Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Oleh: Abu Kandra

Dalam ilmu akupunktur, titik weiwanxiashu adalah titik empiris untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM). Titik tersebut terletak pada meridian kandung kemih antara titik Geshu BL 17 dan Ganshu BL 18, lebih tepatnya di punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior. Titik ini termasuk baru ditemukan jika dibandingkan dengan titik akupunktur lain yang sudah ada ribuan tahun yang lalu. Namun kami belum menemukan lieratur tentang kapan ditemukannya titik ini.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Weiwanxiashu sangat berpengaruh dalam terapi DM. Disamping menggunakan formula titik berdasarkan diferensiasi sindrom, weiwanxiashu juga digunakan sebagai titik pelengkap. Dari berbagai penelitian oleh para ahli disebutkan bahwa titik weiwanxiashu efektif dalam terapi diabetes mellitus. Salah satu contohnya penelitian yang dilakukan oleh Prof. Zheng pada tahun 2002 lalu mengenai pengaruh elektro akupunktur di titik weiwanxiashu dan zusanli pada glukosa darah dan plasma glukagon pankreas pada kelinci yang telah disuntik diabetes. Ditemukan bahwa penusukan pada titik weiwanxiashu dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat menekan plasma glukagon pankreas secara signifikan. Sedangkan penusukan pada zusanli saja tidak ditemukan perubahan yang berarti pada kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas, namun kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas menurun lebih nyata ketika weiwanxiashu dan zusanli bersama-sama dilakukan penusukan. Hal ini menunjukan bahwa weiwanxiashu memiliki aksi penting ketika bersinergi dengan zusanli.

Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, dimana bertujuan untuk membuktikan keterkaitan titik weiwanxiashu dengan penderita DM melalui manifestasi patologis yang tampak pada titik weiwanxiashu. Manifestasi yang kami temukan berupa nyeri tekan, nyaman tekan, nodul (benjolan), area cekung. Manifestasi tersebut diketahui dengan cara melakukan palpasi (perabaan dan penekanan) pada titik weiwanxiashu, tentunya palpasi harus dilakukan dengan benar dengan standarisasi yang ada untuk mengurangi subjektifitas data. Manifestasi juga berupa sensasi nyeri, kaku, dan tertusuk dimana data diperoleh dengan cara wawancara kepada penderita berdasarkan sensasi apa saja yang dirasakan di titik weiwanxiashu.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dalam Traditional Chinesse Medicine (TCM) hubungan antara titik akupunktur dengan fungsional organ dihubungkan melalui sistem meridian yang mengalir di seluruh tubuh. Dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Jadi, meridian juga membantu untuk mendiagnosis suatu penyakit, yang dinyatakan dalam bab Back-Shu acupoints dalam Lingshu. Itulah sebabnya penusukan di titik akupunktur dapat mempengaruhi kesehatan. Secara tradisional, untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat di mana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Jadi penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Dalam lingshu dinyatakan, “Jika kamu ingin mengetahui suatu penyakit, kamu dapat melakukan perabaan dan penekanan (jie) di beberapa tempat. Jika terdapat nyeri atau perubahan lainnya, di situlah titik yang menghubungkannya”. Metodenya sederhana dan praktis. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras di bawah kulit. Tapi dalam pembahasan ini sengaja belum kami sertakan tatalaksana standarisasi palpasi (khususnya titik akupunktur) yang baik dan benar, karena kami kira penyampaiannya jauh lebih baik harus disertai praktik untuk mengurangi subjektifitas.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Mengapa kondisi organ dalam dapat termanifestasi pada titik akupunktur? Ternyata pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan teori perubahan patologis. Dalam kondisi normal, meridian dan kolateral dapat mengatur aliran qi dan darah dengan baik, tapi ketika qi jahat (patogen) mengganggu, meridian dan kolateral menjadi jalan berpindahnya qi jahat. Itu adalah pengaruh dari perubahan patologis. Bab 56 dalam Plain Question (Lingshu) dikatakan: ”Ketika patogen menyerang kulit, lapisan otot akan terpengaruh, sehingga patogen menuju kolateral dan kemudian menyerang meridian, dan akhirnya menuju organ zang-fu”. Dalam hal ini dinyatakan bahwa meridian adalah jalur serangan patogen dari kulit dan lapisan otot menuju organ lima-zang dan enam-fu. Karena organ dalam berhubungan dengan meridian dan kolateral sebagai perantara perubahan patologis antara organ dalam. Meridian dan kolateral adalah jalur interaksi perubahan patologis tidak hanya dari luar ke dalam, atau antar organ dalam tapi juga antara organ dalam dan jaringan di permukaan tubuh. Melalui meridian dan kolateral, penyakit organ dalam dapat ditampakkan di permukaan tubuh, pada tempat khusus dan lubang pada tubuh.

Diagnosis sindrom enam meridian juga bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis nyeri tekan, manifestasi yang terdapat pada tempat dilewatinya meridian atau dimana qi meridian berkumpul pada titik akupunktur. Hal itu sangat berguna untuk mendiagnosis perubahan morfologi pada area lokal kulit.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dasar teori di atas semakin meguatkan hasil penelitian yang ada tentang adanya manifestasi patologis titik weiwanxiashu pada penderita diabetes mellitus. Dan kita dapat menerapkannya dalam praktik di klinik untuk menunjang diagnosa dan terapi. tapi, adakah kaitannya antara berbagai jenis manifestasi patologis tersebut dengan kadar gula darah, tipe diabetes, lamanya menderita, umur, dan jenis kelamin?? Hal tersebut akan kita kaji di artikel berikutnya.