HERBAL untuk INSOMNIA

Insomnia adalah gejala gangguan tidur, misalnya susah tidur, tidur tidak tenang, waktu tidur tidak cukup, dan lain-lain. Penderita insomnia ringan memiliki gejala sulit tidur, atau tidur tidak nyenyak, sering terbangun, waktu tidurnya pendek. Sedangkan penderita insomnia berat hanya dapat tidur 2-3 jam semalam, bahkan tidak dapat tidur semalam suntuk. Nah, tulisan kali ini bermaksud mengkaji insomnia secara holistik termasuk dari kacamata kedokteran timur, yang berkonsep sehat tercapai bila kondisi energi organ tubuh seimbang. Dan karena organ tubuh dihubungkan oleh jalur-jalur energi, sehat dapat dicapai jika energi tersebut mengalir sesuai arah yang seharusnya.

    Penyebab Insomnia antara lain:

  • Emosi yang tidak normal
    Terjadinya insomnia sering disebabkan emosi yang tidak normal. Emosi terlalu gembira yang dapat menguras energi jantung sehingga jiwa tidak tenang dan terjadilah insomnia. Marah yang berlebihan dapat mengganggu hati, hingga energi hati tidak berjalan sesuai arah yang seharusnya. Hal ini menyebabkan api hati membara. Terlalu banyak berpikir/merenung dapat menguras energi pencernaan sehingga fungsi transportasi dan transformasi berjalan tidak sempurna, hal ini membuat jiwa tidak mendapat nutrisi maka terjadilah insomnia. Sedih dan khawatir juga dapat menyebabkan insomnia karena sedih membuat energi paru-paru menjadi lemah. Kaget dan takut menguras energi ginjal sehingga membuat api jantung membara.
  • Pola makan tidak benar
  • Terlalu lelah atau setelah menderita penyakit berat
  • Terlalu sering berhubungan sex
  • Penyebab dari luar, misalnya terkena panas, angin, dingin dan kering
    Solusi Thibbun Nabawi untuk insomnia, yaitu:

  • Jika gejala-gejala yang muncul adalah : gelisah, tidak tenang, susah memasuki alam tidur, tidur sebentar sudah bangun kembali, atau tidak dapat tidur semalam suntuk, kepala terasa tegang, pusing atau vertigo, tidak ada nafsu makan, mulut terasa kering dan pahit, lidah merah, selaput lidah kuning, nadi tegang dan cepat. Maka solusinya adalah :
    a. Terapi bekam, pada titik al kahil (punuk), al akhdiain(dua urat leher), al katifain (dua pundak), titik belakang paru-paru dan jantung.
    b. Terapi herbal : pilihannya ada beberapa macam, yang mempunyai sifat dingin menyejukkan (pegagan, akar alang-alang, daun sendok dan temulawak). Kalau dalam sediaan kapsul 500mg maka diminum 3×2 kapsul untuk orang dewasa.
    c. Rubah kebiasaan makan : banyaklah makan buah-buahan yang mengandung air cukup tinggi, misalnya melon, mentimun, semangka, blewah, pir dan lain-lain. Stop makanan yang bertipe panas, seperti daging, susu, keju, goreng-gorengan, produk fast food, sambal dan santan.
    d. Manajemen emosi, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala, banyak beristighfar, dan memperbaiki ibadah kita, sehingga panas hati bisa diredam. Lebih bagus dengan mendirikan sholat malam pada jam 1 sampai 3 pagi, didahului dengan mandi terlebih dahulu.
  • Jika gejala-gejala yang muncul adalah : ulu hati dan perut terasa kembung dan penuh, bersendawa, tidur tidak tenang, buang air besar tidak normal, sembelit atau diare dengan kotoran semi padat, selaput lidah putih mengkilat, nadi tegang dan licin. Maka solusinya adalah :
    a. Terapi herbal
    – Gunakanlah madu plus jahe, diminum sehari tiga kali, setiap minum satu sendok makan madu dicampur segelas air hangat plus jahe
    – Bisa ditambahkan habbatus sauda untuk menguatkan pencernaan dan mengusir lembab
    – Bisa ditambahkan makan satu siung bawang putih segar tiap hari
    b. Rubah kebiasan makan
    Tipe insomnia kedua ini disebabkan karena makanan yang dicerna tidak sempurna, sehingga menimbulkan timbunan dahak di dalam tubuh. Dahak dan panas membuat jiwa tidak tenang, perbaiki cara makan dengan :
    – Mengunyah yang lama, minimal 30 kali, sekali suap.
    – Jangan minum saat makan
    – Minumlah minimal satu jam sebelum atau sesudah makan.

Para pembaca mohon memperhatikan ke dua tipe insomnia ini, karena meskipun sama-sama tidak bisa tidur tetapi masing-masing tipe mempunyai terapi yang berbeda. Secara umum untuk kedua tipe di atas harus rutin berolah raga, supaya energi tubuh lancar dan bisa merelaksasi jiwa dan menguatkan pencernaan.

Prinsip terapi bekam

Prinsip terapi bekam secara keseluruhan adalah mengembalikan keseimbangan Yin Yang tubuh.

Jika tubuh terlalu panas maka didinginkan. Jika tubuh terlalu ekses (pathogen eksternal berlebih) maka dikeluarkan. Jika tubuh kekurangan materi dasar maka ditambah. Materi-materi dasar itu adalah

1. Qi/ energy
2. Xue/ darah
3. Jin/ Cairan yang jernih
4. Ye/ Cairan yang keruh
5. Jing/ Materi genetic
6. Yin
7. Yang

Tujuh materi dasar di atas tidak pernah berlebih/ekses. Maka jika ada orang yang kekurangan materi dasar harus ditambah.

Bekam adalah terapi dengan prinsip sie/ sedasi yaitu: mengurangi Yang berlebih atau mengeluarkan Yang ekses. Yang berlebih adalah eksopatogen terutama angin, panas, dan api.

Bekam tidak bisa mengeluarkan eksopathogen yang lain, yakni dingin, lembab, dan kering.

Tetapi dalam praktek pathogen itu tidak berdiri sendiri. Biasanya berkombinasi dengan angin. Karena angin adalah pembawa pathogen yang lain. Contoh kombinasi:
1. Angin dingin
2. Angin kering
3. Angin lembab
4. Angin panas

Maka jika ada tambahan unsure yang lain ini yakni angin, maka bisa dikeluarkan dengan bekam.

ditulis oleh dr Achmad Ali Ridho (Penggagas Konsep Bekam Sinergi)

Solusi TEPAT menjadi TERAPIS UNGGULAN

Ikuti Pelatihan 6 Bulan yang menjadikan Anda sebagai terapis yang profesional dengan berbagai skill terapi yang telah teruji kemujarabannya dalam berbagai rawatan pengobatan.Informasi dan pendaftaran lebih lanjut hubungi Divisi Pendidikan Yayasan Roemah Bekam Indonesia= 

pertanyaan dan jawaban seputar comed course bisa klik di link berikut= COmed Course.

20 Jam Kapita Selekta Bekam SInergi

Apa Beda Bekam Basah, Bekam Kering, dan Bekam Api?

::yarobbi.com:: Bekam memiliki beberapa teknik penerapan yang ada seni dan tujuannya masing-masing. Bekam Sinergi menggunakan tiga seni penerapan bekam, yaitu bekam basah, bekam kering, dan bekam Api. Lalu, kapan digunakan macam-macam teknik bekam itu?

Pelatihan bekam sinergi metode bekam basah dengan teknik sayatan

Prinsip dasar bekam
Perbedaan bekam basah, Bekam KEring, dan Bekam Api dapat kita lihat pada uraian di bawah ini=

    A. Bekam Basah, akan mengeluarkan Angin, Panas, Darah. Maka bekam basah ini tidak boleh dilakukan pada orang yang punya/ tergolong sindrom Han (dingin). Lebih detailnya, Bekam basah adalah teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam basah adalah: Qi/energi, Xue/darah, Angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Shi/ Kuat, Re/Panas Ekses dan Sindrom Yang.
    BBekam Kering akan mengeluarkan angin dan panas. Sangat bagus untuk orang yang terkena sindrom panas tetapi mengalami defisiensi darah dan cairan. Atau secara rinci dikatakan bahwa Bekam Kering adalah teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam kering adalah: Qi/energi, angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Shi/ Kuat, Re/Panas tipe Defisien dan Sindrom Yang.

    Variasi teknik bekam kering bekam tarik dan bekam luncur

    Variasi penggunaan bekam kering bisa juga dengan melakukan bekam luncur ataupun bekam tarik. Bekam luncur artinya alat kop bekam dikopkan (pengekopan dengan kekuatan sedang) pada area tertentu dalam tubuh yang sudah diberi minyak atau esensial oil. Setelah itu, kop tersebut diseluncurkan ke depan belakang, ke kanan kiri, atau menyesuaikan area yang di kop luncur. Bekam luncur sangat dianjurkan saat awal-awal proses bekam supaya menarik qi dan xu (peredaran darah lebih lancar) serta membuat efek relaks di area yang mau dibekam.

    Lalu bekam tarik. Bekam tarik biasanya digunakan saat membekam area wajah. Tujuannya agar proses bekam tidak meninggalkan bekas berwarna gelap di wajah. Cara penggunaan bekam tarik yaitu terapis mengekopkan secara ringan di area wajah yang mau dibekam. Biasanya menggunakan selang bekam dan kop bekam yang kecil-kecil.

    Terapis melakukan pengekopan ringan pada area tertentu, dengan sedotan angin yang ringan saja, setelah dirasa sudah terkop sedikit, tarik kop itu tanpa membuka tuas pembuang anginnya. Pasang, tarik, pasang, tarik, secukupnya. Biasanya bekas kop hanya terlihat sedikit memerah.

    C.Bekam Api akan mengeluarkan angin dan dingin. Bekam api tidak boleh dilakukan orang yang terkena angin panas/ sindrom panas dan kering atau Re. Bekam Api juga merupakan teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam api adalah: Qi/energi, angin, dingin dan lembab. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Shi/Kuat, Dingin, lembab, Sindrom Yang dan Sindrom Yin.

Lebih detail mengenai pemanfaatan bekam dalam kriteria sindrom sudah kami bahas dalam artikel mengenal sindrom dalam bekam sinergi, penerapan teknik bekam sinergi pada kasus sindrom permukaan, serta dalam kelas training bekam sinergi. Semoga uraian singkat perbedaan bekam basah, bekam kering, dan bekam api pada kesempatan ini bisa menginspirasi anda.

KENAPA harus memilih konsep BEKAM SINERGI?

Bekam adalah sebuah metode terapi dengan cara mengekop dan mengeluarkan darah. Prinsip kop bekam menurut traditional chinnese medicine (TCM) adalah mengeluarkan angin, panas, dan darah.

Sebagai seorang dokter tentunya tidak paham dengan istilah panas, angin, dan darah yang mengalami statis.

Maka jawabannya ada di TCM. Jawaban tersebut juga terdapt dibanyak buku ulama-ulama muslim. Bahwa Bekam hanya untuk penyakit tipe panas, Bekam tidak untuk penyakit yang tipikal dingin.

Kedua istilah itu dinamakan Sindrom Han dan Sindrom Re (dalam TCM).

Secara medis bekam sudah banyak dilakukan penelitian. Di antara kemanfaatan bekam atau hijamah adalah efek vasodilatasi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membuang kadar Fe yang terlalu banyak.

Karena bekam itu adalah sunnah, maka dalam penggunaanya harus tepat sasaran penyakit yang memang butuh dibekam. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus DISINERGIKAN antara:
1. Medis modern
2. Ilmu Pengobatan Nabi (Ath Thibbun An Nabawi)
3. TCM (Traditional Chinnese Medicine)

Kalau orang menggunakan ilmu medis saja, maka akan kurang tepat dalam membekam, karena di ilmu kedokteran tidak dikenal Sindrom Han dan Re.

Jika menggunakan ilmu tradisional saja juga kurang tepat karena dalam membekam diperlukan aspek sterilitas yang benar. Perlu diketahui bahwa bekam dalam dunia medis termasuk tindakan bedah minor (dengan penyayatan).

Jika menggunakan ilmu para ulama saja, tidak melibatan TCM dan Medis juga kurang tepat, sebab dalam karya-karyanya ulama yang ada belum dijelaskan gejala-gejala penyakit yang masuk dalam Sindrom Panas (Re) dan Dingin (Han).

So, Perlu SINERGI.

ditulis oleh dr Achmad Ali Ridho (Penggagas Konsep Bekam Sinergi)