Rumus 3 Syarat Kesembuhan

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Rumus 3 Syarat Kesembuhan

Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Dokter atau seorang pengobat adalah seorang makhluk yang bertugas menganalisa, mencari penyebab dan mengetahui mekanisme terjadinya penyakit dan yang terakhir adalah memberikan tata laksana terhadap penyakit tersebut. Setelah sembuh maka pasien diberikan edukasi tentang penyakitnya, apa saja yang harus diperhatikan supaya tidak terulang penyakitnya dan pasien akan memperhatikan segala apa yang akan menunjang kesehatannya.
Sebagai seorang pengobat sebaiknya memperhatikan apa yang sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW “Alloh tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya” kemudian beliau melanjutkan “ada yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya“ (HR. Ahmad)
Di dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda “setiap penyakit ada obatnya, jika obat tepat mengenahi penyakit maka akan sembuh dengan ijin Allah Ta’ala“

Rumus 3 Syarat Kesembuhan

Dari hadits diatas maka saya sampaikan rumus 3 syarat kesembuhan:

  1. Tepat diagnosa
    Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Hukum sebab akibat di alam ini berlaku untuk semua makhluk yang ada di dunia ini. Tidak memandang seorang pengobat tersebut seorang yang ‘alim, ahli ibadah ataupun ahli maksiat ketika seorang itu dapat mengetahui hubungan sebab akibat sesuatu penyakit kemudian ia tepat memberikan obatnya maka biasanya sembuh dengan ijinNya. Perangkat diagnosa penyakit sangat banyak metodenya dan beragam batang ilmunya. Ada diagnosa dengan menggunakan medis yang super canggih dan ada yang menggunakan ilmu tradisional yang sederhana berdasarkan pengamatan fenomena yang terjadi didalam tubuh pasien.
    Diagnosa merupakan unsur yang sangat menentukan didalam mengobati pasien. Karena ketika seorang pengobat salah dalam melakukan diagnosa maka otomatis akan salah tindakan terapi pengobatan yang akan diambilnya.
    Untuk itu tugas kita adalah belajar melakukan diagnosa dengan cermat dan tepat sampai kita benar benar ahli dalam melakukan diagnosa.
    Ingatlah apa yang pernah disampaikan oleh :Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa yang berhak mengobati adalah ahli profesi kedokteran dengan standar kedokteran. Beliau bersabda:
    “Barangsiapa berpraktik kedokteran padahal ia belum dikenal menguasai ilmu kedokteran, maka ia harus bertanggung jawab (atas perbuatannya, pen).”
    (HR. Abu Dawud: 3971, Ibnu Majah: 3457 dan an-Nasai: 4748 dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya dan di-shahih-kan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak: 7484 (4/236) serta disepakati oleh adz-Dzahabi. Al-Albani meng-hasan-kannya dalam Silsilah ash-Shahihah: 635)[1].
    Al-Allamah ash-Shan’ani rahimahullah berkata:
    “Hadits ini menunjukkan bahwa seorang dokter harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang merusakkan nyawa atau  yang di bawahnya (seperti anggota tubuh, pen). Baik ia bertindak langsung terhadap pasiennya atau ia hanya memerintahkan dan menasehatkan saja (melalui perawat atau lainnya, pen). Baik secara sengaja atau tidak sengaja. Dan ini diakui oleh ijma’ (kesepakatan ulama, pen).” (Subulus Salam: 3/250)[2].
    Maka ini perlu kita perhatikan, tentunya semua harus dilakukan berdasarkan ilmu. Menurut hemat saya ilmu untuk mendiagnosa juga perlu pengalaman bertahun tahun sehingga baru bisa ahli. Yang paling penting kita sudah mengetahui ilmu tentang penyakit tersebut. Terkait ketepatan perlu waktu, apalagi dalam memberikan tatalaksana terapi juga membutuhkan sebuah pengalaman.
  2. Tepat obat
    Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Sebagaimana sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya: “setiap penyakit ada obatnya, jika obat tepat mengenahi penyakit maka akan sembuh dengan ijin Allah Ta’ala“
    Inilah dasar yang memberikan semangat kepada kita untuk belajar berbagai macam pengobatan yang ada di dunia ini. Karena segala macam bentuk pengobatan itu boleh hukumnya kecuali ia dilarang oleh syariat. Beberapa metode atau obat yang dilarang tersebut adalah sbb:

    • Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Berobat dengan bahan dari binatang yang diharamkan oleh allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :
      “Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan penyakit dan menurunkan obat serta menyediakan obat bagi setiap penyakit, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan sesuatu yang haram“ (HR. Abu Daud)
      Di dalam kedokteran timur atau TCM ada beberapa hewan yang sering dipakai didalam pengobatan misalnya : Ge Jie (tokek) ia digunakan untuk menguatkan Qi dan Yang paru paru. Masyarakat mengenalnya untuk sakit asma atau batuk. Yang lain misalnya Quan Xie (kalajengking), Wu Gong (kelabang) dua hewan ini masuk dalam kategori obat pereda angin dan menghentikan kejang. Kemudian beberapa jenis ular seperti Bai Hua Shi dan Wu shao she yang dipakai sebagai obat mengatasi rematik dan kejang.
      Didalam kedokteran timur juga sering ada sebuah formula herbal yang cara membuatnya dianjurkan direndam dalam arak dengan kadar alcohol minimal 40%. Biasanya formula ini untuk kearah kerja menguatkan emerge tubuh.
      Tetapi tidak semua yang berasal dari kedokteran timur menggunakan bahan bahan yang diharamkan oleh Allah. Saya melihat tidak ada 10 % dari semua bahan yang dipakai adalah bahan yang haram. Mayoritas kebanyakan lebih dari 90% bahan bahannya berasal dari tumbuhan , mineral dan hewan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Seperti cangkang kura kura, tanduk rusa , tanduk kerbau, mutiara laut, jenis kerang tertentu, cacing, soup anak ayam, soup kaldu tulang dan lain sebagainya.
    • Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Berobat dengan bagian tubuh yang diharamkan  seperti Plasenta dari ibu hamil yang masih segar yang dikenal dengan nama Zi He Che
    • Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Berobat dengan metode yang dilarang
      Metode ini sangat banyak sekali diantaranya adalah berobat ke dukun, tukang sihir, paranormal dan yang lainnya yang hal ini jelas diharamkan oleh agama. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :
      “Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud).
      “Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid)[3].
  3. Diijinkan sembuh oleh Allah SWT
    Rumus 3 Syarat Kesembuhan, Sebab Dialah yang memberikan penyakit dan Dialah yang akan memberikan kesembuhan. Sebagaimana sudah tercantum dalam beberapa ayat Al Qur An sbb:
    “Dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,”(QS. Asy Syu’araa’, 26:80)
    Di antara nama-nama Allah adalah Asy Syaafii. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari 535 dan Muslim 2191).
    Dalam hadits yang lain dari Abdul Aziz bin Shahib, beliau mengatakan: Aku dan Tsabit datang menemui Anas bin Malik, kemudian Tsabit berkata: “Wahai Abu Hamzah (kunyah dari Anas bin Malik), aku tersengat binatang. Anas mengatakan: “Maukah kamu saya bacakan ruqyah dengan ruqyah yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Tsabit berkata: “Tentu.” Kemudian Anas bin Malik membaca doa: “Ya Allah, Rabb manusia Yang Menghilangkan kesusahan, berilah kesembuhan, Engkaulah Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari 541)[4].
    Seorang dengan keahlian diagnosa dan ahli dalam memberikan obat tanpa diberikan ijin sembuh oleh Allah SWT maka tidak akan bisa sembuh. Maka kita harus membedakan istilah mengobati dan menyembuhkan. Mengobati itu dilakukan oleh pengobat. Menyembuhkan itu hanya Allah SWT. Inilah sinergi ilmu yang kita pakai didalam dunia pengobatan[5]. Pengobatan harus dibingkai dengan agama[6].

Rumus 3 Syarat Kesembuhan

Rumus 3 Syarat Kesembuhan


[1] http://tulisansulaifi.wordpress.com/2013/02/15/keutamaan-ilmu-kedokteran/
[2]
http://tulisansulaifi.wordpress.com/2013/02/15/keutamaan-ilmu-kedokteran/
[3]
http://www.alsofwah.or.id/cetakkajian.php?id=383&idjudul=381
[4]
http://muslim.or.id/aqidah/asy-syaafii-zat-yang-maha-menyembuhkan.html
[5]
Maksud saya kita boleh menggunakan ilmu medis barat dan timur tetapi harus di dalam ruang lingkup mematuhi syariat. Rumus 3 Syarat Kesembuhan,
[6]
Meskipun ini mencakup tidak hanya dunia pengobatan, segala ilmu dan segala apa yang dilakukan oleh manusia harus tunduk kepada aturan langit yakni dienul islam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *