Jurus Rahasia Atasi Rematik

Rematik adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat, terutama oleh orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut. Berdasarkan pengamatan terhadap pasien yang hadir di klinik, keluhan rematik cenderung sering berulang. Kenyamanan hidup pasien sangat terganggu sebab harus menahan rasa pegel-pege atau linu dan nyeri di persendian.

Menurut Kedokteran tradisional penyakit ini biasa disebut dengan istilah Sindroma Bi. Sindroma Bi (Bi zheng) merupakan salah satu istilah TCM (Traditional Chinese Medicine) yang mencakup penyakit menurut diagnosa medis sbb:

  1. Osteo-arthritis,
  2. Rheumatoid Arthritis,
  3. Fibrositis,
  4. Bursitis,
  5. Myalgia,
  6. Rematik Otot,
  7. Lumbago
  8. Dan Sciatica.

Pada buku Huang Di Nei Jing, Buku klasik TCM yang dikarang di antara sekitar 206 BCE-220 CE, terdapat satu Bab yang khusus membahas Sindomra Bi i. Dalam salah satu babnya dijelaskan bahwa “Yang di sebut dengan Sindroma Bi adalah serangan penyebab penyakit Angin, Dingin dan Lembab”. Jadi bisa juga dikatakan penyakit rematik ditimbulkan oleh ketiga faktor penyebab penyakit di atas.

Hubungan antara Sistem Pertahanan Tubuh dengan Bi-rematik adalah sangat dekat. Dalam buku Diskusi mengenai sumber semua penyakit yang dikarang pada tahun 610 disebutkan “Sindroma Bi disebabkan oleh kombinasi antara serangan angin, dingin dan lembab sehingga timbul bengkak dan rasa sakit. Penyakit ini timbul karena kondisi tubuh lemah sehingga ruang di antara kulit dan otot terbuka, alhasil patogen angin menyusup ke dalam.”

Bisa disimpulkan kekuatan relatif antara faktor penyebab penyakit dengan sistem kekebalan tubuh merupakan unsur penting terjadinya Sindroma Bi-rematik. Hal ini bisa menjelaskan mengapa pada kondisi cuaca yang sama, sebagian orang menderita penyakit rematik dan sebagian lainnya tidak. Penyakit ini timbul apabila sistem pertahanan tubuh relatif lebih lemah dibanding dengan faktor penyebab penyakit. Beberapa dokter menganggap “angin” sebagai penyebab penyakit merupakan perubahan cuaca dan ketidakmampuan tubuh beradaptasiterhadapnya.

Manifestasi ( gejala yang dimunculkan ) dari Sindroma Bi adalah rasa sakit, kaku atau baal pada otot, tendon-tendon, tulang belulang dan persendian. Penyakit yang digolongkan dalam Sindroma Bi menyerang tubuh bagian luar, bukan organ dalam.

Etology / penyebab penyakit antara lain=

A. Paparan pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat, seperti saat musim sedang hujan, atau saat musim kemarau, atau saat ada angin.

    B. Kebiasaan yang salah misalnya :

  1. Sering duduk di tempat lembab, berendam di dalam air atau hidup di daerah yang lembab.
  2. Aktifitas olah raga atau kerja yang berlebihan. Aerobik atau jogging yang berlebihan misalnya, dapat melukai punggung sehingga menyebabkan rasa sakit di daerah itu. Gerakan yang berulang-ulang dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu juga bisa menjadi penyebab Bi-rematik. Gerakan yang berulang-ulang bisa menyebabkan ketidak lancaran qi dan darah pada daerah tersebut, sehingga menyebabkan daerah yang bersangkutan cenderung gampang terserang faktor penyebab penyakit dari luar.

C. Faktor lain yang menyebabkan Bi-rematik adalah Defisiensi darah maupun Yin. Defisiensi darah maupun Yin menyebabkan meridian tubuh tidak ternutrisi dengan baik sehingga gampang terserang faktor penyebab penyakit dari luar. Kondisi ini sering ditemukan pada orang tua atau pada orang yang mengalami pendarahan akibat kecelakaan atau akibat volume menstruasi yang berlebihan. Dalam pengobatan selain mengusir angin, dingin dan lembab, juga perlu menutrisi Darah dan Yin.

D. Trauma (keseleo, luka memar, dll) juga merupakan penyebab dari Bi-rematik. Kecelakaan menyebabkan ketidak lancaran qi (lebih ringan) atau ketidak lancaran darah (lebih berat) pada daerah yang terkena. Walaupun kadang kelihatan sudah sembuh sempurna setelah kecelakaan, ketidak lancaran darah bisa terjadi di daerah tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa sering munculnya nyeri Bi-rematik pada daerah tersebut pada saat terjadi perubahan cuaca, misalnya pada saat turun hujan. Berdasarkan pengalaman, akupunktur sangat efektif untuk kondisi ini.

  • Terakhir adalah faktor emosi, emosi marah dan benci bisa menyebabkan ketidaklancaran qi, Emosi sedih, duka cita, atau terkejut juga bisa menyebabkan kekurangan qi dan darah sehingga menyebabkan meridian kekurangan nutrisi.

Penggolongan Sindroma Bi di bagi menjadi :

1. Bi bergerak (Bi angin)
Disebabkan oleh patogen angin, cirinya rasa sakit pada otot dan sendi, keterbatasan gerakan, dengan rasa sakit yang berpindah dari satu sendi ke sendi yang lainnya.

2. Bi Menetap (Bi lembab)
Disebabkan oleh patogen angin, cirinya rasa sakit dan linu serta bengkak pada otot dan sendi dengan perasaan berat dan baal di anggota gerak tubuh, tempat sakitnya menetap pada satu tempat dan diperparah oleh cuaca lembab.

3. Bi Nyeri (Bi dingin)
Disebabkan oleh patogen dingin, cirinya rasa sakit yang sangat berat pada sendi atau otot diikuti keterbatasan gerakan, biasanya hanya satu sisi. Untuk kasus ini biasanya ditandai dengan gejala kaku pada saat bangun tidur pagi. Gejala berkurang jika sudah mulai dipakai untuk aktivitas.

4. Bi Panas
Merupakan perkembangan dari ketiga jenis Bi-rematik di atas. Cirinya rasa sakit dan panas pada sendi ketika diraba, merah dan bengkak pada persendian diikuti keterbatasan gerakan dan rasa sakit yang sangat berat. Kasus akut bisa timbul haus dan demam yang tidak turun walaupun berkeringat.

Prognosis dan Pencegahan

Bekam sangat efektif dalam pengobatan rematik baik yang bersifat akut maupun kronis. Kasus akut hanya memerlukan beberapa kali pengobatan saja. Namum kebanyakan pasien yang berobat adalah orang lanjut usia dengan kondisi penyakit yang sangat kronis. Kasus-kasus ini bisa diterapi secara berhasil juga, tetapi semakin lama penyakitnya yang sudah diderita, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhannya.

Osteoarthritis lebih gampang diobati dibanding rhemathoid arthritis, tetapi apabila deformitas tulang sudah terjadi pada Osteoarthritis, pengobatannya bisa sangat lama. Dan adakalanya perlu mengabungkan terapi herbal digabung bersamaan dengan terapi akupunktur, terutama untuk kasus yang sudah kronis.

Dua hal penting yang perlu dicermati dalam pencegahan Bi-rematik adalah olah raga dan Diet. Olah raga yang teratur dan cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mobilitas tubuh. Olah raga yang teratur menstimulasi sirkulasi Qi dan Darah, dan menjaga otot tetap flexibel sehingga bisa mencegah serangan faktor penyebab penyakit dari luar. Olah raga yang baik antar lain jalan kaki dan bersepeda.

Prinsip Diet ala TCM dan THIBBUN NABAWI

A. Untuk Bi-Rematik tipe Dingin
adalah penting untuk tidak banyak mengkonsumsi makanan yang bersifat dingin seperti sayuran mentah ( lalapan ) dan buah yang bersifat dingin ( mentimun, semangka, melon, blewah, peer, dll). Juga tidak baik mengkonsumsi minuman es. Hal ini disebabkan makanan atau minuman yang bersifat dingin menghasilkan Patogen Dingin yang bisa memperparah rasa sakit pada persendian.

Makanan yang bermanfaat adalah makanan yang memiliki sifat energi hangat seperti daging (dengan jumlah wajar/moderat), jahe, telur, bawang putih dan rempah-rempah yang mempunyai sifaat hangat misalnya: lempuyang, cabe jawa, nampu dan kapulaga (dengan jumlah wajar/moderat). Khususnya jahe, sifatnya hangat dan bisa merangsang sirkulasi serta mengusir patogen dingin.

CARA : Godog 3 iris jahe segar selama 10 menit dan dicampur dengan satu sendok gula merah (yang memiliki energi hangat juga) akan membantu orang dengan keluhan Bi-Rematik tipe Dingin ini.

B. Untuk Penderita Bi-Rematik Tipe Lembab, sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang bisa menghasilkan Lembab, misalnya susu, mentega, es krim, kacang tanah, pisang, Keju dan gorengan.

C. Penderita Bi-Rematik Tipe Angin sebaiknya tidak mengkonsumsi “makanan pemicu” seperti udang, lobster, bayam dan jamur. Lebih baik mengkonsumsi makanan yang bisa memperkuat darah seperti ayam ( dengan cara masak yang tidak di goreng ) , sup ayam, nasi dan wortel. Makanan tersebut bias menambah darah, sehingga harapannya membuat darah hati cukup, anginpun tidak bisa masuk ke tubuh.

D. Penderita Bi-Rematik TIpe Panas tentu saja tidak mengkonsumsi makanan bersifat hangat seperti binatang buruan, daging kambing, daging sapi, alkohol, bawang putih, jahe dan rempah-rempah.

Untuk tipe rematik mana saja, penderita sebaiknya menghindari makanan yang rasanya asam karena bisa menganggu fungsi “Hati” dan memperparah rasa sakit. Makanan tersebut antara lain yoghurt, cuka, oranges, buah anggur, mangga mentah, dan acar.

Terapi bekam dan herbal untuk masing-masing jenis Sindrom Bi

  • Sindrom Bi angin. Cirinya rasa sakit pada otot dan sendi, keterbatasan gerakan, dengan rasa sakit yang berpindah dari satu sendi ke sendi yang lainnya. Herbal yang disarankan antara lain Jahe, lempuyang, cabe jawa. Teknik Bekam yang dipakai Bekam kering.
  • Sindrom Bi dingin. Cirinya rasa sakit yang sangat berat pada sendi atau otot diikuti keterbatasan gerakan, biasanya hanya satu sisi. Untuk kasus ini biasanya ditandai dengan gejala kaku pada saat bangun tidur pagi. Gejala berkurang jika sudah mulai dipakai untuk aktivitas. Herbal yang disarankan antara lain Habbatussauda, madu, propolis, cabe jawa, lempuyang, jahe, lengkuas dan nampu. Teknik Bekam yang dipakai Bekam api.
  • Sindrom Bi lembab . Cirinya rasa sakit dan linu serta bengkak pada otot dan sendi dengan perasaan berat dan baal di anggota gerak tubuh, tempat sakitnya menetap pada satu tempat dan diperparah oleh cuaca lembab. Herbal yang disarankan antara lain. Herbal yang disarankan antara lain Habbatussauda, madu, propolis, cabe jawa, lempuyang, jahe, lengkuas dan nampu. Teknik Bekam yang dipakai Bekam api.
  • Sindrom BI Panas. Cirinya rasa sakit dan panas pada sendi ketika diraba, merah dan bengkak pada persendian diikuti keterbatasan gerakan dan rasa sakit yang sangat berat. Kasus akut bisa timbul haus dan demam yang tidak turun walaupun berkeringat. Herbal yang disarankan antara lain Songgolangit, sidaguri, kumis kucing, alang-alang. Teknik Bekam yang dipakai Bekam basah.

Model Teknik Bekam Yang dipakai dalam BEKAM SINERGI
Ada 3 teknik yang dipakai dalam bekam sinergi ini yaitu :
a. BEKAM BASAH adalah proses pembekaman dengan melakukan torehan untuk mengeluarkan darah yang ada di kapiler epidermis ( Digunakan untuk kasus SINDROM BI tipe panas )

b. BEKAM KERING adalah proses pembekaman dengan melakukan kop saja tanpa dilanjutkan penorehan/pengeluaran darah ( digunakan untuk kasus SINDROM BI ANGIN )

c. BEKAM API adalah proses pembekaman dengan bantuan api sebagai media pembuatan ruang hampa udara dalam gelas vacuum. ( Digunakan untuk kasus sindrom Bi tipe dingin )

Catatan Tambahan :
Untuk semua kasus diatas penulis menyarankan selain di terapi dengan bekam dan herbal, pakailah minyak BUT-BUT ( Baik dari HPA maupun Wahida Indonesia ) dilokasi terserangnya rematik.

Cara pemakaian:
Tuangkan minyak but-but di atas sendok makan. Panasi dengan api kecil. Oleskan minyak yang hangat tersebut pada lokasi yang sakit.

Herbal:
Untuk kasus orang terserang rematik dengan kurang darah maka bisa ditambahkan madu, makan kurma dan minum jus wortel.

Demikian pembahasan kasus rematik dengan bekam dan herbal, jika ada dari pembaca yang belum jelas silahkan kita diskusikan melalui Facebook dr Achmad Ali Ridho Akp atau more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *