Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Siapa tak kenal kurma? Hampir semua orang sudah akrab dengan buah Arab ini. Buah manis berbentuk lonjong ini sering kali dikonsumsi ketika berbuka puasa. Dari berbagai manfaat yang ada, salah satu manfaat yang sangat berguna bagi kehamilan adalah memperkuat rahim, sehingga dianggap mampu memudahkan proses persalinan. Sebagaimana kisah Maryam Al Adzra dalam firman Allah swt. dalam QS. Maryam ayat 23 – 26, “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata,”Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Maka, dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah,”Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…,” Lalu, apa yang menjadikan kurma sebagai makanan pilihan ketika Maryam Al Adzra akan melahirkan?

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Mengenal Buah Kesukaan Nabi
Kurma (Arab: Tamr, latin: Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix dan buahnya dapat dimakan. Buahnya yang manis berbentuk lonjong dengan ukuran 2-7,5 cm ini memiliki bermacam-macam warna antara cokelat gelap, kemerahan, kuning muda dan putih. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia.
Allah swt. pun telah memperkenalkannya pada manusia dalam QS. Ar Rahman: 11, “Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.”

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Kurma merupakan kombinasi alamiah antara makanan sumber energi dan sumber zat-zat gizi penting karena kurma mengandung berbagai macam karbohidrat, vitamin, dan mineral.

  1. Karbohidrat
    Dalam buah kurma, karbohidrat adalah komponen utama yang berfungsi sebagai penyuplai energi tubuh. Kadar karbohidrat dalam kurma berkisar sekitar 60% pada ruthab (kurma basah) dan 70% pada tamr (kurma kering). Karbohidrat ini terdiri dari glukosa, fruktosa, sukrosa dan sejumlah kecil polisakarida (sellulosa dan pati), sejumlah kecil senyawa-senyawa turunan karbohidrat seperti pectin, dan serat kasar. Adanya serat kasar dalam makanan kita bisa menghindarkan masalah sulit buang air besar, sedangkan adanya pectin membawa efek menurukan kolesterol.
    Energi yang terkandung dalam buah kurma segar (kandungan airnya 86%) adalah sebesar 406,14 kJ (96,7 kkal) per 100 g buah segar. Kurma kering (kadar airnya kurang dari 20%, konsistensinya seperti kismis) mengandung energi sebanyak 1680 kJ (340 – 400 kkal). Ini berarti 100 g kurma dapat menyumbang kebutuhan energi sebesar 14 – 17% dari total energi standar yang diperlukan per hari (standar laki-laki 70 kg, sedangkan wanita 55 kg).
  2. Mineral
    Zat mineral yang terdapat dalam kurma adalah kalsium, fosfor, kalium, belerang, batrium, khlor, magnesium, besi, mangan, tembaga, kobalt,seng, khrom, yodium dan fluor. Yang menarik, kandungan besi kurma per 100 g buah kering dari varietas tertentu bisa memenuhi kebutuhan zat besi manusia per hari dalam semua situasi. Kurma merupakan solusi prkatis terapi suplementasi zat besi dalam kasus-kasus anemia selama masa anak-anak, hamil, dan dalam kasus haemorrhages (perdarahan) yang timbul akibat menstruasi, parturition atau terluka. Cara ini memiliki kelebihan dibanding metode suplementasi zat besi dalam bentuk tablet yang bisa menimbulkan berbagai efek samping mual, sakit kepala, dan hilang nafsu makan. Di samping itu zat besi dalam kurma akan lebih mudah diserap tubuh dengan adanya glukosa, fruktosa dan vitamin C dalam kurma yang masing-masing telah diketahui membantu absorpsi zat besi oleh tubuh. Selain itu memakan kurma tidak memerlukan resep dokter sebagaimana zat besi dalam tablet. Untuk menjamin asupan zat besi per hari diperlukan 100 g kurma kering. Hal ini jika hanya mengandalkan kurma satu-satunya sumber zat besi.
  3. Vitamin
    Golongan vitamin yang terdapat dalam buah kurma adalah thiamin atau vitamin B1, riboflavin atau vitamin B2, biotin, asam folat , asam askorbat atau vitamin C, pro-vitamin A (beta carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotent dan vitamin B6. Dalam setiap 100 gr kurma kering terkandung vitamin A 90 IU, tiamin 93 mg, riboflavin 114 mg, niasin 2 mg dan kalium 667 mg. Sedangkan zat gizi lain yang terkandung dalam kurma adalah 20% protein dan 3% lemak. Tak heran jika buah ini di sebut dengan buah manjam (tambang) karena banyaknya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

Buah Pilihan untuk Kehamilan dan Masa Persalinan
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Kenapa dipilihkan kurma masak yang masih basah untuk wanita yang hendak melahirkan?
Karena buah kurma memiliki khasiat hebat bagi wanita yang akan melahirkan. Pada buah tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistol-nya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke seluruh tubuh-red). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya: “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula. Hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistol-nya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke seluruh tubuh-red). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”
Selain itu, buah kurma matang sangat kaya dengan unsur kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan kalsium merupakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya, dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.
Buah kurma berfungsi mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oksitosin yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oksitosin adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.
Menurut pelbagai penelitian ilmiah pula memang terbukti bahwa kurma masak yang masih basah memiliki pengaruh yang setara dengan obat-obat melalui proses farmasi (medis) untuk memperlancar proses persalinan, juga membantu keselamatan ibu dan janinnya secara bersamaan, disamping untuk mengikat rahim usai proses bersalin secara langsung. Selain itu, kurma juga membantu mencegah timbulnya pendarahan akibat melahirkan, dan mengembalikan rahim ke posisinya yang normal sebelum masa hamil.
Sementara Dr. Hayat Khafaji menjelaskan pentingnya kurma masak yang masih basah saat persalinan dengan mengatakan, “Sesungguhnya kurma mengandung sejumlah besar zat gula ringan yang mudah dicerna dan dihisap oleh tubuh, seperti glukosa. Sebagaimana yang telah dimaklumi, kandungan zat-zat gula tersebut merupakan sumber energi utama. Sehingga kurma adalah makanan terbaik untuk membentuk otot. Sementara otot rahim adalah otot terbesar dalam tubuh manusia.
Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan, Demikianlah beberapa khasiat yang berhasil disingkap oleh para pakar medis modern setelah berlalu ratusan tahun dari turunnya wahyu Allah yang telah menganjurkan wanita-wanita bersalin untuk mengonsumsi kurma. Mahasuci Allah yang telah menciptakan manusia dan memberinya petunjuk untuk melakukan apa saja yang berguna bagi dirinya, dan berguna pula untuk mengatur kondisinya.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (QS. Fushshilat [41]:53)

Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan

(Artikel Kurma, Penguat di Masa-masa Persalinan Dari berbagai sumber)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *