Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Yarobbi.com | Bekam Sinergi |  Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

(Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dengan Kedokteran Tradisional China pada Aplikasi Istilah/Terminologi Kedokteran)

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China Bahasa merupakan elemen terpenting dalam komunikasi. semua yang ada di alam semesta memerlukan komunikasi untuk berlangsungnya sirkulasi kehidupan, baik hewan, tumbuhan, manusia, dan alam itu sendiri. Karena beragamnya subjek, maka bahasa yang dimunculkan sangat beragam. Contohnya manusia itu sendiri, karena beragamnya bangsa maka bahasanya pun berbeda pula. Setiap elemen masyarakat juga memiliki bahasa atau istilah tersendiri di kalangan mereka yang secara sadar atau tidak, bahasa atau istilah itu mereka sepakati demi terciptanya keselarasan pandang. Contohnya, bidang pertanian, perbankan, elektronik memilki istilah-istilah tersendiri yang telah disepakati sebagai alat komunikasi.
Dalam bidang kedokteran juga memilki sejarah yang unik tentang pengistilahan (terminologi) yang mereka gunakan dari masa ke masa. Dimulai dari ilmu kedokteran tertua di dunia yaitu kedokteran China yang terkenal dengan prinsip Ba Gang/8 dasar (yin-yang, panas-dingin, luar-dalam, kuat-lemah) dan Wu Xing/5 unsur (kayu, api, tanah, logam, dan air), kemudian ada kedokteran Yunani kuno dengan teori pembagian 4 unsur humoral tubuh oleh Galenius yaitu darah, empedu kuning, empedu hitam, dan lendir. Di Timur-Tengah ada Ibnu Sina dengan teori 4 unsurnya (tanah, udara, air, dan api) dan klasifikasi sifat penyakit berdasarkan sifat dasar alam yaitu panas, dingin, lembab, kering juga gabungan diantara sifat dasar itu yaitu panas-lembab, panas-kering, dingin-lembab, dingin-kering. juga berbagai kedokteran lainnya yang memiliki pengistilahan sendiri seperti Ayurveda dari India, Hang Bang dari Korea atau yang lebih dikenal dengan KOM (Korean Oriental Medicine), dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW Dalam Pengklasifikasian Unsur Makanan
Kekasih kita Muhammad S.A.W juga menerapkan bahasa/istilah tersendiri dalam mengklasifikasikan sesuatu, misalkan pengklasifikasian makanan dan pengobatan. Dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, diriwayatkan bahwa ia menceritakan: aku pernah melihat Rasulullah SAW menyantap timun dengan kurma masak. Juga hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Nabi SAW bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda,”Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini. Apakah pelajaran yang bisa dipetik dari hadist di atas? Ada 2 kata sebagai kata kuncinya. “panas” dan “dingin”. Kedua kata tersebut adalah anonim/lawan kata yang sifatnya beranti-pati. Panas dan dingin merupakan hukum alam, dimana jika unsur panas lebih dominan daripada unsur dingin atau unsur dingin lebih dominan dari pada unsur panas maka akan terjadi ketidakseimbangan, jika ketidakseimbangan itu terjadi pada tubuh, maka tubuh akan sakit. Jika unsur panas dan dingin seimbang, maka tubuh akan sehat. Itulah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dalam mengatur pola makan. Walau jenis makanan yang dikonsumsi beragam, beliau juga memperhatikan keseimbangan unsur atau kadar gizi makanannya. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW jarang sekali sakit. Dalam hadist lain, diriwayatkan olej At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam sunan-nya dari hadist Asma’ binti Umais bahwa ia menceritakan: Rasulullah SAW pernah bertanya kepanya, “Obata apa yang engkau gunakan sehungga engkau bisa berjalan lagi?” Asma menjawab, “Kacang kedelai.” Beliau berkata, “Itu kacang yang panas sifatnya.” Mari kita tela’ah bersama mengapa sakit yang diderita Asma binti Umais bisa sembuh dengan kacang kedelai yang memilki sifat panas. Tidak diragukan lagi bahwa penyakit yang mengakibatkan Asma binti Umais tidak bisa berjalan adalah bersifat “dingin”, sehingga Allah SWT mempertemukan obatnya berupa kacang kedelai yang memilki sifat anti-pati dari penyakit itu. Wallahu a’lam bishawab.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW dan Para Ulama Ahli Kedokteran Nabi (thibbun nabawi) Dalam Pengklasifikasian Prinsip Pengobatan
Diriwayatkan dalam kitab Shahih AL-Bikhari da Muslim, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa nabi SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api jahannam. Maka dinginkanlah dengan air”. Api dan air merupakan fenomena alam yang saling terbalik/anti-pati. Api itu panas sedangkan air itu dingin, api membumbung ke atas sedangkan air berjalan ke bawah. Contoh lainnya adalah hadist dari Anas radhiallahu anhu, ia berkata,“Rasulullah SAW bersabda: jika terjadi panas memuncak, maka netralisirkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi darah yang berlebih pada seorang diantara kalian yang akan membunuhnya” (HR. Al Hakim). Isyarat yang terkandung dari hadist di atas, bahwa panas yang terjadi karena darah berlebih harus di dinginkan dengan pembekaman. Mengingat salah satu fungsi darah adalah memanaskan tubuh, jika berlebih akan memuncak/menimbulkan penyakit, jadi harus mengurangi yang berlebih. maka terciptalah suatu kaidah prinsip terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakitnya yaitu jika panas harus didinginkan dan jika dingin harus dipanaskan, jika berlebih(ekses) harus dikurangi(sedasi) dan jika kekurangan(defisien) harus ditambah(tonifikasi). Hal tersebut merupakan aplikasi bahasa/istilah/terminologi yang juga di terapkan oleh para pakar thibbun nabawi terkemuka seperti Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, Ibnu Sina, Musa Alu Nashr, dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah Dalam Kedokteran Tradisional China yang Selaras dengan Thibbun Nabawi
Pembahasan berikut ini adalah istilah dalam kedokteran China yang berbeda secara bahasa, namun sama maksud, tujuan,dan cara pandangnya.

  1. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Ba Gang
    Ba Gang merupakan 8 dasar diagnosa, yang terdiri dari Yin-Yang; panas-dingin; ekses-defisien; luar-dalam. Dasar-dasar tersebut selaras dengan penerapan klasifikasi unsur pada thibbun nabawi, dimana kaidah prinsip terapi yang digunakan adalah antip-pati dari sifat penyakit.
  2. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China seperti Prinsip pencegahan penyakit
    Dalam Huang Di Neijing dijelaskan bahwa seseorang yang berobat ketika sakit datang, sama halnya dengan membuat pedang ketika musuh menyerang atau menggali sumur ketika haus. Dari pernyataan tersebut dapat kita pahami pentingnya pencegahan penyakit. Sama dengan Thibbun nabawi, ketika kita memperhatikan pola hidup Rasulullah SAW dalam menjaga pola makannya. Terlebih ketika Rasulullah SAW menerapkan system karantina terhadap suatu daerah yang terserang wabah pes, Nabi SAW bersabda,”Apabila terjadi wabah pes disuatu negeri sementara kalian berada di dalam negeri tersebut, janganlah kalian keluar. Bila wabah itu terjadi disuatu negeri sementara kalian berada di luar negeri tersebut, jangan kalian memasukinya.” Itu merupakan upaya preventif agar penyakit tidak menyebar lebih luas lagi.
  3. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola makan
    Kedokteran China juga menyebutkan tentang pola makan yang baik. Hendaknya ketika makan, kadar kekenyangan maksimal harus 70%. Berarti ada 30% rongga lambung yang tidak terisi makanan dan air, atau bisa dikatakan tidak boleh makan sampai kenyang. Sama halnya dengan petunjuk Rasulullah SAW tentang adab makan. Nabi SAW bersabda,”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Berarti ada 1/3 rongga lambung yang kosong. Jika diprosentase. 1/3 dari 3/3 adalah 33,3% bagian rongga lambung yang kosong menurut pandangan thibbun nabawi, sedangkan menurut pandangan kedokteran China 30% bagian rongga lambung yang kosong. Cara pandang yang nyaris sama. Subhanallah!
  4. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola tidur
    Anjuran di dalam kedokteran China, hendaknya kita tidur lebih awal, terutama pada 23.00 – 01.00. karena pada saat itu Yang-Qi (energi Yang) sedang memasuki tubuh. Dalam arti lain, malam hari adalah waktu untuk organ tubuh istirahat yang seharusnya terhindar dari aktivitas berat, sehingga dengan tidur regenersi sel akan berlangsung dengan baik. Sedangkan dalam islam, dianjurkan untuk tidur malam lebih awal agar lebih mudah bangun tengah malam untuk sholat. Intinya, kedokteran China dan thibbun nabawi sama-sama tidak menganjurkan begadang, apalagi yang tidak ada manfaat sama sekali. Wallahu a’lam.
  5. teknik terapi
    Prinsip dan teknik terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakit sudah dibahas sebelumnya. Namun juga ada teknik terapi yang sama diantara keduanya, misalkan teknik memuntahkan, teknik mengeringatkan untuk mengeluarkan patogen, herbal, dan bekam.
  6. Dan kesamaan-kesamaan lainnya

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

HIKMAH ATAS MISTERI TERSEBUT
Mengapa banyak sekali persamaan baik kaidah maupun metode yang diterpkan thibbun nabawi dan kedokteran China?? Itulah misteri yang harus kita gali bersama jawabannya. Mungin, salah satu caranya adalah dengan melihat sejarah. Berdasarkan sejarah, negeri China adalah yang paling awal mengembangkan pengobatan, yaitu 5000 tahun sebelum masehi. Sangat pantas kalau mereka lebih maju dan lebih sistematis dalam tatanan standarisasi kedokteran, karena mereka telah melakukan percobaan selama ribuan tahun. Jika dibanding dengan metode pengobatan nabi yang kemunculannya lebih baru dan tidak ada standarisasi diagnosa yang sistematis layaknya kedokteran China. Namun, sebelum masa kedokteran China muncul, adakah fator-faktor yang mempengaruhinya? Tapi, menurut hemat penulis, metode pengobatan nabi sangat amat jauh lebih mulia dari metode pengobatan apapun, karena metode tersebut turun berdasarkan wahyu dari dzat yang Maha Mulia. Tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga selama ribuan tahun untuk mencari metode pengbatan tertentu yang sesuai. Coba kita bayangkan, perlu waktu berapa lama rangkaian proses yang diperlukan para peneliti pengobatan jaman dulu untuk menemukan resep titik akupunktur pada tubuh sebagai media pengobatan, yang tentunya dengan beberapa kali trial and error. Namun, tidak diperlukan waktu yang lama bagi Allah SWT Sang Pemilik kerajaan langit dan bumi untuk mewahyukan resep titik bekam kepada Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Insya Allah, penulis meyakini pasti masih banyak lagi hikmah dan kesamaan-kesamaan lainnya yang terkandung dalam kesamaan kedokteran Nabi SAW dan kedokteran China yang belum tertulis pada pembahasan ini, yang disebabkan terbatasnya ilmu penulis dan ketidak sempurnaan dalam mencari hikmah.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

SEBAGAI MUSLIM, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DALAM HAL INI?
Tugas kita sebagai seorang muslim, adalah menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, termasuk metode pengobatan yang dianjurkan beliau dengan berlandaskan ilmu, bukan berdasarkan ketaqlid’an buta. Jika kita tidak menjaganya dengan berlandaskan ilmu, maka akan menghancurkan thibbun nabawi itu sendiri. Bukankah Rasulullah telah mengingatkan seperti yang tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-nasa’i, dan Ibnu Majah dari hadist Amru bin Syuaib, dari ayhnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan tugas medis, sementara sebelumnya ia belum mempelajari ilmu pengobatan, maka ia bertanggung jawab (terhadap hasinya).” Salah satu cara menjaganya adalah dengan melindunginya dari praktik-praktik yang bisa menimbulkan kemudharatan, sehingga menjadi faktor penghambat dakwah metode pengobatan Nabi SAW. Dengan segala keterbatasan ilmu yang dimilki manusia, tidak ada salahnya kita mensinergikan dengan ilmu pengobatan lain, yang bertujuan agar thibbun nabawi menjadi lebih baik. Tentunya kita harus selalu berdoa mohon petunjuk kepada Allah agar dihindarkan dari hal-hal buruk ketika berijtihad. Berasal dari manapun ilmu pengobatan yang disinergikan dengan thibbun nabawi tidak akan menjadi masalah selama kita bisa mengambil manfaatnya saja dan meninggalkan mudharatnya, tentunya dengan rambu-rambu syari’at yang menghindarkan kita dari unsur yang dapat merusak aqidah seperti unsur-unsur kurofat, tahayul, dan kesyirikan, naudzubillah mindzalik.

Kedokteran China sangat memungkinkan untuk disinergikan mengingat banyak sekali prinsip-prinsip yang selaras dan metode diagnosa yang sistematis, juga titik akupuktur yang bisa dimanfaatkan sebagai titik tambahan dalam terapi bekam. Kedokteran modern juga layak disinergikan, salah satunya adalah standarisasi sterilisasinya yang lebih bagus dan tata laksana yang lebih aman dan dapat dipertanggung jawabkan. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, tidak menutup kemungkinan, ada poin-poin tertentu dari metode kedokteran lainnya yang bisa disinergikan dengan thibbun nabawi. Wallahu a’lam bishawab. [based on Abu Kandra’s mind]

Referensi Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China:

  1. Metode pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
  2. Bekam cara pengobatan menurut sunnah karya Muhammad Musa Alu nashr
  3. Huang Di Neijing
  4. Basic of Traditional Chinesse Medicine karya Long Zhixian
  5. Greek biology and Medicine karya Henry Osborn Taylor

Pola makan sehat

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Pola makan sehat

Pola makan sehatKetika seseorang membahas makanan yang baik, biasanya ia akan mengguanakan pola pikir barat tentang makanan yang harus kaya protein, karbohidrat, kalori, vitamin dan mineral. Pemikiran barat rata-rata mengesampingkan perihal daya penyembuhan yang ada pada setiap makanan, dan lebih terfokus pada masalah persentase bahan nutrisi atau jumlah kalori yang dikandung suatu makanan. Pemikiran seperti itu mencerminkan adanya obsesi dari sains tentang sesuatu yang harus nyata atau dapat terukur. Di dalam kerangka pemikiran sains, jika Anda tidak dapat mengukur suatu objek, berarti objek itu tidak pernah ada. Jadi ilmu pengetahuan tentang nutrisi mengabaikan pendapat, bahwa makanan sebetulnya dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan mempengaruhi proses penyembuhan.

Pola makan sehat

Makanan sebagai Obat
Anda tidak harus menjadi seorang pakar ilmu pengetahuan untuk mengetahui tentang adanya kandungan zat yang lebih banyak pada beberapa jenis makanan, daripada sekedar protein dan vitamin. Oleh karena itu jenis-jenis makanan tertentu dapat pula mempengaruhi fisiologi dan reaksi orang yang memakannya.
Saya masih bisa mengingat dengan jelas pada pengalaman di sebuah restoran di India. Petang di musim dingin menjelang hari natal itu, udara sangat dingin. Saya memesan nasi kare istimewa yang sangat pedas dan menikmatinya dengan lahap. Selama menyantap hidangan yang sangat pedas itu, seluruh bagian wajah saya dibasahi keringat. Coba Anda bayangkan, hal itu terjadi justru di tengah dinginnya musim dingin. Kenapa saya bisa sampai berkeringat? Tentu saja tinjauan sains akan mengatakan, cabe yang pedas telah membesarkan pembuluh darah dan mengakibatkan darah mengalir lebih lancar serta keringat lebih banyak keluar. Tepat sekali!
Itulah pokok bahasan yang coba kami kemukakan. Makanan mengandung zat lebih banyak dari yang dapat diukur melalui analisis kimia. Pengobatan Cina kuno tidak begitu banyak mempersoalkan kandungan kimia dari suatu jenis makanan, sebab yang lebih penting adalah pengaruh makanan itu pada diri seseorang. Pada era Cina kuno, makanan dan ramuan obat-obatan memiliki asal usul yang sama. Sun Simioa, seorang dokter Cina terkenal menulis, “ Mereka yang menerapkan makanan dalam pengobtan adalah para dokter yang hebat. Pada era Cina kuno, seseorang dokter yang baik akan menggunakan diet terlebih dahulu untuk menyembuhkan penyakit dan bilamana hal itu gagal, barulah digunakan obat-obatan.
Karena makanan dan ramuan obat-obatan dipandang sebagai dua hal sejenis, maka teori dan prinsip pengguanaanya sama. Makanan dan ramuan obat-obatan mempunyai sifat, rasa, energi dan pergerakan. Ini adalah kandungan yang tidak nyata di dalam makanan dan ramuan obat-obatan yang memberi kekuatan penyembuahan.

Pola makan sehat

Hubungan Rasa Makanan dan Organ Tubuh
Makanan memiliki rasa tertentu. Bisa tajam atau pedas, manis, pahit, masam atau asin. Pada suatu jenis makanan, dapat ditemukan lebih dari satu rasa. Contohnya, teh memiliki rasa manis dan pahit, sedangkan barley memiliki rasa manis dan asin.
Perbedaan rasa makanan berpengaruh pada seseorang dalam berbagai bentuk. Makanan yang rasanya tajam seperti jahe dapat menimbulkan keringat dan meningkatkan sirkulasi energi. Makanan yang manis seperti semangka dapat menurunkan gejala yang akut dan menetralisir pengaruh racun dari makanan lainnya. Makanan yang berasa asam seperti lemon dapat menghalangi pergerakan tubuh atau bertindak sebagai zat yang menciutkan. Makanan yang berasa pahit seperti kundur dapat mengurangi keringat badan, menghilangkan kelembapan serta merangsang selera makan. Makanan asin  seperti kelp dapat melunakan pengerasan atau gumpalan di tubuh.
Ketika suatu makanan masuk ke dalam tubuh, masing-masing rasa berbeda itu bergerak menuju organ-organ yang sesuai. Rasa masam menuju ke dalam hati dan empedu, yang pahit ke dalam jantung dan usus kecil, yang manis ke dalam lambung dan limpa, yang asin ke dalam ginjal dan kandung kemih, dan yang berasa pedas atau tajam ke dalam paru-paru dan usus besar. Hasilnya, keseimbagnan di dalam tubuh terpengaruh dan pada gilirannya akan menimbulkan pengaruh atau efek pada kesehatan seseorang.

Pola makan sehat

Energi dan Makanan.
Secara fisik, makanan tergolong pada lima jenis, yaitu dingin, panas, sejuk, hangat dan netral. Untuk lebih praktisnya, kami kelompokkan makanan menjadi yang menghangatkan, mendinginkan atau netral. Contohnya, jahe dan gandum menghangatkan, teh mendinginkan, jagung manis dan beras merah adalah netral.

Pola makan sehat

Pergerakan Makanan
Makanan yang masuk ke dalam tubuh, akan bergerak ke berbagai jurusan sebagai berikut:

  • Ke arah luar karena bergerak dari dalam lalu ke luar, makanan yang seperti itu dapat menyebabkan keringatan.
  • Ke arah dalam karena bergerak dari luar ke bagian dalam, makanan yang seperti dapat memudahkan buang air besar atau mengurangi pembengkakan perut.
  • Ke arah atas karena bergerak dari bagian tubuh yang lebih rendah ke bagian yang lebih tinggi, makanan seperti ini dapat menyembuhkan diare, keluarnya anus atau uterus dan sebagainya.
  • Ke arah bawah, karena bergerak dari badan bagian atas kearah bagian badan bagian rendah, makanan seperti ini dapat mencegah muntah-muntah, tersedak atau asma.
  • Mengkilap atau licin, makanan seperti ini akan mampu memfasilitasi gerakan karena itu baik untuk sembelit tetapi tidak baik untuk diare.
  • Penahan, makanan seperti ini baik untuk diare dan tidak baik untuk sembelit.

Cara menyiapkan makanan, juga akan mempengaruhi gerakannya. Makanan yang dibuat dengan anggur, dapat menimbulkan kecenderungan untuk bergerak ke atas, sedangkan makanan yang dibuat dengan memakai cuka memiliki kecenderungan untuk menimbulkan hambatan. Makanan yang dimasak dengan menggunakan garam, memiliki kecenderungan untuk bergerak ke bawah.

Pola makan sehat

Diet Seimbang
Kebanyakan dari kita memahami makanan yang seimbang seperti yang dipelajari di sekolah, yaitu perlu makan segalanya sedikit- sedikit untuk memberikan tubuh kita protein, karbohidrat, mineral serta vitamin. Itu sebabnya menu makan kita sehari-hari terdiri dari telur, nasi, sayur-sayuran dan susu. Belakangan, pemikiran tentang perlunya menggunakan menggunakan protein hewani dalam jumlah besar, mulai dikesampingkan dan kita kembali ke cara makan traditional.
Sejak dulu kala, dokter-dokter Cina telah menganjurkan untuk mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran serta buah-buahan. Daging, telur dan produk-produk yang terbuat dari bahan susu, hanya dipergunakan untuk memperkaya rasa, dan bukan menjadi menu utama. Dewasa ini, banyak orang yang mulai berpaling ke hidangan seperti itu, setelah bertahun-tahun mereka tidak percaya.
Pada peradaban Cina kuno, orang harus makan dengan cerdas supaya bisa menjamin terciptanya keharmonisan di dalam tubuh. Penyakit akan muncul, apabila kondisi di dalam tubuh tidak seimbang atau tidak harmonis. Karena itu, bagi orang cina, makanan yang berimbang bisa ditafsirkan secara berbeda-beda.

  • Seimbang dapat berarti kita harus makan makanan dengan berbagai rasa, energi dan aksi organiknya. Contohnya, jika kita hanya memakan makanan yang manis dan masam dan menghindari rasa yang lain, kita akan menghadapi permasalahan. Itu sebabnya kita juga harus  makan makanan yang berasa tajam, asam dan pahit sebagai variasi dalam makanan kita.
  • Seimbang dapat berarti kita memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan serta keadaan jasmani kita. Jika kita termasuk orang bersifat YANG, dianjurkan mengonsumsi makanan yang mendinginkan dan bagi orang bersifat YIN dianjurkan banyak makanan yang menghangatkan.
  • Seimbang dapat berarti pula, makanan yang dikonsumsi sebaiknya makanan yang mampu memelihara keseimbangan yang harmonis pada seluruh organ tubuh bagian dalam. Contohnya, jika kita seseorang mempunyai selera makan yang bagus, tidak berarti dia memiliki jantung yang kuat. Rasa panas di lambung mengindikasikan adanya pemanasan berlebihan di daerah sekitar lambung. Dalam kondisi seperti itu, minuman keras dan makanan yang pedas dapat mengganggu kesehatan. Makan makanan yang bersifat dingin dapat mendinginkan lambung yang panas.

Pola makan sehat

Lambung dan Energinya
Menurut falsafat Cina, lambung dan limpa adalah organ-organ penting bagi pencernaan dan penyimpangan makanan. Lambung berfungsi untuk menghancurkan, mematangkan dan menyalurkan bagian makanan yang tidak murni ke usus kecil dan bagian yang murni ke dalam limpa. Dari situlah energi dihasilkan dan disebarkan. Energi vital yang memungkinkan lambung berfungsi sempurna adalah Qi lambung, yang harus dilindungi dan diperkuat. Lambung bersifat hangat dan suka menerima makanan yang menghangatkan. Berikut adalah cara menguatkan dan melindungi Qi lambung.

  • Makanlah makanan yang dapat beradaptasi pada perubahan musim dan lingkuangan. Contohnya, buah semangka yang muncul di musim panas. Alam memang telah menunjukan, buah-buahan yang harus kita makan.
  • Makanlah makanan yang sudah matang dan lunak dari pada makanan mentah dan dingin. Lambung membutuhkan energi lebih banyak untuk memproses makanan mentah. Di sisi lain, makanan yang dipanggang atau digoreng dapat mengganggu fungsi lambung dengan menimbulkan pemanasan yang berlebihan.
  • Makananlah lebih sering daripada hanya sekali tapi secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang banyak.
  • Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan.

Pola makan sehat

Keadaan Jasmani Tubuh
Tidak semua makanan yang baik, cocok untuk semua orang. Tergantung masing-masing-masing individu, atau tepatnya tergantung keadaan jasmani seseorang. Siapapun bisa diklasifikasikan sebagai seorang YANG (panas) atau seorang YIN (dingin). Hal itu karena system darah kita tidak statis dan dapat berubah-ubah dadri hari ke hari, tergantung makanan yang kita konsumsi dan kondisi iklim. Lagi pula, panas darah tidak dikenal di dalam ilmu pengetahuan medis. Itu sebabnya, tidak mungkin mengetahui apakah Anda seorang YANG atau YIN, jika hanya menggunakan thermometer yang ditaruh di mulut Anda.

Berikut adalah cara mengetahui jenis atau keadaaan jasmani tubuh Anda:

  • Apakah tangan dan kaki anda selalu dingin atau hangat?
  • Apakah anda menyukai cuaca dingin atau hangat?
  • Lihatkah lidah Anda. Jika tubuh Anda mengalami pemanasan secara berlebihan, lidah itu akan kemerah-merahan dan ada lapisan yang berwarna kuning. Boleh jadi lidah itu akan kering, lengket atau lembab. Jika tubuh Anda dingin, lidah akan berwarna pink pucat dengan lapisan putih dan lembap.
  • Periksalah urin yang pertama. Apabila tubuh Anda panas, urin itu akan berwarna kuning tua, cokelat dan kemerah-merahan. Volumenya mungkin kurang dan baunya mungkin tidak sedap. Jika tubuh Anda dingin, urine itu akan jernih atau kuning muda dan volumenya banyak sekali.
  • Perhatikan tinja Anda. Apabila tubuh Anda panas, tinja Anda keras dan kering. Terkadang bentuknya kecil-kecil atau seperti batu kerikil dan mungkin Anda sulit untuk buang air. Jika tubuh Anda dingin, tinja itu tidak berbentuk dengan baik dan cenderung lunak. Kadang-kadang terlihat ada bagian makanan yang tidak tercerna.

Pola makan sehat

Makanan Mentah VS Makanan Dimasak
Di dunia barat, mereka yang sedang menjalani penyembuhan holistic, dianjurkan makan makanan yang asli. Tidak dimasak atau setengah matang, manfaat makanan itu akan semakin baik. Dr. Bernard Jensen dalam buku “Makanan yang Menyembuhkan” menganjurkan agar makanan yang dikonsumsi adalah kombinasi dari 60 % makanan mentah dan 40 % makanan yang sudah dimasak.
Rekomendasi itu sangat bertolak belakang dengan pandangan Cina kuno. Bagi orang Cina, makanan mentah bersifat terlalu dingin dan tidak baik bagi lambung, yang merupakan sebuah organ yang menyukai sesuatu yang hangat. Untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut, kami menganjurkan supaya Anda belajar mengetahui tubuh Anda dan makanan yang sesuai untuk Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan mengonsumsi banyak makanan mentah, kami anjurkan Anda mengurangi jumlahnya atau tidak memakannya sama sekali. Mulailah memasak makanan Anda dengan cara yang ringan.
Makanan mentah mengandung nutrisi yang lebih banyak daripada makanan yang dimasak karena beberapa nutrisi telah hancur atau hilang ketika makanan dimasak. Akan tetapi menurut orang Cina, kekurangan itu tetap lebih baik karena makanan yang dimasak bersifat hangat sehingga cocok bagi lambung dan lebih mudah dicerna.

Makanan Pembentuk Asam dan Alkali
Pandangan lain orang Barat menyentuh persoalan keseimbangan antara makanan pembentuk asam dan pembentuk alkali. Disarankan supaya makanan yang dimakan terbuat dari 80% bahan makanan pembentuk alkali dan 20% bahan makanan pembentuk asam, yang paling dibutuhkan untuk meningkatkan kondisi kimia tubuh. Banyak penyakit muncul dan berkembang di dalam tubuh yang bersifat asam, atau kondisi tubuh yang disebut asidosis. Kanker kemungkianan muncul karena kondisi tersebut.

Indikasi dan Kontraindikasi Makanan
Semua organ di dalam tubuh, masing-masing memiliki indikasi sendiri bila sedang sakit. Berikut adalah saran tentang makanan yang harus dimakan atau dihindari jika sedang sakit:

  • Penyakit limpa, makanlah nasi, daging sapi dan kurma
  • Penyakit jantung, makanlah gandum, daging kambing, apricot dan bawang (Bulbus Allii)
  • Penyakit paru-paru, makanlah padi-padian berwarna kuning, ayam, buah persik dan bawang Cina.
  • Penyakit liver, makanlah biji-biji wijen, dan prem
  • Penyakit ginjal, makanlah daun seledri muda, kastanye, dan kacang-kacangan.

Adakontra indikasi yang membuat Anda perlu menghindari memakan makanan tertentu jika sedang sakit;

  • Penyakit jantung, hindari makan asin
  • Penyakit liver, hindari makanan pedas dan tajam
  • Penyakit limpa, hindari makanan yang asam.
  • Penyakit paru-paru, hindari makan yang pahit.
  • Penyakit ginjal, hindari makan yang manis.

Mengonsumsi sejenis makanan tertentu memang dapat menimbulkan berbagai reaksi di dalam tubuh. Bagi kebanyakan orangMalaysia, konsep itu dikenal baik, khususnya oleh para lanjut usia. Tetapi mereka yang mengeyam pendidikan Barat akan menertawakan pendapat seperti itu. Hal itu memang bisa dipahami karena pendekatan ilmiah mengesampingkan kondisi tersebut. Menurut terapi diet Cina, setiap makanan memiliki pengaruh sebagai berikut:

Makanan dapat menimbulkan angin di dalam tubuh. Beberapa jenis makanan yang dimakan secara berlebihan, dapat menimbulkan angin di dalam tubuh, yang kemudian mengakibatkan kembung, rasa nyeri, sakit, ruam dan bintik-bintik pada kulit yang berpindah-pindah. Juga dapat mengakibatkan kejang-kejang urat, menggigil dan ayan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dingin, juga dapat mengakibatkan problem seperti itu.
Makanan dapat menimbulkan sesak. Ada saat-saat ketika sedang makan makanan tertentu, tiba-tiba ada riak yang mengakibatkan munculnya rasa tidak nyaman di dalam tubuh karena sesungguhnya aliran Qi menjadi tersumbat atau mengalami stagnasi.
Makanan dapat mengubah kelembapan. Makanan tertentu dapat membantu melarutkan dan mengeringkan riak.
Makanan dapat melancarkan aliran Qi. Stagnasi dan tersumbatnya aliran Qi dan aliran darah dapat mengakibatkan rasa sakit dan mati rasa. Pada kondisi yang serius dan berkelanjutan, stagnasi dapat berubah menjadi suatu massa atau gumpalan.
Makanan dapat menimbulkan iritasi pada luka atau penyakit kulit. Beberapa orang alergi terhadap sejenis makanan tertentu dan akibatnya mereka dapat menderita ruam, bintik-bintik atau iritasi pada kulit atau pada luka yang ada. Dalam situasi seperti itu, mereka dianjurkan untuk menghindari makanan yang dapat menyebabkan munculnya kembali masalah tersebut.
Makanan dapat memelihara YIN dan darah. Tubuh perlu selalu mendapatkan makanan yang baik untuk memelihara darah dan cairan tubuh.
Makanan dapat menghangatkan YANG dan Qi. Untuk menjaga kesehatan tetap baik, tubuh harus selalu dalam kondisi harmonis, dan energi YANG dan YIN-nya seimbang. Itulah yang seharusnya selalu diutamakan dalam mempertimbangkan makanan dan bukan pada rasa makanan itu.

Pola makan sehat

Implikasi
Setelah memahami konsep-konsep dasar nutrisi pada pandangan Cina, cermatilah implikasi dari konsep-konsep tersebut.
Makan bermanfaat untuk mengharmoniskan energi di dalam tubuh. Jika Anda termasuk orang yang memiliki tubuh hangat perbanyaklah makan makanan yang mendinginkan. Mengonsumsi makanan hangat atau yang digoreng akan membuat tubuh Anda kegerahan. Sebaliknya jika tubuh Anda termasuk tubuh yang dingin, maka dengan memakan makanan yang bersifat dingin akan merasa sakit. Anda lebih membutuhkan makanan yang bersifat menghangatkan.
Suatu ketika, datang seorang pasien yang mengeluhkan tubuhnya sakit terutama pada persendiannya, setelah minum teh Mountain Guava de Tox. Kami sarankan supaya dia tidak meminum teh itu lagi. Bisa jadi tubuhnya termasuk tubuh yang dingin dan pendinginan yang dihasilkan oleh teh kemudian mengakibatkan tubuhnya menjadi terasa sakit. Untuk mengatasinya dia disarankan agar minum rebusan beberapa potong jahe bersama the karena minuman itu akan membuat badan menjadi hangat.
Pada para penderita demam rematik, rasa nyeri sakit pada persendiannya akan terasa semakin parah karena cuaca dingin. Makanan yang menghangatkan tubuh akan banyak membantu mereka. Jika Anda menderita influenza panas, hindari makan makanan yang panas atau pedas karena akan membuat influenzanya semakin parah. Sebaiknya makanlah makanan yang mendinginkan.
Makanan manis akan membuat lambung semakin kuat karena rasa manis bereaksi pada lambung dan limpa. Itulah sebabnya Anda cenderung menjadi gemuk dengan makanan yang rasanya manis.

Pola makan sehat

Proporsi Makanan
Sejak dulu, orang-orang Cina telah menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan dengan proporsi sebagai berikut:
Biji-bijian                                50%
Sayur-sayuran                      20%
Kacang Polong                        15%
Buah-buahan                          10%
Produk dari hewan                  5%

Proporsi makanan tersebut bertentangan dengan Standart American Diet (SAD) yang menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak protein yang kami tahu, tidak baik utuk kesehatan. Saat ini orang-orang Amerika mulai mengakui, SAD mereka keliru.

Pola makan sehat

Kebiasaan Makan yang Baik.
Apakah Anda menyadari, bahwa cara dan waktu yang dipilih Anda untuk makan, juga menjadi faktor yang penting. Apakah Anda bingung ketika menyadari, bahwa Anda telah kehilangan selera makan ketika melihat makanan? Jawaban kami, jangan makan Anda sedang bingung dan pikiran sedang tidak rileks serta tidak dapat menikmati makanan. Berikut ini adalah bimbingan bagi Anda supaya bisa membuat kebiasaan makan yang baik.

  • Kondisi pikiran sangat penting diperhatikan ketika sedang makan. Rileks dan nikmatilah apa yang sedang Anda makan karena hal itu penting bagi pencernaan dan proses asimilasi yang baik. Ketika makan, jangan bicarakan atau membahas masalah apapun.
  • Perut Anda tidak punya gigi sehingga kunyalah makanan secara perlahan untuk menjamin proses pencernaan dan asimilasi berlangsung optimal.
  • Jangan dorong makanan dengan banyak minum. Kurangilah kebiasaan makan sambil banyak minum.
  • Jangan makan terlalu banyak, dan cukup 70% dari kapasitas lambung Anda.
  • Nikmati makanan dengan perlahan-lahan dan jangan terburu-buru menelan makanan. Kenali apa yang sedang dimakan dan rasakan kenikmatan dari setiap jenis makanan yang sedang disantap.
  • Jangan makan pada saat malam sudah larut dan makan tiga jam sebelum Anda tidur. Hal itu akan menyempurnakan proses pencernaan serta memungkinkan Anda bisa menikmati tidur yang lebih nyenyak.
  • Bila Anda sakit, makanlah makanan yang ringan atau berpuasa. Hal ini akan membuat energi tubuh dapat disalurkan untuk menangani proses penyembuhan daripada pada membantu proses pencernaan. Makanlah bubur encer selama Anda sakit karena makanan seperti itu mudah dicerna, dia memungkinkan energi tubuh dialihkan untuk membantu proses penyembuhan.
  • Makan tanpa mengosongkan lambung adalah bencana. Oleh karena itu, kosongkanlah lambung Anda setiap hari, jangan terus diisi. Tanamkan kebiasaan ini.

Pola makan sehat

Dikutip dari buku” Food and Cancer Hubungan makanan dan kanker” Dr Chris K.H. dan Ch’ng Beng Im Kompas Gramedia