Anak Ringan Tangan

Yarobbi.com | Bulletin Ash Shihah | Anak Ringan Tangan

Anak Ringan TanganSenang rasanya melihat Anak Ringan Tangan atau suka membantu, tetapi.. bagaimana jika ringan tangan yang dimaksudkan disini adalah “plak-plok” alias mudah melayangkan pukulan? Wah.. Pasti mengesalkan ya.. Kasus Anak Ringan Tangan ini termasuk fenomena yang sering terjadi. Entah itu di sekolah atau di lingkungan rumah, pasti ada saja anak yang hobi main pukul. Lantas, apakah kasus ini bisa dianggap wajar sebagai kenakalan anak ?

Anak Ringan Tangan

2-3 Tahun Wajar
Perilaku memukul biasanya muncul pada anak yang belum bisa berbicara atau baru mulai belajar bicara, yakni di usia 2 sampai dengan 3 tahunan. Pada usia tersebut, bisa dikatakan sebagai usia transisi awal pada perkembangan anak, dimana anak sedang mengalami keinginan yang sangat besar untuk menjadi mandiri. Dilain pihak, kemampuan bahasa anak masih belum mencapai tahap yang cukup untuk bisa berkomunikasi dengan sempurna. Gap terhadap kedua kemampuan yang sedang berkembang ini akan ‘dilepaskan’ oleh anak dalam bentuk tindakan fisik seperti bertindak agresif dan sejenisnya. Memang hanya itulah cara yang paling mudah dilakukan oleh anak untuk mengungkapkan emosinya.
Perilaku memukul juga bisa terjadi pada anak yang punya energi berlebihan. Jika ia banyak dilarang sementara energinya tetap ada dan ia tak tahu cara menyalurkannya, akibatnya ia lalu memukul atau melakukan perilaku agresif lainnya. Dalam buku What to Expect the Toddler Years karya Einsenberg, Murkoff & Hathaway, dikatakan, banyak perilaku agresif anak usia ini berhubungan dengan frustrasi. Ini karena dalam diri mereka seringkali muncul konflik antara rasa percaya dan tak aman, keinginan mandiri dan ketergantungan, keinginan berkuasa dan keadaan tak berdaya. Ditambah lagi, anak usia ini memiliki rasa ingin tahu yang besar serta senang bereksperimen. Hal lain yang mempengaruhi perilaku agresif anak adalah sifat anak yang masih egosentris, yaitu masih sulit memahami apa yang dirasakan atau dipikirkan orang lain, atau berempati. Dia tidak paham, memukul orang lain akan menyebabkan orang itu kesakitan.

Anak Ringan Tangan

Darimana Mereka Belajar ?
Para peneliti dari Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, menyebutkan pada umumnya pembawaan bayi adalah tenang. Tetapi pada satu masa di awal usia balita, anak bisa punya kebiasaan suka memukul. Sifat agresif itu mencapai puncaknya saat balita berusia 2,5 tahun, kemudian mereda. Namun pada kenyataannya, ada juga sebagian anak yang tetap berperilaku agresif sampai ia berusia 6 tahun. Padahal, anak yang masih bersikap agresif di usia TK atau kelas 1 sekolah dasar berpotensi besar membawa sikap itu sampai besar. Ada beberapa faktor turut andil sebagai penyebab anak keterusan hobi main tangan, diantaranya :

  1. Pola asuh orangtua
    Sebagaimana diketahui bahwa bayi usia 3 bulan pun sudah bisa meniru. Jika sejak bayi si ibu bersikap kurang sabar atau suka mengomel, besar kemungkinan bayinya akan tumbuh menjadi anak berperilaku buruk. Bisa juga disebabkan karena pola asuh orangtua yang terlalu permisif, yakni terlalu membiarkan atau serba membolehkan apapun yang dilakukan anak.
  2. Genetik
    Pola asuh bukan faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak. Hal penting yang juga berpengaruh adalah faktor genetik.
  3. Pengaruh eksternal
    Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games dan teman sebayanya. Untuk itu, orangtua perlu mengontrol tontonan, games dan dengan siapa anak biasanya bermain.

Anak Ringan Tangan

Menangkis Pukulan Anak
Meskipun memukul atau perilaku agresif lainnya adalah reaksi alamiah ketika seseorang merasa kesal, marah, atau frustrasi. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh mengijinkan anak Anda memukul. Anda tetap tak boleh membiarkan ia memukul, hanya karena ia masih terlalu kecil untuk mengetahui hal yang baik. Memang, masih cukup sulit baginya untuk mengerti perbedaan benar dan salah, tetapi ia sepenuhnya akan mengerti mana tingkah laku yang Anda inginkan dan mana tingkah laku yang Anda larang. Lagipula, dengan membiarkan anak memukul, lama-lama ia tidak mengenal cara lain untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya. Jika memukul akhirnya menjadi kebiasaan, ia akan dijauhi oleh teman-temannya yang berarti menghambat perkembangan sosialisasinya. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang dapat orangtua lakukan untuk mencegah dan menghadapi Anak Ringan Tangan, yaitu :

  1. Kendalikan emosi Anda sendiri
    Kemampuan Anda sebagai orangtua untuk mengendalikan emosi/rasa marah Anda sendiri merupakan langkah pertama yang akan menentukan apakah Anda akan bisa mengendalikan anak Anda atau tidak. Bagaimana mungkin Anda meminta anak Anda tidak boleh memukul dengan cara Anda memukulnya. Padahal anak seusia ini melakukan segala sesuatunya dengan cara meniru lingkungannya.
  2. Peringatan awal atau dini dan Batasan yang jelas
    Dengan peringatan awal ini, anak menjadi tahu dan siap secara mental terhadap apa yang akan terjadi jika dia berbuat sesuatu yang diluar batasan yang telah Anda tetapkan. Anda harus dengan jelas dan singkat menyampaikan kepada anak Anda hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukannya di setiap kegiatan/permainan bersama dengan orang lain. Dan yang paling penting adalah Anda harus secara konsisten menjalankan apa yang telah anda sampaikan kepada anak Anda.
  3. Cooling down atau Time-out
    Berhenti sejenak adalah cara yang baik untuk mengatasi dorongan memukul, tetapi bukan merupakan tindakan hukuman. Ini merupakan satu cara untuk mengendalikan emosi anak, agar ia melihat apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Tapi jangan gunakan time-out untuk menguliahinya. Petuah diberikan setelah time-out selesai dan ia sudah mulai tenang.
  4. Mengajarkan tindakan alternatif
    Setelah anak anda sudah tenang, Anda bisa membicarakan secara baik-baik dengan anak anda apa yang telah membuat dia marah. Tekankan bahwa dia boleh marah, tetapi tidak boleh melampiaskannya dengan melempar, memukul ataupun menggigit. Anda bisa mengajarkan alternatif lain seperti misalnya dengan menulis, menendang bola, atau yang lain.
  5. Memberikan pujian
    Hendaknya sebagai orangtua tidak hanya memperhatikan perilaku anak yang kurang baik saja, tetapi juga memperhatikan tindakannya yang baik dan dengan tulus memberikan pujian. Contohnya, jika dia sedang bermain perosotan dengan teman-temannya dan anak anda tidak mendorong temannya tetapi bisa sabar menunggu giliran, maka pujilah bahwa tindakannya itu sangat bagus. Dengan begitu dia merasa mendapatkan perhatian lebih baik dengan emosi yang positif daripada merasa diperhatikan setelah berbuat kesalahan.
  6. Selamatkan korban
    Jika anak lain sampai menangis karena dipukul anak Anda, segera pusatkan perhatian pada anak itu dan hiburlah daripada menegur anak Anda. Jika anak Anda menyerang, pisahkan anak lain itu dengan aktivitas lain, lalu tenangkan anak Anda. Dengan nada rendah dan tanpa kemarahan, jelaskan secara ringkas bahwa memukul adalah perilaku yang tak dapat diterima dan mengapa hal itu tak boleh dilakukannya. Misalnya, Anda dapat mengatakan, “Kamu menyakiti Andi ketika kamu memukulnya.”
  7. Jangan mempermalukan
    Kata-kata yang Anda gunakan untuk membuat ia berhenti memukul dapat menjadi suatu kekuatan tersendiri. Jika Anda sampai mempermalukannya, Anda hanya akan membuat ia melawan dan bertindak defensif. Jangan berkata, “Kamu memang anak nakal!” tapi katakan, “Ibu tidak suka bila kamu memukul.”
  8. Tunjukkan perilaku yang Anda inginkan
    Jika ia memukul Anda, dengan tenang jauhkan tangannya dan pegang ia. Katakan dengan singkat dan sungguh-sungguh, tetapi tanpa kemarahan, “Tadi waktu adik pukul Ibu rasanya sakit lho..” Lalu, gunakan tangannya untuk mengusap secara lembut, bagian tubuh Anda yang ia pukul, dan katakan, “Kalo tangan adik digunakan untuk seperti ini, Ibu suka..”
  9. Jangan gunakan pukulan untuk menerapkan disiplin
    Jika Anda melarangnya memukul, tetapi Anda malah memukul tangannya saat melarang sesuatu, maka Anda tak membantu ia melihat apa yang seharusnya ia ketahui dari suatu kebiasaan. Dengan Anda memukulnya, ia belajar bahwa memukul merupakan satu cara agar orang lain mematuhi perintahnya atau memenuhi keinginannya.

Masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan, semoga 9 point di atas sudah cukup mewakili dan cukup efektif untuk menangani Anak Ringan Tangan.

Maroji’ Anak Ringan Tangan:
Santrock, JW. 1995. Life Span Development Terjemahan. Jilid 1. Jakarta : Erlangga