Diabetes mellitus, Dibekam saja

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Diabetes mellitus, Dibekam saja

Diabetes mellitus, Dibekam saja, Telah Terbukti Secara Ilmiah Menormalkan Gula Darah Berlebih

Diabetes mellitus atau yang lebih umum dikenal dengan kencing manis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman menakutkan bagi manusia. Sebagian kalangan menyatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan tapi hanya bisa dikontrol kadar gula darahnya agar selalu dalam keadaan seimbang, yaitu dengan terapi obat-obatan penurun gula darah secara kontinyu disertai diet yang benar. Benarkah penyakit ini tidak bisa disembuhkan? Adakah cara lain untuk mengontrol gula darah?
Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadist dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usamah bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu saat aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badui. Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab,”Betul hai para hamba Allah, berobatlah! Karena setiap kali Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga meniptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Mereka bertanya,”Penyakit  apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Lanjut usia.” Dalam lafazh lain disebutkan,”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya.” (dikeluarkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan derajat hasan shahih. Juga oleh An-Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan derajat shahih). Maka tidak ada yang tidak mungkin bahwa penyakit separah apapun, akan bisa disembuhkan atas ijin Allah SWT.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

PENYAKIT DIABETES PADA ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW
Apakah diabetes sudah ada pada zaman nabi Muhammad SAW? Hal ini berdasarkan literatur sejarah, bahwa pada tahun 1552 sebelum masehi, di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering kencing dengan jumlah yang banyak (yang disebut poliuria) dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi, penulis India, Susrhata menamakan penyakit tersebut dengan penyakit “kencing madu”. Dari fakta sejarah tersebut maka bisa disimpulkan bahwa diabetes sudah ada pada jaman nabi Muhammad SAW, berdasarkan dimulainya kalender hijriah sekitar 500 tahunan setelah tahun masehi dimulai. Wallahu a’lam bishawab. Namun islam dengan syari’at yang sempurna ini telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit diabetes melaui sabda nabi Muhammad SAW, ”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Karena faktor pola makan menjadi salah satu pemicu utama diabetes.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

SOLUSI SELAIN OBAT
Ada beberapa solusi mengatasi diabetes tanpa obat kimia sintetis, atau juga bisa digunakan sebagai terapi pendamping bersamaan dengan terapi obat-obatan (medika mentosa). Salah satunya adalah bekam. Berdasarkan riset ilmiah, pengobatan sunnah ini sangat ampuh dalam mengontrol gula darah. Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang dikutip dari buku karya ilmuwan Arab yang terkemuka, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘Al-’Ajib (Obat Ajaib). Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.
Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :

  1. dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
  2. dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
  3. dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
  4. dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
  5. dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
  6. dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :

  1. dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
  2. dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
  3. dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
  4. dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
  5. dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
  6. dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
  7. dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
  8. dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
  9. dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
  10. dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
  11. dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
  12. dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
  13. dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria :

  1. Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun.
  2. Di musim semi dan selama bulan april dan Mei
  3. Pada paruh kedua bulan Qomariah
  4. Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita

Banyak sekali hasil riset yang mengejutkan, dan salah satu hasil riset tersebut yang berhubungan dengan penyakit diabetes menunjukkan bahwa kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus. SUBHANALLAH!

Diabetes mellitus, Dibekam saja

RESEP TITIK BEKAM
Resep titik bekam untuk terapi diabetes sangatlah beragam berdasarkan hasil ijtihad masing-masing ahli bekam. Tidak ada yang salah dari resep titik yang beliau-beliau hasilkan karena resep tersebut muncul pasti dengan berlandaskan ilmu, pengalaman, dan dasar  hukum masing-masing, yang tentunya disertai dengan mohon petunjuk kepada Allah SWT. Karena seorang hamba, siapapun itu akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya  yakni tanggung jawab di dunia dan akhirat. Kami tidak membuat resep baru dalam tulisan ini, namun berdasarkan kajian dan pengalaman yang pernah dilakukan pada praktek di lapangan, maka kami sangat menganjurkan aplikasi titik weiwanxiashu Ex-B 3 (extra back point number 3) untuk penanganan diabetes. Ini adalah titik akupunktur yang telah terbukti secara empiris memiliki pengaruh signifikan dalam menormalkan kadar gula darah. Walaupun titik akupunktur, titik ini sangat memungkinkan untuk dilakukan pembekaman. Karena sudah lazim kalau titik akupuktur dimanfaatkan sebagai titik pelengkap selain titik sunnah oleh para ahli bekam. Hasil terapi yang memuaskan insya Allah akan didapat jika dilakukan dengan penerapan standar tata laksana terapi yang baik dan benar.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Berikut ini adalah profil titik tersebut

  • Nama titik : weiwanxiashu Ex-B 3 (Extra-Back 3)
  • Lokasi : pada punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior.
  • Aksi : menguatkan limpa dan mengharmoniskan lambung
  • Indikasi : diabetes, masalah lambung, nyeri abdomen, mual, intercostal neuralgia

 Diabetes mellitus, Dibekam saja
Gambar  Letak Titik Wewanxiashu

 Diabetes mellitus, Dibekam saja

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Ada beberapa kaidah dan metode terapi yang harus diperhatikan dengan benar agar proses terapi berjalan dengan aman dan terasa manfaatnya, seperti yang tertera di bawah ini:

  1. Titik ini bisa diaplikasikan sebagai resep titik tunggal atau sebagai titik pelengkap dari beberapa resep titik yang telah ada atau berdasarkan kondisi tertentu.
  2. Hati-hati aplikasi titik ini pada penderita diabetes dengan komplikasi, seperti: hipoglikemi, stroke, hipertensi, gangren, neuropatik diabetes, dan sebagainya. Kecuali dengan tatalaksana yang baik dan benar.
  3. Harus diperhatikan dengan benar tentang sterilisasi dan teknik penyayatan, mengingat penderita diabetes sangat rawan dengan luka.
  4. Perlu ada metode tertentu untuk pembekaman pada penyakit yang bersifat dingin. Misalkan dengan herbs cupping (penggunaan herbal pada pembekaman) dan metode penunjang lainnya.
  5. Perlu adanya sinergi perawatan/rujukan kepada/dengan metode kedokteran modern pada kondisi tertentu.
  6. Perlu adanya aplikasi palpasi titik bekam sebagai data pelengkap untuk menentukan prinsip terapi, cara terapi, manipulasi, dan prognosa.
  7. Ketepatan manipulasi pembekaman menentukan efek terapi.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Semoga pemaparan yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, setidaknya membuka wacana dalam pengembangan bekam (khususnya dalam kasus diabetes) sebagai syi’ar sunnah nabi Muhammad SAW, sehingga dapat dinikmati manfaatnya oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang apapun, sebagai tanda bahwa islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karena bekam bukan hanya untuk muslim, tapi merupakan solusi untuk semua umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. Seperti halnya pengalaman kami, tidak sedikit non-muslim yang rutin berbekam di tempat praktek kami. Bahkan, ada yang rutin mengkonsumsi air zam-zam dan minyak zaitun secara kontinyu. Subhanallah! Jika kemujaraban bekam telah terbukti secara ilmiah berdasarkan petunjuk yang nyata, masihkah kita menutup diri??!! [Based on Abu Kandra’s Mind]

Referensi Diabetes mellitus, Dibekam saja:

  1. Metode Pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Diabetes mellitus, Dibekam saja
  2. Advance Modern Chinesse Theraphy karya Ganglin Yin dan Zhenghua Liu
  3. Riset Perubahan Patologis Titik Weiwanxiashu Ex-B 3 pada Penderita DM karya Hendra Sukma Wijaya
  4.  Bbsdlp.litbang.deptan.go.id/index.php
  5. Indodiabetes.com/sejarah-diabetes.html
Diabetes mellitus, Dibekam saja

Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Oleh:
ABU KANDRA

Seperti pada pembahasan sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan data manifestasi patologis pada titik akupunktur dibagi dalam 2 metode yaitu palpasi dan wawancara. Palpasi titik akupunktur untuk mengetahui nyeri tekan, nyaman tekan, dan adanya nodul. Wawancara yaitu bertujuan untuk mengetahui sensasi pada titik akupunktur (sensasi nyeri, sensasi terbakar, sensasi tertusuk, sensasi kaku) dimana sensasi tersebut dapat diketahui melalui wawancara/menanyakan kepada penderita tentang adanya sensasi apa saja yang dirasakan pada saat itu juga di titik weiwanxiashu.

Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

  1. Hasil perbandingan sensasi dan palpasi weiwanxiashu secara umum
    Jika dibandingkan, manifestasi patologis titik weiwanxiashu lebih dapat ditunjukan melalui metode palpasi daripada wawancara. Karena telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat dimana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Yang mana penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras dibawah kulit. Ini dikarenakan palpasi melakukan intervensi langsung pada titik sehingga pengukurannya lebih terarah dan objektifitasnya lebih tinggi.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor 
  2. Manifetasi patologis titik weiwanxiashu berdasarkan lamanya menderita
    Kurva di bawah ini adalah salah satu cara untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa faktor lamanya menderita mempengaruhi manifestasi. Agar penggambarannya lebih mudah dicerna maksudnya, maka dapat diukur dari sisi tidak adanya manifestasi.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa FaktorGambar 1.1 kurva hubungan lamanya menderita dengan tidak adanya manifestasi
    Jika diperhatikan, manifestasi cenderung bahkan tidak muncul sama sekali ketika di tahun-tahun awal menderita yaitu sekitar < dari 1 tahun hingga 5 tahun. Manifestasi mulai muncul ketika menderita DM > 5 tahun hingga 15 tahun. Tapi ketika menderita DM > 15 tahun,  tidak ditemukan manifestasi sama sekali. Sehingga terbentuklah kurva dengan pola cekung sperti tampak di atas. Ada apa dengan pola kurva tersebut? Mengapa manifestasi tidak muncul di awal tahun dan pada saat > 15 tahun menderita DM? coba kita kaji bersama pada pemaparan di bawah ini.
    Seperti yang dinyatakan dalam kitab Huang Di Neijing bahwa dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Dalam kedokteran modern, melemahnya fungsi organ pada penderita DM juga diikuti oleh kerusakan saraf perifer di otot, kulit dan organ lain. gejala yang muncul biasanya adalah mati rasa bahkan lumpuh. Hal tersebut tentu saja berhubungan juga dengan kepekaan rangsang titik akupunktur karena titik akupunktur terletak pada jaringan superfisial, terlebih pada penderita DM dengan komplikasi neuropati. Hal semacam ini biasa disebut dengan neuropati perifer. Menurut ahli endokrinologi Prof. Hans tandra, pada penderita DM, neuropati biasanya terjadi setelah glukosa darah terus tinggi, tidak terkontrol dengan baik, dan berlangsung sampai 10 tahun atau lebih. Dalam jangka lama, glukosa darah yang tinggi akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan ke saraf sehingga terjadi kerusakan saraf.
    Ketika menderita diabetes kurang dari 1 tahun, titik weiwanxiashu belum memanifestasikan  tanda patologis karena kondisi penyakit masih tergolong ringan. Mulai 1 tahun hingga 15 tahun, titik mulai memanifestasikan tanda patologis karena kondisi keparahan yang meningkat, dan ketika menderita diabetes lebih dari 15 tahun manifestasi mulai menghilang karena lamanya suatu penyakit yang diderita akan berdampak pada melemahnya organ, sehingga merusak sistem pembuluh darah dan saraf  yang biasa disebut neuropati diabetes, yang kemudian juga berdampak mengurangi kepekaan pada titik akupunktur, dikarenakan karakter titik akupunktur yang kaya saraf dan pembuluh darah. Dari hal ini dapat kita ambil sedikit kesimpulan bahwa neuropati diabetes mempengaruhi manifestasi titik akupunktur pada umumnya dan titik weiwanxiashu pada khususnya.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor
  3. Sensasi dan palpasi berdasarkan umur
    Disini akan dipaparkan tentang hubungan antara manifestasi patologi titik weiwanxiashu dengan faktor umur penderita DM.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa FaktorGambar 1.2 kurva hubungan tidak adanya manifestasi dengan umur
    Kurva di atas menggambarkan bahwa penderita DM berumur di bawah 50 tahun cenderung tidak terdapat manifestasi. Manifestasi mulai muncul ketika penderita DM menginjak usia 50 tahun hingga di bawah 70 tahun. Manifestasi patologis tidak muncul sama sekali ketika usia penderita menginjak 70 tahun hingga ke atas.
    Di umur awal, manifestasi belum tampak dikarenakan pada usia muda kondisi tubuh seseorang lebih baik dan masih mampu “melawan” penyakit dan kerusakan organ juga jaringan yang diakibatkan oleh DM masih belum nampak. Sehingga manifestasi patologis di weiwanxiashu juga belum ada. Semakin bertambahnya umur, semakin berkurang pula kepekaan sarafnya. Masih menurut Prof. Hans tandra, pada umumnya penderita diabetes usia lanjut cenderung menderita diabetes yang watunya sudah lama sehingga juga berhubungan dengan kerusakan saraf perifer seiring dengan bertambahnya umur yang biasanya diikuti dengan menurunnya fungsi organ, dimana usia tua lebih mudah terkena kerusakan saraf perifer daripada usia muda.
    Sama halnya dengan manifestasi patologis karena faktor lamanya menderita DM, semakin bertambahnya usia semakin menurun pula fungsi organ dalam. Hal ini juga mempengaruhi kepekaan titik akupunktur, sehingga semakin bertambah usia, manifestasi pada titik Weiwanxiashu Ex-B 3 akan menghilang. Sebaliknya pada usia muda titik akupuntur lebih peka karena organ dan jaringan tubuhnya masih berfungsi dengan baik.
  4. Sensasi dan palpasi berdasarkan kadar gula darah
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor
    Gambar 1.3 Kurva hubungan tidak adanya manifestasi dengan kadar gula darah
    Karakter kurva di atas hampir sama, yaitu nyaris tidak ditemukan manifestasi pada tingkatan awal kondisi kadar gula darah 200-290 mg/dL. Manifestasi mulai serentak  muncul pada kategori pertengahan yaitu ketika kadar gula darah 300-390 mg/dL, dan manifestasi mulai berkurang ketika kadar gula bertambah hingga > 400 mg/dL. Namun, temuan penelitian kami yang sangat unik, ketika dalam keadaan hipoglikemi manifestasi patologis di titik weiwanxiashu menunjukan nyaman tekan dan area cekung ketika dirabah.
    Seperti yang kita ketahui bahwa hipoglikemi merupakan suatu kondisi kadar glukosa darah yang terlalu rendah sampai 60 mg/dL yang mengakibatkan gejala kelemahan tubuh dikarenakan nutrisi tubuh tidak tercukupi. Dalam TCM, nyaman tekan atau reaksi menerima tekanan pada area/titik yang ditekan dan ketika dirabah terdapat manifestasi berupa area cekung, merupakan manifestasi yang menunjukan sifat penyakit golongan defisien atau lemah. Dalam kedokteran modern, hipoglikemi juga digolongkan kondisi kelemahan. Dari sini kita bisa melihat terdapat sinkronisasi istilah antara TCM dan kedokteran modern.
    Glukosa darah yang tinggi akan melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah kapiler yang memberi makan ke saraf sehingga terjadi kerusakan saraf. Hal tersebut juga sesuai dengan hasil penelitian tentang titik akupunktur sebagai berikut, yaitu Kellner (1965) melalukan 12.000 mikroseksi pada 11 titik akupunktur, hasilnya tidak ditemukan sesuatu yang unik, kecuali akhiran saraf pada lokasi titik akupunktur lebih padat. Pada lokasi akupunktur, satu reseptor untuk 2,80 mm2 dan lokasi bukan titik akupunktur 12,83 mm2. Gunn et al (1976) meneliti 70 buah titik akupunktur, 47 terletak pada titik motorik (tipe I), 11 terletak di garis sagital, pertemuan saraf superfisial kedua belah tubuh (tipe II), 12 terletak pada pleksus saraf atau saraf kutaneus superfisial (tipe III), titik akupunktur terletak di  atas otot–tendon (tipe IV). Kesimpulannya, titik akupunktur terletak di area kaya saraf superficial. Maka bukanlah suatu yang mengherankan jika kadar gula darah mempengaruhi manifestasi yang muncul. Ketika kadar gula darah semakin tinggi, berakibat pada kerusakan saraf perifer dan pembuluh darah kapiler sehingga berpengaruh pada kepekaan titik akupunktur, mengingat karakteristik titik akupunktur yang kaya saraf dan pembuluh darah daripada lokasi yang bukan titik akupunktur.
    Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor 
  5. Sensasi dan palpasi berdasarkan tipe diabetes
    Data yang kami temukan pada wawancara sensasi titik menunjukan bahwa sensasi titik lebih nampak pada diabetes tipe I daripada tipe II, berbanding terbalik dengan data palpasi, manifestasi palpasi titik lebih nampak pada diabetes tipe II daripada tipe I. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara tipe diabetes dengan manifestasi patologis pada titik Weiwanxiashu Ex-B 3. Karena, menurut para pakar endokrinologi penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama-sama bisa terkena neuropati, di mana manifestasi patologis titik akupunktur pada umumnya dan titik weiwanxiashu pada khususnya dipengaruhi oleh neuropati diabetes.
  6. Sensasi dan palpasi berdasarkan kelamin
    Data berdasarkan wawancara sensasi titik dan palpasi titik weiwanxiashu, penderita DM laki-laki lebih banyak didapati manifestasi patologis daripada perempuan.
    Para ahli mengatakan bahwa laki-laki lebih beresiko terkena neuropatik diabetik dari pada perempuan yaitu berupa nyeri yang hebat atau yang lainnya tergantung pada letak kelainannya, jika titik akupunktur mempunyai kelainan berupa manifestasi nyeri dan sebagainya, berarti titik akupunktur tersebut sedang bermasalah yang menggambarkan kondisi organ yang berhubungan dengan titik tersebut, karena titik akupunktur atau meridian adalah tempat dilewatinya faktor patogen.

Keterkaitan Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu dan Penderita DM Berdasarkan Beberapa Faktor

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Oleh: Abu Kandra

Dalam ilmu akupunktur, titik weiwanxiashu adalah titik empiris untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM). Titik tersebut terletak pada meridian kandung kemih antara titik Geshu BL 17 dan Ganshu BL 18, lebih tepatnya di punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior. Titik ini termasuk baru ditemukan jika dibandingkan dengan titik akupunktur lain yang sudah ada ribuan tahun yang lalu. Namun kami belum menemukan lieratur tentang kapan ditemukannya titik ini.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Weiwanxiashu sangat berpengaruh dalam terapi DM. Disamping menggunakan formula titik berdasarkan diferensiasi sindrom, weiwanxiashu juga digunakan sebagai titik pelengkap. Dari berbagai penelitian oleh para ahli disebutkan bahwa titik weiwanxiashu efektif dalam terapi diabetes mellitus. Salah satu contohnya penelitian yang dilakukan oleh Prof. Zheng pada tahun 2002 lalu mengenai pengaruh elektro akupunktur di titik weiwanxiashu dan zusanli pada glukosa darah dan plasma glukagon pankreas pada kelinci yang telah disuntik diabetes. Ditemukan bahwa penusukan pada titik weiwanxiashu dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat menekan plasma glukagon pankreas secara signifikan. Sedangkan penusukan pada zusanli saja tidak ditemukan perubahan yang berarti pada kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas, namun kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas menurun lebih nyata ketika weiwanxiashu dan zusanli bersama-sama dilakukan penusukan. Hal ini menunjukan bahwa weiwanxiashu memiliki aksi penting ketika bersinergi dengan zusanli.

Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, dimana bertujuan untuk membuktikan keterkaitan titik weiwanxiashu dengan penderita DM melalui manifestasi patologis yang tampak pada titik weiwanxiashu. Manifestasi yang kami temukan berupa nyeri tekan, nyaman tekan, nodul (benjolan), area cekung. Manifestasi tersebut diketahui dengan cara melakukan palpasi (perabaan dan penekanan) pada titik weiwanxiashu, tentunya palpasi harus dilakukan dengan benar dengan standarisasi yang ada untuk mengurangi subjektifitas data. Manifestasi juga berupa sensasi nyeri, kaku, dan tertusuk dimana data diperoleh dengan cara wawancara kepada penderita berdasarkan sensasi apa saja yang dirasakan di titik weiwanxiashu.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dalam Traditional Chinesse Medicine (TCM) hubungan antara titik akupunktur dengan fungsional organ dihubungkan melalui sistem meridian yang mengalir di seluruh tubuh. Dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Jadi, meridian juga membantu untuk mendiagnosis suatu penyakit, yang dinyatakan dalam bab Back-Shu acupoints dalam Lingshu. Itulah sebabnya penusukan di titik akupunktur dapat mempengaruhi kesehatan. Secara tradisional, untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat di mana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Jadi penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Dalam lingshu dinyatakan, “Jika kamu ingin mengetahui suatu penyakit, kamu dapat melakukan perabaan dan penekanan (jie) di beberapa tempat. Jika terdapat nyeri atau perubahan lainnya, di situlah titik yang menghubungkannya”. Metodenya sederhana dan praktis. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras di bawah kulit. Tapi dalam pembahasan ini sengaja belum kami sertakan tatalaksana standarisasi palpasi (khususnya titik akupunktur) yang baik dan benar, karena kami kira penyampaiannya jauh lebih baik harus disertai praktik untuk mengurangi subjektifitas.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Mengapa kondisi organ dalam dapat termanifestasi pada titik akupunktur? Ternyata pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan teori perubahan patologis. Dalam kondisi normal, meridian dan kolateral dapat mengatur aliran qi dan darah dengan baik, tapi ketika qi jahat (patogen) mengganggu, meridian dan kolateral menjadi jalan berpindahnya qi jahat. Itu adalah pengaruh dari perubahan patologis. Bab 56 dalam Plain Question (Lingshu) dikatakan: ”Ketika patogen menyerang kulit, lapisan otot akan terpengaruh, sehingga patogen menuju kolateral dan kemudian menyerang meridian, dan akhirnya menuju organ zang-fu”. Dalam hal ini dinyatakan bahwa meridian adalah jalur serangan patogen dari kulit dan lapisan otot menuju organ lima-zang dan enam-fu. Karena organ dalam berhubungan dengan meridian dan kolateral sebagai perantara perubahan patologis antara organ dalam. Meridian dan kolateral adalah jalur interaksi perubahan patologis tidak hanya dari luar ke dalam, atau antar organ dalam tapi juga antara organ dalam dan jaringan di permukaan tubuh. Melalui meridian dan kolateral, penyakit organ dalam dapat ditampakkan di permukaan tubuh, pada tempat khusus dan lubang pada tubuh.

Diagnosis sindrom enam meridian juga bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis nyeri tekan, manifestasi yang terdapat pada tempat dilewatinya meridian atau dimana qi meridian berkumpul pada titik akupunktur. Hal itu sangat berguna untuk mendiagnosis perubahan morfologi pada area lokal kulit.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dasar teori di atas semakin meguatkan hasil penelitian yang ada tentang adanya manifestasi patologis titik weiwanxiashu pada penderita diabetes mellitus. Dan kita dapat menerapkannya dalam praktik di klinik untuk menunjang diagnosa dan terapi. tapi, adakah kaitannya antara berbagai jenis manifestasi patologis tersebut dengan kadar gula darah, tipe diabetes, lamanya menderita, umur, dan jenis kelamin?? Hal tersebut akan kita kaji di artikel berikutnya.

Si Kembar Ginjal

Menurut data statistika kesehatan WHO, terdapat 66.000 kasus transplantasi ginjal pada 2005 di seluruh dunia. Di tahun yang sama, 21.000 liver dan 6000 jantung ditransplantasi . Ini berarti transplanstasi ginjal sebesar tiga kali transplantasi liver.

Dalam kasus pola makan yang terlalu berat dan gaya hidup yang buruk, kesehatan ginjal sering kali terabaikan. Jika ini tidak segera dicari cara bagaimana menanganinya, dipastikan ginjal akan rusak dan mengganggu keseluruhan metabolisme tubuh.

Kenalan dengan Ginjal
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Bentuk ginjal seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di bagian atas ginjal terdapat kelenjar adrenal atau dikenal juga sebagai kelenjar suprarenal. Tulang belakang kita terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang. Nah, kedua ginjal terletak setinggi ruas tulang punggung ke 12 hingga ruas tulang pinggang ke 3 (istilah medis: vertebra thorax 12-lumbal 3). Ginjalkanan terletak lebih rendah daripada ginjal kira karena terdesak organ hati. Tulang iga kita ada 12 pasang. Nah, sebagian dari bagian atas ginjal terlindung oleh iga ke 11 dan 12.

Ukuran ginjal normal pada orang dewasa berukuran : panjang 10-13 cm (4 -5 inci), lebar 5-7,5 cm (2-3 inci), berat ± 150 gram, jadi± 0,5% dari berat tubuh. Kecil sekali ya.. tetapi tanggung jawabnya terhadap kesehatan tubuh sangat besar. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari 1 juta buah dalam 1 ginjal normal manusia dewasa. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang mengandung gulungan pembuluh kapiler yang disebit glomerulus. Darah disaring melalui dinding epitel tipis berpori. Zat-zat sisa (limbah) metabolisme tubuh disaring dari darah. Sementara zat-zat penting seperti glukosa, protein dan sel-sel darah dipertahankan ada dalam darah, dan normalnya zat-zat ini tidak bisa menembus saringan ini. Sehingga normalnya tidak ditemukan glukosa, protein dan sel-sel darah di dalam urin. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350x setiap hari dengan laju 1,2 liter tiap menit. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Hasil akhir penyaringan darah adalah urin yang terbentuk di ginjal, yang akan mengalir melalui ureter menuju kandung kemih sampai akhirnya keluar dari tubuh melalui uretra. Kita bisa berkemih dengan baik jika fungsi ginjal baik dan tidak ada sumbatan maupun penyakit di saluran kemih (yaitu ureter sampai uretra). Perbedaan anatomi uretra wanita yang lebih pendek dan muaranya yang dekat dengan anus, menyebabkan wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. Maka penting untuk bercebok dengan arah yang benar, dari arah depan ke belakang, tidak terbalik, agar kuman saluran cerna tidak mengkontaminasi saluran kencing.

Fungsi Ginjal
1. Sebagai filter/saringan darah, membuang produk
buangan/limbah metabolisme tubuh dalam darah, di
antaranya urea dan uric acid. Jika kandungan kedua
zat ini terlalu berlebihan, akan mengganggu
metabolisme tubuh.
2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
3. Meregulasi tekanan darah. Ginjal menghasilkan enzim renin yang bertugas mengontrol tekanan darah dan keseimbangan elektrolisis. Renin mengubah protein dalam darah menjadi hormon angiotensis. Selanjutnya angiotensis akan diubah menjadi aldosterone yang mengabsorbsi sodium dan air ke dalam darah.
4. Mengatur keseimbangan pH darah.
5. Memproses vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang
6. Memproduksi hormon erythropoiethin yang bertugas memproduksi sel darah merah

Keluhan-keluhan yang Berkaitan dengan ginjal dan saluran kemih:
– Sakit ketika kencing, sering buang air kencing, “anyang-anyangen”, kencing berwarna merah, dapat disertai demam. Keluhan-keluhan ini biasanya berkaitan dengan infeksi atau bisa juga batu saluran kemih. Agar keluhan tidak memburuk, jangan suka menahan kencing, minum air putih yang cukup.
– Bengkak (karena adanya timbunan cairan) baik itu di sekeliling mata, tangan dan kaki, juga bisa di kantung zakar terutama di kalangan kanak-kanak. Segera periksakan. Karena jika berlanjut, cairan bisa tertimbun di rongga nafas sehingga menimbulkan sesak.
– Nyeri punggung atau pinggang atas, perut bawah, bisa juga di atas tulang kemaluan (nyeri suprapubik). Nyeri hebat, yang bersifat hilang timbul secara berkala, adalah gambaran organ berongga yang berkontraksi dalam rangka mengeluarkan sumbatan. Di sini kasus yang sering terjadi adalah batu saluran kemih. Jika batu melukai jaringan di sekitarnya, maka kencing akan mengandung darah. Terkadang kencing tidak tampak merah, namun dari pemeriksaan urin ditemukan sel-sel darah merah.
– Tekanan darah tinggi. Kelainan pada ginjal bisa menyebabkan hipertensi, juga sebaliknya hipertensi dapat menyebabkan kelainan ginjal.
– Perubahan warna urin, atau menjadi keruh atau bahkan kencing berpasir. Di mana normalnya kuning jernih.
Sakit Ginjal

Hal yang paling ditakutkan dalam kelainan sistem perkencingan ini, jika ginjal fungsinya menurun bahkan hilang. Padahal lihat kembali fungsi ginjal di atas. Limbah metabolisme tubuh berbahaya jika tidak dibuang akan menimbun di dalam tubuh, cairan akan tertimbun di seluruh tubuh, tekanan darah sulit dikontrol, belum lagi anemia yang menghadang. Adanya kerusakan glomerulus, berarti saringan dalam tubuh rusak. Kemampuan mengeluarkan limbah metabolisme turun, dan bahan yang penting bagi tubuh –seperti albumin (zat putih telur)- ikut terbuang dalam urin. Padahal albumin berfungsi mempertahankan cairan agar tetap dalam pembuluh darah. Karena albumin hilang, maka cairan dalam pembuluh darah keluar. Akibatnya tubuh bengkak-bengkak. Bila timbunan cairan masuk ke rongga nafas, maka sesak nafas terjadi. Gejala yang lain dapat berupa sulit berfikir, mual, muntah, pusing, nyeri dan gatal-gatal.

Jika kebocoran albumin (kebocoran yang paling cepat terdeteksi) ini terjadi terus-menerus selama 3 bulan, maka orang yang mengalami kondisi ini dinyatakan menderita Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease). Pada stadium akhir, penderitanya akan dihadapkan pada pilihan transplantasi (cangkok) ginjal atau cuci darah, yang tentu saja biayanya sangat besar.

Risk Factor
Ada kalanya penderita penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala yang khas. Untuk itu penting bagi kita mengenali faktor risiko yang membuat kita rentan terkena penyakit ginjal. Faktor risiko tersebut adalah menderita penyakit kencing manis, darah tinggi, memiliki riwayat batu ginjal yang mengakibatkan ginjal sering infeksi, ada keluarga yang pernah terkena penyakit ginjal.

Bagaimana menjaga kesehatan ginjal ?
1. Membatasi konsumsi garam juga yang gurih-gurih, cafein, dan tidak minum minuman beralkohol
2. Cukup minum air putih, setidaknya 1,5L/hari (rubrik Zawaya edisi lalu tentang Terapi Air dapat dibaca kembali).
3. Berolahraga secara teratur
4. Hindari stress
5. Kontrol gula darah, tekanan darah, dan asam urat.
Dari check up medis yang rutin, kita akan tau apakah kita memiliki faktor risiko penyakit ginjal.
6. Tidak merokok, karena merusak pembuluh darah termasuk ginjal yang kaya akan pembuluh darah.
7. Hindari kebiasaan menahan kencing, untuk menghindari pengendapan yang tidak perlu, sehingga kristal apalagi batu tidak sempat mampir di sistem perkencingan kita.
8. Hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, khususnya anti nyeri atau obat yang termasuk golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drugs). Karena mudah didapat, masyarakat sering salah dalam menggunakan. Nyeri, pusing sedikit langsung minum obat. Kalau dilakukan terus-menerus, tanpa pengawasan dokter, maka bisa berbahaya bagi ginjal.

Sungguh nikmat Allah tak terhitung. Sangat benar jika dikatakan sehat mahal harganya. Jika nikmat fungsi si organ mungil, ginjal, dicabut betapa susahnya hidup ini. Semoga kita bisa bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan dengan memelihara tubuh ini dari segala hal yang bisa merusak tubuh baik itu berupa zat-zat yang berbahaya bagi tubuh maupun berupa kemaksiatan dan tetap berada di atas ketaatan kepada Allah. Wallahu a’lam. (shofi, Edisi 16/Juli 2010/1431 H)