Bentuk patologis lidah

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Bentuk patologis lidah

 (Seri Tongue Diagnosa Bag. 3)

Bentuk patologis lidah

Setelah sebelumnya sudah kita bahas tentang kondisi lidah yang normal dan warna yang patologis, maka pada edisi kali ini kita akan membahas tentang betuk lidah.
Bentuk patologis lidah
Bentuk lidah memberi indikasi keadaan darah dari Ying Qi tubuh, serta mencerminkan keadaan Xu atau Shi dari penderita

  1. Tipis. Lidah yang tipis menunjukkan keadaan defisiensi yang menahun. Lidah tipis dan pucat menandakan terjadinya defisiensi Darah. Lidah tipis, berwarna merah dan tidak ada selaputnya menandakan Defisiensi Yin.
    Bentuk patologis lidah
    Gambar ini menunjukkan lidah dengan bentuk tipis dengan warna yang normal. Secara umum darah cukup kemungkinan energinya yang lemah.
  2. Bengkak. Lidah yang bengkak dan pucat menandakan retensi lembab yang disebabkan oleh defisiensi Yang. Bila warnanya merah atau normal menunjukkan retensi panas lembab
    Bentuk patologis lidah
    Gambar ini menunjukkan lidah yang bengkak yang disertai dengan cairan yang basah dan retensi lembab
  3. Kaku. Lidah yang kaku bisa menunjukkan angin dalam.
    Bentuk patologis lidah
  4. Panjang. Lidah yang panjang menunjukkan kecenderungan panas terutama panas dari jantung.
  5. Pendek. Lidah yang pendek, warnanya pucat dan basah, menandakan dingin dalam. Lidah yang pendek, berwarna merah dan tidak berselaput menunjukkan keadaan defisiensi Yin yang parah.
  6. Retak. Retak pada lidah menandakan adanya panas dalam tubuh penderita, baik panas Shi maupun panas karena defisiensi Yin.
    Retak-retak pendek yang transversal menunjukkan defisiensi Yin lambung.
    Bentuk patologis lidah
    Bila retak-retak itu terdapat di sisi lidah di dekat pertengahan, maka berarti ada defisiensi Qi yang menahun dari limpa.
    Bentuk patologis lidah
    Retak longitudinal, pada garis tengah lidah yang panjang mendekati ujung lidah menunjukkan adanya gangguan pada jantung.
    Bentuk patologis lidah
    sedang bila retaknya tidak mencapai ujung lidah dan agak dangkal, menunjukkan adanya defisiensi Yin Lambung.

Bentuk patologis lidah

Warna patologis lidah

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Warna patologis lidah

 (Seri Tongue Diagnosa Bag. 2)

Warna patologis lidah

Sesudah mengetahui warna yang normal yaitu merah muda dan segar maka mari kita bahas satu persatu warna patologis/warna yag tidak normal.

Warna patologis lidah

Beberapa warna patologis  yang sering muncul dari berbagai buku yang ada adalah sbb:

  1. Merah tanpa selaput bersih
    Warna patologis lidahLidah dengan gambaran seperti ini menunjukkan kondisi seseorang yang panas dengan tipe defisiensi atau Yin xu.
  2. Merah tanpa selaput disertai dengan retak retak
    Warna patologis lidahLidah dengan gambaran seperti ini menunjukkan panas defisensi dengan stadium lanjut karena sampai melukai qi limpa lambung sehingga menunjukkan tanah yang kering.
  3. Merah tua dengan selaput tebal
    Warna patologis lidahlidah dengan gambaran seperti ini menunjukkan panas ekses ditandai dengan selaput lidah yang tebal dan berwara kuning
  4. Pucat dengan bentuk gemuk, selaput tebal dan berair
    Warna patologis lidahlidah dengan kondisi kekurangan Qi limpa lambung yang membuat retensi cairan sehingga menimbulkan lidah gemuk dengan cetak gigi dan kelembaban yang tinggi
  5. Pucat dengan bentuk ramping dan permukaan kasar
    Warna patologis lidahpucat dengan kekurangan darah dan Qi xu
  6. Ungu dengan dasar merah
    Warna patologis lidahadanya panas yang membuat jalan darah tidak lancar
  7. Ungu dengan dasar pucat
    Warna patologis lidahadanya dingin atau lemahnya Qi sehingga membuat darah jadi stagnan
  8. Hitam atau kebiruan dengan dasar merah
    Warna patologis lidahadanya panas membuat darah jadi stagnan dan diserati dengan penumpukan lembab pada limpa
  9. Hitam atau kebiruan dengan dasar pucat
    Warna patologis lidahKekurangan Qi atau Yang membuat retensi cairan atau lembab dan menimbulkan stagnasi dengan sebab lemahnya Qi yang mendorong

Inilah tentang Warna patologis lidah, mohon saran dan masukan dari pembaca jika masih ada gambaran warna patologis yang lain.

Normalkah lidah kita?

Yarobbi.c0m | Bekam Sinergi | Normalkah lidah kita?

(Seri Tongue Diagnosa Bag. 1)
Subhanalloh, Alloh itu Maha agung ilmunya, Maha luas ilmunya, ketika mulai belajar dan mengenal TCM kami mulai kagum dengan diagnosa yang bisa melihat kondisi tubuh kita. Salah satu diagnosa yang sering dipakai sebagai penentu diagnosa adalah lidah kita. Lidah bisa dikatakan tidak pernah bohong.
Dengan melihat lidah maka akan diketahui apa yang terjadi di dalam tubuh. Tahu kekuatan tubuh dan materi yang menyusun tubuh kita. Materi yang bisa dilihat dari lidah diantaranya kekuatan Qi, Yang, Yin, Xue dan Jin Ye. Untuk materi Jing penulis belum mengetahui apakah bisa dilihat dari lidah. Jing kemungkinan juga bisa karena manifestasi Jing yang cukup adalah dengan terlihat Qi dan xue cukup.

Normalkah lidah kita?

Apa keistimewaan Tongue Diagnosa?
Jika dibandingkan dengan cara diagnosa yang juga sama-sama diandalkan di TCM yaitu nadi maka sangat lebih mudah lidah. Kenapa? Karena lidah cukup dengan melihat melalui cahaya alam insya Alloh sudah bisa dan tinggal melihat apa yang akan dinilai dari lidah. Pulse Feeling atau merasakan nadi adalah diagnosa yang perlu waktu lama untuk jadi seorang yang expert dalam hal diagnosa nadi.

Normalkah lidah kita?

 Bagaimana lidah yang normal?
Lidah yang normal adalah lidah yang berwarna merah muda, ranum tidak pucat  dan terlihat segar. Bentuknya tidak kecil dan tidak besar atau gemuk. Tidak dijumpai kongesti atau bendungan vena yang ada dibawah lidah. Selaput lidah tipis tidak tebal atau malah bersih tidak ada selaputnya juga tidak normal.
Untuk itu silahkan bandingkan lidah anda dengan gambar dibawah ini, normalkah kondisi tubuh anda?

Normalkah lidah kita?Normalkah lidah kita?Normalkah lidah kita?

 

 

 

 

 

 

Normalkah lidah kita?

 

 

 

Ini pembahasan Normalkah lidah kita? Untuk lebih detail lagi Insya ALLAH akan kami lanjutkan pembahasan Tongue diagnose ini pada bagian berikutnya.

PANDUAN BERBEKAM (Mengenal Sindrom Penyakit)

A. SINDROM YANG DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM

SINDROMA SHE
Sindroma She terjadi pada saat serangan Xie-Patogen kuat, namun keadaan Ceng Chi juga masih belum lemah, sehingga pertikaian di antara mereka seru sekali dan menimbulkan gejala-gejala yang nyata dan akut.

Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang ditunjukkan sindroma She berbeda-beda. Hal ini ditentukan oleh aneka macam patogen yang menyerang masuk ke dalam tubuh dan lokasi tubuh yang terserang penyakit. Pada umumnya gejala-gejala yang timbul pada Sindroma She, antara lain suhu badan naik, bahkan tinggi sekali, gelisah, kesadaran menurun, delirium, dada dan perut terasa kembung atau sakit, kadang-kadang terdapat benjolan pada perut, terdapat daerah nyeri tekan, banyak dahak, disuria, oedema, konstipasi atau diare, kotoran bau busuk, lidah kasar, selaput lidah tebal, mengilap atau kotor, nadi She (penuh dan keras) dan bertenaga.

Pembahasan
Penyebab timbulnya Sindroma She terletak pada enam macam patogen luar yang kuat dan berbagai macam produk patologik yang dikarenakan kacaunya fungsi Cang Fu, antara lain darah statis, benda yang berbentuk seperti dahak, cairan dan lembab yang berlebihan, Chi yang terhalang, dan makanan yang tidak tercerna. Ketika patogen itu menyerang masuk ke dalam tubuh, kekuatan Ceng Chi-daya tahan masih baik, dan mengadakan perlawanan untuk mengusir penyerang yang datang dari luar atau dari dalam, sehingga timbul pertikaian yang sangat sengit di antara mereka, dan mengakibatkan timbul reaksi tubuh yang sangat nyata dan kuat.

Sie-Patogen dapat dibagi menjadi golongan Yin dan golongan Yang. Serangan patogen Yang mengakibatkan panas. Di samping itu, patogen bersifat Yin juga dapat berakumulasi menjadi panas. Maka pada Sindroma She timbul gejala suhu badan naik, bahkan kadang-kadang tinggi sekali. Apabila Sie-Patogen menyerang Sin Pao-perikardium, maka timbul gejala-gejala gelisah, kesadaran menurun dan delirium.

Fungsi Cang Fu yang kacau mengakibatkan peredaran Chi tidak lancar, sehingga timbul sakit dan kembung pada dada dan perut; Demikian juga darah statis sebagai produk dari kekacauan fungsi Cang Fu dapat menyebabkan nyeri perut, patogen dahak yang konkrit dapat terdengar suaranya; cairan atau lembab yang tak dapat disalurkan menyebabkan disuria dan oedema.

Apabila terdapat makanan yang tidak tercerna, maka timbul nyeri perut, dan apabila tertekan rasa nyeri bertambah. Serangan patogen panas mengakibatkan Jin Ye tidak cukup sehingga timbul gejala konstipasi dengan kotoran keras. Namun, apabila yang menyerang adalah patogen panas lembab, maka terjadi diare yang kotorannya bau busuk. Pada Sindroma She, keadaan Cheng Chi-daya tahan masih kuat, perikaian Ceng chi dan Sie-patogen berlangsung dengan sangat seru. Hal ini tampak pada lidah yang kasar berwarna tua dan selaput lidah tebal mengilap atau kotor.

Sindroma She sering ditemukan pada permulaan penyakit atau pada pasien usia muda. Pada umumnya Sindroma She berkembang dan berubah dengan cepat.

SINDROMA RE
Penyebab Sindroma Re, antara lain
1. Serangan patogen panas dari luar tubuh.
2. Fungsi organ Cang Fu tidak seimbang sehingga terdapat sebagian organ Cang Fu yang berfungsi terlalu aktif.
3. Tubuh kekurangan Yin sehingga bagian Yang dari tubuh tidak dapat dibatasi, kemudian mengkibatkan terjadi Sindroma Re bersifat Xi.

Gejala dan tanda
Sindroma Re bersifat She disebabkan oleh serangan patogen dari luar atau fungsi Cang Fu terlalu aktif. Gejala dan tanda yang timbul, antara lain suhu badan naik dan penderita selalu ingin berada pada tempat yang dingin, terasa haus dan ingin minum yang dingin, muka dan mata merah, gelisah, air seni berkurang dan berwarna coklat, lidah tampak merah, selaput lidah kuning dan kering, nadi teraba Suo (cepat).

Pembahasan
Sindroma Re selain disebabkan oleh serangan patogen panas dari luar tubuh, juga dapat disebabkan oleh adanya ekses dari tujuh macam emosi. Kemudian kebiasaan makan yang kurang baik mengakibatkan tertimbunnya materi bersifat panas di dalam tubuh. Hal itu juga dapat menyebabkan terjadi Sindroma Re.
Gejala dan tanda yang timbul dapat dianalisis sebagai berikut. Suhu badan naik dan ingin berada di dalam keadaan dingin. Serangan patogen panas dari luar tubuh mengakibatkan tubuh kelebihan Yang, fungsi Cang Fu yang terlalu aktif juga mengakibatkan tubuh berlebihan energi bersifat panas, karena itu, suhu badan naik. Sedangkan ingin pada kondisi dingin merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap keadaan panas yang bersifat patologis. Haus dan ingin minum minuman dingin.Sindroma Re mudah menghabiskan cairan tubuh sehingga perlu penambahan dari luar. Karena itu, pasien ingin minum minuman dingin.

Muka dan mata merah
Panas yang membara di dalam tubuh mengakibatkan daerah berdebar dengan cepat, terutama ke bagian muka dan mata, maka mata dan muka merah.

Gelisah
Patogen panas mengacaukan Shen-Jiwa, maka pasien selalu gelisah.

Air seni sedikit dan berwarna coklat
Karena sindroma Re (panas) menghabiskan Jin Ye sehingga menyebabkan tubuh kekurangan cairan, maka air seni sedikit dan berwarna coklat.

Konstipasi, kotoran keras dan kering.
Sindroma Re menyebabkan tubuh kekurangan Jin Ye, termasuk Jin Ye di dalam usus besar. Karena itu, terjadi konstipasi dan kotoran menjadi keras dan kering.

Lidah merah dan selaput lidah kuning dan kering
Ldiah merah dan selaput lidah kuning sebagai pertanda dari Sindroma Re, sedangkan kering menandakan tubuh kekurangan Jin Ye.

Nadi Suo-cepat
Keadaan panas menyebabkan jantung berdenyut dengan cepat, maka nadi teraba Suo-cepat.

B. SINDROM YANG TIDAK DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM
Sindroma Han
Sindroma Han dapat disebabkan oleh serangan patogen dingin. Selain itu, Sindroma Han dapat juga disebabkan oleh kekurangan Yang di dalam tubuh.

Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang timbul dalam Sindroma han, antara lain takut dingin, menyukai yang hangat, kaki dan tangan dingin dan pucat, tidak haus, mulut terasa tawar, air seni banyak dan jernih, diare, atau kotoran tidak berbentuk, selaput lidah tampak putih dan tipis atau lembab licin, nadi teraba Che (lamban) atau Cing (kencang).

Pembahasan
Sindroma Han pada umumnya disebabkan oleh serangan patogen dingin. Namun, dapat juga dikarenakan terlalu lama menderita penyakit sehingga mengakibatkan Yang Chi di dalam tubuh menjadi lemah, dan ptaogen bersifat Yin timbul dari dalam tubuh sendiri.

Takut dingin, kaki dan tangan dingin dan pucat ingin segala sesuatu yang hangat.
Patogen dingin menyerang masuk ke dalam tubuh, menyebabkan bagian Yang di dalam tubuh (yang berfungsi memanaskan tubuh) tertekan, maka penderita terasa takut dingin. Tertekannya Yang Chi menyebabkan tubuh tidak dapat dipanasi dan kekurangan nutrisi, maka kaki dan tangan dingin dan pucat. Karenat tubuh kekurangan Yang Chi dan penderita berusaha menambah, maka pasien ingin makanan hangat atau diam dalam tempat hangat ataupun segala sesuatu yang dapat memberi rasa hangat pada tubuh.

Muka Pucat
Patogen dingin bersifat membekukan, karena itu menyebabkan Chi dan Xie-darah membeku dan peredaran menjadi tidak lancar. Jadi, muka tidak mendapat pasokan Chi dan Xie-darah, maka muka menjadi pucat. Demikian juga ketika kekurangan Yang Chi.

Mulut terasa tawar dan tidak haus
Karena patogen yang bersifat Dingin tidak menghabiskan Jin Ye, tubuh tidak perlu menambah cairan dari luar, maka mulut terasa tawar dan tidak haus.

Air seni banyak dan jernih
Sindroma Han itu disebabkan serangan patogen dingin atau Yang Chi di dalam tubuh dalam keadaan lemah. Dalam keadaan dingin air susah menguap, malahan lebih mudah turun ke bawah dan membentuk air seni. Karena itu, air seni banyak dan jernih.

Kotoran encer dan tidak berbentuk
Dalam Sindroma Han, tubuh kelebihan cairan, dan fungsi Yang Chi lemah sehinga Pi-Limpa tidak dapat menjalankan fungsi transportasi dan transformasi dengan baik. Karena itu, cairan yang berlebihan keluar dari usus besar, dan menyebabkan diare atau kotoran menjadi encer.

Selaput lidah tampak putih atau lembab dan licin
Selaput lidah putih merupakan ciri dari Sindroma Han, sedangkan lembap dan licin menunjukkan cairan di dalam tubuh terlalu banyak.

Nadi teraba Che (lamban) atau Ching (kencang)
Nadi Che-lamban merupakan pertanda dari sindroma Dingin bersifat Xi, sedangkan Cing sebagai pertanda dari adanya patogen bersifat dingin di dalam tubuh.

Sindroma Xi
Sindroma Xi merupakan manifestasi dari kekurangan Ceng Chi-dayatahan di dalam tubuh. Dalam klinik, tubuh yang kekurangan Ceng Chi itu, apabila terserang patogen dari luar (tidak terlalu berat), penderita tetap menunjukkan Sindroma Xi.

Gejala dan tanda
Sindroma Xi dapat dibagi menjadi Chi Xi, Xie Xi, Yang Xi, Yin Xi dan Cang Fu Xi (Fungsi Cang Fu lemah). Karena itu, gejala dan tanda yang dimanifestasikan Sindroma Xi beraneka ragam dan berbeda-beda. Walaupun demikian, di antara berbagai macam Sindroma Xi masih terdapat kesamaannya. Karena Sindroma Xi umumnya disebabkan kurangnya berbagai macam materi dan menurunnya fungsi organ di dalam tubuh, maka umumnya terdapat gejala dan tanda yang sama, antara lain muka pucat dan tidak bercahaya, kurang semangat, kurang bertenaga, lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi.

Pembahasan
Muka pucat dan tidak bercahaya
Chi, Xie-darah, dan Jin Ye yang kurang terpancar pada muka, maka muka tampak pucat dan tidak bercahaya. Demikian juga fungsi Cang Fu yang menurun sehingga Chi, Xie dan Jin Ye tidak dapat ditransportasi dan disuplai ke seluruh tubuh. Hal itu terlihat juga pada muka.

Semangat kurang dan tidak bertenaga
Karena Sindroma Xi disebabkan oleh kekurangan materi nutrisi di dalam tubuh atau fungsi Cang Fu menurun, sehingga tidak dapat menunjang aktivitas tubuh, maka penderita terasa kurang semangat dan tidak bertenaga.

Lidah Pucat dan licin, nadi Xi-kosong.
Lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi-kosong merupakan manifestasi dari Sindroma Si.

SINDROMA SI YANG PALING DITEMUKAN DALAM KLINIK, antara lain:
A. Sindroma Chi Xi
Dalam Sindroma Chi Xi, selain teradapat gejala umum pada Sindroma Xi, yaitu kurang semangat, badan lesu, muka pucat, dan tidak bercahaya, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi, disertai juga napas pendek, suara kecil dan malas bicara, banyak mengeluarkan keringat walaupun tidak bergerak badan, atau hanya bergerak sedikit.

Pembahasan
Kekurangan Chi di dalam tubuh menyebabkan berbagai aktivitas tubuh tidak dapat ditunjang, bahkan hanya berbicara penderita merasa lelah, suara yang dapat dikeluarkan kecil. Kekurangan Chi menyebabkan penderita napas pendek, malas berbicara. Karena Chi tidak cukup untuk mentransportasi darah ke berbagai organ dan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan organ dan bagian tubuh yang lain kekurangan Xie-darah. Hal itu jelas tampak pada muka yang pucat dan tidak bercahaya. Chi yang lemah tidak dapat menguasai pori-pori, maka tubuh mudah sekali mengeluarkan keringat.

B. Sindroma Xie-darah Xi
Dalam Sindroma Xie Xi, selain terdapat gejala dan tanda yang umumnya terdapat pada Sindroma Xi, juga terdapat gejala-gejala yang lain, antara lain muka pucat atau pucat kekuning-kuningan, bibir pucat, pusing-pusing, mata kabur, badan pegal dan semutan, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi-halus. Pada penderita wanita kuantitas menstruasi kurang dan berwarna pucat, bahkan amenorrhoe.

Pembahasan
Xie-darah kurang dan tidak dapat mensuplai kebutuhan berbagai organ dan jaringan. Hal itu tampak pada wajah, bibir dan lidah yang pucat. Xie-darah tidak cukup untuk menunjang aktivitas Shen-jiwa di otak, maka kepala pusing dan mata kabur. Kekurangan Xie-darah pada berbagai bagian tubuh, menyebabkan timbul perasaan pegal-linu dan kesemutan. Xie-darah yang kurang tidak dapat mengisi “penuh” pembuluh darah, sehingga nadi teraba Si-halus. Kemudian menstruasi secara fisiologik berhubungan denga Xie-darah, maka kekurangan Xie-darah mengakibatkan menstruasi tidak teratur, kuantitas berkurang dan berwarna pucat, bahkan tdiak datang menstruasi.

C. Sindroma Yang Xi
Chi tergolong ke dalam Yang, maka banyak kesamaan antara Chi Xi dan Yang Xi. Yang di dalam tubuh, selain mencakup Chi, juga mencakup fungsi memanasi tubuh pada organ Ming Men. Yang dimaksud dengan Yang Xi adalah kekurangan daya memanasi tubuh dan kekurangan apai di dalam organ Ming Men. Di dalam Sindroma Yang Xi tercakup juga Chi Xi. Yang Xi pada umumnya merupakan kelanjutan dari Chi Xi yang semakin parah.

Pada tahap dini Sindroma Yang Xi, gejala dan tanda yang pertama dimanifefstasikan berupa gejala dan tanda yang ada pada Sindroma Chi Xi. Kemudian disusul dengan gejala lengkap dari Yang Xi. Karena itu, di dalam Sindroma Yang Xi, selalu terdapat Sindroma Chi Xi, yang tambah dengan gejala dan tanda yang lain, yaitu tangan dan kaki dingin, takut dingin, sering buang air kecil, bahkan inkontinensi, impotensi, lidah tampak gemuk, nadi teraba Wei-halus sekali.

Lokasi penyakit di dalam Sindroma Chi Xi terletak di dalam Fei-Paru-paru dan Pi-Limpa, sedangkan sindroma Yang Xi umumnya berlokasi pada Shen-Ginjal, Sin-Jantung dan Pi-Limpa. Dengan demikian, tampak jelas lokasi penyakit dari Sindroma Yang Xi lebih berat daripada Sindroma Chi Xi.

D. Sindroma Yin Xi
Xie-darah tergolong ke dalam Yin, sedangkn bagian Yin di dalam tubuh, selain terdapat Xie-darah, juga mencakup Cing, dan Jin Ye. Karena itu Sindroma Yin Xi banyak kesamaan dengan Sindroma Xie Xi. Namun cukupan Sindroma Yin Xi lebih luas. Dalam Sindroma Yin Xi, selain terdapat gejala dan tanda seperti di dalam Sindroma Xi pada umumnya, yaitu tidak bersemangat, badan lesu, muka pucat, lidah tampak pucat, dan nadi teraba Xi halus, juga terdapat gejala dan tanda yang ditujukkan Sindroma Xie Xi, yaitu pusing-pusing, muka pucat kekuning-kuningan, mata kabur, badan pegal dan kesemutan, dan lidah pucat.

Selain itu, masih terdapat gejala dan tanda yang dikarenakan Cing Xi dan kekurangan Jin Ye. Kemudian karena Yin kurang sehingga tidak dapat membatasi Yang, maka di dalam Sindroma Yin Xi masih terdapat juga berbagai macam gejala panas yang bersifat Xi, misalnya panas berkala yang sering terjadi pada siang hari, danda dan anggota badan terasa panas, mengeluarkan keringat pada waktu tidur, muka tampak merah muda, badan kurus, lidah dan tenggorokan kering, lidah berwarna merah, selaput lidah tipis, bukan tidak beselaput sama sekali, nadi teraba Xi-halus, dan Suo-cepat tetapi tidak bertenaga.

Sindroma Xi selain disebabkan faktor genetika, kebanyakan didapat setelah lahir. Penyebabnya, antara lain tujuh macam emosi yang abnormal, kerja terlalu lelah atau kurang bekerja, kurang olah raga, kebiasaan makan dan minum yang kurang baik, menikah terlalu dini, terlalu banyak melahirkan, terlalu banyak hubungan seks, dan berbagai macam penyakit menahun. Kemudian hukum alam sering menyebabkan manusia lanjut usia mudah terserang Sindroma Xi.

Demikian penjelasan beberapa Sindroma yang sering kita temui saat kita melakukan praktek. Semoga bisa memberikan tambahan wawasan bagi kita semua. Wallahu a’lam.