Si Kembar Ginjal

Menurut data statistika kesehatan WHO, terdapat 66.000 kasus transplantasi ginjal pada 2005 di seluruh dunia. Di tahun yang sama, 21.000 liver dan 6000 jantung ditransplantasi . Ini berarti transplanstasi ginjal sebesar tiga kali transplantasi liver.

Dalam kasus pola makan yang terlalu berat dan gaya hidup yang buruk, kesehatan ginjal sering kali terabaikan. Jika ini tidak segera dicari cara bagaimana menanganinya, dipastikan ginjal akan rusak dan mengganggu keseluruhan metabolisme tubuh.

Kenalan dengan Ginjal
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Bentuk ginjal seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di bagian atas ginjal terdapat kelenjar adrenal atau dikenal juga sebagai kelenjar suprarenal. Tulang belakang kita terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang. Nah, kedua ginjal terletak setinggi ruas tulang punggung ke 12 hingga ruas tulang pinggang ke 3 (istilah medis: vertebra thorax 12-lumbal 3). Ginjalkanan terletak lebih rendah daripada ginjal kira karena terdesak organ hati. Tulang iga kita ada 12 pasang. Nah, sebagian dari bagian atas ginjal terlindung oleh iga ke 11 dan 12.

Ukuran ginjal normal pada orang dewasa berukuran : panjang 10-13 cm (4 -5 inci), lebar 5-7,5 cm (2-3 inci), berat ± 150 gram, jadi± 0,5% dari berat tubuh. Kecil sekali ya.. tetapi tanggung jawabnya terhadap kesehatan tubuh sangat besar. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari 1 juta buah dalam 1 ginjal normal manusia dewasa. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang mengandung gulungan pembuluh kapiler yang disebit glomerulus. Darah disaring melalui dinding epitel tipis berpori. Zat-zat sisa (limbah) metabolisme tubuh disaring dari darah. Sementara zat-zat penting seperti glukosa, protein dan sel-sel darah dipertahankan ada dalam darah, dan normalnya zat-zat ini tidak bisa menembus saringan ini. Sehingga normalnya tidak ditemukan glukosa, protein dan sel-sel darah di dalam urin. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350x setiap hari dengan laju 1,2 liter tiap menit. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Hasil akhir penyaringan darah adalah urin yang terbentuk di ginjal, yang akan mengalir melalui ureter menuju kandung kemih sampai akhirnya keluar dari tubuh melalui uretra. Kita bisa berkemih dengan baik jika fungsi ginjal baik dan tidak ada sumbatan maupun penyakit di saluran kemih (yaitu ureter sampai uretra). Perbedaan anatomi uretra wanita yang lebih pendek dan muaranya yang dekat dengan anus, menyebabkan wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. Maka penting untuk bercebok dengan arah yang benar, dari arah depan ke belakang, tidak terbalik, agar kuman saluran cerna tidak mengkontaminasi saluran kencing.

Fungsi Ginjal
1. Sebagai filter/saringan darah, membuang produk
buangan/limbah metabolisme tubuh dalam darah, di
antaranya urea dan uric acid. Jika kandungan kedua
zat ini terlalu berlebihan, akan mengganggu
metabolisme tubuh.
2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
3. Meregulasi tekanan darah. Ginjal menghasilkan enzim renin yang bertugas mengontrol tekanan darah dan keseimbangan elektrolisis. Renin mengubah protein dalam darah menjadi hormon angiotensis. Selanjutnya angiotensis akan diubah menjadi aldosterone yang mengabsorbsi sodium dan air ke dalam darah.
4. Mengatur keseimbangan pH darah.
5. Memproses vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang
6. Memproduksi hormon erythropoiethin yang bertugas memproduksi sel darah merah

Keluhan-keluhan yang Berkaitan dengan ginjal dan saluran kemih:
– Sakit ketika kencing, sering buang air kencing, “anyang-anyangen”, kencing berwarna merah, dapat disertai demam. Keluhan-keluhan ini biasanya berkaitan dengan infeksi atau bisa juga batu saluran kemih. Agar keluhan tidak memburuk, jangan suka menahan kencing, minum air putih yang cukup.
– Bengkak (karena adanya timbunan cairan) baik itu di sekeliling mata, tangan dan kaki, juga bisa di kantung zakar terutama di kalangan kanak-kanak. Segera periksakan. Karena jika berlanjut, cairan bisa tertimbun di rongga nafas sehingga menimbulkan sesak.
– Nyeri punggung atau pinggang atas, perut bawah, bisa juga di atas tulang kemaluan (nyeri suprapubik). Nyeri hebat, yang bersifat hilang timbul secara berkala, adalah gambaran organ berongga yang berkontraksi dalam rangka mengeluarkan sumbatan. Di sini kasus yang sering terjadi adalah batu saluran kemih. Jika batu melukai jaringan di sekitarnya, maka kencing akan mengandung darah. Terkadang kencing tidak tampak merah, namun dari pemeriksaan urin ditemukan sel-sel darah merah.
– Tekanan darah tinggi. Kelainan pada ginjal bisa menyebabkan hipertensi, juga sebaliknya hipertensi dapat menyebabkan kelainan ginjal.
– Perubahan warna urin, atau menjadi keruh atau bahkan kencing berpasir. Di mana normalnya kuning jernih.
Sakit Ginjal

Hal yang paling ditakutkan dalam kelainan sistem perkencingan ini, jika ginjal fungsinya menurun bahkan hilang. Padahal lihat kembali fungsi ginjal di atas. Limbah metabolisme tubuh berbahaya jika tidak dibuang akan menimbun di dalam tubuh, cairan akan tertimbun di seluruh tubuh, tekanan darah sulit dikontrol, belum lagi anemia yang menghadang. Adanya kerusakan glomerulus, berarti saringan dalam tubuh rusak. Kemampuan mengeluarkan limbah metabolisme turun, dan bahan yang penting bagi tubuh –seperti albumin (zat putih telur)- ikut terbuang dalam urin. Padahal albumin berfungsi mempertahankan cairan agar tetap dalam pembuluh darah. Karena albumin hilang, maka cairan dalam pembuluh darah keluar. Akibatnya tubuh bengkak-bengkak. Bila timbunan cairan masuk ke rongga nafas, maka sesak nafas terjadi. Gejala yang lain dapat berupa sulit berfikir, mual, muntah, pusing, nyeri dan gatal-gatal.

Jika kebocoran albumin (kebocoran yang paling cepat terdeteksi) ini terjadi terus-menerus selama 3 bulan, maka orang yang mengalami kondisi ini dinyatakan menderita Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease). Pada stadium akhir, penderitanya akan dihadapkan pada pilihan transplantasi (cangkok) ginjal atau cuci darah, yang tentu saja biayanya sangat besar.

Risk Factor
Ada kalanya penderita penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala yang khas. Untuk itu penting bagi kita mengenali faktor risiko yang membuat kita rentan terkena penyakit ginjal. Faktor risiko tersebut adalah menderita penyakit kencing manis, darah tinggi, memiliki riwayat batu ginjal yang mengakibatkan ginjal sering infeksi, ada keluarga yang pernah terkena penyakit ginjal.

Bagaimana menjaga kesehatan ginjal ?
1. Membatasi konsumsi garam juga yang gurih-gurih, cafein, dan tidak minum minuman beralkohol
2. Cukup minum air putih, setidaknya 1,5L/hari (rubrik Zawaya edisi lalu tentang Terapi Air dapat dibaca kembali).
3. Berolahraga secara teratur
4. Hindari stress
5. Kontrol gula darah, tekanan darah, dan asam urat.
Dari check up medis yang rutin, kita akan tau apakah kita memiliki faktor risiko penyakit ginjal.
6. Tidak merokok, karena merusak pembuluh darah termasuk ginjal yang kaya akan pembuluh darah.
7. Hindari kebiasaan menahan kencing, untuk menghindari pengendapan yang tidak perlu, sehingga kristal apalagi batu tidak sempat mampir di sistem perkencingan kita.
8. Hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, khususnya anti nyeri atau obat yang termasuk golongan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drugs). Karena mudah didapat, masyarakat sering salah dalam menggunakan. Nyeri, pusing sedikit langsung minum obat. Kalau dilakukan terus-menerus, tanpa pengawasan dokter, maka bisa berbahaya bagi ginjal.

Sungguh nikmat Allah tak terhitung. Sangat benar jika dikatakan sehat mahal harganya. Jika nikmat fungsi si organ mungil, ginjal, dicabut betapa susahnya hidup ini. Semoga kita bisa bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan dengan memelihara tubuh ini dari segala hal yang bisa merusak tubuh baik itu berupa zat-zat yang berbahaya bagi tubuh maupun berupa kemaksiatan dan tetap berada di atas ketaatan kepada Allah. Wallahu a’lam. (shofi, Edisi 16/Juli 2010/1431 H)