Makanan Mentah VS Makanan Dimasak

Di dunia barat, mereka yang sedang menjalani penyembuhan holistic, dianjurkan makan makanan yang asli. Tidak dimasak atau setengah matang, manfaat makanan itu akan semakin baik. Dr. Bernard Jensen dalam buku “Makanan yang Menyembuhkan” menganjurkan agar makanan yang dikonsumsi adalah kombinasi dari 60 % makanan mentah dan 40 % makanan yang sudah dimasak.

Rekomendasi itu sangat bertolak belakang dengan pandangan Cina kuno. Bagi orang Cina, makanan mentah bersifat terlalu dingin dan tidak baik bagi lambung, yang merupakan sebuah organ yang menyukai sesuatu yang hangat. Untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut, kami menganjurkan supaya Anda belajar mengetahui tubuh Anda dan makanan yang sesuai untuk Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan mengonsumsi banyak makanan mentah, kami anjurkan Anda mengurangi jumlahnya atau tidak memakannya sama sekali. Mulailah memasak makanan Anda dengan cara yang ringan.

Makanan mentah mengandung nutrisi yang lebih banyak daripada makanan yang dimasak karena beberapa nutrisi telah hancur atau hilang ketika makanan dimasak. Akan tetapi menurut orang Cina, kekurangan itu tetap lebih baik karena makanan yang dimasak bersifat hangat sehingga cocok bagi lambung dan lebih mudah dicerna.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Maroji: Food and Cancer dr Chrish K.H. Teo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *