Efek Kafein dalam Kehamilan

Kafein adalah suatu stimulans yang banyak ditemukan dalam makanan, hidangan dan beberapa obat. Kafein secara alami dihasilkan oleh bermacam tumbuhan. Bahan ini juga ditambahkan kepada beberapa makanan dan hidangan untuk menambah selera. Menurut kebanyakan orang sumber utama dari kefein berasal dari kopi.
Continue Reading

Bukan Hanya Pasta Gigi, Sikat Giginya pun harus Halal

athohurun minal iman” yang artinya Bersuci adalah sebagian dari keimanan. Subhanallah itulah Islam yang sangat memperhatikan segala aspek kehidupan, termasuk dalam bersuci untuk menjaga kebersihan rohani dan jasmani. Salah satu bentuknya yaitu memerintahkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangat penting dilakukan karena menyangkut kualitas hidup seseorang. Bahkan, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits sangat menekankan agar seorang Muslim membersihkan giginya setiap akan shalat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seandainya tidak akan memberatkan umatku, maka aku akan perintahkan kepada mereka untuk membersihkan gigi pada setiap akan shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sejak zaman dahulu kala, manusia sudah memiliki kesadaran untuk membersihkan gigi dan mulut dari sisa kotoran. Konon, pasta gigi sendiri telah hadir di muka bumi sejak 5000 tahun lalu melalui peradaban Mesir Kuno. Kala itu, masyarakat Mesir Kuno sangat peduli dengan kecantikan. Sehingga, sudah membuat pasta gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Seiring berkembangnya zaman, pasta gigi sudah sangat modern. Kini, pasta gigi hadir dengan bermacam-macam fungsi dan rasa. Ada pasta gigi untuk memutihkan gigi, menghilangkan karang gigi, gigi sensitif, mencegah bau mulut, dan terdapat pula pasta gigi yang dikhususkan bagi perokok. Selain itu, pasta gigi pun memiliki beragam rasa dan aroma. Dan tidak tertinggal juga pasangan setianya ”sikat gigi” muncul dengan berbagai desain dari yang berbulu lembut, bentuk yang nyaman dipegang, dilengkapi dengan penggosok lidah dan sebagainya yang berusaha menampilkan keunggulan produknya. Akan tetapi, yang terpenting adalah amankah semua produk tersebut jika dilihat dari syariat (halal dan haramnya) produk??? Mari kita tengok bersama.

Pasta Gigi

Menurut Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, mengatakan, terdapat sejumlah titik kritis keharaman dalam pasta gigi. “Titik kritis keharaman dalam pasta gigi itu terkandung dalam bahan-bahannya”. Salah satu contohnya kalsium menurut Luqman ”Yang menjadi pertanyaan adalah kalsium yang digunakan berasal dari tulang binatang apa, apakah babi atau binatang yang lain. Padahal produk pasta gigi tak akan mencantumkan asal tulangnya.” Selain itu flavor yang bisa berasal dari alkohol, bisa juga dari zat sejenis binatang berang-berang.

Selain itu, kita juga bisa melihat efek kandungan bahannya terhadap kesehtan. Jika selama ini kita kita seringkali melihat iklan bahwa flouride bagus untuk mempertahankan gigi kita, benarkah demikian? Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Dan yang menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya. Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF).

  • Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.
  • Menurut Pendapat seorang ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC), Dr. Pankaj Goel, mengatakan pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak dibawah umur 4 tahun. Menurutnya jika pasta gigi ber-fluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan oleh anak-anak dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, dan memberikan akibat tidak baik pada tulang dan gigi anak. Anak-anak dapat mengalami kerapuhan tulang dan terhambat pertumbuhannya. Bahkan menurut Dr Mahesh Verma, kepala pusat penelitian gigi MAMC, literatur medis melarang pemberian pasta gigi ber-fluoride kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun.

Untuk gejala overdosis fluoride biasanya dapat berupa banyak mengeluarkan air ludah, indera perasa yang tidak normal, badan yang gemetaran, dan cepat lelah. Sedangkan pernafasan orang yang terkena overdosis fluoride umumnya berat.

Sikat Gigi

Di pasaran dunia dan Malaysia khususnya (termasuk Indonesia) terjadi lonjakan barangan keperluan yang dibuat dari sumber yang haram dan beracun. Berdasarkan pada Panduan Halal Haram yang di keluarkan oleh Consumer Association of Penang (2006). Bulu babi untuk konsumsi langsung memang jarang terjadi. Namun bahan ini banyak digunakan pada berbagai kebutuhan modern, salah satunya adalah sikat gigi, kuas. Di Indonesia, sikat gigi dan bulu memang sangat jarang digunakan. Namun di Negara-negara Eropa hal ini banyak ditemukan sebagai sikat gigi mewah dengan harga sangat mahal. Dipercaya bahwa bulu babi merupakan bahan sikat gigi terbaik karena sangat lembut dan tidak merusak gusi.

Untuk itu perlu kehatian-hatian, kita harus mengetahui ciri-ciri kuas yang terbuat dari bulu babi dimana bulu sikat lembut, halus, dan jika dibakar menghasilkan bau sangat menyengat seperti tanduk terbakar. Hal ini disebabkan karena protein dalam rambut yang terbakar .sementara kalau kuas yang berasal dari plastik kalau dibakar akan meleleh.

Penggunaan:

  • Bulu putih/hitam babi banyak dipakai sebagai bahan BULU pada kuas, baik kuas roti, kuas cat tembok, kosmetik, dll
  • Pada gagang kuas berbulu babi biasanya tertulis: Bristle, Pure Bristle, 100% China Bristle, dll.
  • Pada Webster’s Dictionary, salah satu makna Bristle adalah Pig Hair (Bulu Babi).

Semoga kita lebih berhati-hati dalam memilih produk, terutama segala sesuatu yang masuk dalam tubuh kita dan yang kita gunakan untuk bersuci. Pilih yang halal dan thoyyib baik pasta gigi maupun sikat gigi tentunya.

PENYAKIT YANG BISA SEMBUH DENGAN MADU

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, madu didefinisikan sebagai cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis kaya dengan gula yang diproduksi bunga dari tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga.

Produk Lebah
Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. Madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach).

Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau monosakarida. Selanjutnya nectar mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sarii Bermacam-macam tanaman, berarti beragam zat warna dan beragam kualitas nektar dan serbuk sari pula.Maka jangan heran jika terdapat bermacam-macam warna madu. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.

Manfaat Madu
Dan Rabb-mu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69).

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.

Contoh manfaat madu dalam dunia medis meliputi menguatkan otot jantung, sehingga digunakan juga pada kasus nyeri dada akibat serangan jantung (angina pectoris) dan setelah operasi jantung; menangkal reaksi garam makanan, sehingga digunakan pada kasus tekanan darah tinggi; untuk masalah THT dan pernafasan, madu dapat meredakan hidung tersumbat, nyeri tenggorok termasuk tonsilitis, batuk, menghilangkan dahak; untuk pencernaan, madu digunakan dalam mengatasi gangguan pencernaan akibat kurangnya enzim pencernaan, madu juga dapat menyembuhkan luka (tukak) lambung dan usus 12 jari, menguatkan hati, menghancurkan batu empedu, terutama jika ditambah royal jelly dan bee pollen; madu juga baik untuk pasien neurosis seperti depresi ditandai berkurangnya tremor (buyuten) dan jantung berdebar, pasien psikotik seperti schizofrenia, kecanduan alkohol dan morfin, insomnia; memelihara kesehatan saluran kemih, mulut dan kulit, dan masih banyak lagi.

Sindrom dalam TCM yang bisa ditangani Madu
Madu mempunyai rasa yang manis dan sifatnya hangat. Dari rasa dan sifat inilah madu akan memperbaiki pencernaan. Karena organ limpa/pencernaan membutuhkan rasa manis dan menyukai yang hangat. Sindrom dalam TCM ( Saya sampaikan yang umum saja ) yang bisa ditangani dengan madu adalah

Sindrom Dingin
Sindrom ini bersifat Yin, disebabkan oleh serangan faktor patogen dingin atau kelemahan Yang organ tubuh akibat penyekit kronis. Manifestasi klinis yang muncul adalah takut dingin, suka hangat, nafsu makan berkurang, tidak haus, wajah pucat, ekstremitas dingin, urine banyak dan jernih, feses lembek, diare, dahak encer, lidah pucat dengan lapisan putih serta nadi lamban dan tegang.

Sindrom Kelemahan Qi
Sindrom ini ditandai oleh kelemahan Qi organ tubuh, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang melemahkan organ tubuh atau usia lanjut. Manifestasi klinis yang muncul tergantung pada organ yang tersangkut. Beberapa diantaranya kelelahan, badan lemas, batuk, sesak napas, pusing, berkeringat spontan, daya pertahanan lemah, nafsu makan berkurang, diare, urine berlebihan, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sindrom kelemahan Yang
Sindrom ini bersifat dingin-lembab, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Yang organ tubuh. Yang bersifat panas dan kering. Yang yang lemah tidak sanggup mengendalikan Yin yang bersifat dingin dan lembab. Manifestasi klinis tergantung dari organ yang terserang. Beberapa diantaranya yaitu wajah pucat, bibir dan lidah pucat, tidak haus, keringat dingin muncul secara spontan, pusing, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, badan dingin, takut dingin, urine jernih, feses lembek, impotensi, menstruasi tidak teratur, edema, lidah pucat dengan lapisan putih, nadi lemah.

Sindrom Kekurangan Darah
Sindrom ini ditandai oleh kekurangan darah, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis, kelemahan Qi-limpa dan perdarahan.
Manifestasi klinis tergantung dari organ yang tersangkut. Beberapa yang sering madalah muka pucat ( tidak cemerlang ), pusing, pening,palpitasi, insomnia, badan lemas, kelelahan, menstruasi lemah, lidah pucat dengan lapisan putih, dan nadi lemah.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur’an, “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS. An Nahl: 69)

Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan lebah (sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan), dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit “dengan sendirinya”. Dan semoga kita dapat berguru pada lebah.

Ingat pula bahwa Rasulullah telah bersabda, “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” (Shohihul Bukhori, Ath-Thibb, Juz I)

Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda rasulMu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

TIDAK SEMUA PENYAKIT SEMBUH DENGAN HABBATUSSAUDA

Banyak orang yang belum mengetahui tentang khasiat dan manfaat habbatussauda (nigella sativa) bagi kesehatan tubuh. Padahal khasiat dan manfaat habbatussauda telah lama di sebutkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam, Beliau bersabda, ‘ Gunakanlah (konsumsilah) Habbatussauda’, karena didalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali kematian. (HR. Bukhori dan Muslim).

Tanpa disadari perkembangan terapi modern dewasa ini ternyata tidak sepenuhnya mampu menyembuhkan beberapa penyakit, bahkan obat-obatan yang sekarang beredar sebagian ada yang menyimpan efek samping yang membahayakan tubuh manusia.

Untuk itulah, mengkonsumsi Habbaatussauda sebagai obat dan terapi kesehatan sangat dianjurkan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam. Ironisnya kaum muslimin di Indonesia tidak begitu mengenal obat ini, Padahal di berbagai negara (Eropa, Amerika dan sejumlah negara Asia) habbatussauda mengalami kepoluleran yang sangat nyata dengan dilakukan beberap riset ilmiyah untuk mengungkap kebenaran hadits tersebut. (diantaranya oleh Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London dll).

Pandangan Ulama Thibbun Nabawi:
Meskipun demikian, menurut hemat penulis, kita juga harus hati-hati dalam menggunakan habbatussauda. Tidak semua penyakit bisa di obati dengan habbatussuda, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani, “Yang dimaksud dengan perkataan Rosulullah SAW, “..segala penyakit…”adalah setiap penyakit yang dapat diobati dengannya. Karena sesungguhnya habbatussauda ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh unsur dingin (al barid) . Adapun untuk penyakit yang disebabkan oleh unsur panas maka tidak bisa “.

Sebagaimana beliau ( Ibnu hajar ) mengutip perkataan Al Khaththabi Rohimahulloh dimana beliau mengatakan, “Perkataan Rosulullah SAW, “…Obat bagi semua penyakit…” termasuk dalam kalimat yang umum. Namun yang dimaksud adalah makna yang khusus. Karena tidak ada satupun tumbuhan yang mengandung semua bahan yang dapat melawan semua penyakit. Akan tetapi yang dimaksud adalah penyembuhan semua penyakit yang disebabkan oleh unsur basah ( ruthubah ).

Pandangan medis modern
Berikut adalah beberapa Khasiat Habbatussauda ( Jinten hitam/Black seed/Niggela Sativa) menurut medis modern :

1. Menguatkan sistem kekebalan
Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.

2. Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan
Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredarandarah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

3. Meningkatkan Bioaktifitas Hormon
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

4. Menetralkan Racun dalam Tubuh
Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.

5. Mengatasi gangguan Tidur dan Stress
Saponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.

6. Anti Histamin
Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial.

Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin.

Penelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600 orang yang mederita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang mederita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda’). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda’ kepada pasiencyang menderita influenza.

7. Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri
Habbatussauda’ mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampun membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.

8. Melancarkan Air Susu Ibu
Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989.

9. Tambahan Nutrisi Pada Ibu Hamil dan Balita
Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak akan mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, 6, 9 yang terdapat dalam habbatussauda merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin.

10. Anti Tumor
Pada Kongress kanker International di New Delhi , minyak habbatussauda diperkenalkan ilmuwan kangker Immonobiologi Laboratory dai California Selatan, habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan, inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.

11. Nutrisi bagi manusia
Habbatussauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk didalmnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup oleh karena itu dibutuhkan suplemen tambahan, Habbatussauda dapat mencukupinya.

Pandangan TCM
Uraian tentang manfaat habbatussauda diatas adalah hassil penelitian secara medis. Menurut analisa TCM Tumbuhan ini memiliki sifat hangat, rasanya pahit, dia akan masuk ke organ limpa dan ginjal. Karena sifat hangat tersebut tumbuhan ini bagus untuk mengatsi masalah pencernaan yang dingin. Karena mengarah ke organ pencernaan, maka secara umum habbatussauda akan memberikan kesehatan ke seluruh organ. TCM Memandang limpa/pencernaan adalah organ yang memberikan nutrisi ke organ yang lain, jika pencernaan baik, maka secara umum energy semua organ akan terpenuhi, sehingga orang tersebut akan sehat.

Penyakit dengan diagnos TCM yang bisa diatasi dengan habbatussaudaa adalah
Sindrom Dingin
Sindrom ini bersifat Yin, disebabkan oleh serangan faktor patogen dingin atau kelemahan Yang organ tubuh akibat penyekit kronis. Manifestasi klinis yang muncul adalah takut dingin, suka hangat, nafsu makan berkurang, tidak haus, wajah pucat, ekstremitas dingin, urine banyak dan jernih, feses lembek, diare, dahak encer, lidah pucat dengan lapisan putih serta nadi lamban dan tegang.

Sindrom kelemahan Xu
Sindrom Xu bersifat kronis, disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Qi, Xue, Yin, dan Yang organ tubuh serta meelemahkan daya pertahanan dan kondisi tubuh. Manifestasi klinis yangmuncul berbeda-beda tergantung pada jenis kelemahan dan organ tubuh yang terserang.

Sindrom kelemahan Yang
Sindrom ini bersifat dingin-lembab, pada umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Yang organ tubuh. Yang bersifat panas dan kering. Yang yang lemah tidak sanggup mengendalikan Yin yang bersifat dingin dan lembab. Manifestasi klinis tergantung dari organ yang terserang. Beberapa diantaranya yaitu wajah pucat, bibir dan lidah pucat, tidak haus, keringat dingin muncul secara spontan, pusing, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, badan dingin, takut dingin, urine jernih, feses lembek, impotensi, menstruasi tidak teratur, edema, lidah pucat dengan lapisan putih, nadi lemah.

Demikianlah tentang habbatussauda, secara pengalaman penulis praktek, apa yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dan Al Khaththabi Rohimahulloh adalah benar karena sesuai dengan pandangan TCM. Saya berharap berhati-hatilah dalam menggunakan habbatussauda. Wollahu’alam

Best regards,

Maroji:

dr M Syaifudin Hakim “ Kemana Seharusnya Anda Berobat “ WIP
Buku V: Kasus Akupuntur dan Moksibusi , Sub Konsorsium Akupuntur. Jakarta

Pemanfaatan Kurma dalam Sunnah Nabi

Berbuka Puasa dengan Kurma
Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ia menuturkan, “Rosululloh s.a.w. biasa berbuka puasa dengan beberapa butir kurma basah sebelum sholat. Kalau tidak ada kurma basah, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Kalau kurma kering pun tidak ada, beliau berbuka hanya dengan beberapa teguk air putih.”

Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa zat gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Kurma mengandung 70,6% zat gula (yang sederhana, mudah dicerna, hanya membutuhkan waktu ± 5-10 menit untuk diserap tubuh) dan 33% air.

Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan berat ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula dalam makanan tersebut. Oleh karena itu, orang yang langsung menyantap makanan berat ketika berbuka puasa dapat tetap merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.

Mentahnik Bayi yang Baru Lahir dengan Kurma
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa ia menuturkan, “Suatu hari anakku lahir, maka aku pun membawanya menemui Rosululloh s.a.w. Lalu beliau memberinya nama Ibrohim, dan mentahniknya dengan sebutir kurma kering.“

Tahnik (suapan pertama) dilakukan dengan mengunyah kurma dan sejenisnya, lalu kurma yang sudah dikunyah digosok-gosokkan ke dalam langit-langit mulut bayi. Tahnik sebaiknya dengan kurma kering, jika tidak ada, bisa dengan kurma basah, jika tidak ada, bisa dengan madu.

Setelah bayi lahir, ia kehilangan pasokan makanan yang biasanya diperolehnya dari ibunya lewat ari-ari (placenta) dan tali pusat. Sekarang ia bergantung pada air susu ibunya. Namun, sering kali ASI tidak bisa langsung keluar, bisa membutuhkan waktu 1-3 hari. Untuk bisa bertahan, ia harus mengandalkan sisa energi yang tersimpan dalam tubuhnya. Melalui tahnik inilah seorang bayi memperoleh energi sampai ia memperolehnya dari air susu ibunya.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Kurma dan Persalinan

Allah Subh?nahu wa Ta’?la telah memerintahkan Maryam untuk memakan kurma masak yang masih basah/segar, saat hendak melahirkan ‘Isa ‘alaihissalam.

Allah Subhanahuwata’ala, ”Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia (Maryam) berkata, ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, ‘ Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Robbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.’” (Maryam [19]: 23-25)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahulloh membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”.

Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthob. Kandungan gula dalam ruthob sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh”.

Buah kurma kaya akan besi dan kalsium. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil sampai nifasnya. Besi dan kalsium penting dalam proses pembentukan air susu ibu. Mereka juga berperan dalam menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang.

Ruthob mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim. Ia mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga seorang ibu dengan mudah melahirkan anaknya. Ia juga mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui. Sehingga kurma memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp

Artikel yang relevan: Kurma dalam tinjauan TCM

Manfaat Kurma (Tinjauan TCM)

Kurma adalah buah dengan rasa manis, sifatnya hangat. Menurut ilmu TCM, sesuatu yang rasanya manis dan sifatnya hangat adalah herbal yang akan memberikan energi/ tonik Qi. Karena rasanya manis dan sifatnya hangat, maka kurma bagus untuk menguatkan pencernaan yang lemah. Dengan dasar inilah, maka kurma bagus untuk orang dengan sindrom Qi lemah/ Qi Xu, sindrom dingin, dan sindrom kekurangan darah.

Dengan pencernaan dikuatkan, maka energi seseorang akan baik. Karena pencernaan atau limpa berfungsi sebagai tranformasi dan transportasi, yang akan mengubah makanan menjadi energi dan darah.

Tanda dan gejala dari sindrom-sindrom tersebut adalah sbb:

Sindrom kelemahan Xu
Sindrom Xu bersifat kronis, disebabkan oleh penyakit kronis yang telah melemahkan Qi, Xue, Yin, dan Yang organ tubuh serta melemahkan daya pertahanan dan kondisi tubuh. Manifestasi klinis yang muncul berbeda-beda tergantung pada jenis kelemahan dan organ tubuh yang terserang. Continue Reading

Makanan Mentah VS Makanan Dimasak

Di dunia barat, mereka yang sedang menjalani penyembuhan holistic, dianjurkan makan makanan yang asli. Tidak dimasak atau setengah matang, manfaat makanan itu akan semakin baik. Dr. Bernard Jensen dalam buku “Makanan yang Menyembuhkan” menganjurkan agar makanan yang dikonsumsi adalah kombinasi dari 60 % makanan mentah dan 40 % makanan yang sudah dimasak.

Rekomendasi itu sangat bertolak belakang dengan pandangan Cina kuno. Bagi orang Cina, makanan mentah bersifat terlalu dingin dan tidak baik bagi lambung, yang merupakan sebuah organ yang menyukai sesuatu yang hangat. Untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut, kami menganjurkan supaya Anda belajar mengetahui tubuh Anda dan makanan yang sesuai untuk Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan mengonsumsi banyak makanan mentah, kami anjurkan Anda mengurangi jumlahnya atau tidak memakannya sama sekali. Mulailah memasak makanan Anda dengan cara yang ringan.

Makanan mentah mengandung nutrisi yang lebih banyak daripada makanan yang dimasak karena beberapa nutrisi telah hancur atau hilang ketika makanan dimasak. Akan tetapi menurut orang Cina, kekurangan itu tetap lebih baik karena makanan yang dimasak bersifat hangat sehingga cocok bagi lambung dan lebih mudah dicerna.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Maroji: Food and Cancer dr Chrish K.H. Teo

Hukum bekam ketika berpuasa: ternyata TIDAK BATAL

Para ulama berbeda pendapat tentang pembekaman, termasuk membatalkan puasa ataukah tidak. Pendapat pertama. Mereka mengatakan bahwa bekam membatalkan puasa. Ini adalah madzhab Hambali, Ishaq, Ibnul Mundzir, dan mayoritas fuqaha (ahli fikih) [44], dan dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah, dan juga Ibnu Utsaimin dalam fatwanya.

Dalil mereka:
Menurut mereka bekam adalah salah satu hal yang dapat membatalkan puasa.
Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berbuka (batal puasa) orang yang membekam dan dibekam.” (HR. Tirmidzi: 774, Ahmad 3/465, Ibnu Khuzaimah: 1964, Ibnu Hibban: 3535; hadits ini telah dishahihkan oleh imam Ahmad, imam Bukhari, Ibnul Madini (lihat al Istidzkar 10/122). Demikian juga al Albani menshahihkannya dalam Irwa’ul Ghalil: 931, Misykatul Mashabih: 2012, dan Shahih Ibnu Khuzaimah: 1983).

Pendapat kedua. Menurut pendapat kedua, bekam tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama secara umum, baik dari kalangan ulama salaf (terdahulu), maupun khalaf (ulama masa kini) [45].

Dalil mereka:
Menurut mereka ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam sedangkan beliau sedang dalam keadaan puasa, sebagaimana dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam sedangkan beliau berpuasa.” (HR. Bukhari:1838,1939, Muslim: 1202).

Pendapat yang kuat. Pendapat yang kuat adalah pendapat kedua, yaitu berbekam tidak membatalkan puasa, dengan alasan dalil yang tersebut di atas; dan dikuatkan oleh beberapa hal di antaranya:

Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan puasa adalah me-nasakh (menghapus) hadits yang mengatakan batalnya puasa seorang yang berbekam dan yang dibekam. Hal ini dibuktikan bahwa Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi rukhshah (keringanan) bagi orang yang berpuasa untuk berbekam.” (HR. Nasa-I 3/432, Daruquthni 2/182, Baihaqi 4/264; Daruquthni mengatakan seluruh perawinya terpercaya, dan dishahihkan oleh al Albani dalam Shahih Ibnu Khuzaimah: 1969).

Berkata Ibnu Hazm rahimahullah: “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘memberi rukhshah’ tidak lain menunjukkan arti larangan sebelum datangnya rukhshah (sehingga asalnya dilarang, lalu diizinkan). Oleh karenanya, benarlah perkataan/pendapat bahwa ini (hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma) me-nasakh hadits yang pertama.” (al Mushalla 6/204)

Pendapat ini diperkuat dengan adanya hadits-hadits lain yang mengisyaratkan bahwa hadits Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu dihapus, seperti:
“Dari Tsabit al Bunani beliau berkata: Telah ditanya Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: “Apakah kalian (para sahabat) di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci bekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau menjawab: “Tidak (kami tidak membencinya), kecuali kalau menjadi lemah (karena bekam).” (HR. Bukhari 4/174; lihat Fathul Bari dalam penjelasan hadits ini, dan juga perkataan al Albani rahimahullah yang menguatkan masalah ini dalah Misykatul Mashabih: 2016)

Dari penjelasan di atas, menjadi jelas bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, karena di-qiyas-kan kepada masalah bekam menurut pendapat yang kuat adalah tidak membatalkan puasa.

Sumber:

blog ummushofiyya

44. Lihat al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab 6/349

45. Lihat al Fatawa al Hindiyyah 1/199, Bidayatul Mujtahid 1/281,dan al Majmu’ 6/349.

?