Drug Administration (FDA) mewajibkan adanya daftar label pengobatan mengenai jumlah dari kafein. Wanita-wanita hamil secara umum perlu menghindari pengobatan berisi kafein, dan perlu selalu memeriksa diri kepelayanan kesehatan sebelum menggunakan pengobatan dalam kehamilan.

Beberapa produk herbal, seperti guarana, berisi kafein (4). FDA tidak mewajibkan produk herbal mengatakan berapa banyak jumlah kafein yang mereka gunakan, jadi banyak yang berbeda-beda. Wanita-wanita hamil perlu menghindari produk herbal karena keselamatan dalam kehamilan belum diteliti.

Bagaimana cara kafein mempengaruhi tubuh?
Kafein adalah suatu stimulans untuk meningkatkan kesiagaan. Kafein ini sedikit meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung dan peningkatan produksi urin

Beberapa individu lebih sensitif terhadap kafein dibanding yang lain. Wanita hamil mungkin lebih sensitif terhadap kafein karena mereka lebih lama untuk menghilangkan kafein dari tubuh dibanding individu yang tidak hamil (2). Kafein mungkin menyebabkan beberapa individu merasakan gelisah/gugup, mempunyai masalah pencernaan atau memiliki masalah tidur

Selama kehamilan, kafein dapat melewati plasenta dan menjangkau janin. Penelitian menyatakan bahwa kafein mungkin mempengaruhi denyut jantung janin dan pola pernafasan, meskipun demikian perubahan ini dipercaya tidak berbahaya (2).

Apakah konsumsi kafein mempengaruhi kesuburan?
Sejumlah kecil dari kafein mungkin tidak mengurangi kesempatan seorang wanita untuk hamil. Kebanyakan penelitian menemukan tidak ada pengaruh terhadap kesuburan ketika wanita-wanita mengkonsumsi kurang dari 300 mg kafein per hari. Beberapa penelitian sudah menemukan bahwa wanita yang konsumsi lebih dari 300 mg mungkin memiliki gangguan (2). Tetapi ini belum terbukti.

Apakah konsumsi kafein berperan terhadap kejadian keguguran?
Kebanyakan studi-studi sudah menemukan rendahnya konsumsi kafein (kurang dari 300 mg per hari) mungkin tidak meningkatkan resiko dari keguguran (2). Studi lain sudah menemukan bahwa wanita-wanita yang konsumsi kafein dalam jumlah besar (500 mg satu hari atau lebih) bisa dua kali lipat mengalami kejadian keguguran dibandingkan wanita yang mengkonsumsi lebih sedikit (5, 6). Bagaimanapun, beberapa studi sudah melaporkan tidak ada peningkatan resiko, dengan konsumsi kafein yang tinggi.

Apakah kafein mempengaruhi BBL?
Beberapa studi-studi menyatakan bahwa tingginya konsumsi kafein dapat menyebabkan rendahnya berat badan bayi lahir (2, 9). Bagaimanapun, jika konsumsi kafein mempengaruhi suatu berat badan lahir bayi, pengaruh itu sangat kecil terjadi (2, 9, 10).

Bayi-bayi dari wanita yang mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang besar (lebih dari 500 mg/day) bisa lebih mungkin untuk mengalami lebih cepat dalam bernafas dan laju denyut jantung dan tidur lebih sedikit pada hari-hari awal hidup (11).

Apakah aman bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi kafein selama menyusui?
Akademi Pediatri dari Amerika menganggap aman bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi kafein selagi menyusui (12). Bagaimanapun, sejumlah kecil dari kafein dapat memasuki ASI, maka wanita-wanita perlu membatasi konsumsi mereka.

Maroji’ :
1. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Your Pregnancy and Birth, 4th edition ACOG, Washington, DC, 2005.

2. Reproductive Toxicology Center. Caffeine. Updated 10/04/04, accessed 10/4/05.

3. U.S Department of Agriculture, Agricultural Research Service, 2000.

4. Skidmore-Roth, L. Guarana, in Mosby’s Handbook of Herbs and Natural Supplements, 2nd edition. St. Louis, Missouri, Mosby, 2004, pages 486-489.

5. Cnattingus, S., et al. Caffeine Intake and the Risk of First-Trimester Spontaneous Abortion. New England Journal of Medicine, volume 343, number 25, pages 1839-1845.

6. Klebanoff, M., et al. Maternal Serum Paraxanthine, a Caffeine Metabolite, and the Risk of Spontaneous Abortion. New England Journal of Medicine, November 25, 1999, volume 341, pages 1639-1644.

9. Bracken, M.B. Association of Maternal Caffeine Consumption with Decrements in Fetal Growth. American Journal of Epidemiology, 2003, volume 157, pages 456-466.

10. Clausson, B., et al. Effect of Caffeine Exposure During Pregnancy on Birthweight and Gestational Age. American Journal of Epidemiology, 2002, volume 155, number 5, pages 429-436.

11. Organization of Teratology Information Services (OTIS). Caffeine and Pregnancy. Updated Dec. 2001.

12. American Academy of Pediatrics, Committee on Drugs. Policy Statement: The Transfer of Drugs and Other Chemicals into Human Milk. Pediatrics, September 2001, volume 108, number 3, pages 776-789.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *