Mioma: Gizi Seputar Mioma

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Mioma: Gizi Seputar Mioma

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Dalam salah satu artikel Today’s Dietitian, Vol. 14 Nomor 5 hal. 40, Mei 2012, diberitakan, empat tahun setelah melahirkan anaknya, Janet mulai mengalami sakit perut yang hebat dan perdarahan yang lebih berat dengan periode setiap bulanan. Dokter melakukan pemeriksaan panggul rutin dan menemukan dia memiliki tumor mioma ukuran kacang kenari serta enam lainnya dengan berbagai ukuran. Seiring waktu berlalu, keadaannya menjadi sangat berat dan ia tidak berani meninggalkan rumah. Dalam waktu sembilan bulan, dia mengalami anemia dan sangat membutuhkan perawatan medis yang nantinya akan membutuhkan pembedahan perut.
Begitulah kronologis singkat dari penderita tumor mioma (mioma uteri). Lalu, bagaimana dengan gizi seputar mioma?

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Mengenal Lebih Dekat Mioma Uteri

Mioma Uteri adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor ini letaknya pada alat reproduksi wanita. Sebutan lain Mioma Uteri : Mium, Miom, Mioma, Mioma Uteri, Myoma Uteri, Uterine Fbroid, Uterine Leiomyoma, Myoma, Fibromyoma, Leiofibromyoma, Fibroleiomyoma, dan Fibroma. Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

Mioma: Gizi Seputar Mioma

Penyebab dan Faktor Risiko
Dalam salah satu artikel Today’s Dietitian disebutkan, meski hasil penelitian dan fakta menunjukkan mioma uterus adalah salah satu yang umum di Amerika Serikat, peneliti tidak tahu persis apa yang penyebabbnya. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan genetik dalam sel-sel otot rahim dapat menyebabkan mioma berkembang. Mioma telah terbukti mengandung reseptor lebih untuk estrogen dan progesteron (hormon yang terlibat dalam mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan pada setiap siklus menstruasi) dari otot rahim yang normal, membuat mereka lebih mungkin untuk tumbuh. Teori lain adalah bahwa zat kimia dalam tubuh, seperti faktor pertumbuhan dan insulin, yang membantu tubuh mempertahankan jaringan normal dapat merangsang perkembangan mioma.
Meskipun penyebabnya tidak diketahui, penelitian menunjukkan ada beberapa faktor risiko kunci untuk mengembangkan mioma rahim.

  • Umur. Karena mioma adalah tumor yang tergantung estrogen, mereka yang paling umum pada wanita premenopause di 30-an dan 40-an. Setelah menopause, ketika tingkat estrogen alami berkurang, mioma umumnya mengecilkan atau tidak terlihat.
  • Keturunan / Genetik. Jika ibu atau saudara perempuan memiliki mioma, seorang wanita memiliki risiko yang lebih tinggi. Bahkan, seorang wanita yang ibunya memiliki mioma memiliki tiga kali resiko mengembangkan mioma uterus.
  • Ras. Perempuan hitam lebih mungkin untuk memiliki mioma dibandingkan wanita kulit putih. Selain itu, perempuan kulit hitam cenderung mengembangkan mioma pada usia lebih muda, memiliki tumor lebih atau lebih besar, dan mengembangkan gejala lebih cepat dan dengan tingkat keparahan lebih dari wanita dalam kelompok etnis lain. Penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 perempuan kulit hitam akan mengembangkan mioma di beberapa titik dalam hidupnya.
  • Obesitas. Wanita obesitas dianggap memiliki dua sampai tiga kali risiko mengembangkan mioma dibandingkan wanita dengan berat badan normal.

 Mioma: Gizi Seputar Mioma

Diet, Gizi, dan Mioma
Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet dan pertumbuhan mioma uteri. Lebih dari satu dekade lalu, sebuah studi oleh Chiaffarino dan rekan dipublikasikan dalam Obstetrics & Gynecology melaporkan bahwa mioma rahim dikaitkan dengan konsumsi daging babi dan daging sapi. Studi ini menunjukkan bahwa asupan tinggi sayuran hijau memiliki efek perlindungan terhadap mioma.
“Dalam 15 tahun terakhir, ketertarikan mengenai pengaruh pola makan terhadap pertumbuhan tumor ini meningkat,” kata Bala Bhagavath, MD, seorang endokrinolog di Pusat Reproduksi & Infertilitas di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Rhode Island. “Telah diamati, perempuan Italia dengan mioma mengkonsumsi lebih banyak daging merah dan ham, dan konsumsi alkohol telah dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan mioma pada wanita Jepang.”
Beberapa penelitian yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bukti tambahan bahwa faktor makanan memang dapat mempengaruhi pertumbuhan mioma, memberikan alasan lebih lanjut untuk penelitian lanjutan di daerah ini menarik.

  • Susu
    Diketahui bahwa prevalensi  mioma adalah dua sampai tiga kali lebih tinggi pada perempuan kulit hitam dibandingkan wanita kulit putih, ditambah dengan bukti bahwa orang kulit hitam mengkonsumsi porsi  susu lebih sedikit (dan dengan demikian memiliki asupan rata-rata lebih rendah kalsium, magnesium, dan fosfor) dibandingkan kulit putih. Wise dan rekan menyelidiki perbedaan dalam asupan susu di antara dua populasi sebagai faktor potensial dalam pertumbuhan mioma.
    Pada penelitian yang diterbitkan dalam edisi Januari 2010, American Journal of Epidemiology, peneliti melibatkan lebih dari 22.000 perempuan kulit hitam premenopause dari Studi Kesehatan Wanita Hitam Amerika Serikat selama periode 10 tahun.  Kuesioner-yang diisi sendiri- pada asupan makanan yang digunakan untuk menilai apakah asupan makanan susu seperti susu rendah lemak dan utuh, keju susu, yogurt, dan es krim dan komponen susu beberapa seperti kalsium, vitamin D, dan asam butirat, dapat mengurangi risiko mioma uterus.
    Temuan menunjukkan rendahnya risiko mioma uterus yang terkait dengan konsumsi susu yang lebih tinggi. Efek perlindungan yang dirasakan dari susu, menurut para peneliti, mungkin terletak pada kemampuan kalsium untuk mengurangi lemak yang disebabkan proliferasi sel dan dalam asam butirat (hadir dalam lemak susu), yang dianggap sebagai agen antitumorigenic kuat yang dapat menghambat perkembangan sel dan angiogenesis.
  • Indeks Glikemik
    Indeks glikemik (IG) adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah. Sedangkan, Glycemic Load (GL) memperhitungkan tidak hanya seberapa cepat suatu makanan tertentu diubah menjadi gula dalam tubuh tetapi juga berapa banyak glukosa berisi karbohidrat tertentu.
    Makan makanan dengan tinggi indeks glikemik (GI) atau beban glikemik (GL) diperkirakan berpotensi mempromosikan pertumbuhan tumor dengan meningkatkan konsentrasi endogen faktor pertumbuhan insulin 1 (IGF-1).
    Contoh makanan tinggi GI dan GL, antara lain : beras putih instant, roti putih, kue beras, kentang goreng, dan  donat. Penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel mioma rahim berkembang biak dihadapan  IGF-1. Penelitian lain menemukan hubungan positif antara GL tinggi dan hormon-responsif tumor, seperti kanker ovarium dan endometrium.
    Dari sudut pandang ini, Radin dan rekan berteori dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi Mei 2010 dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa diet  tinggi GI  dan GL dapat mendorong pertumbuhan mioma rahim. Berdasarkan analisis prospektif kuesioner diet (dikumpulkan dari kohort yang sama dalam studi tersebut pada asupan susu dan risiko mioma rahim), mereka menyimpulkan bahwa diet GI tinggi (tetapi tidak GL) mungkin terkait dengan risiko mioma rahim meningkat secara keseluruhan, dan tinggi GL dikaitkan dengan peningkatan risiko pada wanita lebih muda dari 35 tahun.
  • Kedelai
    Bukti ilmiah di balik peran kedelai dalam mempromosikan atau menghambat pertumbuhan tumor terkait estrogen, kontroversial. Kedelai adalah sumber yang kaya phytoestrogen, khususnya isoflavon, yang mungkin memiliki efek “antiestrogen” dalam tubuh dengan bersaing dengan estrogen untuk mengikat reseptor, sehingga mungkin mengurangi ketersediaan estrogen atau mengubah biosintesis estrogen. Dalam edisi Januari pada Experimental Medicine dan Molekuler, Di dan rekan melaporkan bahwa konsentrasi serum genistein (sebuah isoflavon dalam kedelai yang melimpah) yang tinggi, menurunkan  sinyal jalur gen yang  terlibat dalam pertumbuhan mioma rahim. Hal ini  menunjukkan bahwa dosis tinggi isoflavon ini memiliki efek penghambatan pada mioma rahim dan karena itu potensi untuk digunakan sebagai agen terapeutik.
    Sebaliknya, dalam edisi Mei 2009 dari British Journal of Nutrition, Nagata dan rekan mengatakan mereka mengamati tidak ada hubungan statistik yang signifikan antara isoflavon kedelai dan mioma uterus dalam 285  wanita Jepang premenopause. Demikian pula, studi tersebut pada asupan susu dan risiko mioma oleh Radin dan rekan menemukan hubungan antara konsumsi kedelai dan risiko mioma rahim di antara kohort mereka dari Womens Health Black Study.
  • Vitamin D
    Dalam edisi Januari  2011  Fertility and Sterility, Sharan dan rekan melaporkan bahwa vitamin D menghambat pertumbuhan sel yang terlibat dalam pertumbuhan mioma rahim, menunjukkan bahwa serum rendah kadar vitamin D dapat menjadi faktor risiko untuk perkembangan mioma uteri.
  • Buah-buahan
    Dalam edisi Desember  2011 American Journal of Clinical Nutrition, Wise  dan rekan meneliti hubungan antara asupan makanan buah-buahan, sayuran, dan karotenoid, dan risiko mioma. Sekali lagi, berdasarkan kuesioner diet dikumpulkan dari  studi kesehatan wanita hitam. Mereka mengamati penurunan risiko mioma rahim pada wanita dengan asupan buah dan retinol -‘calon’ vitamin A- (dari sumber hewani seperti susu dan telur) yang lebih banyak.
    Berbagai jenis makanan yang ada di sekitar kita, ternyata mampu menjaga diri kita dari penyakit yang membahayakan. Dari susu hingga buah-buahan ternyata mampu mengurangi risiko terjadinya mioma uteri (tumor jinak rahim).

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara dengan sia-sia.” [QS.Shad:27].

Wallahu Ta’ala A’lam.

 Maroji’ Mioma: Gizi Seputar Mioma:

http://www.terapikista.com/2011/02/
Tempest, Megan. Uterine Fibroids and Nutrition — Studies Suggest Healthful Dietary Modifications May Cut Risk and Ease Symptoms dalam Today’s Dietitian edisi Mei 2012, Vol. 14 No. 5 hal. 40. Mioma: Gizi Seputar Mioma
http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp08005.pdf Mioma: Gizi Seputar Mioma
http://id.articlestreet.com/health/nutrition/what-is-the-difference-of-glycemic-index-and-glycemic-load.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *