Kurma dan Persalinan

Allah Subh?nahu wa Ta’?la telah memerintahkan Maryam untuk memakan kurma masak yang masih basah/segar, saat hendak melahirkan ‘Isa ‘alaihissalam.

Allah Subhanahuwata’ala, ”Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia (Maryam) berkata, ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, ‘ Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Robbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.’” (Maryam [19]: 23-25)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahulloh membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”.

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthob. Kandungan gula dalam ruthob sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”.

Buah kurma kaya akan besi dan kalsium. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil sampai nifasnya. Besi dan kalsium penting dalam proses pembentukan air susu ibu. Mereka juga berperan dalam menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang.

Ruthob mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim. Ia mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga seorang ibu dengan mudah melahirkan anaknya. Ia juga mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui. Sehingga kurma memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Artikel yang relevan: Kurma dalam tinjauan TCM

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan? Silahkan hubungi kami