Kam’ah, obat mata herbal ala nabi

Telah menceritakan kepada kami Muslim Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Abdul Malik dari ‘Amru bin Huraits dari Sa’id bin Zaid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Kam’ah (cendawan) itu sejenis Manna, airnya adalah obat untuk penyakit mata.” (BUKHARI – 4273) .

Apakah Kam ah itu?
Al kam’ah adalah salah satu jenis cendawan (jamur truffle). Tanaman ini disebut al kam’ah karena letaknya yang tersembunyi, tidak tampak, di bawah permukaan tanah. Biasanya ia muncul di musim semi. Karena jumlahnya menjadi banyak bersamaan dengan banyaknya kilat, ia disebut tanaman kilat. Kam’ah dalam bahasa orang-orang Maroko disebut at tirfas. Ia dapat dijumpai di kawasan yang terbentang dari Afrika Utara hingga perbatasan Asia Tengah, seperti Mesir, Iran, Syiria, Palestina, dan Jazirah Arab, juga di sebagian Eropa terutama Italia dan Perancis. Al kam’ah memililki sifat dingin-lembab.

Ada yang berpendapat jamur ini benar-benar bagian dari manna, karunia yang diberikan Allah kepada bani Israil. Namun ada yang berpendapat jamur ini diibaratkan seperti manna, karena sama-sama diperoleh tanpa bersusah payah, tanpa ditanam dan tanpa disirami.

Khasiat Kam’ah
Ibnu Sina menyebutkan bahwa airnya dapat direbus, didinginkan lalu dijadikan celak. Ibnu Hajar Al Asqalany menyatakan di dalam Fathul Bary, al kam’ah dapat dibelah lalu diletakkan di dalam panci kecil berisi air kemudian direbus, hingga airnya mendidih, lalu belahan itu diambil dan diperas. Air hasil perasan ini dapat digunakan sebagai celak. Para ahli pengobatan mengenal air tanaman ini untuk membeningkan mata dan membersihkan debu-debu yang panas.

Al-Hâfizh Ibnu Hajar al Asqalany telah membawakan kepada kita sebuah kisah yang sangat populer. Ia berkata : Imam Nawawî berkata, “Yang benar, airnya bisa menyembuhkan seluruh penyakit mata secara mutlak. Air kam’ah diperas dan diteteskan ke mata.”Ia juga berkata, “Saya dan beberapa orang lain pernah melihat di zaman sekarang, orang yang buta dan sudah tidak memiliki kemampuan penglihatan sama sekali. Lantas, ia mencelaki matanya dengan air kam’ah saja, maka ia pun sembuh dan penglihatannya kembali normal. Ia adalah Syaikh yang terpercaya, Kamâl bin ‘Abd Ad-Dimasyqî, seorang yang sholih dan ahli periwayatan hadits. Beliau memakai air kam’ah, karena meyakini dan ingin meraih berkah hadits ini, lantas Alloh memberikan manfaatnya kepadanya.”

Hasil penelitian masa kini yang sudah terbukti, kam’ah membantu penyembuhan trakoma. Air kam’ah mencegah “terbentuknya jaringan ikat” (fibrosis) pada penyakit trakoma, karena intervensinya secara dominan dalam pembentukan sel-sel yang membentuk jaringan ikat. Bisa jadi, hal itu terjadi akibat netralisasi efek kimiawi racun-racun kuman penyebab trakoma dan minimalisasi bertambahnya penumpukan sel. Pada saat yang sama, ia juga mencegah pertumbuhan abnormal sel-sel konjungtiva dan meningkatkan nutrisi bagi sel-sel ini melalui perluasan pembuluh darah pada konjungtiva.

Melihat fenomena ini, semoga muslimin semakin mantap keimanannya, semakin cinta kepada Rasulnya dan semakin semangat untuk terus menggali mutiara-mutiara dien ini. [tim Ash Shihah]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *