Ahli bekam harus paham ilmu QI, XUE, dan JIN YE| Dasar TCM

::yarobbi.com:: Kelas 20 bekam sinergi, selalu membahas tema QI, XUE, dan JIN YE. Qi adalah sesuatu yang mendasari dalam dunia pengobatan timur. Dari kandungan Qi ini semua unsur yang ada di alam digolongkan menjadi 2 karakter yaitu Yin dan Yang. Dalam terapi bekam / hijamah Qi juga tidak bisa dilupakan.

Hijamah menurut kami bekam sinergi adalah Sebuah metode penanganan penyakit yang melibatkan penarikan Qi ( Energi ) dan Xue ( darah ) ke permukaan kulit menggunakan ruang hampa udara
( vakum ) yang tercipta di dalam gelas atau kop dengan mempertimbangkan kekuatan tujuh materi dasar dan enam patogen ekternal yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh.

Dari definisi ini maka kami sampaikan hubungan dari Qi, xue dan jin ye dalam terapi bekam yaitu diantaranya :
1. Jika seorang mau membekam maka harus melihat pasien cukup energy dan darahnya.

2. Jika mau membekam maka seorang itu harus cukup cairannya / jin ye nya.jangan lakukan pembekaman ( bekam basah ) pada orang yang kekurangan jin ye.

3. Karena darah keluar maka akan selalu di ikuti dengan pengeluaran energy, sebagaimana di katakan dalam ilmu kedokteran timur bahwa energy mengalir mengikuti cairan. Begitu juga sebaliknya cairan tidak dapat mengalir tanpa adanya energy.

4. Dalam melakukan pembekaman harus ketemu dengan 6 pathogen yang berlebih yang akan kita keluarkan sehingga niatan membersihkan 6 pathogen ini akan tercapai.

5. Energi akan memompa darah, darah digunakan untuk membentuk energy.

Semoga artikel QI, XUE, dan JIN YE bisa memberikan pencerahan mengenai alasan para ahli bekam perlu tahu. Sehingga semakin banyak lagi pemahaman yang bisa dimengerti pada saat kita menemui aneka fenomena saat membekam atau dibekam. Semoga bermanfaat.

Info Comed: Jadwal Kuliah, Ujian, dan Coas Bekam Sinergi

Alhamdulillah pelatihan bekam sinergi paket 120 jam / Comed course telah memasuki minggu-minggu terakhir. Sudah banyak materi yang dipelajari, dipraktekkan, dan diamalkan melalui aneka program magang Yarobbi.com.

Jadwal Kuliah
Insyallah tinggal 2 pertemuan lagi, jadwalnya yaitu:
1. Kelas Matrikulasi comed,mulai 07.00-08.00 WIB
2. Kuliah hari sabtu, 4 Februari 2011 dimulai pukul 08.00-21.00 WIB
3. Ahad, 5 Februari 2011 dimulai pukul 08.00-15.00 WIB

Jadwal Ujian
Ujian total materi dari modul 1,2,3 Comed Course Sabtu, 12 Februari 2011

Jadwal Magang
Periode Coas di klinik mulai 15 -25 Februari 2011. Jadwal Menyusul.

Demikian jadwal kuliah, ujian, dan coas paket pelatihan bekam paket 120 jam (Comed Course) Yarobbi.com. Semoga bisa menjadi perhatian bagi seluruh peserta. Comed Course, makin MANTAP JAIA.
===================================

PENDAFTARAN MAHASISWA Comed Course angkatan IV
UNIVERSITAS BEKAM SINERGI INDONESIA segera dibuka,,

Siapkan Diri, waktu, dan Anda segera..
mari belajar bekam lebih dari sekedar BEKAM biasa dengan BEKAM SINERGI.

=======================================

Praktikum Senam Yumeiho dan Ruqyah Syar’iyyah

Belajar ilmu kurang lengkap mana kala tidak disertai dengan ketrampilan. Maka pada hari Ahad 16 Januari 2011 mahasiswa comed course yarobbi.com melakukan praktikum dua ketrampilan terapi:
a. Praktikum Senam PERNAPASAN Yumeiho dan Yumeiho dasar, Instruktur Ust. Abdul Haq
b. Praktikum Ruqyah Syar’iyyah, Instruktur Ust. Edy Syufaat, S.Ip.

Kali ini penyelenggara perlu mencari ruangan yang cukup luas agar seluruh peserta bisa bebas melakukan praktikum. Ya Alhamdulillah bisa menggunakan salah satu ruang bebas di depan kelas yang biasa kita sewa.

Praktikum Senam Yumeiho di awali oleh penjelasan teori ILMU PERNAPASAN oleh Ust Abdul Haq di dalam ruangan. Tahap kedua adalah praktikum pengukuran kesehatan paru-paru dan jantung. Para peserta diminta untuk mengukur kesehatan paru-parunya dengan rumus kesehatan paru-paru dan jantung. Selanjutnya senam Pernapasan Yumeiho dan diakhiri dengan prakitkum Yumeiho dasar.

Sesi ba’da dzuhur saatnya membahas ‘dunia lain’. Ust Edy dalam pertemuan ke tiga menerangkan secara umum teknis step by step salah satu teknik ruqyah yang juga beliau terapkan di forum ruqyah massal rutin di masjid Asy Syifa komplek rumah sakit karyadi semarang tiap hari ahad jam 07.00-09.00 WIB. Setelah itu, semua mahasiswa comed diminta mengambil posisi dan praktikum ruqyah pun dilaksanakan.

Berikut rekaman gambar kegiatan yang sempat didokumentasikan:

Berita baiknya, akhir praktikum kami bahagiakan mahasiswa comed course dengan soal ujian compre modul 1 bekam sinergi. Subhanallah, masih pada bisa konsentrasi ya he he. Semoga semakin memperkaya ketrampilan terapi yang bermanfaat bagi seluruh peserta kursus bekam sinergi paket 120 jam di yarobbi.com Semarang. Sehingga ketika nantinya berpraktek dilapangan bisa memiliki banyak amunisi terapi. Baik terapi yang sifatnya jasmani maupun rohani. Barokallahufikum, BRAVO BEKAM SINERGI. [by. anjrah2006]

RESEP THIBBUN NABAWI BERDASARKAN DIAGNOSA TCM 4 — Sindrom Panas kekurangan Yin

Sindrom Panas kekurangan Yin

ETIOLOGI
Sindrom ini bersifat panas-kering dan pada umumnya disebabkan oleh penyakit panas kronis yang telah mengonsumsi Yin organ tubuh. Yin bersifat dingin dan lembab; Yin yang berkurang tidak sanggup mengendalikan Yang, yang bersifat panas dan kering.

Manifestasi klinis:
Tergantung dari organ yang terserang. Beberapa yang mungkin muncul adalah :
• badan kurus,
• mulut kering, haus,
• tinnitus,
• pening, pusing,
• feses kering,
• urine berwarna kuning,
• demam pada sore hari,
• berkeringat pada malam hari,
• pipi merah,
• rasa panas pada telapak tangan dan kaki,
• insomnia,
• lidah merah muda tanpa selaput,
• serta nadi lemah dan cepat.

Kemungkinan penyakit medis yang masuk dalam sindrom ini adalah:
• Hipertensi
• Insomnia
• TBC pada anak
• Semua penyakit menahun
• Atau penyakit medis lainnya yang mempunyai gejala seperti diatas

TERAPI: BEKAM KERING

Karena panas yang muncul disebabkan karena kekurangan cairan/pendingin, maka prinsip terapinya keluarkan panas dengan bekam kering dan tonifikasi cairan dengan memberikan ramuan penambah yin dan gaya hidup perlu dirubah dengan tidak mengkonsumsi makanan yang sifatnya panas.

Bisa dikombinasi dengan akupuntur dengan tonifikasi pada titik Sp 6, KI 3, KI 7, KI 6 dan sedasi pada titik liv 2 dan liv 3.

Titik yang diambil adalah: Al Kaahil, Al katifain, Fei-shu, Xin Shu ,Gan Shu, dan Shen shu
Alasan pemilihan titik:
Al Kaahil : Titik pertemuan 6 meredian Yang
Al katifain : Titik pengeluaran angin
Fei-shu : Titik belakang paru, dan angin berhubungan dengan organ paru-paru
Xin Shu : Titik belakang jantung
Gan Shu : Titik belakang liver
Shen shu : Titik belakang ginjal

Anjuran sama pada sindrom Panas Tipe Shi

Best regards,

MOKSA, TERAPI UNTUK SINDROM DINGIN DAN LEMAH

Moksibusi adalah cara merangsang titik akupunktur dengan menggunakan moksa yaitu cerutu yang terbuat dari daun Ngai (Arthemisia vulgaris) dengan cara dibakar. Daya panas dari moksa tersebut melalui titik akupunktur akan dialirkan menembus permukaan kulit, otot dan kemudian sampai pada titik dan meridian sehingga akan menimbulkan reaksi pengobatan, pencegahan dan perbaikan serta perawatan.

Moxa tersedia dalam kerucut kecil, stik-tube besar berbentuk seperti rokok yang terbuat dari tumbuhan herbal tersebut – atau sebagai ‘wol’ yang dapat dipuntir pada salah satu ujung jarum akupunktur, yang lalu disisipkan ke dalam kulit secara normal dan moxa-nya disulut. Moxa lepas terkadang juga dibakar dalam kotak yang diletakkan di atas tubuh untuk membantu menyebarkan panas yang dihasilkan ke daerah yang lebih luas.

Moxabustion bisa bersifat ‘langsung’, yakni dibakar pada tubuh dalam kerucut atau jarum akupunktur, ataupun ‘tidak langsung’, yakni dibakar di atas kulit dengan cara memegang stik moxa 2,5 cm (1 inchi) di atas bagian sasaran – atau dengan zat-zat lain, misalnya jahe atau garam, ditempatkan di antara kulit dan moxa yang sedang terbakar.

Moxabustion digunakan bagi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan Dingin dan Lembab – misalnya bentuk-bentuk tertentu arthritis dan nyeri punggung. Moxabustion tidak pernah digunakan jika pasien menderita demam panas atau kondisi ‘panas’. Moxabustion langsung, dengan tumbuhan herbal tersebut dibiarkan terbakar pada kulit, dapat menyebabkan bekas luka dan tidak pernah digunakan untuk wajah atau kepala, atau diberikan dekat dengan organ-organ, arteri atau tulang-tulang penting. Pada kehamilan, perlakuan moxabustion tidak pernah diberikan pada abdomen sebelah bawah.

Fungsi Moksa :
1. Mengangatkan peredaran Chi Xie sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab penyakit Yin Han (Yin Dingin)

2. Menghangati Yang, menimbulkan, memperbaiki denyut nadi dan menolong dari bahaya akibat penyakit yang berat.

3. Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan karena daya panas moksa akan menghangati Yang, melancarkan peredaran energi maka dengan kuatnya Yang Chi kuat pula Wei Chi sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit atau penyebab penyakit luar menjadi kuat pula.

Jenis – jenis Moksa :

1. Moksa Kerucut (cone) baik yang dipakai langsung maupun tidak langsung.

2. Moksa Sylinder atau Cerutu, merupakan moksa yang dibuat dari daun ngai atau campuran obat-obatan yang digulung berbentuk cerutu kemudian dibakar serta didekatkan pada jarak tertentu serta digerakan seperti patukan burung.

3. Moksa selubung penghangat, merupakan moksa yang menggunakan alat dari metal atau logam yang khusus di dalamnya moksa dibakar (ada yang menggunakan aliran listrik dan sering disebut bantal penghangat)

4. Moksa alam, merupakan moksa yang bahannya berasal dari tumbuhan atau binatang tertentu, jenis ini sekarang tidak ada lagi dan tinggal sejarah.

5. Moksa diatas jarum, merupakan moksa yang diletakan di ujung ekor jarum kemudian dibakar sehingga panasnya dialirkan lewat jarum akupunktur ke titik meridian, ini biasanya diberikan pada kasus rheumatic.

Indikasi :

– Untuk semua jenis penyakit Yang Chi lemah, penyakit lama, diare kronis, sindrom dingin, gondok, shock, muntaber.

– Kadang ada suatu penyakit yang diperlukan tusuk jarum dahulu baru dimoksa.

Kontra Indikasi

– Mutlak pada kasus panas karena angin atau panas karena Yin Xu, denyut nadi cepat (lebih dari 90 denyutan permenit), semua itu tidak cocok untuk di moksa.

– Sementara pada orang yang sedang terlalu lapar, terlalu kenyang, mabuk, serta pada kondisi emosional atau emosi yang parah.

– Pada titik tertentu, seperti pada bagian wajah, perut bagian bawah dan pinggang bagian bawah pada wanita hamil. Menurut catatan kuno ada beberapa titik yang tidak boleh dimoksa, sebagai besar karena letaknya dekat dengan organ penting atau dekat nadi; misalnya Jing Ming (KK. 1), Si Zhu Kong (TP. 23), Tong Zi Liao (KE. 1), semua titik dekat mata, Ren Ying (Lb. 9), Jing Gu (Pr. 8 ) karena dekat nadi dan sebagainya.

Persiapan Terapi moksa :
– Siapkan moksa yang akan dipakai dan korek api serta lilin, siapkan juga tempat pembuangan abu putung dari moksa.

– Nyalakan moksa dan dekatkan ke titik akupunktur selama beberapa saat tergantung tingkat ketahanan pasien. Jauhkan jika panas atau alihkan pada titik yang lain, demikian pindah-pindahkan terus supaya tidak terlalu panas. Pada penggunaan moksa yang dialas jahe atau bawang putih cenderung terjadi pelepuhan di kulit, jika ini terjadi sobek sedikit dan keluarkan airnya, kemudian olesi madu baru antiseptiknya. Pada penggunaan moksa yang di taruh diujung jarum maka buatlah lingkaran dan gunting sampai ke tengah pusat lingkaran dan masukan ke jarum hingga ke tengah pusat lingkaran kertas, hal ini berguna untuk mencegah lepuhan akibat potongan putung yang jatuh.

– Bisa juga penggunaan pada jarum, jarum dibakar dengan didekatkan pada moksa batang atau ujung ekor jarum diberi kapas yang dililitkan kemudian diberi alcohol 100 % kemudian dibakar.

Hal yang Perlu Diperhatikan dan Tindakan Pencegahan
1. Pada waktu melakukan moksibusi penghangatan atau moksibusi dengan jarum, dianjurkan kepada penderita agar tidak bergerak selama moksibasi berlangsung, karena kalau tidak, abu yang dihasilkan dari moksibasi akan membakar kulit dan pakaian, untuk menghindari hal tersebut, dapat diletakkan sepotong kardus, yang berukuran 6 sampai 8 cm, bentuk empat persegi atau bulat. Potonglah sebuah garis dan salah satu sisi ke pusat, sehingga jarum dapat terletak pada bagian pusat dan dapat memegang kardus, hal ini dapat melindungi kemungkinan jatuhnya abu dari moksa.

2. Terapi dengan moksibasi biasanya cenderung pada keadaan Yin, dalam defisiensi dan gejala dingin, terapi kadang juga dilakukan pada keadaan Yang luar atau gejala panas.

3. Urutan dari terapi moksibasi adalah sama seperti pada akupunktur, yaitu bagian bawah tubuh, bagian punggung lebih dahulu dari pada bagian abdomen, bagian kepala dan tubuh lebih dahulu dari pada extremitas, meridian Yang lebih dahulu dari pada meridian Yin.

4. Sebelum melakukan terapi moksibasi terlebih dahulu perlu dipertimbangkan beberapa ukuran moksa kerucut, berapa banyak oksa yang akan digunakan, serta dimana akan dilakukan terapi moksibasi, keadaan penderita serta umur penderita perlu dipertimbangkan. Pada umumnya 3 – 5 moksa kerucut digunakan untuk setiap titik dan lama moksibasi adalah 10 – 15 menit untuk moksa batang. Untuk penderita usia lanjut, anak-anak atau penderita lemah, gunakanlah moksa lebih sedikit dari pada keadaan normal.

5. Moksibasi dikontraindikasikan pada demam tinggi baik karena faktor dari luar atau defisiensi Yin, seperti hemoptisis, stroke, hipertensi berat dan konstipasi

6. Moksibasi dengan meninggalkan jaringan parut tidak dianjurkan pada daerah wajah dan kepala, karena alasan kosmetik, juga moksibasi tidak boleh dilakukan pada daerah pembuluh darah, membrane mukosa, daerah yang berambut, obdomen bagian bawah, organ genitalia, dan daerah sacrum pada wanita hamil.

Menurut Kepustakaan Kedokteran Traditional Cina, beberapa titik dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi sebagian karena berdekatan dengan organ penting, arteri atau system saraf.

Menurut salah satu kepustakaan kuno dalam buku “Kompendium Akupunktur dan Moksibasi : (Yang Ci Cou, 1601), ada 45 titik yang dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi, sebagai berikut di bawah ini :

Dien Fu (L3)
Cing Ku (L8)
I Ci (L10)
Sao Sang (L11)
He Liao (L119)
Ying Siang (L120)
Cou Yung (Sp20)
Sia Kuan (S7)
Dou Wei (S8)
Ren Ying (S9)
Ru Cung (S17)
Cien Liao (S118)
Pi Kuan (S31)
Fu Du paha (S32)
Yin Se (S33)
Tu Pi (S35)
Diao Go (S38)
Yin Pai (Sp1)
Luo Ku (Sp7)
Yin Ling Jien (Sp9)
Fu Ai (Sp16)
Cien Cin (S19)
Su Liao (Tu25)
Cing Ming (B1)
Can Cu (B2)
Jen Su (B15)
Dien Cu (B10)
Sin Su (B15)
Pai Huan Su (R30)
Cen Fu (B36)
Yin Men (B37)
Wei Cung (B40)
Sen Mai (B62)
Cung Jung (P9)
Yang Je (SC4)
Dien I (SC16)
Se Ce Gung (SC23)
Dou Lin Ji (G15)
Yen I (G22)
Ti U Wei (G42)
Ciu Wei (Ren 15)
Yao Yang Kuang (Tu3)
Ci Cung (Tu6)
Ya Men (Tu15)
Fung Fu (Tu16)

Walaupun begitu, beberapa titik yang dikontraindikasikan untuk moksibasi, memperlihatkan hasil yang baik dalam terapi, contoh: moksibasi langsung pada titik Ciu Wei (Ren15) dapat memperbaiki penyakit epilepsy, Sao Sang (L11) dapat mengobati epistaxis, Yin Pai (Sp11) dapat mengobati pendarahan uterus fungsional, metrorhagia, metrostaxis yang berkepanjangan.

Tu Pi (S35) dapat mengobati nyeri karena arthritis pada sendi lutut, Sin Su B15 dapat mengobati kelemahan umum, emissi nocturnal dan lain-lain, oleh karena itu semua titik yang dikontraindikasikan perlu dipertimbangkan mengenai keadaan patologis, letak anatomis dan tempat moksibasinya.

7. Terapi moksibasi dapat menimbulkan Kombustio pada berbagai tingkat, akibatnya dapat bervariasi dari perasaan panas dan kemerahan setempat, yang dapat menghilang dengan sendirinya atau pembentukan lepuh. Apabila terjadi lepuh kecil yang kemudian pecah, maka cairan akan diabsorbsi tanpa menimbulkan infeksi. Lepuh yang besar perlu dipungsi dan didrainage, apabila terjadi lepuh dengan nanah, maka perlu diberi antibiotika local. Sebelum terapi moksibasi dilakukan, sebaiknya penderita diberi tahu lebih dahulu tentang kemungkianan terjadi lepuh.

8. Titik akupunktur yang dikontraindikasikan pada moksibasi mempunyai efek penguatan dan pengurangan. Pada cara penguatan, asap jangan ditiup, tetapi dibiarkan, sedang pada cara pengurangan, asap harus ditiup secara cepat. Seperti halnya dengan akupunktur, setelah jarum dicabut, lubang bekas tusukan ditutup dengan cara menekan secara ringan dan message, oleh karena mencegah Cing Ji keluar. Sebaliknya, sebelum pencabutan jarum dilakukan pemutaran beberapa kali untuk memperbesar lubang sebelum pencabutan, untuk memungkinkan faktor penyakit keluar, cara ini disebut cara pengurangan.

Terapi Moksibasi pada Beberapa Kasus

1. Stroke
Bila penderita merasa hipertesi pada jari, pusing dan vertigo, kekakuan pada lidah dan disfasia sebelum serangan apoplexy, digunakan moksa bentuk konus, pada titik Pai Hui (G20), Cien Cing (G21), Ji Je (LI11), Fung Se (G31), Cu San Li (S36) dan Sien Cung (G39) untuk tindakan pencegahan.

2. Batuk
Moksibasi dengan moksa kerucut pada Dao Tao (Tu13) dapat digunakan pada kasus defisiensi atau kelebihan.
Pada kasus yang masih baru, memerlukan kira-kira 3 sampai 7 buah moksa kerucut.
Pada kasus kronis, terapi dapat diberikan satu kali per hari, hasil terapi dapat dicapai setelah beberapa hari.

3. Mual dan Muntah
Moksibasi pada titik Dan Cung (Ren17), Ji Hai (Ren6), Nei Kuan (P6), Wei Su (B21) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa kerucut, kira-kira 5 – 7 buah moksa kerucut yang dibutuhkan. Titik-titik sekunder Dueb Ting (K117), Cung Kui (EX-UE3), Tan Su (B19) dan He Ku (L14)

4. Sakit kepala
Pada kasus defisiensi Ji, pergunakanlah moksibasi pada titik Pai Hui (Tu20), Ta Cui (Tu14), Cung Wan (Ren12), Ji hai (Ren6) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Pada kasus defisiensi darah, pergunakanlah moksibasi pada Duo Wei (S8), Dai Yang (EX-HN5), Ji Je (LI11), He Ku (L14), dan Kan Su (B18).
Titik sekunder : Fung Je (G20), Ke Su (B17), Bi Su (B20), Sen Men ((H7) dan Cu San Li (S36). Moksibasi pada tiap titik untuk kira-kira 3 – 5 menit.

5. Pusing dan vertigo
Pada kasus defisiensi darah, dipergunakan moksibasi secara tidak langsung dengan jahe pada titik-titik Pai Hui (Tu20), Sang Sing (Tu23), Sen Cu (Tu12), Ce Yang (Tu9), Kan Su (B18) dan Bi Su (B20) tiap titik di moksibasi dengan moksa kerucut yang kecil, setiap hari dan hasil yang baik dapat dicapai dalam waktu kira-kira 1 bulan

6. Nyeri abdomen sekitar umbilicus
Pada kasus karena defisiensi dan dingin, moksibasi pada titik Sen Jiek (Ren8) dan Ji Hai (Ren6) untuk kira-kira selama 1 jam sampai nyeri hilang.

7. Kegegangan otot-otot di daerah lumbal
Moksibasi secara langsung pada titik Sen Su (B23), Yao Yang Kuan (Tu3), Ming Men (Tu4), Cu San Li (S36) tap titik dengan 5 – 7 buah moksa kerucut. Terapi yang sering dilakukan dapat mencegah serangan.

8. Diare karena defisiensi dan dingin
Moksibasi pada titik Dien Su (S25), Ji Hai (Ren 6), Cung Wan (Ren12) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Tiap titik diterapi kira-kira 5 menit

9. Sakit gigi
Sakit gigi bawang sering mempunyai titik nyeri tekan di Bien Li (L16) dan sakit gigi atas mempunyai titik nyeri tekan di Cie Si (S41). Moksibasi secara tidak langsung dengan jahe dapat dilakukan pada titik nyeri tekan dengan 10-20 buah moksa kerucut.

10. Perdarahan uterus
Moksibasi pada titik Se Men (Ren5) dengan 5 buah moksa kerucut. Kuan Yen (Ren4) dengan 7 buah moksa kerucut. Yin pai (Sp1) dengan 5 buah moksa kerucut. San Yin Ciao (Sp6) dengan 5 buah moksa kerucut.
Titik sekunder : Bi Su (B20), Sen Su (B23), Ji Hai (Ren6), Ta Tuen (liv 1), tiap titik di moksibasi dengan 5 – 7 buah moksa.

11. Gangguan pada tenggorokan
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14) dengan 3 – 7 buah moksa bentuk biji. Moksibasi dengan moksa batang dapat dilakukan pda titik Cao Hai (K6) bilateral, selama 4 – 5 menit setiap sisi, hasil terapi yang baik dapat dicapai setelah tiga kali pengobatan. (satu kali per hari)

12. Lekore
Moksibasi pada titik San Ciao Su (B22), Sen Su (B23), Cung Liao (B33), Ji Hai (Ren6), Cung Ci (Ren3), Sie Hai (Sp10) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan 7 buah moksa bentuk biji untuk masing-masing titik, moksa bentuk batang dapat digunakan. Moksibasi pada titik Tai Mai (G26), Kuan Yen (Ren4), Yao Yang Kuan (Tu3) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa batang, untuk selama 5 menit tiap kali, terapi satu kali per hari.

13. Kejang pada anak yang kronis
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14), Bi Su (B20), Wei Su (B21), Kuan Yen (Ren4), Ji Hai (Ren6), Cu San Li (S36), moksibasi dengan moksa batang, tiap titik diterapi kira-kira selama 5 menit.

14. Flu
Moksibasi pada titik Fei Su (B13), Sin Su (B15) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Pencegahan : moksibasi secara tidak langsung dengan jahe, pada titik Sen Cu (Tu12), Kan Su (B18), Bi Su (B20), Sen Su (B23), Cung Wan (Ren12), Ji Hai (Ren6) dan Dien Su (S25) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Titik Cu San Li (S36) dengan moksa batang selama 15 menit, tiap pagi, tiap sisi bergantian.

15. Ulcus yang dalam
Ulcus yang dalam disudut mulut : moksibasi pada puncak dari ulcus dengan 5 buah moksa kerucut, kemudian pada titik Sou San Li (L110) dengan 20 buah moksa kerucut.
Pengobatan selama 3 hari dan pada umumnya 3 kali terapi dapat mencapai hasil yang baik.

Best regards,

TEORI PENYEBAB PENYAKIT III FAKTOR PERILAKU

Kesalahan, kelelahan, stress dan kekurangan latihan fisik adalah perilaku yang salah yang dapat menyebabkan sakit.

Salah Diet
1. Makan berlebihan dan malnutrisi
Jumlah makanan yang dimakan seharusnya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makan berlebihan atau kekurangan makan dapat menimbulkan penyakit. Apabila makanan yang dimakan melebihi kemampuan pencernaan fungsi limpa dan lambung akan terganggu. Manifestasi klinis meliputi sendawa berbau, regurgitasi asam, distensi dan nyeri epigastrium serta perut, tidak nafsu makan, muntah dan diare. Kekurangan makan akan menyebabkan kegagalan penyediaan bahan untuk pembentukan Qi dan darah. Dalam jangka panjang, akan terjadi penurunan berat badan dan kelemahan Qi antipatogen.

2. Berlebihan dalam jenis makanan tertentu
Tubuh manusia hanya akan memperoleh kebutuhan nutrisi apabila makanan yang dimakan seimbang. Berlebihan atau kekurangan dalam suatu jenis makanan tertentu akan mengakibatkan berbagai bentuk malnutrisi dan penyakit lain. Sebagai contoh, makan nasi yang berasal dari beras giling secara terus-menerus akan mengakibatkan beri-beri. Mereka yang meminum air yang kekurangan yodium akan dapat menderita penyakit gondok. Berlebihan dalam makanan dingin atau mentah dapat melukai limpa yang berlanjut pada terbentuknya dingin dan lembab dalam, dengan gejala nyeri perut dan diare. Berlebihan minum alcohol atau makanan berlemak, makanan manis dan lezat dapat menimbulkan panas lembab riak dan stagnasi Qi serta darah. Apabila fungsi limpa dan lambung terganggu dapat timbul perubahan patologis seperti rasa penuh di dada dengan riak banyak, pusing, vertigo, perdarahan hemoroid (wasir) dan karbunkel (bisul).

3. Makan makanan kotor
Apabila memakan makanan kotor, busuk atau beracun, fungsi limpa dan lambung akan terganggu, sehingga mengakibatkan nyeri dan disentri epigastrium serta perut, mual muntah, borborigmi dan diare. Makanan kotor dapat pula menyebabkan penyakit parasit atau keracunan makanan.

Kelelahan, stress, atau kekurangan latihan fisik
Kerja fisik dan istirahat yang normal tidak akan menimbulkan penyakit, dan merupakan syarat dasar untuk membangun konstitusi serta mencegah penyakit. Kelelahan dan stress atau kekurangan latihan fisik dapat menimbulkan penyakit. Kelelahan dan stress berkepanjangan akan melemahkan Qi antipatogen dan mengakibatkan penurunan berat badan, malas, keengganan bicara, palpitasi, insomnia, pusing dan pandangan kabur.

Kegiatan seks berlebihan akan melukai Qi ginjal, mengakibatkan gejala defisiensi seperti nyeri dan kelemahan dari daerah lumbal dan sendi lutut, pusing, tinnitus, impotensi, ejakulasi dini, kelemahan dan haid tidak teratur. Kehidupan yang tidak menyenangkan dan kekurangan latihan fisik dapat menganggu sirkulasi Qi dan darah, melemahkan fungsi limpa dan lambung, dan melemahkan daya tahan tubuh.

Manifestasi klinis meliputi kelemahan tulang dan tendon, kurang tenaga, tidak nafsu makan, kelemahan, kegemukan, dan napas pendek pada waktu kerja, atau dapat pula menyebabkan penyakit lain.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Simak juga:
TEORI PENYEBAB PENYAKIT I — Pathogen Eksterna (PPL)
TEORI PENYEBAB PENYAKIT II — Tujuh Faktor Emosi (PPD )
TEORI PENYEBAB PENYAKIT IV — Faktor Musibah dan Faktor Turunan

RESEP THIBBUN NABAWI BERDASARKAN DIAGNOSA TCM 3 — Sindrom Darah Panas

Sindrom Darah Panas

Etiologi:
Sindrom ini ditandai oleh perdarahan pada umumnya disebabkan oleh penimbunan panas dalam darah.

Manifestasi klinis:

  • demam tinggi,
  • perdarahan,
  • menstruasi berlebih,
  • gelisah,
  • haus,
  • lidah warna merah tua,
  • nadi cepat dan lain-lain.

Continue Reading