Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan penuh barokah dan ampunan dari Alloh SWT. Berbicara tentang sehat dan bugar saat berpuasa tidak akan lepas dari semangat dan motivasi kita menjalankan ibadah puasa itu sendiri. Dengan semangat akan memunculkan luapan energi dan darah yang luar biasa didalam tubuh seseorang. Terkadang ada seorang yang cukup gizinya, bagus nutrisinya tetapi tidak memunculkan pancaran energi tubuh yang sehat dan bugar karena lemahnya semangat dan motivasi. Maka apapun aktivitasnya para ulama selalu mengutamakan niat untuk memulai sebuah amal perbuatan. Sebagaimana dalam hadits :
Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).[1]
Dari niat yang benar ini akan memunculkan motivasi amal dan semangat dalam beramal. Kenapa saya sangat mendahulukan ini? Karena dijaman sekarang kalo berbicara gizi, bicara urusan makanan yang ada adalah kelebihan kalori. Banyak penyakit yang timbul karena over kalori di dalam makanan kita ini. Meskipun juga ada permasalahan kekurangan gizi di sekitar kita. Maka untuk sehat dan bugar tentunya mari kita bangun semangat yang benar beribadah puasa ini untuk mencari keridhoan Alloh SWT.
Semangat akan memunculkan energi dan darah[2]. Tetapi pada tataran tertentu semangat dibangun jika kita mempunyai energi dan darah yang cukup. Tidak mungkin kita mengatakan kepada seseorang “kenapa antum kok gak semangat hari ini?” ternyata orang tersebut belum makan selama 2 hari. Sehingga ia lemas dan tidak muncul semangat . Inilah konteks semangat dibangun dari cukupnya energi dan darah dalam tubuh seseorang. Rumus yang bisa kita sampaikan adalah sbb:

Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Maka untuk tubuh sehat dan bugar saat puasa dibutuhkan semangat dan niat yang benar juga cukupnya asupan makanan dan minuman kita sehingga semua akan saling mendukung untuk memunculkan sebuah fenomena bugar dan sehat ketika kita berpuasa.
Maka untuk memunculkan semangat kita dasari dengan keilmuan dan fadhilah berpuasa sebagaimana tercantum dalam beberapa riwayat sbb[3]:

  • Amalan taqwa.
    Alloh ta’ala berfirman:
    Artinya: “Wahai orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqoroh 183)
  • Bulan Al-Qur’an.
    Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk, diturunkan pada malam Lailatul Qodar satu malam di bulan Ramadhan, Allah berfirman yang artinya:
    “Bulan Ramadhan itulah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, dan menjadi keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan membedakan antara yang hak dan yang bathil. Maka barang siapa diantara kamu melihat bulan itu hendaklah ia berpuasa”. (Surat Al-Baqoroh :185)[4]
  • Dapat menghapus dosa.
    Dari Abu hurairoh rodhiallohu anhu berkata: bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda: ”Barangsiapa yang berpuasa pada bulan romadhon penuh dengan keimanan dan pengharapan pahala dari Alloh niscaya ia diampuni dosa-dosanya.” (HR. Bukhori No.38)
  • Memberi syafaat pada hari kiamat.
    Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda:
    Puasa dan al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Robbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat pada siang hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.’ al-Qur’an berkata, ‘Wahai Robbku, aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya.’ Lantas keduanya memberi syafaat kepada hamba tersebut.” (HR. Ahmad No.6626, dishahihkan al-Albani)
  • Pahala puasa tidak terhingga.
    Dalam HR. Bukhori No.1904: Dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu berkata: bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan anak adam untuknya kecuali puasa, ia milik-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.”
  • Orang yang berpuasa diberi pintu khusus masuk surga yaitu “ar-Royyan”.
    Dalam HR. Bukhori No.1896, Dari Sahl rodhiallohu anhu dari Nabi sholallohu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda:” Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut ar-Royyan yang akan dimasuki oleh orang-orang yang puasa pada hari kiamat dan tidak ada seorangpun yang masuk melainkan mereka.

Beberapa fadhilah di atas cukup bagi kita untuk memompa semangat didalam menjalankan ibadah puasa kita. Dengan menjalankan ibadah puasa dengan baik maka insya Alloh akan didapatkan manfaat yang sangat banyak. Diantaranya adalah dari sisi kesehatan tubuh kita dan jiwa kita.
Dari sisi medis manfaat puasa sangat luar biasa. Saya akan memberikan paparan sebagian saja manfaat puasa bagi kesehatan. Diantaranya adalah sbb :

  • Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel[5]
    Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.
    Logika akal kita mengatakan ketika tubuh seseorang tidak pernah puasa dalam hidupnya maka organ tubuh kita khususnya pencernaan ini bisa jadi tidak pernah istirahat karena ia selalu isi dengan makanan. Maka Alloh SWT , Dzat yang telah menciptakan tubuh kita ini Maha Tahu bagaimana caranya pencernaan kita ini bisa sehat yaitu dengan berpuasa sebulan dalam satu tahun.
  • Berat Badan Turun
    Bagi orang yang memiliki berat badan berlebih, puasa dapat menjadi cara untuk menurunkan berat badan[6]. Dengan cara mengontrol nafsu makan dan menyusun menu diet yang sehat dan seimbang, berat badan seseorang bisa turun. Hal ini baik terutama untuk orang yang memiliki masalah dengan kolesterol atau kencing manis dengan berat badan berlebih. Menurut studi, puasa dapat mengurangi asupan 25 – 30% kalori.
  • Menurunkan Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Diabetes Mellitus[7]
    Menurut studi, orang yang melakukan puasa rutin memiliki resiko 45% terkena PJK dibandingkan orang yang tidak puasa. Kemungkinan hal ini disebabkan pada orang yang berpuasa rutin, tubuh akan menggunakan sel lemak untuk pembakaran . Otomatis hal ini.
    Dari  poin kedua dan ketiga diatas sangat terkait dengan apa yang sering disampaikan oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah Rahimahulloh[8] bahwa penyakit itu ada 2 yaitu subhat dan syahwat. Orang yang mempunyaI berat badan yang berlebih dan akhirnya memunculkan kolsterol dan DM disebabkan karena ia belum mampu mengekang keinginannya (syahwatnya) terhadap makanan. Dengan puasa ini paling tidak akan melatih kembali bahkan bisa menormalkan kembali berat badan dan penyakit gula serta kolesterol yang berlebih.
  • Pemenuhan Kebutuhan Spiritual
    Puasa bukan hanya menahan keinginan makan ataupun minum. Puasa lebih mengarah kepada pengendalian diri, instropeksi diri, dan pendekatan diri dengan Alloh SWT.
    Kenapa pengendalian diri?
    Dalam konsep kedokteran timur (TCM), puasa menciptakan sebuah kondisi tubuh yang kekurangan air. Unsur air yang kurang dalam tubuh kita membuat unsur api atau panas akan muncul dalam tubuh. Atau dengan bahasa lain ketika air tubuh kurang maka unsur kayu cenderung kering, unsur kayu mempunyai kecenderungan untuk membumbung ke atas. Dengan bahasa kita, Alloh SWT melatih kita dengan membuat kondisi kering dan panas dalam tubuh saat puasa, sehingga seseorang akan lebih mudah “panas emosinya“. Adanya penciptaan kondisi yang demikian akan melatih kita untuk sabar. Kondisi yang sangat memungkinkan marah, maka mau tidak mau seorang yang berpuasa akan selalu dilatih untuk banyak membaca istighfar. Sehingga hati cenderung lancar dan salur untuk meredam luapan panas hati tadi.
    Maka saya lebih menganalisa ketika kita berpuasa sebenarnya Alloh memberikan latihan kepada jiwa ini untuk sabar dan tidak mengejar dunia, sehingga ketika dunia tidak tercapai tidak akan memunculkan emosi yang tidak normal seperti gampang marah, cemas, stress, takut dan sedih yang berlebihan. Beberapa emosi tersebut secara kedokteran tradisional maupun modern merupakan biang dari banyak penyakit.

Dari beberapa manfaat di atas, dapat kita ambil hikmahnya adalah ketika seorang muslim tunduk dan patuh menjalankan syariat ini dengan benar maka ia akan mendapatkan balasan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Di dunia secara tidak langsung ia akan mendapatkan hati yang tenang dan diberikan kesehatan. Sebagaimana yang tercantum didalam surat  Al-Ahzab [33]: 36
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan  tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Berbuka dan sahur
Di awal saya buka tulisan ini dengan adanya keterkaitan antara semangat yang memunculkan luapan energi dan darah, tetapi pada waktu tertentu semangat membutuhkan / semangat dibangun oleh adanya kecukupan energi dan darah seseorang. Energi dan darah ini dihasilkan dari asupan nutrisi ketika kita berbuka dan sahur. Maka tidak cukup hanya bermodal semangat yang luar biasa saja saat menjalankan ibadah puasa, tetapi kita dianjurkan untuk memperhatikan makanan dan minuman yang kita makan ketika sahur dan berbuka puasa.
Sahur adalah waktu kita mempersiapkan bekal untuk menjalankan ibadah puasa kita sampai dengan berbuka. Sahur sangat dianjurkan sebagaimana riwayat dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Ada beberapa tips sahur dan aktivitas siang hari:

  • Akhirkan waktu sahur kita
  • Makanlah makanan yang kaya dengan serat sehingga ia akan lebih lama diolah dan diserap oleh tubuh. Seperti makan sayur dan buah buahan.
  • Minumlah dengan minuman yang akan menaikkan jumlah energi dan meningkatkan system immune kita seperti: madu, bee pollen, propolis dan royal jelly. Atau suplemen yang lain yang mempunyai khasiat yang sama.
  • Ketika sudah selesai sahur tunggulah sampai sholat shubuh berjamaah.
  • Jangan tidur ketika habis sholat shubuh.
  • Tidur siang selalu agendakan untuk memulihkan energi kita sehingga membantu untuk kondisi yang prima ketika menjalankan ibadah sholat tarawih dan witir serta membaca Qur’an pada malam harinya

Ketika waktu berbuka tiba maka ini adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu seorang yang berpuasa. Waktu yang sangat membahagiakan bagi seorang yang berpuasa sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW:
Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan;  kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.(muttafaq ‘alaihi)[9]

Tips saat berbuka bisa kita mulai dengan:

  • Bersegera dalam berbuka
    Ini adalah anjuran dari Rasulullah SAW: “Orang-orang akan terus berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” [HR Al Bukhari dan Muslim]
  • Berbukalah dengan Kurma dan segelas Air
    Kurma adalah buah yang luar biasa, karena di dalamnya terkandung konsentrat gula dan beragam jenis nutrisi. Namun yang paling terpenting dari mengkonsumsi kurma saat berbuka adalah dalam rangka meneladani perbuatan rasul tercinta Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
    Salman bin Amir Radhiallahu anhu bercerita bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering. Jika tidak ada maka minumlah air putih karena air putih itu membersihkan. (HR At Tirmidzi)
    Berbuka dengan yang manis (bisa dengan minum madu hangat atau teh manis hangat) akan memberikan energi kepada pencernaan kita yang sudah seharian istirahat. Ketika pencernaan sudah cukup energinya maka barulah ia akan siap menerima bahan makanan yang akan diolahnya. Minuman yang dingin tidak dianjurkan saat mulai berbuka, karena ia akan membuat semakin terkuras energi pencernaan kita. Ada beberapa tulisan yang mengatakan ketika minum dingin habis makan membuat makanan menggumpal dalam perut kita[10].
  • Mengkonsumsi Makanan yang mengandung Karbohidrat Kompleks
    Biji-bijian, sereal atau makanan yang serupa menyediakan kalori dan gula yang sangat dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa.
  • Jangan berlebihan ketika berbuka
    Pencernaan kita seharian sudah istirahat dan kekurangan energi, maka jangan langsung diberikan makan yang berlebih. Isilah dengan makan yang secukupnya. Atau lebih baik lagi ketika sudah makan dan minum dengan yang manis bisa dilanjutkan sholat maghrib dahulu supaya energi manis dari makan dan minum kita tadi sudah optimal untuk menerima dan mengolah makanan kita.
  • Meminum dan mengkonsumsi lebih banyak cairan.
    Minumlah air dan makan buah dengan jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Air akan membantu ekskresi racun dan membantu pencernaan. Selain itu, jus buah segar adalah sumber gula, vitamin dan mineral.
  • Hindari makanan berminyak/gorengan
    Makanan berminyak akan memakan waktu lebih lama untuk dicerna dan membuat kita merasa kenyang, tapi sebenarnya tidak memberikan nutrisi yang cukup. Makanan-makanan tersebut bukanlah pilihan yang ideal untuk berbuka.

Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa

Olah raga saat puasa
Olah raga sangat banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini. Saat berpuasa pun juga jangan lewatkan untuk menjaga kebugaran tubuh kita. Olah raga lebih mengarah untuk menjaga kelancaran laju darah didalam pembuluh darah kita sehingga suplai darah ke organ dan jaringan jadi lancar. Saat berpuasa bisa kita lakukan olah raga dengan jalan santai selama 30 menit seminggu 3 kali. Jangan melakukan olah raga yang berat sehingga banyak menyita kalori kita sehingga memunculkan efek tubuh yang lemas dan pegel-pegel selesai melakukan olah raga.
Demikian beberapa ulasan bagaimana untuk tetap sehat dan bugar saat puasa, semoga bermanfaat.

Tetap Sehat dan Bugar Saat Puasa


[1] http://rumaysho.com/faedah-ilmu/ilmu-ushul/4373-faedah-fikih-dari-hadits-niat.html
[2] Ini adalah konsep dari kedokteran tradisional timur / TCM
[3] http://elsunnah.wordpress.com/2013/05/12/keutamaan-puasa-di-bulan-ramadhan/
[4] http://www.salafyoon.net/fiqih/sifat-puasa-nabi-bag-2-keutamaan-bulan-ramadhan.html
[5] http://health.kompas.com/read/2012/07/25/11331762/20.Mukjizat.Puasa.terhadap.Kesehatan.Manusia
[6] http://www.slideshare.net/tanyadok/pengaruh-puasa-bagi-kesehatan
[7] http://www.slideshare.net/tanyadok/pengaruh-puasa-bagi-kesehatan
[8] Menyelamatkan hati dari tipu daya setan, Al Qowam Solo
[9] http://muslim.or.id/ramadhan/dua-kebahagiaan-bagi-orang-yang-berpuasa.html
[10] Versi kedokteran tradisional

Hukum bekam ketika berpuasa: ternyata TIDAK BATAL

Para ulama berbeda pendapat tentang pembekaman, termasuk membatalkan puasa ataukah tidak. Pendapat pertama. Mereka mengatakan bahwa bekam membatalkan puasa. Ini adalah madzhab Hambali, Ishaq, Ibnul Mundzir, dan mayoritas fuqaha (ahli fikih) [44], dan dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah, dan juga Ibnu Utsaimin dalam fatwanya.

Dalil mereka:
Menurut mereka bekam adalah salah satu hal yang dapat membatalkan puasa.
Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berbuka (batal puasa) orang yang membekam dan dibekam.” (HR. Tirmidzi: 774, Ahmad 3/465, Ibnu Khuzaimah: 1964, Ibnu Hibban: 3535; hadits ini telah dishahihkan oleh imam Ahmad, imam Bukhari, Ibnul Madini (lihat al Istidzkar 10/122). Demikian juga al Albani menshahihkannya dalam Irwa’ul Ghalil: 931, Misykatul Mashabih: 2012, dan Shahih Ibnu Khuzaimah: 1983).

Pendapat kedua. Menurut pendapat kedua, bekam tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama secara umum, baik dari kalangan ulama salaf (terdahulu), maupun khalaf (ulama masa kini) [45].

Dalil mereka:
Menurut mereka ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam sedangkan beliau sedang dalam keadaan puasa, sebagaimana dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam sedangkan beliau berpuasa.” (HR. Bukhari:1838,1939, Muslim: 1202).

Pendapat yang kuat. Pendapat yang kuat adalah pendapat kedua, yaitu berbekam tidak membatalkan puasa, dengan alasan dalil yang tersebut di atas; dan dikuatkan oleh beberapa hal di antaranya:

Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan puasa adalah me-nasakh (menghapus) hadits yang mengatakan batalnya puasa seorang yang berbekam dan yang dibekam. Hal ini dibuktikan bahwa Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi rukhshah (keringanan) bagi orang yang berpuasa untuk berbekam.” (HR. Nasa-I 3/432, Daruquthni 2/182, Baihaqi 4/264; Daruquthni mengatakan seluruh perawinya terpercaya, dan dishahihkan oleh al Albani dalam Shahih Ibnu Khuzaimah: 1969).

Berkata Ibnu Hazm rahimahullah: “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘memberi rukhshah’ tidak lain menunjukkan arti larangan sebelum datangnya rukhshah (sehingga asalnya dilarang, lalu diizinkan). Oleh karenanya, benarlah perkataan/pendapat bahwa ini (hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma) me-nasakh hadits yang pertama.” (al Mushalla 6/204)

Pendapat ini diperkuat dengan adanya hadits-hadits lain yang mengisyaratkan bahwa hadits Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu dihapus, seperti:
“Dari Tsabit al Bunani beliau berkata: Telah ditanya Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: “Apakah kalian (para sahabat) di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci bekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau menjawab: “Tidak (kami tidak membencinya), kecuali kalau menjadi lemah (karena bekam).” (HR. Bukhari 4/174; lihat Fathul Bari dalam penjelasan hadits ini, dan juga perkataan al Albani rahimahullah yang menguatkan masalah ini dalah Misykatul Mashabih: 2016)

Dari penjelasan di atas, menjadi jelas bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, karena di-qiyas-kan kepada masalah bekam menurut pendapat yang kuat adalah tidak membatalkan puasa.

Sumber:

blog ummushofiyya

44. Lihat al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab 6/349

45. Lihat al Fatawa al Hindiyyah 1/199, Bidayatul Mujtahid 1/281,dan al Majmu’ 6/349.

?