Cerdas Memilih Kontrasepsi

Yarobbi.com | Bulletin Ash-Shihah | Cerdas Memilih Kontrasepsi

dr. Dyah Andari
(Penulis buku memilih kontrasepsi alami dan halal)

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Pengaturan jarak kelahiran dalam rumah tangga dewasa ini sudah menjadi kebutuhan. Maka ilmu mengenai kontrasepsi menjadi ilmu yang harus dikuasai oleh setiap pasangan yang hendak menikah maupun yang sudah memasuki bahtera rumah tangga. Bagaimanapun dengan kemampuan kita yang terbatas ini dibanding dengan kompleksnya masalah yang harus kita hadapi, sangat wajar sekali jika kita memerlukan waktu jeda. Jeda waktu kita butuhkan untuk memberi kesempatan kepada kita untuk terus belajar baik tentang pengelolaan rumah tangga, pengasuhan anak, pengembangan diri, peran dakwah dan sosial. Tentunya hal tersebut sulit diwujudkan jika setiap tahun kita selalu disibukkan dengan urusan kehamilan maupun kelahiran.
Dr. Utami Roesli dalam sebuah seminar laktasi menjelaskan bahwa pernah dilaporkan untuk waktu tercepat seorang perempuan berpeluang terjadi ovulasi kembali adalah minimal 52 hari atau minimal 2 bulan setelah masa nifas. Adanya ovulasi menandakan bahwa wanita akan berpeluang hamil kembali jika dibuahi. Maka kehamilan yang terjadi demikian sering disebut dengan istilah supervendulasi. Artinya jika kita tidak mampu mengatur, seorang wanita setiap tahun berpeluang melahirkan seorang bayi. Bisa dibayangkan betapa luar biasa kerja keras yang harus ditanggung oleh rumah tangga demikian. Saat seorang wanita harus menjalankan tugas ganda yaitu  hamil sekaligus menyusui dalam waktu bersamaan.
Kehamilan dan kelahiran yang terlalu dekat akan sangat menguras nutrisi dan materi dasar lainnya bagi sang ibu. Selain itu keharmonisan hubungan pasutri, beban fisik dan pskis suami serta tumbuh kembang bagi sang kakak bayi menjadi pertimbangan lain yang menjadi alasan kenapa kita harus menguasai ilmu pengaturan jarak kelahiran ini.
Saat ini banyak pilihan didepan kita berbagai metode dan sarana yang bisa digunakan dalam pengaturan jarak kelahiran (kontrasepsi). Kita membagi menjadi kontrasepsi konvensional (yang sering kita kenal dengan berbagai metode kontrasepsi saat ini seperti hormonal (pil, suntik, susuk), mekanik (kondom, iud/spiral), Steril (vasektomi dan tubektomi). Kedua adalah kontrasepsi alami yaitu upaya mengaturan jarak kelahiran berdasar pada pendeteksian masa subur (ovulasi) dan penghindaran hubungan seksual pada waktu-waktu itu. Secara teknis, tidak memerlukan penggunaan obat maupun alat yang dikenakan ke dalam organ reproduksi, baik pria maupun wanita.

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Manakah yang harus kita pilih
Metode kontrasepsi yang ideal bagi setiap pasutri adalah efektif, nyaman, dan bagi setiap muslim adalah halal (dibolehkan oleh syariat agama). Ada sebuah metode yang cukup efektif mengatur kehamilan, nyaman dan efek samping ternyata juga tidak dialami oleh pasangan tersebut. Tapi dari sisi syariat ulama telah bersepakat mengharamkan metode tersebut, tentunya harus kita coret dalam daftar pilihan kita. Sebagai rambu–rambu dalam memilih, berikut sarat–sarat sebuah kontrasepsi bisa digunakan yang disarikan dari pendapat para ulama :

  1. Motivasi, tujuan, dan niat
    Diawali dengan niat yang benar, bahwa penggunaan sebuah metode kontrasepsi , semata sebuah ihktiar untuk mengatur jarak kelahiran dan bukan pembatasan keturunan
  2. Unsur pembunuhan
    Alat kontrasepsi yang ada hendaknya tidak mengandung unsur pembunuhan ditinjau dari mekanisme kerjanya. Ulama berbeda pendapat dalam mendeifinisikan pembunuhan,ada yang sampai periode zigot (sudah terjadi pertemuan sperma dan sel telur). Ada pula yang mendefinisikan sudah termasuk pembunuhan pada tahap sperma. Wallahu’alam bishawab.
  3. Unsur pembatasan (tahdid) secara permanen maupun semi permanen
    Metode atau alat kontrasepsi harus bisa mengembalikan kesuburan secara normal. Jika ada unsur pembatasan atau pencegahan kehamilan yang berarti pemutusan keturunan secara permanen, para ulama sepakat mengharamkan hukumnya.
  4. Tingkat keamanan (efek samping)
    Syaikh Utsaimin memfatwakan dibolehkan menggunakan alat pencegah kehamilan selama tidak menyebabkan kemudharatan bagi wanita.
    Pemakaian berbagai kontrasepsi buatan (non-alami) terutama yang bersifat intervensi (masuknya obat atau alat ke dalam tubuh) cukup banyak menimbulkan efek samping. Respons terhadap masing-masing individu pun berbeda-beda. Ada yang tidak memunculkan efek samping namun demikian, banyak pula yang menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari termasuk ibadah. Misalnya, gangguan menstruasi, sakit kepala, hipertensi, infeksi, hingga risiko kematian (misalnya adanya kehamilan di luar kandungan yang terganggu).
    Jika pemakaian kontrasepsi ternyata menimbulkan gangguan yang cukup berbahaya bagi tubuh maka hukumnya menjadi tidak boleh karena telah menzalimi diri sendiri.
  5. Unsur penzaliman terhadap salah satu pihak atau pasangan
    Pemakaian kontrasepsi selalu berhubungan dengan organ atau siklus reproduksi, baik pada pihak wanita maupun laki-laki. Hubungan seksual melibatkan dua pihak, yaitu suami dan istri yang diharapkan dalam proses tersebut masing-masing pihak bisa terpuaskan tanpa adanya penzaliman atau pengurangan hak salah satunya.
    Misalnya pada pemakaian kontrasepsi azl yang mengurangi kenikmatan bagi istri dalam mencapai tingkat kepuasan, ada ulama yang tidak membolehkannya.
  6. Cara pemakaian
    Para ulama tidak membolehkan pemakaian alat kontrasepsi yang melibatkan orang lain yang bisa melihat aurat seseorang. Ini bukan termasuk situasi darurat. Misalnya, pada pemasangan AKDR/IUD yang harus melibatkan orang lain.

Setelah rambu–rambu tersebut kita ketahui, saatnya kita harus menjatuhkan pilihan dari beberapa penawaran yang ada. Harus kita sadari bahwa tidak ada metode apapun yang tak akan gagal. Masing–masing punya kekurangan dan kelebihan.

Adakah yang aman dari sisi medis dan dibolehkan syari’at
Pengaturan jarak kelahiran sebenarnya adalah masalah sederhana. Ketika kita memahami bagaimana siklus kesuburan dalam sistem reproduksi wanita sebenarnya kita mampu melakukan penundaan kehamilan/kelahiran dengan cara yang nyaman, menyenangkan serta tidak harus melanggar pagar syariat.
Dengan melakukan pengamatan dan mencatat terhadap tanda yang dikaruniakan Allah kepada siklus reprodksi wanita maka masa subur bisa ditentukan. Menurut Ogino–Knaus, seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap siklus haidnya. Masa subur yang disebut juga fase ovulasi dimulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi. Sebelum dan sesudah masa itu wanita tersebut berada dalam masa tidak subur. Jika siklus haid wanita adalah 28 hari, praktis hanya 3 hari wanita tersebut berpeluang hamil dalam 1 bulan.
Bagaimana menilai bahwa seorang wanita mengalami masa subur atau terjadi ovulasi? Dengan pengamatan yang teratur, ketika ovulasi terjadi seorang wanita akan menunjukkan gejala yang khas. Beberapa gejala yang bisa kita kita amati dan menjadi tanda adalah rasa nyeri perut bagian bawah unilateral (salah satu sisi, kanan atau kiri). Nyeri tidak berat, berlangsung kurang dari 12 jam, terjadinya kurang lebih pada pertengahan siklus haid. Kurang lebih pada pertengan siklus tersebut, wanita akan merasakan periode basah pada farjinya. Lebih khusus lagi wanita akan menemukan keluarnya lendir yang berair, jernih, licin seperti putih telur mentah serta elastis meregang beberapa cm tidak terputus. Lendir inilah yang akan menjadi dasar sebuah metode kontarsepsi/pengaturan jarak kelahiran sebagi metode lendir serviks. Gejala siklus haid berovulasi lainnya adalah terdapat gejala PMS (Premenstrual Syndrom) menjelang menstruasi seperti nyeri payudara, nyeri punggung, dan iritabilitas.
Untuk pengturan jarak kelahiran dengan lendir serviks membutuhkan kerjasama dari pihak suami. Disinilah letak partisipasi seorang laki-laki dalam melakukan kontrasepsi yang lebih aman. Waktu berpantang seksual yang dibutuhkan adalah 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi dengan tanda alamiah seperti diatas. Waktu yang cukup singkat sebenarnya untuk melakukan pantang seksual.
Dalam kasus sehari–hari, tak banyak yang bisa menentukan waktu ovulasi secara tepat, akan tetapi munculnya lendir tersebut sudah bisa menjadi tanda bahwa pantang seksual sudah atau masih perlu dilakukan.  Kapankah waktu–waktu aman tersebut untuk berhubungan?
Secara sederhana lakukan jimak pada hari 1/2 setelah menstruasi atau masa kering I. Waktu aman selanjutnya lakukan jimak setelah ovulasi terlampaui, ciri khas yang bisa dilihat adalah saat lendir sudah kembali mengering/mengental atau masa kering ke II. Namun bagi pasangan yang masih dalam program pengaturan jarak kelahiran yang ketat dan menginginkan efektifitas metode lendir serviks yang tinggi, saya sarankan untuk mengambil waktu aman yang kedua saja (masa kering ke II).

Cerdas Memilih Kontrasepsi

Tentang pantang seksual
Pantang seksual beberapa hari sering dinggap sebagai penghalang gagalnya kontrasepsi alami. Pantang seksual dianggap sebagai sesuatu yang sulit dilakukan bagi laki–laki karena anggapan bahwa gejolak syahwat bisa melonjak setiap saat dan harus dilampiaskan saat itu juga. Boleh–boleh saja pendapat demikian. Namun ketika kita mau memandang masalah lebih luas lagi, sebenarnya nafsu itu bisa kita kendalikan, sebagaimana syahwat–syahwat yang lain.
Bahkan ketika hubungan seksual terencana dengan baik, masing–masing pihak sudah sama–sama menginginkan hubungan tersebut dalam keadaan sama–sama siap, justru akan didapatkan kualitas hubungan seksual pasutri yang sangat berkualitas. Dan inilah sebenarnya, hubungan seksual yang akan menyehatkan, menyenangkan, melanggengkan keharmonisan dan tentunya maslahat yang lebih banyak bagi keluarga.
Dalam hal ini terdapat pihak suami selaku pihak peminta yang mempunyai hak mutlak untuk dilayani, sedangkan istri sebagai pihak pelayan yang wajib melayani permintaan itu dalam situasi apa pun selama ia dalam keadaan suci.
Manakala sebagai pelayan dengan sengaja tidak mau melayani maka Allah akan murka kepadanya sebagaimana Rasulullah bersabda:

Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidurnya, namun ia menolak. Melainkan Allah marah kepadanya hingga ia ridha kepada istrinya.”

Oleh karena itu, agar pihak istri tidak menjadi pihak yang harus dimurkai Allah karena tidak melayani, tentunya pihak suami juga harus melihat kapan waktunya meminta. Meskipun secara syar’i tidak ada pembatasan waktu selain wanita tersebut dalam keadaan suci. Pembatasan waktu berupa pantang seksual selama masa suci ini merupakan hasil kerja sama dan kesepakatan sepenuhnya antara suami dan istri untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.
Cerdas Memilih Kontrasepsi, Pengaturan jarak kelahiran adalah sesuatu yang sederhana, sesungguhnya tidak membutuhkan ilmu yang rumit, biaya yang mahal, mengorbankan kesehatan ataupun melanggar syariat. Allah telah menyediakan sarana dan ilmu, dan tinggal menantikan kita untuk bisa memanfaatkan potensi tersebut. Yang kita butuhkan adalah kemauan dan keridhoan antara pasangan, mencukupkan diri dengan menjadikan apa yang telah Allah anugerahkan tersebut, sebagai sesuatu yang lebih baik. Wallahu’alam.

Post Stroke … penanganan dan solusinya

Post Stroke | Bekam Sinergi | Yarobbi.com, Seorang pasien usia 65 tahun datang dengan keluhan kaki kiri bengkak (odem) pada pergelangan kakinya. Kebetulan kaki kirinya itu mengalami (paresis) kelumpuhan tetapi masih bisa digerakkan dengan kekuatannya sangat lemah. Dia mengeluh lutut kaki yang kiri terasa lemah, sehingga kalau digunakan untuk jalan merasakan ada bunyi sesuatu dan terasa persendiaanya agak keluar dari jalurnya.

Continue Reading

Aneka macam kesemutan dan bagaimana cara mengatasinya ?

Kesemutan adalah keluhan yang sering terjadi selama praktek alternative dan komplementer dalam bentuk bekam, akupuntur dan herbal.

Aneka macam kesemutan, tetapi yang sering saya temui diklinik diantaranya adalah satu di bawah ini:

1. Kesemutan ujung tangan saja.
Kesemutan jenis ini biasanya secara medis disebabkan oleh jepitan syaraf medianus yang masuk ke terowongan karpal. Hal ini bisa terjadi karena tangan yang satu ini sering digunakan dan jarang di istirahatkan. Biasanya hal ini di dapati pada orang yang profesinya memang bekerja dengan menggunkan satu tangan misalnya: tukang masak untuk membuat sayur dan sambal. Atau profesi lainnya.

Bagaimana solusinya kalau sudah terjadi jepitan seperti ini? Saya anjurkan selalu direndam air hangat di daerah pergelangan tangannya, dengan air hangat selama 10 menit. Kemudian istirahatkan tangan anda dengan mengurangi beban kerja tangan tersebut.

Terapi yang bagus untuk kasus ini adalah dengan Akupuntur. Ambil titik TE 5, TE 4, LI 4, PC 8 DAN LI 11. Bisa ditambahkan titik BAXIE

Terapi herbal yang dianjurkan adalah : PEGAGAN , DAUN DEWA ATAU GAMAT

2. Kesemutan kedua lengan dan tangan
Kesemutan tipe ini biasanya disebabkan oleh gangguan sistemik, bukan gangguan meridian saja. Gangguan sistemik ini terkait dengan gangguan yang terjadi pada komponen darah misalnya naiknya kolesterol atau asam urat serta gula darah. Disebabkan naiknya ketiga sesuatu yang saya sebutkan ini membuat viskositas / kekentalan darahnya menjadi meningkat sehingga membuat jalannya menjadi lambat dan terhambat.

Maka solusinya adalah dengan mengubah gaya hidup sehingga membuat kolesterol dan yang lainnya akan turun jadi normal.

Solusi dari keadaan ini jika pasien adalah mengalami sindrom panas ekses maka dilakukan BEKAM BASAH setiap 2 minggu sekali . Jika sebaliknya maka diterapi dengan akupuntur pada kedua lengannya dengan mengambil titik LI 11, TE 5 dan LI 4

3. Kesemutan semua anggota gerak ( kedua tangan dan kedua kaki )
Untuk kasus ini hamper sama kemungkinannya dengan nomor 2 karena melibatkan ke empat anggota gerak. Yaitu terkait dengan penyakit yang membuat komponen yang terlarut dalam darah meningkat. Maka perbaikan gaya hidup dan pola makan menjadi hal yang utama.

Terapi tergantung dengan sindrom yang di dapatkan. Untuk akupuntur yang lengan atas dan bawah titik sama dengan nomor 2 , sedangkan untuk kaki bisa di ambil ST 36, SP 6 DAN LIV 3

4. Kesemutan di bagian lengan atas sampai bawah satu sisi saja
Untuk kasus ini sebagian besar kemungkinannya adalah gangguan meridian. Maka terapinya lebih baik menggunakan akupuntur dengan mengambil titik LI 11, TE 5, LI 14, LI 4 DAN TE 14

5. Kesemutan di bagian tungkai atas dan bawah satu sisi.
Untuk keluhan satu sisi tetap dominan kearah gangguan meridian. Kasus ini bisa dimungkinkan karena dislokasi tulang panggul. Maka harus ditanya adakah riwayat jatuh sebelumnya ke pasien. Jika ada maka terapinya dengan yumeiho atau chiropraktik.

Untuk keluhan meridian tergantung dari meredan yang terkena. Jika meridian GB maka bisa diambil : GB 30, 31, 34 DAN 39. Jika meridian limpa maka bisa diambil SP 6, 10, dan SP 8. Dan meridian yang lainnya menyesuaikan saja.

Untuk keluhan meridian herbal yang cenderung sering digunakan adalah PEGAGAN

6. Kesemutan separoh badan
Kesemutan separoh badan biasa terjadi karena pasca stroke atau kelainan dislokasi tulang belakang pada area cervic atau leher.

Jika karena stroke maka bisa di atasi dengan herbal, akupuntur dan bekam tergantung diagnose sindromnya apa.

Jika dislokasi cervic maka dengan chiropractic atau yumeiho kepada yang ahli….

Inilah berbagai kasus kesemutan yang sering dijumpai di klinik, semoga bisa dapat memberikan informasi tentang gejala ini dan terapi yang tepat dari berbagai macam kesemutan. So…tidak setiap kesemutan mesti di bekam.

Tips Pencegahan Pegal Linu

Sering orang mengatakan untuk tidak mandi malam hari karena takutnya akan terkena penyakit rematik yang tandanya biasa dikenal dengan istilah encok pegal linu. Mereka mengatakan orang yang terkena rematik akan merasakan sakit yang luar biasa dipersendian. Benarkah demikian…? Rematik ini dapat menyerang siapa saja baik yang tua maupun yang muda. Rematik ini merupakan sindrom dengan tiga keluhan utama yaitu nyeri, kaku dan kelemahan sendi. Bisa kita bayangkan bagaimana bila sendi-sendi yang ega membuat kita bergerak dengan fleksibel, tidak seperti robot ini, tiba-tiba mengalami hal tersebut.

Lebih Jauh tentang Rematik

Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan daerah sekitarnya. Rematik ini ega menyerang seluruh tubuh mulai dari kepala sampai kaki. Penyakit ini ega disebut juga dengan Atritis. Gejala yang timbul antara lain pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun bagian sendi-sendi yang lain, gangguan di otot dan tendon.

Ada sekitar 150-an jenis rematik. Akan tetapi ada sekitar empat jenis rematik yang sering dijumpai di masyarakat kita yaitu, osteoatritis (pengapuran), rematik luar sendi yang menyerang jaringan diluar tulang rawan, rematik peradangan dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

Sekitar 50% penyakit ini terjadi karena pengapuran. Pengapuran berarti terjadinya penipisan jaringan tulang rawan di persendian yang berfungsi sebagai bantalan. Bantalan pada persendian yang aus ini menyebabkan gesekan antar tulang sehingga timbulah rasa nyeri. Pengapuran ini merupakan suatu proses penurunan fungsi tubuhyang dimulai usia 40 tahun, tetapi setiap orang mempunyai proses yang berbeda-beda. Ada yang 40 tahu sudah rematik, tetapi yang usia 70 tahun belum mengalami rematik pun ada. Cepat lambatnya proses pengapuran tadi disebabkan oleh egati mutu tulang rawan dan berat badan.

Jenis rematik lain yang banyak diderita oleh orang didunia adalah atritis rheumatoid (AR) atau peradangan sendi. Penyakit ini banyak ditemukan pada usia 20-50 tahun yang ditandai dengan kaku saat bangun tidur jam dan penderita sulit untuk bergerak paling tidak 1, radang sendi pada 3 daerah persendian atau lebih karena pembengkakan jaringan lunak, persendian atau penumpukan cairan dan dipastikan bukan pertumbuhan tulang, benjolan kecil di bawah kulit.

Gangguan autoimun seperti penyakit lupus termasuk dalam peradangan ini. Pada kondisi ini kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagai bakteri, virus atau benda asing yang masuk kedalam tubuh. Kekebalan tubuh malah merusak jaringan tubuh yang sehat termasuk juga jaringan di persendian.

Penyebab penyakit ini ega juga karena kadar asam urat yang tinggi dan sebab yang lain. Penyakit karena asam urat yang tinggi ini sering dijumpai pada pria yang berusia 30an-40an. Hal ini disebabkan karena adanya produksi purin yang berlebihan sehingga ditimbun di persendian dan menyebabkan sakit.

Pengeroposan tulang (Osteoporosis) juga termasuk dalam jenis rematik. Osteoporosis merupakan kondisi ketika jumlah jaringan tulang telah berkurang dan beresiko besar terjadinya patah tulang, penyebabnya adalah egativ ekstrogen berkurang biasanya terjadi pada wanita yang sudah menepouse, egativ, rokok, kurangnya aktifitas, kekurangan asupan kalsium, kurangnya pancaran sinar matahari.

Bisakah penyakit ini dicegah?

Agar terhindar dari rematik beberapa langkah mudah yang ega Anda lakukan.

1. Olahraga secara teratur, bukan hanya untuk kesehatan jantung tetapi juga sangat baik untuk otot, sendi dan tulang.

Olah raga seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Hal ini dikarenakan jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot, dan membangun tulang kuat tanpa menganggu persendian yang sakit. Untuk melakukan olah raga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ataupun terapis untuk mengetahui gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olah raga yang terlalu membebani lutut seperti voli, bulutangkis, atau bela diri. Sebaiknya jangan berdiri terlalu lama karena akan menimbulkan rasa sakit.

2. Peregangan.

Setiap pagi setelah bangun tidur lakukanlah peregangan karena ega meningkatkan kekuatan otot dan membantu meningkatkan rentang gerak sendi Anda. Pastikan Anda melakukan pemanasan otot dan sendi sebelum peregangan. Hal itu karena peregangan sebelum pemanasan, ega memperburuk nyeri sendi dan bahkan menimbulkan ketegangan pada otot.

3. Konsumsi makanan sehat dan banyak mengandung vitamin C serta kalsium.

Kedua nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan tulang dan otot. Ada beberapa buah dan sayur yang disarankan seperti:

  • Semangka. Segelas jus semangka tanpa biji di pagi dan malam dapat mencegah rematik karena kelebihan asam urat. Jus ini akan mampu mendorong keluar asam urat.
  • Alpukat. Lemak nabati yang terkandung mampu memberikan lubrikasi secara alami pada persendiaan tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pingul lutut, dan pergelangan kaki
  • Strawbery
  • Apel. Konsumsi apel yang difermentasi setengah cangkir 2x sehari akan membantu penyembuhan rematik.
  • Asparagus. Zat dalam asparagus dapat menghancurkan asam oksalat dalam ginjal dan dalam jaringan otot. Maka asparagus dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.

4. Penuhi kebutuhan tubuh akan cairan.

Air membentuk 70 persen tulang rawan pada sendi yang bersifat sebagai pelumas sehingga tulang tidak bertemu satu sama lain.

Nah, ternyata upaya pencegahan rematik pun mudah dilakukan. Hanya butuh kesungguhan dan keistiqomahan untuk membiasakan hidup sehat. [Ashshihahteam]