Excessive Daytime Sleepiness : Kantuk Berlebih

Sering merasa masih mengantuk walaupun tidur sudah cukup tidur ??? Nah…jika Anda mengalami maka anda perlu waspada adanya gangguan dalam tidur. Rasa kantuk yang dialami seseorang merupakan kondisi karena kurang tidur. Kondisi kurang tidur bisa disebabkan oleh kurangnya jam tidur atau kurangnya kualitas tidur. Kurangnya waktu tidur masih ati disiasati dengan mencukupi kebutuhan tidur, tapi jika tidur sudah cukup tapi masih merasa mengantuk Inilah yang dalam kedokteran disebut Excessive Daytime Sleepiness (EDS). Excessive Daytime Sleepiness, atau Hypersomnia dalam Bahasa Indonesia dapat dikatakan sebagai kantuk berlebih di siang hari.

Apa saja gejalanya ?
Penderita Excessive Daytime Sleepiness biasanya mengeluhkan rasa kantuk berlebih, bangun tidur tidak segar, sering mengantuk, sulit berkonsentrasi, selalu merasa lelah, menurunnya daya ingat contohnya menjadi pelupa, kurang bersemangat, libido menurun dan gangguan-gangguan lain yang jelas menurunkan produktivitas. Tapi jangan cepat-cepat mengira bahwa Anda menderita gangguan tidur karena merasa lelah, perlu dilihat ating-faktor yang lain mempengaruhi, seperti kecukupan vitamin, mineral dan nutrisi. Gangguan ini juga bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental.

Mengapa perlu waspada ?
Mengantuk menjadi patologis ketika mengantuk terjadi pada waktu individu harus atau ingin terjaga. EDS seringkali menyebabkan gangguan pada aktivitas seseorang, bayangkan jika anda sedang bekerja, sekolah selalu diserang rasa kantuk, pastinya akan menurunkan produtivitas diri. Bahkan, kondisi yang paling membahayakan mengantuk saat sedang mengemudi kendaraan, yang jika tidak diatasi pasti akan berakibat fatal.

Bagaimana mengatasinya ?
Beberapa hal yang ati dilakukan untuk mengatasi rasa kantuk yang berlebihan tadi :
1. Tidur cukup di malam hari
Kedengarannya sangat sederhana, tapi kebanyakan orang memotong jam tidur mereka satu atau dua jam di pagi atau malam hari untuk melakukan aktivitas lain. Yang penting tidur dengan waktu yang cukup dan berkualitas sehingga anda merasa lebih fresh saat bangun tidur.
2. Jauhkan pengalih perhatian dari tempat tidur
Sebaiknya tidak membaca, menonton TV, mengerjakan tugas, atau menggunakan laptop di tempat tidur. Aktivitas tersebut akan membuat Anda tidak bisa tidur. Beranjaklah ketempat tidur dengan niat untuk istirahat, sehingga tidur yang anda dapatkan akan lebih berkualitas.
3. Pastikan tidur dan bangun pada jam yang sama
Orang-orang dengan gangguan tidur seringkali dianjurkan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Menurut penulis Sound Sleep, Sound Mind: 7 Keys to Sleeping Through the Night, Barry Krakow MD menganjurkan untuk memulai dengan menetapkan jam bangun. “Patuhi jam tersebut selama beberapa pekan atau bulan untuk menciptakan ritme,” Proses ini akan membantu mengarahkan ritme circadian tubuh yang teratur.
4. Tidur lebih awal secara bertahap
Bagi anda yang terbiasa tidur malam sehingga waktu tidur kurang, anda perlu tidur lebih awal. Salah satu cara membuat jadwal yang konsisten adalah tidur 15 menit lebih awal selama empat malam. Kemudian ikuti jam tidur terakhir. Menyesuaikan jam tidur secara bertahap lebih baik dibandingkan mengawali kebiasaan tidur lebih awal secara tiba-tiba.
5. Patuhi jadwal makan dan pilihlah makanan sehat
Jam makan yang teratur juga turut mengatur ritme circadian. Cobalah mengonsumsi sarapan dan makan siang sehat lagi halal. Hindari kebiasaan minum kopi di pagi dan malam hari. Selain itu, cobalah berhenti makan dua atau tiga jam sebelum jam tidur.
6. Jangan tidur sebelum ngantuk
Cobalah membedakan rasa ngantuk dan lelah. Jika pergi ke tempat tidur saat lelah, kemungkinan anda tidak akan tertidur. Usahan pergi ke tempat tidur hanya saat benar-benar ngantuk.
7. Jangan tidur menjelang sore
Seperti yang diajarkan dalam islam untuk tidak tidur menjelang sore, hal ini akan mengganggu tidur malam sehingga memperparah ngantuk di siang harinya.
8. Ciptakan lingkungan yang tenang dan kondusif, dan jangan lupa berdo’a.
Kantuk jelas menghambat produktifitas, karena orang yang mengantuk akan mengalami penurunan kemampuan mental, hingga sulit berkonsentrasi maupun memecahkan masalah. Ketika kantuk yang timbul adalah suatu gangguan bukan kantuk karena malas yang dibuat-buat, maka membuat tidur anda lebih cukup dan berkualitas pastinya akan menjadikan aktifitas dan waktu anda akan lebih produktif. (Firdausya, Edisi 14/Mei 2010/1431 H)

Maroji’:
Perry & Potter. Fundamental of nursing. Jakarta : EGC. 2006.
www.mediaindonesia.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *