Sindrom Organ Paru-paru

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Sindrom Organ Paru-paru

Sindrom Organ Paru-paruSindrom Organ Paru-paru, Paru-paru merupakan organ yang utama dalam hubungannya dengan penyediaan energi untuk tubuh. Ia mengambil energi yang ada di alam dalam wujud udara yang akan dimasukkan ke paru-paru kemudian akan digabungkan dengan energi yang didapatkan dari makanan dalam wujud sari makanan. Keduanya ini bergabung di paru setelah sari makanan dinaikkan oleh limpa ke paru-paru. Dengan adanya fungsi ini maka paru-paru akan membentuk sebuah energi gabungan yang akan disebarkan ke seluruh tubuh dan diturunkan ke ginjal. Beserta energi yang menyebar inilah maka cairan dan darah juga ikut mengalir bersama energi tersebut. Atas bantuan organ ginjal, maka paru-paru akan dibantu dalam menurunkan energinya ke ginjal. Ketika terjadi kelemahan pada organ ginjal maka kemungkinan akan menyebabkan fungsi penurunan energi akan terhambat maka muncullah batuk.

Sindrom Organ Paru-paru

Batuk merupakan gejala khas dari penyakit paru-paru. Ada beberapa mekanisme yang membuat orang batuk. Diantaranya adalah sbb:

  1. Sindrom Organ Paru-paru, Energi paru yang lemah (yang ditandai dengan gejala batuk lemah, letih lesu, ngos-ngosan jika berjalan, pucat) sehingga paru-paru tidak mampu menyebarkan dan menurunkan energinya akhirnya ia cenderung untuk berbalik arah keluar sehingga jadilah batuk.
    Bagaimana mengatasi energi paru yang lemah?
    Dengan menguatkan energi paru maka batuk akan hilang. Metode yang dipakai adalah dengan melakukan akupuntur pada LU 9, LU 1, BL 13 dan ST 36.
    Pemberian herbal yang berguna meningkatkan energi paru-paru dapat digunakan herbal tonik Qi misalnya: Ginseng, dang shen dan huang qi.
    Herbal Thibbun Nabawi yang bisa digunakan adalah dengan memberikan ramuan 3 dimensi: madu, minyak zaitun dan habbatussauda.
  2. Sindrom Organ Paru-paru, Yang kedua ketika orang terserang patogen, baik patogen panas, kering, angin, dingin dan lemab maka membuat adanya hambatan paru dalam menjalankan fungsinya, ketidaklancaran inilah akhirnya membuat orang jadi batuk.
    Bagaimana cara mengusir patogen yang masuk ke dalam tubuh ini?
    Jika patogen itu adalah angin (lihat gejala-gejala khas angin) maka terapi yang utama adalah dengan melakukan pembekaman/cupping. Metode bekam pun harus disesuaikan dengan gejala angin yang ada. Jika angin panas maka dilakukan bekam basah, angin dingin dengan bekam api, angin kering dengan bekam kering. Titik yang diambil adalah DU 14, BL 12, BL 13 dan GB 21.
    Jika patogen itu adalah kering maka bisa diberikan dengan menggunakan herbal yang memberikan efek mendinginkan paru-paru misalnya: daun saga, ceplukan, senggugu, patikan kebo dan pegagan.
    Jika patogen itu berupa lembab maka terapinya dengan melakukan moksibusi pada: BL 13, DU 14, REN 17 dan SP 6.
  3. Sindrom Organ Paru-paru, Yang ketiga adalah ketika orang dalam kondisi energi ginjal yang lemah maka membuat daya tangkap energinya jadi lemah akhirnya akan mempengaruhi fungsi penurunan energi paru ke ginjal, maka muncullah batuk.
    Bagaimana cara menambah energi ginjal?
    Yaitu dengan memberikan herbal yang memberikan energi ke ginjal misalnya: habbatussauda, kapulaga, ginseng dan shanyao.
    Atau dengan melakukan akupuntur atau acupressure pada: BL 23, SP 6, KI 3 dan REN 4.
  4. Sindrom Organ Paru-paru, Paru-paru kekurangan Yin. Kondisi ini membuat paru-paru jadi kering. Kekeringan inilah yang mempengaruhi organ paru dalam melakukan gerakan kembang kempisnya. Mekanisme penghisapan energi yang dari alampun jadi terganggu akhirnya muncullah batuk.
    Cara mengatasinya dengan memberikan tonik yin seperti ophiopogon, gamat dan spirulina.
  5. Sindrom Organ Paru-paru, Adanya kelemahan limpa sehingga membuat paru-paru menanggung akibatnya. Paru adalah anak dari limpa. Maka ketika limpa energinya lemah membuat akumulasi lendir atau dahaknya tersimpan di paru-paru. Limpa adalah organ yang benci lembab dan menyukai hangat. Akumulasi lendir inilah yang akan membuat refleks batuk untuk mengeluarkan lendir itu.
    Cara mengatasinya adalah dengan memberikan Tonik Qi limpa dan pembuang lembab seperti: habbatussauda, kapulaha, adas, biji pala, lengkuas merah, kunyit, madu, bai zhu dan fu ling.

Sindrom Organ Paru-paru

Demikian juga dengan sesak nafas juga merupakan tanda khas dari orang bergejala paru-paru. Mekanisme sesak napaspun hampir sama dengan mekanisme batuk.
Gejala paru-paru dapat berkombinasi dengan gejala organ lain. Terkadang orang tidak hanya mempunyai gejala batuk saja, tetapi diikuti dengan gejala yang lain misalnya: susah tidur, kesemutan, sering mimpi buruk, pinggang terasa pegel dan nyeri atau yang lain. Kalau ditemukan sindrom seperti ini maka terapinya juga ada penambahan serta kombiasi dengan berbagai teknik yang lainnya.

Sindrom Organ Paru-paru

Jurus atasi sindrom atas panas bawah dingin

Yarobbi.com | Testimoni | Jurus atasi sindrom atas panas bawah dingin

Di dalam pengobatan tradisional diagnosa yang paling umum adalah tentang sifat penyakit yaitu: panas atau dingin.
Dua diagnosa yang paling tidak mendasari awal sebuah diagnosa penyakit. Demikian juga dengan dunia Pengobatan Nabi maka para ulama juga sering menyebut panas dan dingin.
Suatu hal yang lumrah jika panas selalu menempati tubuh bagian  atas dan unsur dingin menempati tubuh bagian bawah.

Jurus atasi sindrom atas panas bawah dingin

Ada sebuah kasus yang unik jika ada sebuah sindrom atas panas dan bawah dingin terjadi secara bersamaan.
Saya menjumpai sebuah kasus yang menimpa seorang mahasiswa yang mengeluh bahwa hari-harinya selalu dilalui dengan kondisi tubuh bagian atas yaitu pusar ke atas sampai di kepala sering mengeluarkan keringat hangat. Penulis menjumpai dan memeriksanya dan nampak betul pasien tersebut berkeringat dengan perabaan tubuh yang hangat wajah agak memerah. Tetapi disatu sisi mata kaki ke bawah sampai ujung ujing jari sangat dingin seperti meraba botol minuman yang sejuk karena habis dikeluarkan dari dalam almari es.
Awal penulis berikan terapi: PEGAGAN dan GAMAT, bekam basah pada tubuh bagian atas harapannya mendinginkan tubuh bagian atas. Hasilnya alhamdulillah keluhan panas nya sdh berkurang banyak tetapi kakinya tetap saja dingin sekali.
Maka penulis berikan formula yang kedua dengan memberikan kombinasi antara: PEGAGAN, GAMAT, HUANG QI, DANG SHEN, SAN YAO, DA ZAO, ROU GUI  dan  WU WEI ZI Alhamdulillah selama seminggu konsumsi herbal ini bi idznillah pasien sangat senang sekali kakinya sudah hangat.
Dalam sebuah artikel yang di tulis oleh DR Subuthi Darmananda beliau memberikan teknik terapi untuk sindrom atas panas dan bawah dingin yaitu dengan melakukan moksa pada titik Yung Quan/KI 1 yang terletak pada sepertiga depan telapak kaki.


Titik ini secara aksi memang akan menambah Yin atau tonik Yin. Tetapi jika manipulasinya berbeda yaitu dengan moksa maka akan memberikan efek menurunkan panas pada bagian atas dan menghangatkan tubuh bagian bawah. Karena dengan moksa titik ini akan tembuh panasnya mengenahi titik Liv 3/Taichong.
Jurus atasi sindrom atas panas bawah dingin
Taichong adalah titik yang berlambang tanah pada meredian liver sehingga ia akan meredam panas hati dan menguatkan limpa lambung.
Ini adalah teknik moksa pada titik yang membeerikan sebuah keunikan selama penulis praktek dengan metode pengobatan timur. Satu titik bisa meredam panas dan memberikan panas.

Jurus atasi sindrom atas panas bawah dingin

Sekian testimoni sebuah kasus yang unik sebuah sindrom atas panas dan bawah dingin terjadi secara bersamaan. semoga bermanfaat

ANALISA TITIK BEKAM SINERGI “FEI SHU/TITIK BELAKANG PARU“

Yarobbi.com | Titik Bekam Sinergi| Titik ini merupakan titik yang utama dalam pembekaman. Ini sering digunakan pada kasus yang menimpa paru-paru. Kita telah ketahui bersama bahwa organ paru-paru adalah organ yang paling pertama terkena penyakit luar. Maka ia dikenal juga dengan organ yang “manja” karena sering sakit. Paru-paru menguasai kulit, kulit merupakan organ tubuh yang paling luas. Pathogen luar bisa masuk ke tubuh juga melalui pori-pori kulit salah satunya.

Lokasi titik ini berada di punggung setinggi tepi bawah processus spinosus vertebrae thorax ke tiga. Dengan jarak 2 jari dari garis tengah tubuh.

Bagaimana aksi dari titik ini?

  • Menguatkan fungsi dispersing/menyebarkan energi paru ke atas, ke luar, ke dalam dan ke bawah
  • Mengatur mekanisme Qi pertahanan
  • Menghilangkan panas pada paru
  • Mengatur dan menguatkan Qi paru

Penyakit apa saja yang bisa di tangani dengan mengambil titik ini?

Karena merupakan titik Shu/belakang organ paru maka kebanyakan penyakit yang bisa ditangani adalah penyakit paru misalnya: batuk, rasa penuh di dada, asma, TBC, panas tinggi, keringat malam hari, batuk darah, radang tenggorok.

Bagaimana aplikasinya dalam pembekaman?

Dalam melakukan pembekaman dengan mengambil titik ini terkadang 1 titik diatas titik ini juga terambil yaitu titik BL 12/Feng men yang merupakan titik dominan angin. Maka disinilah kelebihan bekam, dengan satu kop terkadang 2 s.d 5 titik bisa terambil sekaligus.

Titik ini sangat bagus untuk kasus dengan sindrom apa?

  1. Angin panas menyerang paru-paru —> dengan bekam basah pada titik ini digabung dengan DU 14 dan GB 21
  2. Angin dingin menyerang paru-paru —> dengan bekam api pada titik ini digabung dengan DU 14 dan GB 21
  3. Lembab dingin terkumpul di paru-paru —> dilakukan moksa pada titik ini dengan ditambah titik ST 36, SP 6, REN 12, REN 4 dan REN 6
  4. Angin kering menyerang paru-paru —> maka dilakukan beekam kering pada titik ini serta kombinasi dengan DU 14 serta GB 21 serta diberikan Tonik Yin Paru-paru seperti: ophiopogon, bunga lily, dan gamat.
  5. Qi paru-paru lemah —> maka titik ini dilakukan penusukan/akupuntur dengan mengkombinasinya dengan titik LU 9, LU 1, REN 17, SP 6 dan KI 3

Titik belakang paru-paru ini banyak sekali manfaat yang bisa diambil jika kita melakukan diagnosa sindrom dari gejala yang muncul. Tinggal dilakukan pembekaman basah, bekam kering, bekam api, moksa dan akupuntur sesuai dengan diagnosa kita dulu.

Moksibusi tidak Menambah Energi

Saya menulis judul ini karena terkait dengan pengalaman saya pribadi yang dulu salah dalam memahami akupuntur dan moksa. Dulu saya mengira moksa itu akan nambah energy ternyata setelah berguru dan belajar lagi moksa tidak menambah Qi / energy. Sebagaimana juga dalam penggolongan herbal ada tonik Qi dan tonik Yang, maka moksa tergolong tindakan yang menambah unsure Yang.

Unsur Yang didapatkan dari kumpulan Qi. Maka jika orang tersebut cukup energinya ia akan merasakan kehangatan pada tubuhnya karena cukup Yang. Jika orang tersebut kekurangan Yang / Yang xu maka ia akaan merasakan kedinginan.
Continue Reading

Titik Bekam Pasien Osteoartritis ( OA) Lutut

Osteoartristis sering di derita oleh para pasien yang datang ke klinik yarobbi. Dari beberapa pasien yang datang dengan keluhan osteoartritis ini paling banyak lokasinya adalah di daerah genu / sendi lutut. Keluhan yang terjadi pun macam macam dari yang ringan sampai yang berat.
Continue Reading

MOKSA, TERAPI UNTUK SINDROM DINGIN DAN LEMAH

Moksibusi adalah cara merangsang titik akupunktur dengan menggunakan moksa yaitu cerutu yang terbuat dari daun Ngai (Arthemisia vulgaris) dengan cara dibakar. Daya panas dari moksa tersebut melalui titik akupunktur akan dialirkan menembus permukaan kulit, otot dan kemudian sampai pada titik dan meridian sehingga akan menimbulkan reaksi pengobatan, pencegahan dan perbaikan serta perawatan.

Moxa tersedia dalam kerucut kecil, stik-tube besar berbentuk seperti rokok yang terbuat dari tumbuhan herbal tersebut – atau sebagai ‘wol’ yang dapat dipuntir pada salah satu ujung jarum akupunktur, yang lalu disisipkan ke dalam kulit secara normal dan moxa-nya disulut. Moxa lepas terkadang juga dibakar dalam kotak yang diletakkan di atas tubuh untuk membantu menyebarkan panas yang dihasilkan ke daerah yang lebih luas.

Moxabustion bisa bersifat ‘langsung’, yakni dibakar pada tubuh dalam kerucut atau jarum akupunktur, ataupun ‘tidak langsung’, yakni dibakar di atas kulit dengan cara memegang stik moxa 2,5 cm (1 inchi) di atas bagian sasaran – atau dengan zat-zat lain, misalnya jahe atau garam, ditempatkan di antara kulit dan moxa yang sedang terbakar.

Moxabustion digunakan bagi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan Dingin dan Lembab – misalnya bentuk-bentuk tertentu arthritis dan nyeri punggung. Moxabustion tidak pernah digunakan jika pasien menderita demam panas atau kondisi ‘panas’. Moxabustion langsung, dengan tumbuhan herbal tersebut dibiarkan terbakar pada kulit, dapat menyebabkan bekas luka dan tidak pernah digunakan untuk wajah atau kepala, atau diberikan dekat dengan organ-organ, arteri atau tulang-tulang penting. Pada kehamilan, perlakuan moxabustion tidak pernah diberikan pada abdomen sebelah bawah.

Fungsi Moksa :
1. Mengangatkan peredaran Chi Xie sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab penyakit Yin Han (Yin Dingin)

2. Menghangati Yang, menimbulkan, memperbaiki denyut nadi dan menolong dari bahaya akibat penyakit yang berat.

3. Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan karena daya panas moksa akan menghangati Yang, melancarkan peredaran energi maka dengan kuatnya Yang Chi kuat pula Wei Chi sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit atau penyebab penyakit luar menjadi kuat pula.

Jenis – jenis Moksa :

1. Moksa Kerucut (cone) baik yang dipakai langsung maupun tidak langsung.

2. Moksa Sylinder atau Cerutu, merupakan moksa yang dibuat dari daun ngai atau campuran obat-obatan yang digulung berbentuk cerutu kemudian dibakar serta didekatkan pada jarak tertentu serta digerakan seperti patukan burung.

3. Moksa selubung penghangat, merupakan moksa yang menggunakan alat dari metal atau logam yang khusus di dalamnya moksa dibakar (ada yang menggunakan aliran listrik dan sering disebut bantal penghangat)

4. Moksa alam, merupakan moksa yang bahannya berasal dari tumbuhan atau binatang tertentu, jenis ini sekarang tidak ada lagi dan tinggal sejarah.

5. Moksa diatas jarum, merupakan moksa yang diletakan di ujung ekor jarum kemudian dibakar sehingga panasnya dialirkan lewat jarum akupunktur ke titik meridian, ini biasanya diberikan pada kasus rheumatic.

Indikasi :

– Untuk semua jenis penyakit Yang Chi lemah, penyakit lama, diare kronis, sindrom dingin, gondok, shock, muntaber.

– Kadang ada suatu penyakit yang diperlukan tusuk jarum dahulu baru dimoksa.

Kontra Indikasi

– Mutlak pada kasus panas karena angin atau panas karena Yin Xu, denyut nadi cepat (lebih dari 90 denyutan permenit), semua itu tidak cocok untuk di moksa.

– Sementara pada orang yang sedang terlalu lapar, terlalu kenyang, mabuk, serta pada kondisi emosional atau emosi yang parah.

– Pada titik tertentu, seperti pada bagian wajah, perut bagian bawah dan pinggang bagian bawah pada wanita hamil. Menurut catatan kuno ada beberapa titik yang tidak boleh dimoksa, sebagai besar karena letaknya dekat dengan organ penting atau dekat nadi; misalnya Jing Ming (KK. 1), Si Zhu Kong (TP. 23), Tong Zi Liao (KE. 1), semua titik dekat mata, Ren Ying (Lb. 9), Jing Gu (Pr. 8 ) karena dekat nadi dan sebagainya.

Persiapan Terapi moksa :
– Siapkan moksa yang akan dipakai dan korek api serta lilin, siapkan juga tempat pembuangan abu putung dari moksa.

– Nyalakan moksa dan dekatkan ke titik akupunktur selama beberapa saat tergantung tingkat ketahanan pasien. Jauhkan jika panas atau alihkan pada titik yang lain, demikian pindah-pindahkan terus supaya tidak terlalu panas. Pada penggunaan moksa yang dialas jahe atau bawang putih cenderung terjadi pelepuhan di kulit, jika ini terjadi sobek sedikit dan keluarkan airnya, kemudian olesi madu baru antiseptiknya. Pada penggunaan moksa yang di taruh diujung jarum maka buatlah lingkaran dan gunting sampai ke tengah pusat lingkaran dan masukan ke jarum hingga ke tengah pusat lingkaran kertas, hal ini berguna untuk mencegah lepuhan akibat potongan putung yang jatuh.

– Bisa juga penggunaan pada jarum, jarum dibakar dengan didekatkan pada moksa batang atau ujung ekor jarum diberi kapas yang dililitkan kemudian diberi alcohol 100 % kemudian dibakar.

Hal yang Perlu Diperhatikan dan Tindakan Pencegahan
1. Pada waktu melakukan moksibusi penghangatan atau moksibusi dengan jarum, dianjurkan kepada penderita agar tidak bergerak selama moksibasi berlangsung, karena kalau tidak, abu yang dihasilkan dari moksibasi akan membakar kulit dan pakaian, untuk menghindari hal tersebut, dapat diletakkan sepotong kardus, yang berukuran 6 sampai 8 cm, bentuk empat persegi atau bulat. Potonglah sebuah garis dan salah satu sisi ke pusat, sehingga jarum dapat terletak pada bagian pusat dan dapat memegang kardus, hal ini dapat melindungi kemungkinan jatuhnya abu dari moksa.

2. Terapi dengan moksibasi biasanya cenderung pada keadaan Yin, dalam defisiensi dan gejala dingin, terapi kadang juga dilakukan pada keadaan Yang luar atau gejala panas.

3. Urutan dari terapi moksibasi adalah sama seperti pada akupunktur, yaitu bagian bawah tubuh, bagian punggung lebih dahulu dari pada bagian abdomen, bagian kepala dan tubuh lebih dahulu dari pada extremitas, meridian Yang lebih dahulu dari pada meridian Yin.

4. Sebelum melakukan terapi moksibasi terlebih dahulu perlu dipertimbangkan beberapa ukuran moksa kerucut, berapa banyak oksa yang akan digunakan, serta dimana akan dilakukan terapi moksibasi, keadaan penderita serta umur penderita perlu dipertimbangkan. Pada umumnya 3 – 5 moksa kerucut digunakan untuk setiap titik dan lama moksibasi adalah 10 – 15 menit untuk moksa batang. Untuk penderita usia lanjut, anak-anak atau penderita lemah, gunakanlah moksa lebih sedikit dari pada keadaan normal.

5. Moksibasi dikontraindikasikan pada demam tinggi baik karena faktor dari luar atau defisiensi Yin, seperti hemoptisis, stroke, hipertensi berat dan konstipasi

6. Moksibasi dengan meninggalkan jaringan parut tidak dianjurkan pada daerah wajah dan kepala, karena alasan kosmetik, juga moksibasi tidak boleh dilakukan pada daerah pembuluh darah, membrane mukosa, daerah yang berambut, obdomen bagian bawah, organ genitalia, dan daerah sacrum pada wanita hamil.

Menurut Kepustakaan Kedokteran Traditional Cina, beberapa titik dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi sebagian karena berdekatan dengan organ penting, arteri atau system saraf.

Menurut salah satu kepustakaan kuno dalam buku “Kompendium Akupunktur dan Moksibasi : (Yang Ci Cou, 1601), ada 45 titik yang dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi, sebagai berikut di bawah ini :

Dien Fu (L3)
Cing Ku (L8)
I Ci (L10)
Sao Sang (L11)
He Liao (L119)
Ying Siang (L120)
Cou Yung (Sp20)
Sia Kuan (S7)
Dou Wei (S8)
Ren Ying (S9)
Ru Cung (S17)
Cien Liao (S118)
Pi Kuan (S31)
Fu Du paha (S32)
Yin Se (S33)
Tu Pi (S35)
Diao Go (S38)
Yin Pai (Sp1)
Luo Ku (Sp7)
Yin Ling Jien (Sp9)
Fu Ai (Sp16)
Cien Cin (S19)
Su Liao (Tu25)
Cing Ming (B1)
Can Cu (B2)
Jen Su (B15)
Dien Cu (B10)
Sin Su (B15)
Pai Huan Su (R30)
Cen Fu (B36)
Yin Men (B37)
Wei Cung (B40)
Sen Mai (B62)
Cung Jung (P9)
Yang Je (SC4)
Dien I (SC16)
Se Ce Gung (SC23)
Dou Lin Ji (G15)
Yen I (G22)
Ti U Wei (G42)
Ciu Wei (Ren 15)
Yao Yang Kuang (Tu3)
Ci Cung (Tu6)
Ya Men (Tu15)
Fung Fu (Tu16)

Walaupun begitu, beberapa titik yang dikontraindikasikan untuk moksibasi, memperlihatkan hasil yang baik dalam terapi, contoh: moksibasi langsung pada titik Ciu Wei (Ren15) dapat memperbaiki penyakit epilepsy, Sao Sang (L11) dapat mengobati epistaxis, Yin Pai (Sp11) dapat mengobati pendarahan uterus fungsional, metrorhagia, metrostaxis yang berkepanjangan.

Tu Pi (S35) dapat mengobati nyeri karena arthritis pada sendi lutut, Sin Su B15 dapat mengobati kelemahan umum, emissi nocturnal dan lain-lain, oleh karena itu semua titik yang dikontraindikasikan perlu dipertimbangkan mengenai keadaan patologis, letak anatomis dan tempat moksibasinya.

7. Terapi moksibasi dapat menimbulkan Kombustio pada berbagai tingkat, akibatnya dapat bervariasi dari perasaan panas dan kemerahan setempat, yang dapat menghilang dengan sendirinya atau pembentukan lepuh. Apabila terjadi lepuh kecil yang kemudian pecah, maka cairan akan diabsorbsi tanpa menimbulkan infeksi. Lepuh yang besar perlu dipungsi dan didrainage, apabila terjadi lepuh dengan nanah, maka perlu diberi antibiotika local. Sebelum terapi moksibasi dilakukan, sebaiknya penderita diberi tahu lebih dahulu tentang kemungkianan terjadi lepuh.

8. Titik akupunktur yang dikontraindikasikan pada moksibasi mempunyai efek penguatan dan pengurangan. Pada cara penguatan, asap jangan ditiup, tetapi dibiarkan, sedang pada cara pengurangan, asap harus ditiup secara cepat. Seperti halnya dengan akupunktur, setelah jarum dicabut, lubang bekas tusukan ditutup dengan cara menekan secara ringan dan message, oleh karena mencegah Cing Ji keluar. Sebaliknya, sebelum pencabutan jarum dilakukan pemutaran beberapa kali untuk memperbesar lubang sebelum pencabutan, untuk memungkinkan faktor penyakit keluar, cara ini disebut cara pengurangan.

Terapi Moksibasi pada Beberapa Kasus

1. Stroke
Bila penderita merasa hipertesi pada jari, pusing dan vertigo, kekakuan pada lidah dan disfasia sebelum serangan apoplexy, digunakan moksa bentuk konus, pada titik Pai Hui (G20), Cien Cing (G21), Ji Je (LI11), Fung Se (G31), Cu San Li (S36) dan Sien Cung (G39) untuk tindakan pencegahan.

2. Batuk
Moksibasi dengan moksa kerucut pada Dao Tao (Tu13) dapat digunakan pada kasus defisiensi atau kelebihan.
Pada kasus yang masih baru, memerlukan kira-kira 3 sampai 7 buah moksa kerucut.
Pada kasus kronis, terapi dapat diberikan satu kali per hari, hasil terapi dapat dicapai setelah beberapa hari.

3. Mual dan Muntah
Moksibasi pada titik Dan Cung (Ren17), Ji Hai (Ren6), Nei Kuan (P6), Wei Su (B21) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa kerucut, kira-kira 5 – 7 buah moksa kerucut yang dibutuhkan. Titik-titik sekunder Dueb Ting (K117), Cung Kui (EX-UE3), Tan Su (B19) dan He Ku (L14)

4. Sakit kepala
Pada kasus defisiensi Ji, pergunakanlah moksibasi pada titik Pai Hui (Tu20), Ta Cui (Tu14), Cung Wan (Ren12), Ji hai (Ren6) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Pada kasus defisiensi darah, pergunakanlah moksibasi pada Duo Wei (S8), Dai Yang (EX-HN5), Ji Je (LI11), He Ku (L14), dan Kan Su (B18).
Titik sekunder : Fung Je (G20), Ke Su (B17), Bi Su (B20), Sen Men ((H7) dan Cu San Li (S36). Moksibasi pada tiap titik untuk kira-kira 3 – 5 menit.

5. Pusing dan vertigo
Pada kasus defisiensi darah, dipergunakan moksibasi secara tidak langsung dengan jahe pada titik-titik Pai Hui (Tu20), Sang Sing (Tu23), Sen Cu (Tu12), Ce Yang (Tu9), Kan Su (B18) dan Bi Su (B20) tiap titik di moksibasi dengan moksa kerucut yang kecil, setiap hari dan hasil yang baik dapat dicapai dalam waktu kira-kira 1 bulan

6. Nyeri abdomen sekitar umbilicus
Pada kasus karena defisiensi dan dingin, moksibasi pada titik Sen Jiek (Ren8) dan Ji Hai (Ren6) untuk kira-kira selama 1 jam sampai nyeri hilang.

7. Kegegangan otot-otot di daerah lumbal
Moksibasi secara langsung pada titik Sen Su (B23), Yao Yang Kuan (Tu3), Ming Men (Tu4), Cu San Li (S36) tap titik dengan 5 – 7 buah moksa kerucut. Terapi yang sering dilakukan dapat mencegah serangan.

8. Diare karena defisiensi dan dingin
Moksibasi pada titik Dien Su (S25), Ji Hai (Ren 6), Cung Wan (Ren12) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Tiap titik diterapi kira-kira 5 menit

9. Sakit gigi
Sakit gigi bawang sering mempunyai titik nyeri tekan di Bien Li (L16) dan sakit gigi atas mempunyai titik nyeri tekan di Cie Si (S41). Moksibasi secara tidak langsung dengan jahe dapat dilakukan pada titik nyeri tekan dengan 10-20 buah moksa kerucut.

10. Perdarahan uterus
Moksibasi pada titik Se Men (Ren5) dengan 5 buah moksa kerucut. Kuan Yen (Ren4) dengan 7 buah moksa kerucut. Yin pai (Sp1) dengan 5 buah moksa kerucut. San Yin Ciao (Sp6) dengan 5 buah moksa kerucut.
Titik sekunder : Bi Su (B20), Sen Su (B23), Ji Hai (Ren6), Ta Tuen (liv 1), tiap titik di moksibasi dengan 5 – 7 buah moksa.

11. Gangguan pada tenggorokan
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14) dengan 3 – 7 buah moksa bentuk biji. Moksibasi dengan moksa batang dapat dilakukan pda titik Cao Hai (K6) bilateral, selama 4 – 5 menit setiap sisi, hasil terapi yang baik dapat dicapai setelah tiga kali pengobatan. (satu kali per hari)

12. Lekore
Moksibasi pada titik San Ciao Su (B22), Sen Su (B23), Cung Liao (B33), Ji Hai (Ren6), Cung Ci (Ren3), Sie Hai (Sp10) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan 7 buah moksa bentuk biji untuk masing-masing titik, moksa bentuk batang dapat digunakan. Moksibasi pada titik Tai Mai (G26), Kuan Yen (Ren4), Yao Yang Kuan (Tu3) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa batang, untuk selama 5 menit tiap kali, terapi satu kali per hari.

13. Kejang pada anak yang kronis
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14), Bi Su (B20), Wei Su (B21), Kuan Yen (Ren4), Ji Hai (Ren6), Cu San Li (S36), moksibasi dengan moksa batang, tiap titik diterapi kira-kira selama 5 menit.

14. Flu
Moksibasi pada titik Fei Su (B13), Sin Su (B15) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Pencegahan : moksibasi secara tidak langsung dengan jahe, pada titik Sen Cu (Tu12), Kan Su (B18), Bi Su (B20), Sen Su (B23), Cung Wan (Ren12), Ji Hai (Ren6) dan Dien Su (S25) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Titik Cu San Li (S36) dengan moksa batang selama 15 menit, tiap pagi, tiap sisi bergantian.

15. Ulcus yang dalam
Ulcus yang dalam disudut mulut : moksibasi pada puncak dari ulcus dengan 5 buah moksa kerucut, kemudian pada titik Sou San Li (L110) dengan 20 buah moksa kerucut.
Pengobatan selama 3 hari dan pada umumnya 3 kali terapi dapat mencapai hasil yang baik.

Best regards,