Diabetes mellitus, Dibekam saja

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Diabetes mellitus, Dibekam saja

Diabetes mellitus, Dibekam saja, Telah Terbukti Secara Ilmiah Menormalkan Gula Darah Berlebih

Diabetes mellitus atau yang lebih umum dikenal dengan kencing manis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman menakutkan bagi manusia. Sebagian kalangan menyatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan tapi hanya bisa dikontrol kadar gula darahnya agar selalu dalam keadaan seimbang, yaitu dengan terapi obat-obatan penurun gula darah secara kontinyu disertai diet yang benar. Benarkah penyakit ini tidak bisa disembuhkan? Adakah cara lain untuk mengontrol gula darah?
Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadist dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usamah bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu saat aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badui. Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?” Beliau menjawab,”Betul hai para hamba Allah, berobatlah! Karena setiap kali Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga meniptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Mereka bertanya,”Penyakit  apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Lanjut usia.” Dalam lafazh lain disebutkan,”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya.” (dikeluarkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan derajat hasan shahih. Juga oleh An-Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan derajat shahih). Maka tidak ada yang tidak mungkin bahwa penyakit separah apapun, akan bisa disembuhkan atas ijin Allah SWT.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

PENYAKIT DIABETES PADA ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW
Apakah diabetes sudah ada pada zaman nabi Muhammad SAW? Hal ini berdasarkan literatur sejarah, bahwa pada tahun 1552 sebelum masehi, di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering kencing dengan jumlah yang banyak (yang disebut poliuria) dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi, penulis India, Susrhata menamakan penyakit tersebut dengan penyakit “kencing madu”. Dari fakta sejarah tersebut maka bisa disimpulkan bahwa diabetes sudah ada pada jaman nabi Muhammad SAW, berdasarkan dimulainya kalender hijriah sekitar 500 tahunan setelah tahun masehi dimulai. Wallahu a’lam bishawab. Namun islam dengan syari’at yang sempurna ini telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit diabetes melaui sabda nabi Muhammad SAW, ”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Karena faktor pola makan menjadi salah satu pemicu utama diabetes.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

SOLUSI SELAIN OBAT
Ada beberapa solusi mengatasi diabetes tanpa obat kimia sintetis, atau juga bisa digunakan sebagai terapi pendamping bersamaan dengan terapi obat-obatan (medika mentosa). Salah satunya adalah bekam. Berdasarkan riset ilmiah, pengobatan sunnah ini sangat ampuh dalam mengontrol gula darah. Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang dikutip dari buku karya ilmuwan Arab yang terkemuka, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘Al-’Ajib (Obat Ajaib). Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.
Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :

  1. dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
  2. dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
  3. dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
  4. dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
  5. dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
  6. dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :

  1. dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
  2. dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
  3. dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
  4. dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
  5. dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
  6. dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
  7. dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
  8. dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
  9. dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
  10. dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
  11. dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
  12. dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
  13. dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria :

  1. Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun.
  2. Di musim semi dan selama bulan april dan Mei
  3. Pada paruh kedua bulan Qomariah
  4. Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita

Banyak sekali hasil riset yang mengejutkan, dan salah satu hasil riset tersebut yang berhubungan dengan penyakit diabetes menunjukkan bahwa kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus. SUBHANALLAH!

Diabetes mellitus, Dibekam saja

RESEP TITIK BEKAM
Resep titik bekam untuk terapi diabetes sangatlah beragam berdasarkan hasil ijtihad masing-masing ahli bekam. Tidak ada yang salah dari resep titik yang beliau-beliau hasilkan karena resep tersebut muncul pasti dengan berlandaskan ilmu, pengalaman, dan dasar  hukum masing-masing, yang tentunya disertai dengan mohon petunjuk kepada Allah SWT. Karena seorang hamba, siapapun itu akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya  yakni tanggung jawab di dunia dan akhirat. Kami tidak membuat resep baru dalam tulisan ini, namun berdasarkan kajian dan pengalaman yang pernah dilakukan pada praktek di lapangan, maka kami sangat menganjurkan aplikasi titik weiwanxiashu Ex-B 3 (extra back point number 3) untuk penanganan diabetes. Ini adalah titik akupunktur yang telah terbukti secara empiris memiliki pengaruh signifikan dalam menormalkan kadar gula darah. Walaupun titik akupunktur, titik ini sangat memungkinkan untuk dilakukan pembekaman. Karena sudah lazim kalau titik akupuktur dimanfaatkan sebagai titik pelengkap selain titik sunnah oleh para ahli bekam. Hasil terapi yang memuaskan insya Allah akan didapat jika dilakukan dengan penerapan standar tata laksana terapi yang baik dan benar.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Berikut ini adalah profil titik tersebut

  • Nama titik : weiwanxiashu Ex-B 3 (Extra-Back 3)
  • Lokasi : pada punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior.
  • Aksi : menguatkan limpa dan mengharmoniskan lambung
  • Indikasi : diabetes, masalah lambung, nyeri abdomen, mual, intercostal neuralgia

 Diabetes mellitus, Dibekam saja
Gambar  Letak Titik Wewanxiashu

 Diabetes mellitus, Dibekam saja

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Ada beberapa kaidah dan metode terapi yang harus diperhatikan dengan benar agar proses terapi berjalan dengan aman dan terasa manfaatnya, seperti yang tertera di bawah ini:

  1. Titik ini bisa diaplikasikan sebagai resep titik tunggal atau sebagai titik pelengkap dari beberapa resep titik yang telah ada atau berdasarkan kondisi tertentu.
  2. Hati-hati aplikasi titik ini pada penderita diabetes dengan komplikasi, seperti: hipoglikemi, stroke, hipertensi, gangren, neuropatik diabetes, dan sebagainya. Kecuali dengan tatalaksana yang baik dan benar.
  3. Harus diperhatikan dengan benar tentang sterilisasi dan teknik penyayatan, mengingat penderita diabetes sangat rawan dengan luka.
  4. Perlu ada metode tertentu untuk pembekaman pada penyakit yang bersifat dingin. Misalkan dengan herbs cupping (penggunaan herbal pada pembekaman) dan metode penunjang lainnya.
  5. Perlu adanya sinergi perawatan/rujukan kepada/dengan metode kedokteran modern pada kondisi tertentu.
  6. Perlu adanya aplikasi palpasi titik bekam sebagai data pelengkap untuk menentukan prinsip terapi, cara terapi, manipulasi, dan prognosa.
  7. Ketepatan manipulasi pembekaman menentukan efek terapi.

Diabetes mellitus, Dibekam saja

Semoga pemaparan yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, setidaknya membuka wacana dalam pengembangan bekam (khususnya dalam kasus diabetes) sebagai syi’ar sunnah nabi Muhammad SAW, sehingga dapat dinikmati manfaatnya oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang apapun, sebagai tanda bahwa islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karena bekam bukan hanya untuk muslim, tapi merupakan solusi untuk semua umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. Seperti halnya pengalaman kami, tidak sedikit non-muslim yang rutin berbekam di tempat praktek kami. Bahkan, ada yang rutin mengkonsumsi air zam-zam dan minyak zaitun secara kontinyu. Subhanallah! Jika kemujaraban bekam telah terbukti secara ilmiah berdasarkan petunjuk yang nyata, masihkah kita menutup diri??!! [Based on Abu Kandra’s Mind]

Referensi Diabetes mellitus, Dibekam saja:

  1. Metode Pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Diabetes mellitus, Dibekam saja
  2. Advance Modern Chinesse Theraphy karya Ganglin Yin dan Zhenghua Liu
  3. Riset Perubahan Patologis Titik Weiwanxiashu Ex-B 3 pada Penderita DM karya Hendra Sukma Wijaya
  4.  Bbsdlp.litbang.deptan.go.id/index.php
  5. Indodiabetes.com/sejarah-diabetes.html
Diabetes mellitus, Dibekam saja

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Oleh: Abu Kandra

Dalam ilmu akupunktur, titik weiwanxiashu adalah titik empiris untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM). Titik tersebut terletak pada meridian kandung kemih antara titik Geshu BL 17 dan Ganshu BL 18, lebih tepatnya di punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior. Titik ini termasuk baru ditemukan jika dibandingkan dengan titik akupunktur lain yang sudah ada ribuan tahun yang lalu. Namun kami belum menemukan lieratur tentang kapan ditemukannya titik ini.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Weiwanxiashu sangat berpengaruh dalam terapi DM. Disamping menggunakan formula titik berdasarkan diferensiasi sindrom, weiwanxiashu juga digunakan sebagai titik pelengkap. Dari berbagai penelitian oleh para ahli disebutkan bahwa titik weiwanxiashu efektif dalam terapi diabetes mellitus. Salah satu contohnya penelitian yang dilakukan oleh Prof. Zheng pada tahun 2002 lalu mengenai pengaruh elektro akupunktur di titik weiwanxiashu dan zusanli pada glukosa darah dan plasma glukagon pankreas pada kelinci yang telah disuntik diabetes. Ditemukan bahwa penusukan pada titik weiwanxiashu dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat menekan plasma glukagon pankreas secara signifikan. Sedangkan penusukan pada zusanli saja tidak ditemukan perubahan yang berarti pada kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas, namun kadar gula darah dan plasma glukagon pankreas menurun lebih nyata ketika weiwanxiashu dan zusanli bersama-sama dilakukan penusukan. Hal ini menunjukan bahwa weiwanxiashu memiliki aksi penting ketika bersinergi dengan zusanli.

Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, dimana bertujuan untuk membuktikan keterkaitan titik weiwanxiashu dengan penderita DM melalui manifestasi patologis yang tampak pada titik weiwanxiashu. Manifestasi yang kami temukan berupa nyeri tekan, nyaman tekan, nodul (benjolan), area cekung. Manifestasi tersebut diketahui dengan cara melakukan palpasi (perabaan dan penekanan) pada titik weiwanxiashu, tentunya palpasi harus dilakukan dengan benar dengan standarisasi yang ada untuk mengurangi subjektifitas data. Manifestasi juga berupa sensasi nyeri, kaku, dan tertusuk dimana data diperoleh dengan cara wawancara kepada penderita berdasarkan sensasi apa saja yang dirasakan di titik weiwanxiashu.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dalam Traditional Chinesse Medicine (TCM) hubungan antara titik akupunktur dengan fungsional organ dihubungkan melalui sistem meridian yang mengalir di seluruh tubuh. Dalam teori perubahan patologis, meridian merupakan jalan berpindahnya faktor patogen. Perubahan patologis pada organ dalam dan meridian dapat ditampakkan melalui reaksi abnormal pada meridian yang dilewati. Jadi, meridian juga membantu untuk mendiagnosis suatu penyakit, yang dinyatakan dalam bab Back-Shu acupoints dalam Lingshu. Itulah sebabnya penusukan di titik akupunktur dapat mempengaruhi kesehatan. Secara tradisional, untuk mencari perubahan patologis pada meridian atau titik akupunktur, dilakukan dengan teknik palpasi (meraba dan menekan) yang berguna untuk mendeteksi penyakit organ dalam dengan menekan dan merujuk kepada beberapa titik akupunktur dan mengamati reaksinya, karena titik akupunktur adalah tempat di mana qi (energi vital) mengalir dan berkumpul. Jadi penyakit organ dalam sering ditunjukkan dalam reaksi di titik-titik khusus tertentu. Dalam lingshu dinyatakan, “Jika kamu ingin mengetahui suatu penyakit, kamu dapat melakukan perabaan dan penekanan (jie) di beberapa tempat. Jika terdapat nyeri atau perubahan lainnya, di situlah titik yang menghubungkannya”. Metodenya sederhana dan praktis. Perubahan patologis utama yang terdapat pada titik akupunktur antara lain nyeri tekan, kulit yang sensitif dan nodul keras atau nodul seperti tali tambang yang mengeras di bawah kulit. Tapi dalam pembahasan ini sengaja belum kami sertakan tatalaksana standarisasi palpasi (khususnya titik akupunktur) yang baik dan benar, karena kami kira penyampaiannya jauh lebih baik harus disertai praktik untuk mengurangi subjektifitas.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Mengapa kondisi organ dalam dapat termanifestasi pada titik akupunktur? Ternyata pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan teori perubahan patologis. Dalam kondisi normal, meridian dan kolateral dapat mengatur aliran qi dan darah dengan baik, tapi ketika qi jahat (patogen) mengganggu, meridian dan kolateral menjadi jalan berpindahnya qi jahat. Itu adalah pengaruh dari perubahan patologis. Bab 56 dalam Plain Question (Lingshu) dikatakan: ”Ketika patogen menyerang kulit, lapisan otot akan terpengaruh, sehingga patogen menuju kolateral dan kemudian menyerang meridian, dan akhirnya menuju organ zang-fu”. Dalam hal ini dinyatakan bahwa meridian adalah jalur serangan patogen dari kulit dan lapisan otot menuju organ lima-zang dan enam-fu. Karena organ dalam berhubungan dengan meridian dan kolateral sebagai perantara perubahan patologis antara organ dalam. Meridian dan kolateral adalah jalur interaksi perubahan patologis tidak hanya dari luar ke dalam, atau antar organ dalam tapi juga antara organ dalam dan jaringan di permukaan tubuh. Melalui meridian dan kolateral, penyakit organ dalam dapat ditampakkan di permukaan tubuh, pada tempat khusus dan lubang pada tubuh.

Diagnosis sindrom enam meridian juga bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis nyeri tekan, manifestasi yang terdapat pada tempat dilewatinya meridian atau dimana qi meridian berkumpul pada titik akupunktur. Hal itu sangat berguna untuk mendiagnosis perubahan morfologi pada area lokal kulit.

Manifestasi Patologis Titik Weiwanxiashu Kasus Diabetes Mellitus

Dasar teori di atas semakin meguatkan hasil penelitian yang ada tentang adanya manifestasi patologis titik weiwanxiashu pada penderita diabetes mellitus. Dan kita dapat menerapkannya dalam praktik di klinik untuk menunjang diagnosa dan terapi. tapi, adakah kaitannya antara berbagai jenis manifestasi patologis tersebut dengan kadar gula darah, tipe diabetes, lamanya menderita, umur, dan jenis kelamin?? Hal tersebut akan kita kaji di artikel berikutnya.