Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Yarobbi.com | Bekam Sinergi |  Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

(Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dengan Kedokteran Tradisional China pada Aplikasi Istilah/Terminologi Kedokteran)

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China Bahasa merupakan elemen terpenting dalam komunikasi. semua yang ada di alam semesta memerlukan komunikasi untuk berlangsungnya sirkulasi kehidupan, baik hewan, tumbuhan, manusia, dan alam itu sendiri. Karena beragamnya subjek, maka bahasa yang dimunculkan sangat beragam. Contohnya manusia itu sendiri, karena beragamnya bangsa maka bahasanya pun berbeda pula. Setiap elemen masyarakat juga memiliki bahasa atau istilah tersendiri di kalangan mereka yang secara sadar atau tidak, bahasa atau istilah itu mereka sepakati demi terciptanya keselarasan pandang. Contohnya, bidang pertanian, perbankan, elektronik memilki istilah-istilah tersendiri yang telah disepakati sebagai alat komunikasi.
Dalam bidang kedokteran juga memilki sejarah yang unik tentang pengistilahan (terminologi) yang mereka gunakan dari masa ke masa. Dimulai dari ilmu kedokteran tertua di dunia yaitu kedokteran China yang terkenal dengan prinsip Ba Gang/8 dasar (yin-yang, panas-dingin, luar-dalam, kuat-lemah) dan Wu Xing/5 unsur (kayu, api, tanah, logam, dan air), kemudian ada kedokteran Yunani kuno dengan teori pembagian 4 unsur humoral tubuh oleh Galenius yaitu darah, empedu kuning, empedu hitam, dan lendir. Di Timur-Tengah ada Ibnu Sina dengan teori 4 unsurnya (tanah, udara, air, dan api) dan klasifikasi sifat penyakit berdasarkan sifat dasar alam yaitu panas, dingin, lembab, kering juga gabungan diantara sifat dasar itu yaitu panas-lembab, panas-kering, dingin-lembab, dingin-kering. juga berbagai kedokteran lainnya yang memiliki pengistilahan sendiri seperti Ayurveda dari India, Hang Bang dari Korea atau yang lebih dikenal dengan KOM (Korean Oriental Medicine), dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW Dalam Pengklasifikasian Unsur Makanan
Kekasih kita Muhammad S.A.W juga menerapkan bahasa/istilah tersendiri dalam mengklasifikasikan sesuatu, misalkan pengklasifikasian makanan dan pengobatan. Dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, diriwayatkan bahwa ia menceritakan: aku pernah melihat Rasulullah SAW menyantap timun dengan kurma masak. Juga hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Nabi SAW bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda,”Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini. Apakah pelajaran yang bisa dipetik dari hadist di atas? Ada 2 kata sebagai kata kuncinya. “panas” dan “dingin”. Kedua kata tersebut adalah anonim/lawan kata yang sifatnya beranti-pati. Panas dan dingin merupakan hukum alam, dimana jika unsur panas lebih dominan daripada unsur dingin atau unsur dingin lebih dominan dari pada unsur panas maka akan terjadi ketidakseimbangan, jika ketidakseimbangan itu terjadi pada tubuh, maka tubuh akan sakit. Jika unsur panas dan dingin seimbang, maka tubuh akan sehat. Itulah yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dalam mengatur pola makan. Walau jenis makanan yang dikonsumsi beragam, beliau juga memperhatikan keseimbangan unsur atau kadar gizi makanannya. Maka tidak heran jika Rasulullah SAW jarang sekali sakit. Dalam hadist lain, diriwayatkan olej At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam sunan-nya dari hadist Asma’ binti Umais bahwa ia menceritakan: Rasulullah SAW pernah bertanya kepanya, “Obata apa yang engkau gunakan sehungga engkau bisa berjalan lagi?” Asma menjawab, “Kacang kedelai.” Beliau berkata, “Itu kacang yang panas sifatnya.” Mari kita tela’ah bersama mengapa sakit yang diderita Asma binti Umais bisa sembuh dengan kacang kedelai yang memilki sifat panas. Tidak diragukan lagi bahwa penyakit yang mengakibatkan Asma binti Umais tidak bisa berjalan adalah bersifat “dingin”, sehingga Allah SWT mempertemukan obatnya berupa kacang kedelai yang memilki sifat anti-pati dari penyakit itu. Wallahu a’lam bishawab.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah yang Digunakan Rasulullah SAW dan Para Ulama Ahli Kedokteran Nabi (thibbun nabawi) Dalam Pengklasifikasian Prinsip Pengobatan
Diriwayatkan dalam kitab Shahih AL-Bikhari da Muslim, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa nabi SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api jahannam. Maka dinginkanlah dengan air”. Api dan air merupakan fenomena alam yang saling terbalik/anti-pati. Api itu panas sedangkan air itu dingin, api membumbung ke atas sedangkan air berjalan ke bawah. Contoh lainnya adalah hadist dari Anas radhiallahu anhu, ia berkata,“Rasulullah SAW bersabda: jika terjadi panas memuncak, maka netralisirkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi darah yang berlebih pada seorang diantara kalian yang akan membunuhnya” (HR. Al Hakim). Isyarat yang terkandung dari hadist di atas, bahwa panas yang terjadi karena darah berlebih harus di dinginkan dengan pembekaman. Mengingat salah satu fungsi darah adalah memanaskan tubuh, jika berlebih akan memuncak/menimbulkan penyakit, jadi harus mengurangi yang berlebih. maka terciptalah suatu kaidah prinsip terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakitnya yaitu jika panas harus didinginkan dan jika dingin harus dipanaskan, jika berlebih(ekses) harus dikurangi(sedasi) dan jika kekurangan(defisien) harus ditambah(tonifikasi). Hal tersebut merupakan aplikasi bahasa/istilah/terminologi yang juga di terapkan oleh para pakar thibbun nabawi terkemuka seperti Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, Ibnu Sina, Musa Alu Nashr, dan lainnya.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

Istilah Dalam Kedokteran Tradisional China yang Selaras dengan Thibbun Nabawi
Pembahasan berikut ini adalah istilah dalam kedokteran China yang berbeda secara bahasa, namun sama maksud, tujuan,dan cara pandangnya.

  1. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Ba Gang
    Ba Gang merupakan 8 dasar diagnosa, yang terdiri dari Yin-Yang; panas-dingin; ekses-defisien; luar-dalam. Dasar-dasar tersebut selaras dengan penerapan klasifikasi unsur pada thibbun nabawi, dimana kaidah prinsip terapi yang digunakan adalah antip-pati dari sifat penyakit.
  2. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China seperti Prinsip pencegahan penyakit
    Dalam Huang Di Neijing dijelaskan bahwa seseorang yang berobat ketika sakit datang, sama halnya dengan membuat pedang ketika musuh menyerang atau menggali sumur ketika haus. Dari pernyataan tersebut dapat kita pahami pentingnya pencegahan penyakit. Sama dengan Thibbun nabawi, ketika kita memperhatikan pola hidup Rasulullah SAW dalam menjaga pola makannya. Terlebih ketika Rasulullah SAW menerapkan system karantina terhadap suatu daerah yang terserang wabah pes, Nabi SAW bersabda,”Apabila terjadi wabah pes disuatu negeri sementara kalian berada di dalam negeri tersebut, janganlah kalian keluar. Bila wabah itu terjadi disuatu negeri sementara kalian berada di luar negeri tersebut, jangan kalian memasukinya.” Itu merupakan upaya preventif agar penyakit tidak menyebar lebih luas lagi.
  3. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola makan
    Kedokteran China juga menyebutkan tentang pola makan yang baik. Hendaknya ketika makan, kadar kekenyangan maksimal harus 70%. Berarti ada 30% rongga lambung yang tidak terisi makanan dan air, atau bisa dikatakan tidak boleh makan sampai kenyang. Sama halnya dengan petunjuk Rasulullah SAW tentang adab makan. Nabi SAW bersabda,”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya” (shahih At-Tirmidzi). Berarti ada 1/3 rongga lambung yang kosong. Jika diprosentase. 1/3 dari 3/3 adalah 33,3% bagian rongga lambung yang kosong menurut pandangan thibbun nabawi, sedangkan menurut pandangan kedokteran China 30% bagian rongga lambung yang kosong. Cara pandang yang nyaris sama. Subhanallah!
  4. Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China dalam Pola tidur
    Anjuran di dalam kedokteran China, hendaknya kita tidur lebih awal, terutama pada 23.00 – 01.00. karena pada saat itu Yang-Qi (energi Yang) sedang memasuki tubuh. Dalam arti lain, malam hari adalah waktu untuk organ tubuh istirahat yang seharusnya terhindar dari aktivitas berat, sehingga dengan tidur regenersi sel akan berlangsung dengan baik. Sedangkan dalam islam, dianjurkan untuk tidur malam lebih awal agar lebih mudah bangun tengah malam untuk sholat. Intinya, kedokteran China dan thibbun nabawi sama-sama tidak menganjurkan begadang, apalagi yang tidak ada manfaat sama sekali. Wallahu a’lam.
  5. teknik terapi
    Prinsip dan teknik terapi berdasarkan anti-pati dari sifat penyakit sudah dibahas sebelumnya. Namun juga ada teknik terapi yang sama diantara keduanya, misalkan teknik memuntahkan, teknik mengeringatkan untuk mengeluarkan patogen, herbal, dan bekam.
  6. Dan kesamaan-kesamaan lainnya

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

HIKMAH ATAS MISTERI TERSEBUT
Mengapa banyak sekali persamaan baik kaidah maupun metode yang diterpkan thibbun nabawi dan kedokteran China?? Itulah misteri yang harus kita gali bersama jawabannya. Mungin, salah satu caranya adalah dengan melihat sejarah. Berdasarkan sejarah, negeri China adalah yang paling awal mengembangkan pengobatan, yaitu 5000 tahun sebelum masehi. Sangat pantas kalau mereka lebih maju dan lebih sistematis dalam tatanan standarisasi kedokteran, karena mereka telah melakukan percobaan selama ribuan tahun. Jika dibanding dengan metode pengobatan nabi yang kemunculannya lebih baru dan tidak ada standarisasi diagnosa yang sistematis layaknya kedokteran China. Namun, sebelum masa kedokteran China muncul, adakah fator-faktor yang mempengaruhinya? Tapi, menurut hemat penulis, metode pengobatan nabi sangat amat jauh lebih mulia dari metode pengobatan apapun, karena metode tersebut turun berdasarkan wahyu dari dzat yang Maha Mulia. Tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga selama ribuan tahun untuk mencari metode pengbatan tertentu yang sesuai. Coba kita bayangkan, perlu waktu berapa lama rangkaian proses yang diperlukan para peneliti pengobatan jaman dulu untuk menemukan resep titik akupunktur pada tubuh sebagai media pengobatan, yang tentunya dengan beberapa kali trial and error. Namun, tidak diperlukan waktu yang lama bagi Allah SWT Sang Pemilik kerajaan langit dan bumi untuk mewahyukan resep titik bekam kepada Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Insya Allah, penulis meyakini pasti masih banyak lagi hikmah dan kesamaan-kesamaan lainnya yang terkandung dalam kesamaan kedokteran Nabi SAW dan kedokteran China yang belum tertulis pada pembahasan ini, yang disebabkan terbatasnya ilmu penulis dan ketidak sempurnaan dalam mencari hikmah.

Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China

SEBAGAI MUSLIM, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DALAM HAL INI?
Tugas kita sebagai seorang muslim, adalah menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, termasuk metode pengobatan yang dianjurkan beliau dengan berlandaskan ilmu, bukan berdasarkan ketaqlid’an buta. Jika kita tidak menjaganya dengan berlandaskan ilmu, maka akan menghancurkan thibbun nabawi itu sendiri. Bukankah Rasulullah telah mengingatkan seperti yang tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-nasa’i, dan Ibnu Majah dari hadist Amru bin Syuaib, dari ayhnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan tugas medis, sementara sebelumnya ia belum mempelajari ilmu pengobatan, maka ia bertanggung jawab (terhadap hasinya).” Salah satu cara menjaganya adalah dengan melindunginya dari praktik-praktik yang bisa menimbulkan kemudharatan, sehingga menjadi faktor penghambat dakwah metode pengobatan Nabi SAW. Dengan segala keterbatasan ilmu yang dimilki manusia, tidak ada salahnya kita mensinergikan dengan ilmu pengobatan lain, yang bertujuan agar thibbun nabawi menjadi lebih baik. Tentunya kita harus selalu berdoa mohon petunjuk kepada Allah agar dihindarkan dari hal-hal buruk ketika berijtihad. Berasal dari manapun ilmu pengobatan yang disinergikan dengan thibbun nabawi tidak akan menjadi masalah selama kita bisa mengambil manfaatnya saja dan meninggalkan mudharatnya, tentunya dengan rambu-rambu syari’at yang menghindarkan kita dari unsur yang dapat merusak aqidah seperti unsur-unsur kurofat, tahayul, dan kesyirikan, naudzubillah mindzalik.

Kedokteran China sangat memungkinkan untuk disinergikan mengingat banyak sekali prinsip-prinsip yang selaras dan metode diagnosa yang sistematis, juga titik akupuktur yang bisa dimanfaatkan sebagai titik tambahan dalam terapi bekam. Kedokteran modern juga layak disinergikan, salah satunya adalah standarisasi sterilisasinya yang lebih bagus dan tata laksana yang lebih aman dan dapat dipertanggung jawabkan. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, tidak menutup kemungkinan, ada poin-poin tertentu dari metode kedokteran lainnya yang bisa disinergikan dengan thibbun nabawi. Wallahu a’lam bishawab. [based on Abu Kandra’s mind]

Referensi Misteri Kesamaan Kedokteran Nabi dan Tradisional China:

  1. Metode pengobatan Nabi SAW karya Ibnul Qoyyim Al Jauziyah
  2. Bekam cara pengobatan menurut sunnah karya Muhammad Musa Alu nashr
  3. Huang Di Neijing
  4. Basic of Traditional Chinesse Medicine karya Long Zhixian
  5. Greek biology and Medicine karya Henry Osborn Taylor

Analisa Bekam Sinergi untuk Sindrom Luar

Yarobbi.com | Bekam Sinergi | Analisa Bekam Sinergi untuk Sindrom Luar

Bekam Sinergi adalah Sebuah metode penanganan penyakit yang melibatkan penarikan Qi (Energi) dan Xue (darah) ke permukaan kulit menggunakan ruang hampa udara (vakum) yang tercipta di dalam gelas atau kop dengan mempertimbangkan kekuatan 7 materi dasar[1] dan 6 patogen eksternal[2] yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh.

Ketika terjadi penarikan darah dan energi ke permukaan maka secara pengamatan yang kami lakukan selama beberapa tahun ini menunjukkan adanya pengerahan energi ke permukaan sehingga membuat pertahanan di pori pori kulit menjadi kuat. Dan inilah yang membuat pertahanan tubuh pasien sehabis dilakukan pembekaman semakin kuat dan badan merasa semakin nyaman.

Tetapi yang perlu kita analisa adalah ketika bekam itu menarik Qi Xue ke permukaan maka harus diperhatikan sesuatu/materi yang ditarik harus ada. Ketika materi ini kurang maka tentunya malah akan memperburuk keadaan sehabis dilakukan pembekaman. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dalam penjelasan skema dibawah ini.

Analisa Bekam Sinergi untuk Sindrom Luar

Setelah dilakukan pembekaman ada yang merasakan beberapa fenomena yang berbeda. Hal ini tergantung dari kondisi tubuh yang mendasari orang tersebut misalnya:

  • Badan menjadi hangat ketika dilakukan pembekaman, mekanisme ini terbentuk karena Qi dan Xue ditarik ke permukaan yang ditandai dengan area kulit didalam  kop menjadi merah. Dengan adanya pengumpulan Qi di permukaan inilah pertahanan tubuh menjadi kuat.
  • Kulit badan menjadi lebih dingin dari sebelum dibekam, hal ini terjadi melalui mekanisme bekam yang menarik angin yang ada di bawah pori pori kulit sehingga ketika di lepas kop nya maka angin tersebut keluar dari tubuh. Karena angin sifatnya Yang ( masuk pathogen Yang ) maka tubuh menjadi lebih dingin dibandingkan sebelum dilakukan pembekaman.

Berbeda dengan bekam api yang ia berfungsi menarik Qi Xue dengan cara menggunakan api yang dimasukkan ke kop kaca. Dengan api yang masuk ke gelas kaca ini membuat suasana permukaan kulit menjadi hangat. Maka bekam api berfungsi menghangati piao / luar / meridian yang terkena patoghen angin dan dingin serta lembab. Yang hal ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan bekam yang menggunakan pompa untuk menarik Qi Xue ke permukaan tubuh.

Analisa Bekam Sinergi untuk Sindrom Luar

Kesimpulan pembahasan ini: ketika seseorang terkena sindrom luar maka pembekaman sangat bagus untuk mengeluarkan pathogen dengan cara menyedot keluar pathogen dengan vakum bekam dan saat itulah secara bersamaan Qi Xue tertarik ke permukaan sehingga pertahanan tubuh meningkat dan pathogen terusir dari permukaan tubuh.

Analisa Bekam Sinergi untuk Sindrom Luar


[1] 7 materi dasar adalah: materi yang menyusun tubuh yang meliputi: Qi, Xue, Jin, Ye, Jing, Yin dan Yang.
[2]
6 patogen ekternal: penyebab penyakit dari luar tubuh yang meliputi: angin, panas, dingin, kering, lembab dan api.

Contoh soal bekam sinergi

Yarobbi.com | Bahan Diskusi | Contoh soal bekam sinergi

CONTOH SOAL dan JAWABAN SOAL UJIAN
BEKAM SINERGI
(Achmad Ali Ridho)

Berikut ini adalah contoh beberapa soal yang bisa kita gunakan sebagi bahan diskusi tentang pengobatan bekam. Jawaban ada di bawah soal bekam sinergi ini. Semoga ini bisa bermanfaat bagi umat dan para kader bekam sinergi di Indonesia

  1.  Seorang datang dengan keluhan leher tegang, hipertensi dan pusing. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengeluh BAB nya keras dan badan sering berkeringat hangat. Dari cerita ini anda sebagai ahli bekam apa diagnosa anda?
    a. Panas lambung
    b. Hipertensi
    c. Lembab pada lambung
    d. Kekeringan pada tubuh
    e. Panas hati menimbulkan angin
  2.  Soal no 1 apa prinsip terapinya?
    a. Tambah air
    b. Keluarkan panas
    c. Tambah darah
    d. Usir lembab
    e. Semua diatas benar
  3. Soal no 1 jika ditambahkan herbal apa yang cocok?
    a. Alang-alang dan pegagan
    b. Habbatussauda
    c. Propolis
    d. Madu
    e. jahe
  4. Soal no 1 apa yang perlu anda anjurkan ke pasien?
    a. Banyak makan semua buah
    b. Banyak makan buah buahan yang bersifat dingin
    c. Tidak masalah semua makanan boleh
    d. Sangat dianjurkan minum es
    e. Semua diatas benar
  5. Berapa hari lagi pasien harus datang kembali untuk terapi bekam?
    a. Satu minggu
    b. Dua minggu
    c. 3 minggu
    d. 4 minggu
    e. Besok pagi
  6. Kemungkinan penyebab kasus no 1 adalah?
    a. Emosi marah yang terpendam
    b. Kekurangan energi tubuh
    c. Kekurangan darah
    d. Keekurangan cairan
    e. Semua diatas benar
  7. Bekam basah sangat bagus untuk penyakit dibawah ini kecuali:
    a. Hipertensi
    b. Koma
    c. Sakit pinggang
    d. Sakit kepala
    e. Sakit gigi
  8. Bekam berguna untuk mengeluarkan sesuatu dibawah ini kecuali:
    a. Panas
    b. Angin
    c. Darah stasis
    d. Lembab
    e. Semua diatas benar
  9. Bekam basah adalah metode terapi dengan prinsip:
    a. Mengeluarkan darah kotor
    b. Mengeluarkan panas darah
    c. Mengeluarkan api
    d. Mengeluarkan angin
    e. Semua diatas benar
  10. Titik bekam yang diambil untuk soal no 1 adalah kombinasi titik dibawah ini mana yang paling tepat?
    a. Al kahil dan katifain
    b. Ummu mughit
    c. Ala warik
    d. Al kahil, ummu mughit, katifain dan titik belakang hati
    e. Titik belakang jantung
  11. Pernyataan dibawah ini mana yang paling benar:
    a. Bekam di pagi hari adalah waktu paling efektif
    b. Habis mandi sangat bagus dibekam
    c. Bekam sangat baik jiika perut kosong
    d. Bekam habis kerja yang sangat melelahkan akan membangkitkan tenaga baru
    e. Mata kabur sangat baik jika dibekam pada ala warik
  12. Pernyataan dibawah ini mana yang paling benar:
    a. Alkohol yang digunakan dalam terapi bekam hukumnya haram
    c. Alkohol boleh digunakan untuk desinfeksi alat
    d. Darah tidak perlu dikhawatirkan akan menular
    d. Penularan penyakit dalam proses membekam tidak terjadi
    e. Semua diatas benar
  13. Pernyataan dibawah ini mana yang paling benar:
    a. Pembekam yang baik harus belajar ilmu diagnosis dahulu
    b. Bekam adalah pengobatan untuk semua penyakit
    c. Bekam malam hari sangat dianjurkan
    d. Upah bekam hukumnya makruh
    e. Jika darah keluar sangat banyak maka bisa dipastikan darah kotornya banyak
  14. Seorang datang dengan keluhan vertigo disertai dengan mual dan muntah, rasa lemas, dingin, badan terasa berat, disertai dengan batuk berdahak dan kedua kaki terasa kedinginan. Apa diagnosa anda?
    a. Lembab dingin menyerang limpa dan paru
    b. Vertigo karena gangguan lambung
    c. Kepala pusing karena adanya angin
    d. Stress berat
    e. Semua diatas benar
  15. Soal no 14 bagaimana prinsip terapinya?
    a. Buang panas tubuh
    b. Buang angin tubuh
    c. Tambah panas dan usir lembab
    d. Keluarkan darah kotornya
    e. Istirahat
  16. Herbal yang paling baik untuk soal no 14 adalah?
    a. Pegagan
    b. Sambiloto
    c. Habbatussauda
    d. Propolis
    e. Spirulina
  17. Apa yang akan anda anjurkan kepada pasien?
    a. Jangan makan buah buahan yang sifatnya dingin
    b. Dianjurkan makan semua buah
    c. Berpantang dari makanan siap saji
    d. Tidak melakukan seks bebas
    e. Semua iatas benar
  18. Titik yang utama untuk keluhan dada berdebar dan susah tidur adalah?
    a. Titik belakang jantung
    b. Titik belakang paru
    c. Titik belakang hati
    d. Titik ummu mughit
    e. Semua diatas benar
  19. Titik yang utama untuk keluhan hipertensi adalah?
    a. Al kahil
    b. Ummu mughit
    c. Katifain
    d. Jantung
    e. Semua diatas benar
  20. Titik hammah terletak dimana?
    a. Diantara kedua pundak
    b. Diantara pusar dan tulang kemaluan
    c. Di samping pusar
    d. Di kedua betis
    e. Diantara garis batas rambut depan dengan puncak kepala
  21. Ada seorang pasien datang dengan keluhan diare berat, sudah 15 kali ke belakang dalam satu hari ini. Pasien mengeluh perut terasa melilit dan perut terasa dingin. Sebagai ahli bekam apa yang akan anda lakukan:
    a. Dilakukan pembekaman pada perutnya
    b. Dilakukan pembekaman pada kedua pinggangnya
    c. Pasien dianjurkan minum madu hangat
    d. Pasien dianjurkan peergi ke dokter
    e. Semua jawaban diatas benar
  22. Soal no 21 sebaiknya diberikan herbal apa?
    a. Habbatussauda, madu dan adas
    b. Spirulina
    c. Gamat
    d. Sambiloto
    e. meniran
  23. Bekam basah sangat baik untuk kasus dibawah ini kecuali:
    a. kanker darah
    b. hipertensi
    c. vertigo
    d. migren
    e. batuk
  24. Bekam tidak boleh dilakukan pada daerah:
    a. dahi
    b. Punuk
    c. Puncak kepala
    d. Kedua pinggang
    e. Kedua lipat paha
  25. Kondisi yang tidak boleh dibekam adalah sbb:
    a. Darah rendah
    b. Darah tinggi
    c. Darah panas
    d. Darah dingin
    e. Darah stagnan
  26. Kondisi yang sangat baik di bekam adalah:
    a. Darah panas
    b. Darah bergejolak
    c. Darah yang meluap luap
    d. Darah stasis panas
    e. Semua diatas benar
  27. “Kesembuhan itu ada pada tiga hal: sayatan pisau bekam, minum madu dan sundutan dengan api” terkait dengan hadits ini mana pernyataan yang paling benar:
    a. Bahwa semua penyakit itu akan sembuh dengan berbekam
    b. Ada tipikal tipikal penyakit tertentu yang bisa dibekam, dan ada penyakit tertentu yang tidak boleh dibekam
    c. Ke tiga cara diatas adalah pengobatan yang paling ideal
    d. Bahwa sayatan pisau menandakan untuk tipikal penyakit dingin
    e. Sundutan hukumnya haram
  28. Dimanakah posisi thibbun nabawi sekarang di indonesia:
    a. Pengobatan orang militan saja
    b. Pengobatan alternative dan komplementer medis
    c. Pengobatan dengan harga yang mahal
    d. Pengobatan yang masih minim literature
    e. Semua diatas benar
  29. Ilmu yang harus dikuasai pembekam adalah sbb kecuali:
    a. Anatomi
    b. Fisiologi
    c. Biokimia
    d. Diagnosis
    e. Matematika
  30. Syarat tempat praktek bekam adalah sbb kecuali:
    a. Ada bed periksa
    b. Ada meja dan kursi pemeriksaan
    c. Ada  lampu yang terang
    d. Harus ber AC
    e. Bersih dan nyaman serta bisa menutupi aurat
  31. Saat melakukan penyayatan maka tidak boleh dilakukan dengan:
    a. Lambat
    b. Cepat
    c. Cepat dan tipis
    d. Arah sayatan acak
    e. Sayatan dengan panjang 2 cm
  32. Yang tidak dianjurkan setelah berbekam adalah:
    a. Minum
    b. Mandi
    c. Bersenggama
    d. Makan
    e. sholat
  33. Luka sayatan yang baik adalah:
    a. Tipis dan permukaan terbuka
    b. Panjang
    c. Panjang tipis
    d. Tipis, tidak berbekas dan permukaan tertutup
    e. Banyak acak
  34. Penyakit DM titik bekamnya yang diambil adalah:
    a. Al kahil, limpa dan lambung
    b. Katifain
    c. UM
    d. Disesuaikan dengan keluhan dan sindrom
    e. Semua diatas benar
  35. Orang bengkak persendian pergelangan kakinya maka yang tidak boleh dibekam adalah
    a. Persendian lemah
    b. Persendian kering
    c. Persendian yang lama tidak bisa diluruskan
    d. Persendian diraba dingin
    e. Semua diatas benar
Jawaban soal bekam sinergi:
  1. e
  2. b
  3. a
  4. b
  5. b
  6. a
  7. b
  8. d
  9. e
  10. d
  11. c
  12. b
  13. a
  14. a
  15. c
  16. c
  17. a
  18. a
  19. e
  20. e
  21. c
  22. a
  23. a
  24. e
  25. d
  26. e
  27. b
  28. b
  29. e
  30. d
  31. e
  32. c
  33. d
  34. d
  35. e

Ahli bekam harus paham ilmu QI, XUE, dan JIN YE| Dasar TCM

::yarobbi.com:: Kelas 20 bekam sinergi, selalu membahas tema QI, XUE, dan JIN YE. Qi adalah sesuatu yang mendasari dalam dunia pengobatan timur. Dari kandungan Qi ini semua unsur yang ada di alam digolongkan menjadi 2 karakter yaitu Yin dan Yang. Dalam terapi bekam / hijamah Qi juga tidak bisa dilupakan.

Hijamah menurut kami bekam sinergi adalah Sebuah metode penanganan penyakit yang melibatkan penarikan Qi ( Energi ) dan Xue ( darah ) ke permukaan kulit menggunakan ruang hampa udara
( vakum ) yang tercipta di dalam gelas atau kop dengan mempertimbangkan kekuatan tujuh materi dasar dan enam patogen ekternal yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh.

Dari definisi ini maka kami sampaikan hubungan dari Qi, xue dan jin ye dalam terapi bekam yaitu diantaranya :
1. Jika seorang mau membekam maka harus melihat pasien cukup energy dan darahnya.

2. Jika mau membekam maka seorang itu harus cukup cairannya / jin ye nya.jangan lakukan pembekaman ( bekam basah ) pada orang yang kekurangan jin ye.

3. Karena darah keluar maka akan selalu di ikuti dengan pengeluaran energy, sebagaimana di katakan dalam ilmu kedokteran timur bahwa energy mengalir mengikuti cairan. Begitu juga sebaliknya cairan tidak dapat mengalir tanpa adanya energy.

4. Dalam melakukan pembekaman harus ketemu dengan 6 pathogen yang berlebih yang akan kita keluarkan sehingga niatan membersihkan 6 pathogen ini akan tercapai.

5. Energi akan memompa darah, darah digunakan untuk membentuk energy.

Semoga artikel QI, XUE, dan JIN YE bisa memberikan pencerahan mengenai alasan para ahli bekam perlu tahu. Sehingga semakin banyak lagi pemahaman yang bisa dimengerti pada saat kita menemui aneka fenomena saat membekam atau dibekam. Semoga bermanfaat.

Moksibusi tidak Menambah Energi

Saya menulis judul ini karena terkait dengan pengalaman saya pribadi yang dulu salah dalam memahami akupuntur dan moksa. Dulu saya mengira moksa itu akan nambah energy ternyata setelah berguru dan belajar lagi moksa tidak menambah Qi / energy. Sebagaimana juga dalam penggolongan herbal ada tonik Qi dan tonik Yang, maka moksa tergolong tindakan yang menambah unsure Yang.

Unsur Yang didapatkan dari kumpulan Qi. Maka jika orang tersebut cukup energinya ia akan merasakan kehangatan pada tubuhnya karena cukup Yang. Jika orang tersebut kekurangan Yang / Yang xu maka ia akaan merasakan kedinginan.
Continue Reading

RESEP THIBBUN NABAWI BERDASARKAN DIAGNOSA TCM 4 — Sindrom Panas kekurangan Yin

Sindrom Panas kekurangan Yin

ETIOLOGI
Sindrom ini bersifat panas-kering dan pada umumnya disebabkan oleh penyakit panas kronis yang telah mengonsumsi Yin organ tubuh. Yin bersifat dingin dan lembab; Yin yang berkurang tidak sanggup mengendalikan Yang, yang bersifat panas dan kering.

Manifestasi klinis:
Tergantung dari organ yang terserang. Beberapa yang mungkin muncul adalah :
• badan kurus,
• mulut kering, haus,
• tinnitus,
• pening, pusing,
• feses kering,
• urine berwarna kuning,
• demam pada sore hari,
• berkeringat pada malam hari,
• pipi merah,
• rasa panas pada telapak tangan dan kaki,
• insomnia,
• lidah merah muda tanpa selaput,
• serta nadi lemah dan cepat.

Kemungkinan penyakit medis yang masuk dalam sindrom ini adalah:
• Hipertensi
• Insomnia
• TBC pada anak
• Semua penyakit menahun
• Atau penyakit medis lainnya yang mempunyai gejala seperti diatas

TERAPI: BEKAM KERING

Karena panas yang muncul disebabkan karena kekurangan cairan/pendingin, maka prinsip terapinya keluarkan panas dengan bekam kering dan tonifikasi cairan dengan memberikan ramuan penambah yin dan gaya hidup perlu dirubah dengan tidak mengkonsumsi makanan yang sifatnya panas.

Bisa dikombinasi dengan akupuntur dengan tonifikasi pada titik Sp 6, KI 3, KI 7, KI 6 dan sedasi pada titik liv 2 dan liv 3.

Titik yang diambil adalah: Al Kaahil, Al katifain, Fei-shu, Xin Shu ,Gan Shu, dan Shen shu
Alasan pemilihan titik:
Al Kaahil : Titik pertemuan 6 meredian Yang
Al katifain : Titik pengeluaran angin
Fei-shu : Titik belakang paru, dan angin berhubungan dengan organ paru-paru
Xin Shu : Titik belakang jantung
Gan Shu : Titik belakang liver
Shen shu : Titik belakang ginjal

Anjuran sama pada sindrom Panas Tipe Shi

Best regards,

MOKSA, TERAPI UNTUK SINDROM DINGIN DAN LEMAH

Moksibusi adalah cara merangsang titik akupunktur dengan menggunakan moksa yaitu cerutu yang terbuat dari daun Ngai (Arthemisia vulgaris) dengan cara dibakar. Daya panas dari moksa tersebut melalui titik akupunktur akan dialirkan menembus permukaan kulit, otot dan kemudian sampai pada titik dan meridian sehingga akan menimbulkan reaksi pengobatan, pencegahan dan perbaikan serta perawatan.

Moxa tersedia dalam kerucut kecil, stik-tube besar berbentuk seperti rokok yang terbuat dari tumbuhan herbal tersebut – atau sebagai ‘wol’ yang dapat dipuntir pada salah satu ujung jarum akupunktur, yang lalu disisipkan ke dalam kulit secara normal dan moxa-nya disulut. Moxa lepas terkadang juga dibakar dalam kotak yang diletakkan di atas tubuh untuk membantu menyebarkan panas yang dihasilkan ke daerah yang lebih luas.

Moxabustion bisa bersifat ‘langsung’, yakni dibakar pada tubuh dalam kerucut atau jarum akupunktur, ataupun ‘tidak langsung’, yakni dibakar di atas kulit dengan cara memegang stik moxa 2,5 cm (1 inchi) di atas bagian sasaran – atau dengan zat-zat lain, misalnya jahe atau garam, ditempatkan di antara kulit dan moxa yang sedang terbakar.

Moxabustion digunakan bagi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan Dingin dan Lembab – misalnya bentuk-bentuk tertentu arthritis dan nyeri punggung. Moxabustion tidak pernah digunakan jika pasien menderita demam panas atau kondisi ‘panas’. Moxabustion langsung, dengan tumbuhan herbal tersebut dibiarkan terbakar pada kulit, dapat menyebabkan bekas luka dan tidak pernah digunakan untuk wajah atau kepala, atau diberikan dekat dengan organ-organ, arteri atau tulang-tulang penting. Pada kehamilan, perlakuan moxabustion tidak pernah diberikan pada abdomen sebelah bawah.

Fungsi Moksa :
1. Mengangatkan peredaran Chi Xie sehingga menjadi lancar, mengusir penyebab penyakit Yin Han (Yin Dingin)

2. Menghangati Yang, menimbulkan, memperbaiki denyut nadi dan menolong dari bahaya akibat penyakit yang berat.

3. Mencegah penyakit, menguatkan daya tahan karena daya panas moksa akan menghangati Yang, melancarkan peredaran energi maka dengan kuatnya Yang Chi kuat pula Wei Chi sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit atau penyebab penyakit luar menjadi kuat pula.

Jenis – jenis Moksa :

1. Moksa Kerucut (cone) baik yang dipakai langsung maupun tidak langsung.

2. Moksa Sylinder atau Cerutu, merupakan moksa yang dibuat dari daun ngai atau campuran obat-obatan yang digulung berbentuk cerutu kemudian dibakar serta didekatkan pada jarak tertentu serta digerakan seperti patukan burung.

3. Moksa selubung penghangat, merupakan moksa yang menggunakan alat dari metal atau logam yang khusus di dalamnya moksa dibakar (ada yang menggunakan aliran listrik dan sering disebut bantal penghangat)

4. Moksa alam, merupakan moksa yang bahannya berasal dari tumbuhan atau binatang tertentu, jenis ini sekarang tidak ada lagi dan tinggal sejarah.

5. Moksa diatas jarum, merupakan moksa yang diletakan di ujung ekor jarum kemudian dibakar sehingga panasnya dialirkan lewat jarum akupunktur ke titik meridian, ini biasanya diberikan pada kasus rheumatic.

Indikasi :

– Untuk semua jenis penyakit Yang Chi lemah, penyakit lama, diare kronis, sindrom dingin, gondok, shock, muntaber.

– Kadang ada suatu penyakit yang diperlukan tusuk jarum dahulu baru dimoksa.

Kontra Indikasi

– Mutlak pada kasus panas karena angin atau panas karena Yin Xu, denyut nadi cepat (lebih dari 90 denyutan permenit), semua itu tidak cocok untuk di moksa.

– Sementara pada orang yang sedang terlalu lapar, terlalu kenyang, mabuk, serta pada kondisi emosional atau emosi yang parah.

– Pada titik tertentu, seperti pada bagian wajah, perut bagian bawah dan pinggang bagian bawah pada wanita hamil. Menurut catatan kuno ada beberapa titik yang tidak boleh dimoksa, sebagai besar karena letaknya dekat dengan organ penting atau dekat nadi; misalnya Jing Ming (KK. 1), Si Zhu Kong (TP. 23), Tong Zi Liao (KE. 1), semua titik dekat mata, Ren Ying (Lb. 9), Jing Gu (Pr. 8 ) karena dekat nadi dan sebagainya.

Persiapan Terapi moksa :
– Siapkan moksa yang akan dipakai dan korek api serta lilin, siapkan juga tempat pembuangan abu putung dari moksa.

– Nyalakan moksa dan dekatkan ke titik akupunktur selama beberapa saat tergantung tingkat ketahanan pasien. Jauhkan jika panas atau alihkan pada titik yang lain, demikian pindah-pindahkan terus supaya tidak terlalu panas. Pada penggunaan moksa yang dialas jahe atau bawang putih cenderung terjadi pelepuhan di kulit, jika ini terjadi sobek sedikit dan keluarkan airnya, kemudian olesi madu baru antiseptiknya. Pada penggunaan moksa yang di taruh diujung jarum maka buatlah lingkaran dan gunting sampai ke tengah pusat lingkaran dan masukan ke jarum hingga ke tengah pusat lingkaran kertas, hal ini berguna untuk mencegah lepuhan akibat potongan putung yang jatuh.

– Bisa juga penggunaan pada jarum, jarum dibakar dengan didekatkan pada moksa batang atau ujung ekor jarum diberi kapas yang dililitkan kemudian diberi alcohol 100 % kemudian dibakar.

Hal yang Perlu Diperhatikan dan Tindakan Pencegahan
1. Pada waktu melakukan moksibusi penghangatan atau moksibusi dengan jarum, dianjurkan kepada penderita agar tidak bergerak selama moksibasi berlangsung, karena kalau tidak, abu yang dihasilkan dari moksibasi akan membakar kulit dan pakaian, untuk menghindari hal tersebut, dapat diletakkan sepotong kardus, yang berukuran 6 sampai 8 cm, bentuk empat persegi atau bulat. Potonglah sebuah garis dan salah satu sisi ke pusat, sehingga jarum dapat terletak pada bagian pusat dan dapat memegang kardus, hal ini dapat melindungi kemungkinan jatuhnya abu dari moksa.

2. Terapi dengan moksibasi biasanya cenderung pada keadaan Yin, dalam defisiensi dan gejala dingin, terapi kadang juga dilakukan pada keadaan Yang luar atau gejala panas.

3. Urutan dari terapi moksibasi adalah sama seperti pada akupunktur, yaitu bagian bawah tubuh, bagian punggung lebih dahulu dari pada bagian abdomen, bagian kepala dan tubuh lebih dahulu dari pada extremitas, meridian Yang lebih dahulu dari pada meridian Yin.

4. Sebelum melakukan terapi moksibasi terlebih dahulu perlu dipertimbangkan beberapa ukuran moksa kerucut, berapa banyak oksa yang akan digunakan, serta dimana akan dilakukan terapi moksibasi, keadaan penderita serta umur penderita perlu dipertimbangkan. Pada umumnya 3 – 5 moksa kerucut digunakan untuk setiap titik dan lama moksibasi adalah 10 – 15 menit untuk moksa batang. Untuk penderita usia lanjut, anak-anak atau penderita lemah, gunakanlah moksa lebih sedikit dari pada keadaan normal.

5. Moksibasi dikontraindikasikan pada demam tinggi baik karena faktor dari luar atau defisiensi Yin, seperti hemoptisis, stroke, hipertensi berat dan konstipasi

6. Moksibasi dengan meninggalkan jaringan parut tidak dianjurkan pada daerah wajah dan kepala, karena alasan kosmetik, juga moksibasi tidak boleh dilakukan pada daerah pembuluh darah, membrane mukosa, daerah yang berambut, obdomen bagian bawah, organ genitalia, dan daerah sacrum pada wanita hamil.

Menurut Kepustakaan Kedokteran Traditional Cina, beberapa titik dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi sebagian karena berdekatan dengan organ penting, arteri atau system saraf.

Menurut salah satu kepustakaan kuno dalam buku “Kompendium Akupunktur dan Moksibasi : (Yang Ci Cou, 1601), ada 45 titik yang dilarang untuk dilakukan terapi moksibasi, sebagai berikut di bawah ini :

Dien Fu (L3)
Cing Ku (L8)
I Ci (L10)
Sao Sang (L11)
He Liao (L119)
Ying Siang (L120)
Cou Yung (Sp20)
Sia Kuan (S7)
Dou Wei (S8)
Ren Ying (S9)
Ru Cung (S17)
Cien Liao (S118)
Pi Kuan (S31)
Fu Du paha (S32)
Yin Se (S33)
Tu Pi (S35)
Diao Go (S38)
Yin Pai (Sp1)
Luo Ku (Sp7)
Yin Ling Jien (Sp9)
Fu Ai (Sp16)
Cien Cin (S19)
Su Liao (Tu25)
Cing Ming (B1)
Can Cu (B2)
Jen Su (B15)
Dien Cu (B10)
Sin Su (B15)
Pai Huan Su (R30)
Cen Fu (B36)
Yin Men (B37)
Wei Cung (B40)
Sen Mai (B62)
Cung Jung (P9)
Yang Je (SC4)
Dien I (SC16)
Se Ce Gung (SC23)
Dou Lin Ji (G15)
Yen I (G22)
Ti U Wei (G42)
Ciu Wei (Ren 15)
Yao Yang Kuang (Tu3)
Ci Cung (Tu6)
Ya Men (Tu15)
Fung Fu (Tu16)

Walaupun begitu, beberapa titik yang dikontraindikasikan untuk moksibasi, memperlihatkan hasil yang baik dalam terapi, contoh: moksibasi langsung pada titik Ciu Wei (Ren15) dapat memperbaiki penyakit epilepsy, Sao Sang (L11) dapat mengobati epistaxis, Yin Pai (Sp11) dapat mengobati pendarahan uterus fungsional, metrorhagia, metrostaxis yang berkepanjangan.

Tu Pi (S35) dapat mengobati nyeri karena arthritis pada sendi lutut, Sin Su B15 dapat mengobati kelemahan umum, emissi nocturnal dan lain-lain, oleh karena itu semua titik yang dikontraindikasikan perlu dipertimbangkan mengenai keadaan patologis, letak anatomis dan tempat moksibasinya.

7. Terapi moksibasi dapat menimbulkan Kombustio pada berbagai tingkat, akibatnya dapat bervariasi dari perasaan panas dan kemerahan setempat, yang dapat menghilang dengan sendirinya atau pembentukan lepuh. Apabila terjadi lepuh kecil yang kemudian pecah, maka cairan akan diabsorbsi tanpa menimbulkan infeksi. Lepuh yang besar perlu dipungsi dan didrainage, apabila terjadi lepuh dengan nanah, maka perlu diberi antibiotika local. Sebelum terapi moksibasi dilakukan, sebaiknya penderita diberi tahu lebih dahulu tentang kemungkianan terjadi lepuh.

8. Titik akupunktur yang dikontraindikasikan pada moksibasi mempunyai efek penguatan dan pengurangan. Pada cara penguatan, asap jangan ditiup, tetapi dibiarkan, sedang pada cara pengurangan, asap harus ditiup secara cepat. Seperti halnya dengan akupunktur, setelah jarum dicabut, lubang bekas tusukan ditutup dengan cara menekan secara ringan dan message, oleh karena mencegah Cing Ji keluar. Sebaliknya, sebelum pencabutan jarum dilakukan pemutaran beberapa kali untuk memperbesar lubang sebelum pencabutan, untuk memungkinkan faktor penyakit keluar, cara ini disebut cara pengurangan.

Terapi Moksibasi pada Beberapa Kasus

1. Stroke
Bila penderita merasa hipertesi pada jari, pusing dan vertigo, kekakuan pada lidah dan disfasia sebelum serangan apoplexy, digunakan moksa bentuk konus, pada titik Pai Hui (G20), Cien Cing (G21), Ji Je (LI11), Fung Se (G31), Cu San Li (S36) dan Sien Cung (G39) untuk tindakan pencegahan.

2. Batuk
Moksibasi dengan moksa kerucut pada Dao Tao (Tu13) dapat digunakan pada kasus defisiensi atau kelebihan.
Pada kasus yang masih baru, memerlukan kira-kira 3 sampai 7 buah moksa kerucut.
Pada kasus kronis, terapi dapat diberikan satu kali per hari, hasil terapi dapat dicapai setelah beberapa hari.

3. Mual dan Muntah
Moksibasi pada titik Dan Cung (Ren17), Ji Hai (Ren6), Nei Kuan (P6), Wei Su (B21) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa kerucut, kira-kira 5 – 7 buah moksa kerucut yang dibutuhkan. Titik-titik sekunder Dueb Ting (K117), Cung Kui (EX-UE3), Tan Su (B19) dan He Ku (L14)

4. Sakit kepala
Pada kasus defisiensi Ji, pergunakanlah moksibasi pada titik Pai Hui (Tu20), Ta Cui (Tu14), Cung Wan (Ren12), Ji hai (Ren6) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Pada kasus defisiensi darah, pergunakanlah moksibasi pada Duo Wei (S8), Dai Yang (EX-HN5), Ji Je (LI11), He Ku (L14), dan Kan Su (B18).
Titik sekunder : Fung Je (G20), Ke Su (B17), Bi Su (B20), Sen Men ((H7) dan Cu San Li (S36). Moksibasi pada tiap titik untuk kira-kira 3 – 5 menit.

5. Pusing dan vertigo
Pada kasus defisiensi darah, dipergunakan moksibasi secara tidak langsung dengan jahe pada titik-titik Pai Hui (Tu20), Sang Sing (Tu23), Sen Cu (Tu12), Ce Yang (Tu9), Kan Su (B18) dan Bi Su (B20) tiap titik di moksibasi dengan moksa kerucut yang kecil, setiap hari dan hasil yang baik dapat dicapai dalam waktu kira-kira 1 bulan

6. Nyeri abdomen sekitar umbilicus
Pada kasus karena defisiensi dan dingin, moksibasi pada titik Sen Jiek (Ren8) dan Ji Hai (Ren6) untuk kira-kira selama 1 jam sampai nyeri hilang.

7. Kegegangan otot-otot di daerah lumbal
Moksibasi secara langsung pada titik Sen Su (B23), Yao Yang Kuan (Tu3), Ming Men (Tu4), Cu San Li (S36) tap titik dengan 5 – 7 buah moksa kerucut. Terapi yang sering dilakukan dapat mencegah serangan.

8. Diare karena defisiensi dan dingin
Moksibasi pada titik Dien Su (S25), Ji Hai (Ren 6), Cung Wan (Ren12) dan Cu San Li (S36) dengan moksa batang. Tiap titik diterapi kira-kira 5 menit

9. Sakit gigi
Sakit gigi bawang sering mempunyai titik nyeri tekan di Bien Li (L16) dan sakit gigi atas mempunyai titik nyeri tekan di Cie Si (S41). Moksibasi secara tidak langsung dengan jahe dapat dilakukan pada titik nyeri tekan dengan 10-20 buah moksa kerucut.

10. Perdarahan uterus
Moksibasi pada titik Se Men (Ren5) dengan 5 buah moksa kerucut. Kuan Yen (Ren4) dengan 7 buah moksa kerucut. Yin pai (Sp1) dengan 5 buah moksa kerucut. San Yin Ciao (Sp6) dengan 5 buah moksa kerucut.
Titik sekunder : Bi Su (B20), Sen Su (B23), Ji Hai (Ren6), Ta Tuen (liv 1), tiap titik di moksibasi dengan 5 – 7 buah moksa.

11. Gangguan pada tenggorokan
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14) dengan 3 – 7 buah moksa bentuk biji. Moksibasi dengan moksa batang dapat dilakukan pda titik Cao Hai (K6) bilateral, selama 4 – 5 menit setiap sisi, hasil terapi yang baik dapat dicapai setelah tiga kali pengobatan. (satu kali per hari)

12. Lekore
Moksibasi pada titik San Ciao Su (B22), Sen Su (B23), Cung Liao (B33), Ji Hai (Ren6), Cung Ci (Ren3), Sie Hai (Sp10) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan 7 buah moksa bentuk biji untuk masing-masing titik, moksa bentuk batang dapat digunakan. Moksibasi pada titik Tai Mai (G26), Kuan Yen (Ren4), Yao Yang Kuan (Tu3) dan San Yin Ciao (Sp6) dengan moksa batang, untuk selama 5 menit tiap kali, terapi satu kali per hari.

13. Kejang pada anak yang kronis
Moksibasi pada titik Ta Cui (Tu14), Bi Su (B20), Wei Su (B21), Kuan Yen (Ren4), Ji Hai (Ren6), Cu San Li (S36), moksibasi dengan moksa batang, tiap titik diterapi kira-kira selama 5 menit.

14. Flu
Moksibasi pada titik Fei Su (B13), Sin Su (B15) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Pencegahan : moksibasi secara tidak langsung dengan jahe, pada titik Sen Cu (Tu12), Kan Su (B18), Bi Su (B20), Sen Su (B23), Cung Wan (Ren12), Ji Hai (Ren6) dan Dien Su (S25) dengan moksa kerucut, 3 buah moksa tiap titik.
Titik Cu San Li (S36) dengan moksa batang selama 15 menit, tiap pagi, tiap sisi bergantian.

15. Ulcus yang dalam
Ulcus yang dalam disudut mulut : moksibasi pada puncak dari ulcus dengan 5 buah moksa kerucut, kemudian pada titik Sou San Li (L110) dengan 20 buah moksa kerucut.
Pengobatan selama 3 hari dan pada umumnya 3 kali terapi dapat mencapai hasil yang baik.

Best regards,

TEORI PENYEBAB PENYAKIT III FAKTOR PERILAKU

Kesalahan, kelelahan, stress dan kekurangan latihan fisik adalah perilaku yang salah yang dapat menyebabkan sakit.

Salah Diet
1. Makan berlebihan dan malnutrisi
Jumlah makanan yang dimakan seharusnya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makan berlebihan atau kekurangan makan dapat menimbulkan penyakit. Apabila makanan yang dimakan melebihi kemampuan pencernaan fungsi limpa dan lambung akan terganggu. Manifestasi klinis meliputi sendawa berbau, regurgitasi asam, distensi dan nyeri epigastrium serta perut, tidak nafsu makan, muntah dan diare. Kekurangan makan akan menyebabkan kegagalan penyediaan bahan untuk pembentukan Qi dan darah. Dalam jangka panjang, akan terjadi penurunan berat badan dan kelemahan Qi antipatogen.

2. Berlebihan dalam jenis makanan tertentu
Tubuh manusia hanya akan memperoleh kebutuhan nutrisi apabila makanan yang dimakan seimbang. Berlebihan atau kekurangan dalam suatu jenis makanan tertentu akan mengakibatkan berbagai bentuk malnutrisi dan penyakit lain. Sebagai contoh, makan nasi yang berasal dari beras giling secara terus-menerus akan mengakibatkan beri-beri. Mereka yang meminum air yang kekurangan yodium akan dapat menderita penyakit gondok. Berlebihan dalam makanan dingin atau mentah dapat melukai limpa yang berlanjut pada terbentuknya dingin dan lembab dalam, dengan gejala nyeri perut dan diare. Berlebihan minum alcohol atau makanan berlemak, makanan manis dan lezat dapat menimbulkan panas lembab riak dan stagnasi Qi serta darah. Apabila fungsi limpa dan lambung terganggu dapat timbul perubahan patologis seperti rasa penuh di dada dengan riak banyak, pusing, vertigo, perdarahan hemoroid (wasir) dan karbunkel (bisul).

3. Makan makanan kotor
Apabila memakan makanan kotor, busuk atau beracun, fungsi limpa dan lambung akan terganggu, sehingga mengakibatkan nyeri dan disentri epigastrium serta perut, mual muntah, borborigmi dan diare. Makanan kotor dapat pula menyebabkan penyakit parasit atau keracunan makanan.

Kelelahan, stress, atau kekurangan latihan fisik
Kerja fisik dan istirahat yang normal tidak akan menimbulkan penyakit, dan merupakan syarat dasar untuk membangun konstitusi serta mencegah penyakit. Kelelahan dan stress atau kekurangan latihan fisik dapat menimbulkan penyakit. Kelelahan dan stress berkepanjangan akan melemahkan Qi antipatogen dan mengakibatkan penurunan berat badan, malas, keengganan bicara, palpitasi, insomnia, pusing dan pandangan kabur.

Kegiatan seks berlebihan akan melukai Qi ginjal, mengakibatkan gejala defisiensi seperti nyeri dan kelemahan dari daerah lumbal dan sendi lutut, pusing, tinnitus, impotensi, ejakulasi dini, kelemahan dan haid tidak teratur. Kehidupan yang tidak menyenangkan dan kekurangan latihan fisik dapat menganggu sirkulasi Qi dan darah, melemahkan fungsi limpa dan lambung, dan melemahkan daya tahan tubuh.

Manifestasi klinis meliputi kelemahan tulang dan tendon, kurang tenaga, tidak nafsu makan, kelemahan, kegemukan, dan napas pendek pada waktu kerja, atau dapat pula menyebabkan penyakit lain.

Author is dr Achmad Ali Ridho Akp
more artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

Simak juga:
TEORI PENYEBAB PENYAKIT I — Pathogen Eksterna (PPL)
TEORI PENYEBAB PENYAKIT II — Tujuh Faktor Emosi (PPD )
TEORI PENYEBAB PENYAKIT IV — Faktor Musibah dan Faktor Turunan