Mengenal SINDROM dalam BEKAM SINERGI

Apa itu sindrom?
Kalau dalam keseharian, kita sering mendengar gejala dan tanda. Gejala didefinisikan sebagai sesuatu yang dirasakan pasien yang sifatnya itu subjektif. Maka sebagai seorang terapis itu pastikan kita menanyakan kepada pasien, “Apa keluhan Anda datang kesini? Gejala apa yang dirasakan?”. Setelah bertanya dari situlah kita baru berpikir ke arah terapis atau penentuan diagnosis.

Kedokteran barat menggunakan tiga dasar diagnosis: anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, menggunakan laboratorium, menggunakan alat-alat penunjang yang akan mendukung diagnosa pasien dari sebuah penyakit.

Diagnosis pada ilmu Traditional Chinnese Medicine (TCM)?
Pada TCM ada dua istilah yang perlu dicermati yaitu pemeriksaan dasar diagnosis dan dasar diagnosis. Keduanya mirip akan tetapi sangat berbeda, dasar pemeriksaan itu mengacu pada empat cara pemeriksaan, yaitu dengan melihat, mendengar, membau, dan meraba sedangkan dasar diagnosis di TCM itu menggunakan pa gang (delapan dasar diagnosis).

Namun sebenarnya tidak jauh berbeda disaat kita menggabungkan antara TCM dengan medis. Intinya adalah kita harus melihat gejala pasien. Kita tanyakan, “Gejala yang dirasakan pasien apa?”. Misalnya batuk. Maka orang yang batuk, orang yang sama-sama batuk akan menimbulkan sebuah diagnosa yang beda antara satu orang dengan yang lain.

Boleh dikatakan Pasien A batuk, maka Pasien A ini bisa kita katakan terkena sindrom paru-paru lemah sehingga membuat dia batuk. Kemudian ada Pasien B, kita diagnosa Pasien B paru-parunya terkena sindrom angin panas sehingga dia batuk. Sama-sama gejala batuk, tetapi memiliki sindrom yang berbeda.

Nah bahasa-bahasa inilah yang akan kita pakai ke depan untuk memperjelas diagnosis. Bahasa yang digunakan adalah sindrom, bukan istilah medis seperti bronchitis. Sebab sama-sama dideteksi oleh medis Seseorang didiagnosis terkena bronchitis, tetapi bisa berbeda ketika kita cek sindromnya. Maka jelas, terapinyapun akan berbeda.

Konsep Sindrom dalam bekam sinergi
Sindrom itu sebenarnya mudah. Sindrom itu adalah kumpulan dari gejala-gejala. Misalnya, sindrom angin dingin. Maka gejala-gejala yang ditemui akan mengarah pada kesimpulan bahwa seseorang ini terkena sindrom angin dingin. Orang yang terkena angin badannya akan terasa nggreges-nggreges, batuk, pilek, dia takut angin, dan takut dingin. Oleh karena itulah disebut terkena sindrom angin dingin.

Oleh karena itu, Tindakan yang terpenting bagi seorang terapis adalah menemukan apa sindromnya, bukan apa gejalanya. Memang ketika sudah menemukan sindrom, analisanya semakin rumit. Kita sering begini, “Pak herbal untuk hipertensi itu apa?”. Sang konsultan menjawab, “Owh, dikasih aja pegagan”= sikap semacam ini tidak bisa diterima. Kemudian ada yang bertanya lagi, “Pak herbal untuk tipes itu apa?”, “Owh dikasih aja sambiloto”= ini juga tidak bisa. Hipertensi dan tipes adalah baru mengungkap gejala-gejala menurut medis.
Yang tepat. “Pak herbal untuk batuk apa?”. Kita jawab, “kita lihat sindromnya apa?”. Atau sebaliknya kita sering ditanya, “Hipertensi bisa dibekam pak?”. “Bisa”. Iya, semuanya memang bisa dibekam, namun kalau semuanya sembuh dengan dibekam, ini beda pertanyaan lagi. Makanya kita harus membedakan antara gejala dengan sindrom. Lihatlah sindromnya bukan gejalanya.

Penyakit yang gejalanya sama maka memiliki kemungkinan untuk diterapi dengan terapi yang berbeda, sebaliknya gejala yang berbeda bisa diterapi dengan cara yang sama. Contohnya, Si A mengeluh vertigo diterapi dengan bekam, Si B memiliki keluhan Maagh juga dibekam. Gejala berbeda, tetapi sindromnya sama. Maka dapat diterapi menggunakan terapi yang sama.

Penjelasannya,
Keduanya (vertigo dan maagh) adalah Sindrom hati yang ekses sindrom hati yang ekses. Sindrom hati yang ekses naik ke kepala (memunculkan gejala vertigo), atau angin hati yang ekses ini membuat lambung jadi ekses juga (muncullah maagh). Atau bisa juga didiagnosis bahwa maagh tersebut muncul sebab panas hati membakar lambung atau panas hati yang menjalar ke lambung. Oleh karena itu terapinya sama. Kemungkinan yang laian, ada gejala yang sama terapinya berbeda. Atau sama-sama gejalanya berbeda terapinya juga berbeda. Maka tiga kemungkinan itu harus kita pikirkan.

Maka saya garis bawahi, Sindrom itu adalah kumpulan dari berbagai gejala yang kita kelompokkan menjadi satu diagnosis sindrom. Misalnya, Sindrom ginjal yang kelemahan energi, atau sindrom ginjal kekurangan air. Memang gejala-gejalanya akan sama, nah gejala-gejalanya ini yang akan membentuk sindrom. Kita mengobati sindrom, bukan gejala. Maka sindrom penting untuk kita perhatikan lebih dahulu. Baik demikian itu bahasan untuk sindrom, semoga bermanfaat.

ditulis oleh dr Achmad Ali Ridho (Penggagas Konsep Bekam Sinergi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *