MIMISAN

Belum Kenal Mimisan ?
Mimisan atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut epistaksis adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Pendarahan hidung terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis.

Jangan Khawatir..
Panik?? Pasti! dan rasa cemas juga mungkin akan anda rasakan jika menyadari buah hati tercinta mengalaminya. Tetapi, menurut William Gluckman, DO, MBA, Assistant Professor, Department of Surgery, Section of Emergency Medicine, University of Medicine and Dentistry of New Jersey, University Hospital, mimisan cukup umum terjadi pada anak- anak usia 2-10 tahun. ‘’ Mimisan atau nosebleed (perdarahan hidung), memang cukup banyak terjadi pada anak-anak namun hampir selalu menyebabkan kepanikan dikalangan orangtua.

Sebenarnya, pembuluh darah pada hidung berperan pada proses menghangatkan dan melembabkan udara yang kita hirup. Karena peranannya yang demikian, pembuluh darah hidung terletak di bagian permukaan lapisan lendir hidung sehingga pembuluh darah ini mudah pecah bahkan oleh trauma yang minimal. Pada anak-anak, jalinan pembuluh darah ini mempunyai dinding yang lebih tipis, itulah sebabnya mimisan lebih sering terjadi pada anak-anak. Mimisan yang kerap terjadi pada anak biasanya tidak berbahaya selama anak terlihat sehat, aktif bergerak dan tidak disertai gejala demam.

Ada Akibat Pasti Ada Sebabnya

Pada anak-anak, mimisan sering terjadi akibat trauma, misalnya akibat mengorek hidung, trauma di sekitar hidung pada saat bermain, atau akibat benda asing yang sengaja dimasukkan oleh anak ke dalam hidungnya saat bermain. Mimisan juga sering terjadi pada musim atau cuaca panas, akibatnya lapisan lendir hidung menjadi kering sehingga pembuluh darah teriritasi. Kadang-kadang bau bahan kimia yang sangat menyengat juga dapat menimbulkan iritasi pada selaput lendir dan pembuluh darah hidung. Anak yang sedang pilek atau mengalami alergi pada hidung (Rhinitis alegi) juga sering mengalami mimisan. Bersin yang terlalu kuat kadang-kadang juga dapat mengakibatkan mimisan.

Kelainan bentuk anatomi hidung, penyakit kronik, penyakit darah adalah beberapa keadaan yang juga menyebabkan mimisan, hanya saja angka kejadian kelainan-kelainan ini amat jarang. Sebenarnya, kebanyakan anak pernah mengalami mimisan. Ada yang sering, ada yang hanya sesekali. Bahkan ada juga yang sama sekali tidak pernah mimisan. Penyebabnya sederhana, selaput lendir hidung anak masih tipis jika dibandingkan orang dewasa sehingga pembuluh darah mudah pecah. Terjadinya mimisan erat kaitannya dengan keadaan tubuh. Jika daya tahan tubuh baik, biasanya anak tidak akan mudah mimisan.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tak mudah berdarah.

Ringan, tapi Bisa Jadi Berat

Pendapat di atas senada juga dengan paparan dr. A. Arhan Arif, SpA, dokter spesialis anak dari Brawijaya Women and Children Hospital. Menurutnya, pada banyak kasus, mimisan yang dialami anak-anak memang ringan dan hanya terjadi sekali-kali saja. Sebut saja jika terjadi benturan, atau adanya perubahan cuaca yang signifikan. Misalnya setelah diam di ruang ber-AC anak tiba-tiba main ke luar rumah padahal cuaca sedang sangat panas. ‘’Perubahan cuaca yang signifikan dapat pula menimbulkan mimisan walau tidak selalu demikian,’’ katanya. Walau pun seringkali ringan namun ada juga lho kasus mimisan yang berat. Umumnya jika serius ditandai dengan :
• Mimisan berulang. Anak sering mimisan, tanpa ada penyebab yang jelas. Bawalah anak ke dokter
THT (telinga-hidung-tenggorokan. Red) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
• Mimisan disertai demam. Saat anak menderita sakit yang disertai demam, jika ia kemudian mimisan
waspadailah. Jangan-jangan ia menderita demam berdarah atau penyakit lainnya yang cukup serius.
• Perdarahan hebat. ‘’Jika darah yang ke luar dari hidung signifikan, anak mengeluh pusing, dan
wajahnya pucat jangan tunda lagi segeralah membawanya ke dokter.

Bisa Ditangani Sendiri
Cara menangani anak yang mengalami mimisan :
1. Tidak perlu panik. Bersihkan darah di sekitar lubang hidung dan darah yang mengalir menggunakan
tissue atau sapu tangan yang dibasahi dengan air.
2. Katakan pada anak untuk duduk. Jangan sandarkan kepala anak ke belakang karena hal ini
mengakibatkan darah dari hidung mengalir ke arah tenggorokan, dan darah akan masuk ke
lambung. Adanya darah dalam lambung dapat menyebabkan anak mual, muntah, atau diare.
3. Berikan kompres menggunakan wadah berisi es batu pada daerah puncak batang hidung.
4. Tekan hidung anak pada daerah antara tulang hidung dan cuping hidung menggunakan ibu jari dan
telunjuk selama 5 menit. Jika setelah penekanan ini darah masih mengalir, ulangi penekanan dengan
cara yang sama selama 10 menit.
5. Jika mimisan juga tidak kunjung berhenti dengan cara-cara tersebut di atas, segera bawa anak ke
dokter atau rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Si Sirih yang Berkhasiat
Secara tradisional, orang Indonesia spontan akan menggulung selembar daun sirih (piper betle lynn) dan memasukkannya ke hidung bocah untuk menyumbat darah yang keluar akibat mimisan. Dalam sekejap, aliran darah dari hidung itu pun berhenti. Hal itu terjadi, antara lain, karena daun sirih mengandung styptic yang bisa menahan perdarahan. Sedangkan seluruh tumbuhan sirih mengandung arecoline yang bisa merangsang saraf pusat, meningkatkan daya pikir, gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Daun sirih mengandung banyak jaringan yang berisi kelenjar minyak aetheris atau minyak terbang. Minyak yang bisa diperoleh dengan cara menyuling ini terutama mengandung senyawa chavicol dan fenol. Karena itu, minyak sirih berguna juga untuk mengobati batuk dan radang selaput lendir tenggorokan.

Maroji’:
kafebalita
parentsguide
blogdokter

Penyusun: Team Buletin Ash Shihah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *