Rubella: Tak Secantik Namanya

Yarobbi.com | Ash-Shihah | Rubella: Tak Secantik Namanya

Rubella: Tak Secantik NamanyaNama rubella bisa dikatakan tidak begitu populer di kalangan awam. Akan tetapi, serangan si cantik ini ternyata luar biasa. Rubella atau yang biasanya disebut campak Jerman atau campak tiga hari, serangan penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar, sakit tulang sendi dan bintik-bintik merah di bagian muka hingga leher selama dua atau tiga hari. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi bisa pula mengenai remaja atau orang dewasa. Sedangkan pada usia lanjut relatif jarang ditemukan. Bahkan, banyak orang telah terkena rubella dalam bentuk ringan tidak pernah didiagnosis, hal ini disebut sebagai infeksi subklinis. Selain itu infeksi rubella juga bisa terjadi pada wanita hamil sehingga menyebabkan berbagai gangguan. Risiko itu tergantung kapan infeksi itu terjadi. Bila terjadi pada bulan pertama kehamilan, kemungkinan menyebabkan terjadinya kelainan sebesar 50%. Sedangkan pada bulan ketiga kemailan sebesar 25%.

Rubella: Tak Secantik Namanya

Rubella menyebar melalui tetes mikroskopis dari nafas orang yang terinfeksi melalui udara, tetesan membawa virus mencapai mulut, tenggorokan dan hidung. Tanda-tanda yang akan timbul bagi penyakit rubella adalah adanya ruam sebagai tanda khas. Hal ini biasanya dimulai sekitar telinga menyebar di seluruh tubuh dalam bintik merah muda kecil. Perubahan ruam hampir dari jam ke jam, dan akan menghilang lagi setelah sekitar dua sampai tiga hari tanpa pengobatan. Sampai dengan satu minggu sebelum ruam muncul, pasien dapat menderita pilek ringan, terdiri dari batuk dan sakit tenggorokan atau bengkak di leher dan dasar tengkorak (karena pembesaran kelenjar getah bening).

Rubella: Tak Secantik Namanya

Gejala Serangan Rubella
Penyakit rubella ini memiliki gejala yang berbeda dengan campak (rebeola) dan memiliki akibat yang berbeda pula diantaranya adalah:

  1. Penyakit Rubella tidak seberat penyakit campak yang banyak menimbulkan kematian pada anak-anak. Penyakit Rubella paling hanya menimbulkan demam ringan (anak meriang = subfebril), dan sedikit rewel.
  2. Untuk mengenal Rubella secara klinis juga sangat sulit. Bintik-bintik merah di kulit yang pada Campak mudah dikenal baik oleh masyarakat awam, pada Rubella jarang ditemukan. Menurut para peneliti, hanya pada 15-50 persen penderita Rubella yang memperlihatkan gejala bintik-bintik merah di kulit.
  3. Gejala lain seperti flu, mata merah dan batuk-batuk, tidak terjadi pada Rubella. Dan karena Rubella tidak menimbulkan akibat yang serius, penyakit ini tidak mendapat perhatian baik oleh petugas kesehatan maupun oleh pemegang kebijakan kesehatan di Indonesia.
  4. Akibat yang serius dan sangat serius adalah jika virus Rubella menulari perempuan hamil apalagi pada umur kehamilan muda di bawah 5 bulan (20 minggu). Karena pada umur kehamilan muda ini, buah kehamilan (embrio) masih dalam fase pertumbuhan dan pembentukan alat-alat tubuh.
  5. Seperti juga pada Toxoplasmosis, pada Rubella bayi yang di lahirkan kelak akan menderita cacat kongenital yang jauh lebih berat, yang populer dalam ilmu kesehatan dengan gejala-gejala kongenital Rubella (sindroma Rubella kongenital= Congenital Rubella Syndrome) yaitu cacat jantung bocor, tuli.

Rubella: Tak Secantik Namanya

Pengobatan Penyakit Rubella

Penyakit Rubella tidak memerlukan perawatan khusus (kecuali mungkin untuk istirahat beberapa hari di tempat tidur). Tapi manajemen penatalaksanaan harus mempertimbangkan fakta bahwa penyakit ini menular dan dapat dengan mudah menyebar ke anggota lain dari orang terdekat. Demam dan nyeri otot atau sendi bisa diobati dengan parasetamol dan ibuprofen.

Rubella: Tak Secantik Namanya

Masa infeksi biasanya berlangsung dari seminggu sebelum ruam muncul, tetapi paling parah saat ruam pada puncaknya. Jika seorang wanita hamil yang terinfeksi dengan rubella ada risiko kerusakan pada janin. Dalam beberapa kasus, menimbulkan bahaya yang begitu tinggi sehingga dianjurkan aborsi. Untungnya, ini sangat jarang terjadi. Perempuan yang mendapatkan vaksinasi rubella disarankan untuk tidak mulai kehamilan sampai tiga bulan setelah vaksinasi.

Tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita penyakit rubella karena banyak orang bahkan tidak menyadari penyakit ini. Jika berada dalam keraguan apakah terinfeksi penyakit rubella, pemeriksaan antibodi dalam darah akan memberikan jawabannya.

Rubella: Tak Secantik Namanya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *