Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Yarobbi.com| Bulletin Ash Shihah | Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Saat terik matahari menyapa, tentunya ini adalah waktu yg begitu nyaman untuk sejenak memejamkan mata. Taukah anda ternyata ada sebuah kegiatan unik yang dilakukan oleh Rasululloh dan para sahabatnya. Apakah itu? Tidur siang… subhanalloh tidur siangpun tak luput dari ajaran islam, sayangnya sebagian besar kita mengaggapnya sepele karena berbagai aktivitas kita terutama di tempat kerja, tapi ternyata kebiasaan ini mempunyai arti yang besar untuk tubuh kita, konsentrasi dan kinerja setengah hari berikutnya.

Tidur siang yang seperti apa?

Tidur sesaat diwaktu antara sebelum shalat dzuhur sampai waktu dzuhur atau setelah shalat dzuhur (12.00 – 13.00 atau 13.30 – 14.30 WIB) dikenal dengan istilah qailulah. Di dalam kitab Misykatul Masabih disebutkan, “Tidur sekejap di waktu tengah hari atau qailulah bukanlah satu perbuatan yang keji karena Rasulullah pernah melakukannya.”
Tidur di waktu tersebut disunnahkan oleh Rasulullah karena dapat membuat seseorang terbangun untuk beribadah di malam hari (shalat malam). Tidur diwaktu tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup. Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin berkata, “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur yang sekejap pada siang hari karena ia membantu ibadah pada malam hari. Sebaiknya harus seseorang itu bangun dari tidurnya sebelum sesudah matahari tergelincir untuk menunaikan shalat zuhur.”
Tengah hari adalah masa paling sesuai untuk tidur sekejap karena sistem dalam tubuh manusia secara biologis efektif dalam memanfaatkan fase rehat atau tidur dalam waktu ini. Fase ini disebut seabagai midafternoon quiescent phase atau secondary sleep gate.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, David F.Dinger dan Roger J.Broughton dalam bukunya, sleep and alertness: chronological, behavioral and medical aspect of napping sepakat. Penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka yang secara rutin tidur 30 menit pada waktu siang hari mempunyai risiko mengidap penyakit jantung 30% lebih rendah jika dibandingkan yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut. Subhanalloh

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Kenapa bisa demikian?
Mungkin kita bertanya bagaimana tidur sejenak pada waktu siang hari bisa menghilangkan kelelahan dan menyehatkan. Karena istirahat singkat ini ternyata mengijinkan tubuh menyeimbangkan diri inilah –homeostasis (kemampuan tubuh secara aktif untuk mempertahankan keadaan statis / konstan dalam tubuh). Istirahat dan tidur mengembalikan fungsi seluruh  sel dalam tubuh yang lemah, seperti aliran darah, aliran getah bening, sistem syaraf dan sekresi internal agar kembali normal.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Bagaimana istirahat siang dapat memperbaiki homeostasis tubuh? Menurut teori Dr.Hiromi sinya, MD. saat dalam keadaan terbangun dan aktif, artinya kita menggunakan semakin banyak enzim. Oleh karena itu, jika kita istirahat dalam posisi relaks, berbagai fungsi tubuh juga beristirahat selama saat itu dan enzim yang tidak digunakan unuk beraktivitas maupun bergerak. Enzim-enzimpun bebas untuk bekerja di area-area yang kelelahan untuk membantu mengisi tenaga dan mengembalikan homeostasis.
Sehingga hal inipun membuat otak menjadi lebih kreatif, saat kita berada pada kondisi rileks dan nyaman. Maka apabila pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, maka akan sangat membantu.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Beberapa pakar dalam hal ini juga berpandangan, badan kita memiliki putaran biologi yang tertentu yang disebut circadian rhythm. Putaran ini bisa dikiaskan seperti sebuah jam alami bersama-sama dengan baterainya. Tenaga putaran ini akan menurun pada waktu malam dan untuk memulihkannya kita perlu tidur. Ia juga menurun pada waktu tengah hari. Oleh itu, tidur sekejap pada waktu itu dapat menjamin pemulihannya.

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Berapa lama waktunya?
Sederhana: tergantung kualitas tidurnya. Kenyataannya, jika beristirahat lima sampai sepuluh menit saja saat kita merasa mengantuk atau lelah, akan lebih cepat pulih. Berbeda jika saat kondisi terbut terus digunakan untuk bekerja, maka hal ini tidak akan memperbaiki efisiensi secara keseluruhan.
Qailulah Sunnah yang Terlupakan, Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell University menyimpulkan, tidur siang selama 15-20 menit sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesehatan. Seorang peneliti yang lain, Donald Greely, berpendapat tidur siang adalah bermanfaat selama ia tidak melebihi 1 jam.

Qailulah Sunnah yang Terlupakan

Kisah para salafussholih
Dalam sebuah riwayat, Imam Abu Hanifah selama 40 tahun tidak pernah tidur malam, karena malam harinya untuk sholat. Beliau hanya tidur pada siang hari, yaitu qailulah. Umar bin khotob r.a pernah suatu hari melakukan inspeksi ke Inskandariah, kota tempat Muawiyah bin khujaid r.a menjabat sebagai gubernur. Umar datang ke kota itu waktu siang, saat kebanyakan orang disana melakukan qailulah. Umar menemukan Muawiyah tidak melakukan qailullah, lalu Umar berkata, “saya pikir kalian sedang tidur siang ini. Kalau kalian tidur siang makka kalian akan menelantarkan hak rakyat, kalau kalian tidur malam maka akan menelantarkan hak Alloh. Bagaimana kalian mengatur tidur antara dua hak ini, wahai Muawiyah?”
Umar mengingatkan Muawiyah bahwa manfaat waktu secara umum lebih penting daripada sekedar tidur siang. Intinya harus prosional dalam menggunakan waktu.
Qailulah seperti yang telah di jelasakan diatas memiliki banyak manfaat selain untuk kesehatan juga memudahkan kita bangun di malam hari untuk melakukan sholat malam, tentu dengan niatan ini kita akan mendapatkan pahala. Dan tentu saja setelah kita mengetahui manfaat tersebut, kita tidak lagi meremehkan kebiasaan ini dan mencelanya sebagai suatu tindakan kemalasan. Asal niatan kita melakukannya benar-benar meniatkan karena-Nya, untuk berkarya lebih maksimal, memenuhi hak badan dan mempersiapkan diri untuk ibadah malam hari. Tetap proposional dalam menggunakan waktu. Wallahu’alam

Maroji’ Qailulah Sunnah yang Terlupakan
Egha Zainur Ramadhani, 2007. Super Health : Gaya Hidup Sehat Rosululloh. Yoyakarta: Pro-U Media
Dr. Hiromi Sinya, MD,  2011. The Miracle of Enzim. Bandung : Qonita
http://insannajah.blogspot.com/2009/06/qailulah-vs-sains.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *