Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Oleh:
ABU KANDRA

Seperti pada pembahasan sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan data manifestasi patologis pada titik akupunktur dibagi dalam 2 metode yaitu palpasi dan wawancara. Palpasi titik akupunktur untuk mengetahui nyeri tekan, nyaman tekan, dan adanya nodul. Wawancara yaitu bertujuan untuk mengetahui sensasi pada titik akupunktur (sensasi nyeri, sensasi terbakar, sensasi tertusuk, sensasi kaku) dimana sensasi tersebut dapat diketahui melalui wawancara/menanyakan kepada penderita tentang adanya sensasi apa saja yang dirasakan pada saat itu juga di titik weiwanxiashu.

Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

  1. Hasil perbandingan sensasi dan palpasi weiwanxiashu secara umum
    Jika dibandingkan, manifestasi patologis titik weiwanxiashu lebih dapat ditunjukan melalui metode palpasi daripada wawancara. Karena telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat dimana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Yang mana penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras dibawah kulit. Ini dikarenakan palpasi melakukan intervensi langsung pada titik sehingga pengukurannya lebih terarah dan objektifitasnya lebih tinggi.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor 
  2. Manifetasi patologis titik weiwanxiashu berdasarkan lamanya menderita
    Kurva di bawah ini adalah salah satu cara untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa faktor lamanya menderita mempengaruhi manifestasi. Agar penggambarannya lebih mudah dicerna maksudnya, maka dapat diukur dari sisi tidak adanya manifestasi.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa FaktorGambar 1.1 kurva hubungan lamanya menderita dengan tidak adanya manifestasi
    Jika diperhatikan, manifestasi cenderung bahkan tidak muncul sama sekali ketika di tahun-tahun awal menderita yaitu sekitar < dari 1 tahun hingga 5 tahun. Manifestasi mulai muncul ketika menderita DM > 5 tahun hingga 15 tahun. Tapi ketika menderita DM > 15 tahun,  tidak ditemukan manifestasi sama sekali. Sehingga terbentuklah kurva dengan pola cekung sperti tampak di atas. Ada apa dengan pola kurva tersebut? Mengapa manifestasi tidak muncul di awal tahun dan pada saat > 15 tahun menderita DM? coba kita kaji bersama pada pemaparan di bawah ini.
    Seperti yang dinyatakan dalam kitab Huang Di Neijing bahwa dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Dalam kedokteran modern, melemahnya fungsi organ pada penderita DM juga diikuti oleh kerusakan saraf perifer di otot, kulit dan organ lain. gejala yang muncul biasanya adalah mati rasa bahkan lumpuh. Hal tersebut tentu saja berhubungan juga dengan kepekaan rangsang titik akupunktur karena titik akupunktur terletak pada jaringan superfisial, terlebih pada penderita DM dengan komplikasi neuropati. Hal semacam ini biasa disebut dengan neuropati perifer. Menurut ahli endokrinologi Prof. Hans tandra, pada penderita DM, neuropati biasanya terjadi setelah glukosa darah terus tinggi, tidak terkontrol dengan baik, dan berlangsung sampai 10 tahun atau lebih. Dalam jangka lama, glukosa darah yang tinggi akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan ke saraf sehingga terjadi kerusakan saraf.
    Ketika menderita diabetes kurang dari 1 tahun, titik weiwanxiashu belum memanifestasikan  tanda patologis karena kondisi penyakit masih tergolong ringan. Mulai 1 tahun hingga 15 tahun, titik mulai memanifestasikan tanda patologis karena kondisi keparahan yang meningkat, dan ketika menderita diabetes lebih dari 15 tahun manifestasi mulai menghilang karena lamanya suatu penyakit yang diderita akan berdampak pada melemahnya organ, sehingga merusak sistem pembuluh darah dan saraf  yang biasa disebut neuropati diabetes, yang kemudian juga berdampak mengurangi kepekaan pada titik akupunktur, dikarenakan karakter titik akupunktur yang kaya saraf dan pembuluh darah. Dari hal ini dapat kita ambil sedikit kesimpulan bahwa neuropati diabetes mempengaruhi manifestasi titik akupunktur pada umumnya dan titik weiwanxiashu pada khususnya.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor
  3. Sensasi dan palpasi berdasarkan umur
    Disini akan dipaparkan tentang hubungan antara manifestasi patologi titik weiwanxiashu dengan faktor umur penderita DM.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa FaktorGambar 1.2 kurva hubungan tidak adanya manifestasi dengan umur
    Kurva di atas menggambarkan bahwa penderita DM berumur di bawah 50 tahun cenderung tidak terdapat manifestasi. Manifestasi mulai muncul ketika penderita DM menginjak usia 50 tahun hingga di bawah 70 tahun. Manifestasi patologis tidak muncul sama sekali ketika usia penderita menginjak 70 tahun hingga ke atas.
    Di umur awal, manifestasi belum tampak dikarenakan pada usia muda kondisi tubuh seseorang lebih baik dan masih mampu “melawan” penyakit dan kerusakan organ juga jaringan yang diakibatkan oleh DM masih belum nampak. Sehingga manifestasi patologis di weiwanxiashu juga belum ada. Semakin bertambahnya umur, semakin berkurang pula kepekaan sarafnya. Masih menurut Prof. Hans tandra, pada umumnya penderita diabetes usia lanjut cenderung menderita diabetes yang watunya sudah lama sehingga juga berhubungan dengan kerusakan saraf perifer seiring dengan bertambahnya umur yang biasanya diikuti dengan menurunnya fungsi organ, dimana usia tua lebih mudah terkena kerusakan saraf perifer daripada usia muda.
    Sama halnya dengan manifestasi patologis karena faktor lamanya menderita DM, semakin bertambahnya usia semakin menurun pula fungsi organ dalam. Hal ini juga mempengaruhi kepekaan titik akupunktur, sehingga semakin bertambah usia, manifestasi pada titik Weiwanxiashu Ex-B 3 akan menghilang. Sebaliknya pada usia muda titik akupuntur lebih peka karena organ dan jaringan tubuhnya masih berfungsi dengan baik.
  4. Sensasi dan palpasi berdasarkan kadar gula darah
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor
    Gambar 1.3 Kurva hubungan tidak adanya manifestasi dengan kadar gula darah
    Karakter kurva di atas hampir sama, yaitu nyaris tidak ditemukan manifestasi pada tingkatan awal kondisi kadar gula darah 200-290 mg/dL. Manifestasi mulai serentak  muncul pada kategori pertengahan yaitu ketika kadar gula darah 300-390 mg/dL, dan manifestasi mulai berkurang ketika kadar gula bertambah hingga > 400 mg/dL. Namun, temuan penelitian kami yang sangat unik, ketika dalam keadaan hipoglikemi manifestasi patologis di titik weiwanxiashu menunjukan nyaman tekan dan area cekung ketika dirabah.
    Seperti yang kita ketahui bahwa hipoglikemi merupakan suatu kondisi kadar glukosa darah yang terlalu rendah sampai 60 mg/dL yang mengakibatkan gejala kelemahan tubuh dikarenakan nutrisi tubuh tidak tercukupi. Dalam TCM, nyaman tekan atau reaksi menerima tekanan pada area/titik yang ditekan dan ketika dirabah terdapat manifestasi berupa area cekung, merupakan manifestasi yang menunjukan sifat penyakit golongan defisien atau lemah. Dalam kedokteran modern, hipoglikemi juga digolongkan kondisi kelemahan. Dari sini kita bisa melihat terdapat sinkronisasi istilah antara TCM dan kedokteran modern.
    Glukosa darah yang tinggi akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan ke saraf sehingga terjadi kerusakan saraf. Hal tersebut juga sesuai dengan hasil penelitian tentang titik akupunktur sebagai berikut, yaitu Kellner (1965) melalukan 12.000 mikroseksi pada 11 titik akupunktur, hasilnya tidak ditemukan sesuatu yang unik, kecuali akhiran saraf pada lokasi titik akupunktur lebih padat. Pada lokasi akupunktur, satu reseptor untuk 2,80 mm2 dan lokasi bukan titik akupunktur 12,83 mm2. Gunn et al (1976) meneliti 70 buah titik akupunktur, 47 terletak pada titik motorik (tipe I), 11 terletak di garis sagital, pertemuan saraf superfisial kedua belah tubuh (tipe II), 12 terletak pada pleksus saraf atau saraf kutaneus superfisial (tipe III), titik akupunktur terletak di  atas otot–tendon (tipe IV). Kesimpulannya, titik akupunktur terletak di area kaya saraf superficial. Maka bukanlah suatu yang mengherankan jika kadar gula darah mempengaruhi manifestasi yang muncul. Ketika kadar gula darah semakin tinggi, berakibat pada kerusakan saraf perifer dan pembuluh darah kapiler sehingga berpengaruh pada kepekaan titik akupunktur, mengingat karakteristik titik akupunktur yang kaya saraf dan pembuluh darah daripada lokasi yang bukan titik akupunktur.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor 
  5. Sensasi dan palpasi berdasarkan tipe diabetes
    Data yang kami temukan pada wawancara sensasi titik menunjukan bahwa sensasi titik lebih nampak pada diabetes tipe I daripada tipe II, berbanding terbalik dengan data palpasi, manifestasi palpasi titik lebih nampak pada diabetes tipe II daripada tipe I. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara tipe diabetes dengan manifestasi patologis pada titik Weiwanxiashu Ex-B 3. Karena, menurut para pakar endokrinologi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama bisa terkena neuropati, di mana manifestasi patologis titik akupunktur pada umumnya dan titik weiwanxiashu pada khususnya dipengaruhi oleh neuropati diabetes.
  6. Sensasi dan palpasi berdasarkan kelamin
    Data berdasarkan wawancara sensasi titik dan palpasi titik weiwanxiashu, penderita DM laki-laki lebih banyak didapati manifestasi patologis daripada perempuan.
    Para ahli mengatakan bahwa laki-laki lebih beresiko terkena neuropatik diabetik dari pada perempuan yaitu berupa nyeri yang hebat atau yang lainnya tergantung pada letak kelainannya, jika titik akupunktur mempunyai kelainan berupa manifestasi nyeri dan sebagainya, berarti titik akupunktur tersebut sedang bermasalah yang menggambarkan kondisi organ yang berhubungan dengan titik tersebut, karena titik akupunktur atau meridian adalah tempat dilewatinya faktor patogen.

Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Oleh: Abu Kandra

Dalam ilmu akupunktur, titik weiwanxiashu adalah titik empiris untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM). Titik tersebut terletak pada meridian kandung kemih antara titik Geshu BL 17 dan Ganshu BL 18, lebih tepatnya di punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior. Titik ini termasuk baru ditemukan jika dibandingkan dengan titik akupunktur lain yang sudah ada ribuan tahun yang lalu. Namun kami belum menemukan lieratur tentang kapan ditemukannya titik ini.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Weiwanxiashu sangat berpengaruh dalam terapi DM. Disamping menggunakan formula titik berdasarkan diferensiasi sindrom, weiwanxiashu juga digunakan sebagai titik pelengkap. Dari berbagai penelitian oleh para ahli disebutkan bahwa titik weiwanxiashu efektif dalam terapi diabetes mellitus. Salah satu contohnya penelitian yang dilakukan oleh Prof. Zheng pada tahun 2002 lalu mengenai pengaruh elektro akupunktur di titik weiwanxiashu dan zusanli pada glukosa darah dan plasma glukagon pankreas pada kelinci yang telah disuntik diabetes. Ditemukan bahwa penusukan pada titik weiwanxiashu dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat menekan plasma glukagon pankreas secara signifikan. Sedangkan penusukan pada zusanli saja tidak ditemukan perubahan yang berarti pada kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas, namun kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas menurun lebih nyata ketika weiwanxiashu dan zusanli bersama-sama dilakukan penusukan. Hal ini menunjukan bahwa weiwanxiashu memiliki aksi penting ketika bersinergi dengan zusanli.

Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, dimana bertujuan untuk membuktikan keterkaitan titik weiwanxiashu dengan penderita DM melalui manifestasi patologis yang tampak pada titik weiwanxiashu. Manifestasi yang kami temukan berupa nyeri tekan, nyaman tekan, nodul (benjolan), area cekung. Manifestasi tersebut diketahui dengan cara melakukan palpasi (perabaan dan penekanan) pada titik weiwanxiashu, tentunya palpasi harus dilakukan dengan benar dengan standarisasi yang ada untuk mengurangi subjektifitas data. Manifestasi juga berupa sensasi nyeri, kaku, dan tertusuk dimana data diperoleh dengan cara wawancara kepada penderita berdasarkan sensasi apa saja yang dirasakan di titik weiwanxiashu.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dalam Traditional Chinesse Medicine (TCM) hubungan antara titik akupunktur dengan fungsional organ dihubungkan melalui sistem meridian yang mengalir di seluruh tubuh. Dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Jadi, meridian juga membantu untuk mendiagnosis suatu penyakit, yang dinyatakan dalam bab Back-Shu acupoints dalam Lingshu. Itulah sebabnya penusukan di titik akupunktur dapat mempengaruhi kesehatan. Secara tradisional, untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat di mana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Jadi penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Dalam lingshu dinyatakan, “Jika kamu ingin mengetahui suatu penyakit, kamu dapat melakukan perabaan dan penekanan (jie) di beberapa tempat. Jika terdapat nyeri atau perubahan lainnya, di situlah titik yang menghubungkannya”. Metodenya sederhana dan praktis. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras di bawah kulit. Tapi dalam pembahasan ini sengaja belum kami sertakan tatalaksana standarisasi palpasi (khususnya titik akupunktur) yang baik dan benar, karena kami kira penyampaiannya jauh lebih baik harus disertai praktik untuk mengurangi subjektifitas.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Mengapa kondisi organ dalam dapat termanifestasi pada titik akupunktur? Ternyata pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan teori perubahan patologis. Dalam kondisi normal, meridian dan kolateral dapat mengatur aliran qi dan darah dengan baik, tapi ketika qi jahat (patogen) mengganggu, meridian dan kolateral menjadi jalan berpindahnya qi jahat. Itu adalah pengaruh dari perubahan patologis. Bab 56 dalam Plain Question (Lingshu) dikatakan: ”Ketika patogen menyerang kulit, lapisan otot akan terpengaruh, sehingga patogen menuju kolateral dan kemudian menyerang meridian, dan akhirnya menuju organ zang-fu”. Dalam hal ini dinyatakan bahwa meridian adalah jalur serangan patogen dari kulit dan lapisan otot menuju organ lima-zang dan enam-fu. Karena organ dalam berhubungan dengan meridian dan kolateral sebagai perantara perubahan patologis antara organ dalam. Meridian dan kolateral adalah jalur interaksi perubahan patologis tidak hanya dari luar ke dalam, atau antar organ dalam tapi juga antara organ dalam dan jaringan di permukaan tubuh. Melalui meridian dan kolateral, penyakit organ dalam dapat ditampakkan di permukaan tubuh, pada tempat khusus dan lubang pada tubuh.

Diagnosis sindrom enam meridian juga bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis nyeri tekan, manifestasi yang terdapat pada tempat dilewatinya meridian atau dimana qi meridian berkumpul pada titik akupunktur. Hal itu sangat berguna untuk mendiagnosis perubahan morfologi pada area lokal kulit.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dasar teori di atas semakin meguatkan hasil penelitian yang ada tentang adanya manifestasi patologis titik weiwanxiashu pada penderita diabetes mellitus. Dan kita dapat menerapkannya dalam praktik di klinik untuk menunjang diagnosa dan terapi. tapi, adakah kaitannya antara berbagai jenis manifestasi patologis tersebut dengan kadar gula darah, tipe diabetes, lamanya menderita, umur, dan jenis kelamin?? Hal tersebut akan kita kaji di artikel berikutnya.