Makan pun ada aturannya

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Makan pun ada aturannya

Makan pun ada aturannya

Makan pun ada aturannya, Kesopanan seseorang sering kali dinilai dari tindak tanduknya saat di meja makan. “Table manner”, orang barat bilang. Namun, poin-poin etika apa saja yang sebaiknya kita, sebagai seorang yang mengaku dirinya muslim, kuasai? Tentu saja dengan mengacu pada apa-apa yang dicontohkan Rosululloh SAW yg tidak berbicara dan berbuat atas dasar hawa nafsu, melainkan apa yang beliau ucapkan berdasarkan wahyu.

Makan pun ada aturannya

Di dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW banyak nash yang mengatur kehidupan manusia di dunia dan pola hidup yang seharusnya, yang menjamin  kesehatan dan kemuliaan manusia serta menempatkan posisi manusia sesuai dengan fitrah yang telah diciptakan Alloh Ta’ala. Sebut saja, contoh hadits:
“Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak yang harus kamu penuhi.”(muttafaq’alaihi)
Di antara hak tubuh itu adalah memberinya makan jika lapar, mengistirahatkan bila letih, membersihkannya bila kotor, serta melindunginya dari segala yang dapat menyakitinya, mengobati jika sakit serta tidak membebaninya dengan sesuatu yang tidak mampu ia emban.
Rosululloh SAW telah memperingatkan kita, bahwa: “Sumber segala penyakit adalah Al Bardah.” Al Bardah berarti gangguan pencernaan. Maka apa saja yang harus kita perhatikan untuk menghindarinya?

Makan pun ada aturannya

Makan pun ada aturannya, Berikut ini beberapa etika dalam Islam saat makan dan minum:

  1. Makan pun ada aturannya, Membaca basmallah ketika hendak makan-minum. Sehingga seorang muslim akan mengingat bahwa makanan yang akan disantapnya tidak lain adalah nikmat dan anugerah Alloh Yang Maha Pengasih. Dengannya ia akan selalu memelihara, tidak berlebihan dan tidak bersikap mubadzir. Ia juga meyakini bahwa makanan ini bukan tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk taat kepada Alloh.
  2. Makan pun ada aturannya, Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Mengenai hal ini Rosululloh SAW bersabda: “Barang siapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih (lemak), lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri.”
  3. Makan pun ada aturannya, Mencuci mulut sebelum dan setelah makan. Baik dengan berkumur maupun dengan bersiwak, untuk membersihkan gigi dari sisa makanan dan bakteri.
    “Berkumurlah kalian setelah minum susu, karena di dalamnya mengandung lemak.”(HR Ibnu Majah)
    “Bersiwak itu dapat membersihkan mulut dan sangat disukai Alloh.” (HR Bukhori, Nasa’i, Ahmad, Ibnu Majah, dan Ad Darimi)
  4. Makan pun ada aturannya, Bersikap sederhana, seimbang dan menjauhi sikap berlebihan lagi rakus dalam makan dan minum.
    “Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(QS Al A’rof:31)
    “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya.”(QS Thoha:81)
    “Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan. (HR Ibnu Majah)
    “Kami adalah orang-orang yang tidak makan, kecuali setelah lapar, dan bila makan, kami tidak sampai kenyang.”
    Pola makan yang buruk seperti berlebihan dalam makan atau sebaliknya, terlalu sedikit dari yang dibutuhkan, serta tidak memperhatikan keseimbangan kandungan makanan, akan menyebabkan munculnya berbagai  penyakit. Pola makan dan kualitas makanan sangat mempengaruhi pencernaan sesuai kemampuan tubuh menyerap zat-zat makanan.
    Mengonsumsi makanan yang banyak tanpa dicerna dengan baik akan memaksa pankreas mengeluarkan enzim yang melebihi kapasitasnya, yang jika ini berlangsung secara terus menerus akan menyebabkan menurunnya fungsi bahkan rusaknya organ tersebut.
    Makan berlebihan ditambah kurang gerak, malas, dan banyak tidur secara tidak langsung akan menyebabkan gangguan pencernaan, kelebihan kalori, yang dapat menghantarkan kepada kegemukan bahkan penyakit metabolik (diabetes, hiperkolesterol, penyakit jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner).
    Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lain untuk bernafas.”(HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Muslim)
    Memenuhi lambung dengan makanan dan minuman akan berbahaya bagi pencernaan itu sendiri juga berbahaya bagi organ tubuh lain di sekitarnya. Salah satu keluhan yang dapat dirasakan begah sampai sulit bernafas.
    Umar bin Khoththob berkata,”Jauhilah oleh kalian sikap rakus dalam makanan, karena bisa merusak tubuh, dan dapat mengundang penyakit, serta membuat malas mengerjakan sholat. Karena itu, hendaklah kalian bersikap sederhana, karena sikap ini lebih baik bagi tubuh, menjauhkan dari sikap berlebihan.”
  5. Makan pun ada aturannya, Makan menggunakan tiga jari tangan kanan. Jika makan dengan lima jari menunjukkan kerakusan, makan dengan satu atau dua jari menunjukkan kesombongan dan keangkuhan, maka makan dengan tiga jari merupakan sikap pertengahan dan seimbang.
  6. Duduk tegak lurus saat makan dan tidak bersandar. Kedua hal ini menbantu pencernaan dalam bekerja.
  7. Makan pun ada aturannya, Ambil makanan terdekat, tidak mencela makanan yang tidak disukai, cukup tinggalkan saja.
  8. Makan dan minum sambil duduk, tidak bernafas dalam gelas dan tidak meniup makanan dan minuman. Hidung dan mulut mengandung begitu banyak mikrobakteri, yang bisa saja mengenai makanan atau minuman bila ditiup.
  9. “Rosululloh SAW melarang minum dari dari mulut poci.”(HR Bukhori Muslim dan Ibnu Majah)
  10. Dianjurkan untuk tidak minum pada saat atau langsung setelah makan. Karena akan mempermudah lambung mencerna makanan.
  11. Rosululloh SAW minum dengan menyesap, tidak dengan menenggak. Menenggak maksudnya, minum dengan memberi ruang udara untuk masuk ke lambung. Hal ini dapat menyebabkan kembung serta menyulitkan gerak lambung dalam mencerna. Menyesap berarti menempelkan bibir ke permukaan air, sehingga bisa mencegah udara masuk ke lambung. Nabi SAW biasa minum dengan tiga kali teguk, sambil bernafas di antara ketiga tegukan itu di luar tempat minum, bukan di dalamnya. Bernafas dalam gelas atau dengan kata lain bersamaan dengan minum itu mengandung bahaya, salah satunya, tersedak, di mana pernafasan dapat tersumbat. Jadi, tidak baik menghabiskan minuman sekaligus dalam sekali tegukan.
  12. Makan bersama-sama, tidak sendiri-sendiri. Dianjurkan juga makan sambil berbincang dan tidak diam. Hal ini dapat menciptakan suasana santai, menyenangkan dan penuh kasih sayang sehingga akan memberi nilai positif bagi selera makan.
  13. Menghormati budaya dan tradisi makan yang ada di tempat kita makan. Tidak boleh menghina, mencela atau membenci satu jenis makanan tertentu, sekalipun makanan itu di luar kebiasaannya.
  14. Mendahulukan makan buah-buahan sebelum makan daging. Salah satu alasan sebagai upaya untuk mengikuti apa yang dilakukan paera penghuni surga. “dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”(QS Al Waqi’ah: 20-21)
    Makan buah-buahan sebelum menyantap makanan pokok dapat memancing lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung, yang akan sangat membantu pencernaan.
  15. Bersikap lembut ketika mengurus orang sakit serta tidak memaksanya untuk memakan makanan tertentu.
  16. Tidak tergesa-gesa ataupun makan dalam keadaan marah. Makan secara perlahan dan mengunyah dengan baik. Mengunyah akan merangsang keluarnya air liur yang kaya akan enzim pencernaan. Jadi proses mengunyah yang baik akan meringankan kerja lambung dan organ pencernaan selanjutnya. Sedangkan makan dalam keadaan marah dapat menghambat kerja pencernaan.
  17. Hendaklah jarak antara makan satu dengan makan lainnya tidak kurang dari 4-5 jam. Hal ini sesuai dengan waktu pengosongan lambung. Sehingga makanan tercerna dengan optimal. Dan usahakan agar jarak antara waktu makan malam dengan waktu tidur tidak kurang dari dua jam. Makan malam dilakukan tepat waktu, sehingga tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Terlalu cepat tidur setelah makan akan menyulitkan lambung mencerna makanan, banyak menimbulkan gas, susah buang air besar serta dapat menimbulkan bau mulut. Waktu tidur merupakan waktu usus paling aktif mencerna makanan yang sebelumnya dimakan.

Makan pun ada aturannya

Demikian sekelumit tulisan yang dapat kami hadirkan. Pembaca dapat melengkapinya dari sumber-sumber yang bertebaran dalam khazanah keilmuan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *