KERIHATINAN DI BALIK PERKEMBANGAN

Alhamdulillah, masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal thibbun nabawi. Kalau kita lihat perkembangan thibbun nabawi di Indonesia mengalami akselerasi yang cepat beberapa tahun terakhir ini. Meskipun saya sendiri baru bergabung dan menekuni thibbun nabawi kurang lebih 2 tahun yang lalu setelah lulus pendidikan kedokteran umum.

Sebagai seorang muslim yang paling utama adalah kita meyakini kebenaran akan thibbun nabawi karena pengobatan ini mempunyai sumber rujukan yang jelas dan shohih. Meskipun secara ilmiah belum semuanya dilakukan penelitian. Tetapi sikap yang harus kita bangun adalah semua yang datang dari Rasulullah SAW mutlak kebenarannya.

Hal inilah yang memotivasi kami untuk bergerak mengembangkan dan mengenalkan thibbun nabawi ke masyarakat. Dan subhanalloh hal itu terbukti setelah kami berpraktek dengan thibbun nabawi banyak penyakit yang seharusnya bukan kompetensi kami untuk bisa menangani, tetapi ternyata di beri kesembuhan oleh Alloh SWT lantaran menggunakan terapi thibbun nabawi. Maka belum ada dua tahun kami praktek kami juga memberikan keilmuan ini kepada temen dokter maupun masyarakat umum yang ingin belajar terapi thibbun nabawi supaya lebih banyak yang tahu tentang terapi ini.

Penilaian saya terhadap Thibbun nabawi di Indonesia
Kelebihan
Secara umum perkembangan cukup signifikan, terbukti banyak klinik dan terapis bekam yang mulai bermunculan di beberapa kota di Indonesia. Kemudian kalau dilihat produk –produk muslim seperti Habbatussauda, minyak zaitun, sari kurma, madu mulai bermunculan dengan keanekaragaman yang lebih banyak. Alhamdulillah semangat kaum muslimin untuk mengembangkan pengobatan ini sangat bagus.
Apalagi untuk produk-produk muslim sudah banyak yang telah lulus ijin badan POM dan menggunakan standar cara pembuatan obat tradisional yang memenuhi standar.

Kekurangan
1. Banyak dari terapis yang belum memahami tentang konsep dasar pengobatan thibbun nabawi. Perlu kami jelaskan bahwasanya Bekam, madu dan habbatusauda itu adalah hanya sebuah terapi/ bentuk penatalaksanaan terhadap penyakit. Bekam bukan sebuah ilmu pengobatan yang membahas tentang etiologi/ penyebab penyakit, pathogenesis/ perjalanan terbentuknya sebuah penyakit, gejala klinis sebuah penyakit, bagaimana mendiagnosa sebuah penyakit, bagimana memberikan edukasi ke pasien tentang pencegahan terhadap penyakit dan lain-lain. Yang semua itu adalah sebuah rangkaian ilmu yang harus kita ketahui terlebih dahulu untuk melakukan sebuah tatalaksana penyakit terhadap seseorang.

Tetapi yang ada di masyarakat adalah kondisi yang berkebalikan. Terapis sudah bisa membekam tetapi tidak tahu tentang penyakit. Sebagai contoh misalnya kita menanyakan kenapa anda membekam pasien ini? Terkadang banyak dari kita (terapis) yang tidak bisa menjelaskan. Alasannya karena pegel-pegel, maka saya bekam. Padahal kalau kita mengilmui tentang konsep penyakit, pegel-pegel bisa disebabkan karena kurang darah, stagnasi energy atau serangan angin luar. Kalau pegel-pegel karena kurang darah seharusnya tidak dibekam. Sehingga terapi bekam tidak memberikan kesan kesembuhan kepada pasien.

Sebagai contoh suatu ketika saya dipanggil ke rumah pasien yang mengalami sakit CRF ( Chronic Renal Failure/ gagal ginjal kronis ), saya menanyakan kepada pasien pernah di terapi apa saja? Beliau menjawab saya rutin berbekam. Maka waktu itu saya geleng-geleng kepala. Kenapa pembekamnya tidak tahu kalau pasien tadi harusnya tidak di bekam. Karena kondisinya anemia dan lemah, dengan kaki yang membengkak. Inilah Yang saya khawatirkan akan semakin memperburuk citra bekam dimasyarakat yang mereka meyakini bekam adalah pengobatan Nabi.

2. Ada beberapa dari saudara kita melakukan terapi bekam tidak memperhatikan prosedur sterilitas yang benar. Contohnya berpraktek bekam di pasar yang terbuka, tidak membersihkan peralatan bekam dengan desinfektan, melakukan pembekaman tanpa mengetahui kondisi pasiennya dan lain-lain. Sehingga ada beberapa lapisan masyarakat kaum muslimin ini yang ragu untuk terapi bekam. Bekam terkesan kotor, mereka berpikir darah adalah media penghantar penyakit, sehingga kalau tidak higienis bisa menularkan penyakit dari satu orang ke orang yang lain.

3. Untuk biaya terapi bekam ataupun harga obat herbal Thibbun Nabawi terkesan lebih mahal, kalau dibandingkan dengan obat kimia. Sehingga masyarakat menengah ke bawah masih cenderung periksa ke dokter umum karena biaya periksa dan obat lebih terjangkau. Tetapi saya yakin disaat banyak produk herbal yang beredar maka kedepan harga semakin bersaing dan cenderung akan lebih murah.

Harapan:
1. Sebagai seorang dokter muslim, saya mempunyai sebuah harapan dan impian besar temen-temen dokter mau bergabung berjuang mempergunakan thibbun nabawi untuk pengobatan yang utama kepada semua pasiennya.

2.
Kemudian berdirinya lembaga penelitian yang meneliti lebih jauh tentang bekam, habbatussauda, madu , kurma, zaitun dan yang lainnya.

3. Mempunyai impian berdirinya Rumah Sakit Thibbun Nabawi di setiap kota di Indonesia, disetiap kecamatan terdapat klinik thibbun nabawi dan di setiap kelurahan terdapat juru bekam professional putra dan putri.

4. Berdirinya lembaga sosial yang bergerak di masyarakat dengan memberikan pelayanan Thibbun Nabawi gratis.

Ini semua tidak akan terwujud kalau tidak ada keikutsertaan para dokter muslim untuk bergabung bersama dan peran masyarakat muslim untuk ikut belajar terapi ini.

Kepada para sejawat dokter muslim
Teman-teman sejawat yang saya hormati, Baginda Rosulullah SAW telah membawakan kepada kita petunjuk. Termasuk didalamnya petunjuk dalam memberikan pengobatan disaat manusia itu sakit. Saya berharap dan menghimbau untuk para teman sejawat dokter sambutlah petunjuk itu dengan hati yang lapang, mari kita teliti apa-apa yang telah beliau anjurkan sesuai dengan ilmu kedokteran.

Insya Allah apa yang beliau sampaikan penuh dengan kebenaran. Kita sebagai ilmuan diharapkan meneliti untuk menguatkan dan mengembangkan pengobatan ini sehingga umat ini akan sehat dengan yang HALAL, ALAMI, ILMIAH DAN ILAHIAH. Sehingga kehidupan ini penuh limpahan berkah dari Alloh lantaran mengamalkan sunnahnya Rosulullah SAW. Yakinlah saudaraku teman sejawat, “ Bersama sunnah ada kesembuhan “ dengan ijin Alloh Ta’ala.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp founder BEKAM SINERGI
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *