MENGAPA BEKAM LEBIH PAS DIBAHAS DENGAN ILMU PENGOBATAN TRADISIONAL

Kalau kita mau sejenak menengok sejarah, bekam ini ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bekam telah dikembangkan dan dipraktekkan oleh bangsa Mesir, Yunani dan Cina.

Secara ilmu kedokteran modern belum banyak penelitian yang mengungkap bagaimana cara kerja bekam sehingga menyehatkan tubuh. Meskipun sudah ada bebarapa teori yang menyebutkan bekam akan meningkatkan dan melancarkan peredaran darah. Dari sisi ini misalnya bekam akan membuat vasodilatasi pembuluh darah, maka semua organ yang ada didalam tubuh akan sehat karena mendapatkan suplai darah yang cukup.

Tetapi ada yang unik jika kita memandang bekam dari sisi kedokteran tradisional. Dalam kedokteran tradisional darah jadi lancar jika yang pertama energy pompa jantung cukup, yang kedua darah lancar jika tidak ada sesuatu yang menghambat, misalnya: unsure dingin atau unsure panas. Yang ketiga fungsi limpa yang baik sehingga ia akan menjaga darah supaya tetap dalam pembuluh darah.

Maka jika dilihat dari sisi kedokteran tradisional belum tentu seseorang yang di bekam basah itu akan selalu akan memberikan efek melancarkan peredaran darah. Karena boleh jadi seorang itu mengalami darah yang mandek atau stagnan karena factor dingin yang ekses didalam tubuh sehingga dingin itu mengerutkan meridian sehingga jalannya darah jadi tidak lancar.Yang kedua darah yang stagnan karena tubuh kekurangan energy sehingga pompa jantungnya jadi lemah. Hal ini yang akhirnya membuat darah tidak lancar.

Jika darah yang tidak lancar karena panas yang ekses, maka dengan berbekam basah akan mengeluarkan unsure panas yang berlebih tadi sehingga membuat peredaran darah jadi lancar. Pada kasus inilah bekam basah akan memberikan efek yang signifikan bagi pasien dengan keluhan yang terkait dengan panas ekses misalnya: ekses Yang hati, odem yang, dan semua penyakit dengan eksopatogen angin dan panas.

Kemudian didalam praktek membekam kita akan melihat angin yang keluar dari tubuh kita dengan wujud angin yang tertampung di kop saat pembekam. Ini menunjukkan bahwa bekam mengeluarkan angin dan darah. Di dalam medis belum menemukan istilah angin, padahal banyak orang awam yang sudah tahu istilah “masuk angin”.Jika masuk angin, maka secara logika yang sederhana harus dikelurakan anginnya. Tinggal melihat angin yang masuk bersama pathogen apa? Misalnya dengan pathogen panas maka kita sebut dengan angin panas. Jika dengan dingin kita sebut angin dingin dan lain sebagainya.

Bekam basah sangat coccok untuk angin panas, bekam api sangat cocok untuk angin dingin. Bekam kering untuk angin kering .

Maka menurut hemat kami bekam ini akan memberikan efek yang signifikan jika kita menggunakan diagnose kedokteran tradisional sebagai akhir pengambilan keputusan pasien dilakukan tindakan pembekaman basah.
Ilmu medis juga sangat diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tindakan terapi dan mengevaluasi hasil terapi dengan alat bantu diagnose yang begitu canggih. Itulah kiranya bahwa ilmu ini akan semakin memberikan hasil yang terbaik jika kita sinergikan bersama antara medis modern, tradisional dan Thibbun nabawi. [Ali Ridho]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *